10+ Sertifikasi Bidang Manajemen untuk Tingkatkan Karier

10+ Sertifikasi Bidang Manajemen untuk Tingkatkan Karier
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 30 April, 2026
Share

Ringkasan: 

  • Memiliki sertifikasi manajemen adalah bukti konkret atas keahlian kepemimpinan dan manajerial yang diakui secara profesional.
  • Sertifikasi tidak hanya memvalidasi skill, tetapi juga membuka peluang emas untuk mendapaatkan gaji yang lebih tinggi dan promosi jabatan.
  • Terdapat berbagai pilihan sertifikasi, mulai dari yang bersifat manajerial umum (CM, CMC) hingga spesifik (PMP untuk proyek, CFA untuk keuangan).
  • Proses mendapatkan sertifikasi mencakup pemilihan lembaga yang kredibel, mengikuti pelatihan persiapan, hingga lulus ujian kelayakan.
  • Sebagian besar sertifikasi profesional memiliki masa berlaku, sehingga sebaiknya kamu terus memperbarui ilmu seiring perkembangan industri. 

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, perusahaan kini mencari profesional yang juga memiliki bukti kompetensi yang diakui secara resmi.

Salah satu cara untuk menunjukkannya adalah dengan memiliki sertifikasi manajemen. 

Sertifikasi ini menjadi indikator penting bahwa kamu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan standar profesional dalam mengelola tim, proyek, maupun strategi bisnis.  

Artinya, sertifikasi manajemen membantu kamu menunjukan komitmen untuk terus berkembang. 

Selain itu, sertifikasi juga membuka banyak peluang baru dalam karier, seperti kesempatan promosi, perluasan jaringan profesional, hingga akses ke peluang kerja yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. 

Lalu, sertifikasi apa saja yang bisa dipertimbangkan untuk menunjang karier di bidang manajemen?

Yuk, simak daftar sertifikasi manajemen yang dapat membantu meningkatkan kompetensi sekaligus peluang kariermu di dunia kerja!

Pentingnya Memiliki Sertifikasi Manajemen

Memiliki sertifikasi memberikan berbagai keuntungan yang signifikan bagi para profesional di bidang manajemen. Berikut alasan mengapa sertifikasi manajemen sangat penting: 

  • Meningkatkan daya saing di pasar kerja: Sertifikasi memberikan keunggulan kompetitif di pasar kerja. Pasalnya, dokumen ini menunjukkan bahwa kamu memiliki keahlian yang terstandarisasi dan diakui secara global. Hal ini membantumu untuk menonjol di antara kandidat lain.
  • Mendapatkan pengakuan atas kompetensi: Sertifikasi merupakan bukti formal dan objektif atas kemampuan dan pengetahuan di bidang manajemen. Dengan memiliki dokumen sertifikasi, rekruter tidak perlu lagi menebak-nebak sejauh mana pemahaman teoritis dan praktismu di bidang manajemen.
  • Membuka peluang karier baru: Dengan sertifikasi, kamu dapat memperluas cakupan karier. Hal ini termasuk mengambil alih posisi strategis di level manajerial atau bahkan melompat ke industri baru yang lebih menjanjikan.
  • Meningkatkan gaji: Banyak perusahaan yang menghargai karyawan bersertifikasi dengan menawarkan gaji lebih tinggi. Alasannya karena sertifikasi mencerminkan keahlian yang mendukung produktivitas dan efisiensi kerja.
  • Memperluas jaringan profesional: Proses pelatihan dan ujian sertifikasi akan mempertemukanmu dengan profesional hebat lainnya dari berbagai sektor. Ini adalah ladang emas untuk membangun koneksi dan kolaborasi bisnis.
  • Meningkatkan kepercayaan diri: Mengantongi sertifikat resmi membuktikan bahwa kamu telah mendedikasikan waktu untuk berkembang. Secara psikologis, hal ini akan membuatmu jauh lebih siap dan berani dalam mengambil keputusan-keputusan krusial di kantor. 

Dengan berbagai manfaat tersebut, sertifikasi dapat menjadi investasi yang berharga bagi siapa pun yang ingin mencapai kesuksesan jangka panjang dalam karier. 

Jika kamu merupakan lulusan jurusan manajemen atau sedang bekerja di posisi manajerial, mengambil sertifikasi profesional bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kredibilitas di dunia kerja. 

Macam-macam Sertifikasi di Bidang Manajemen

Bidang sertifikasi manajemen sangat luas dan terus berkembang seiring kebutuhan industri.

Kamu bisa memilih sertifikasi yang bersifat manajerial umum hingga yang lebih spesifik dan teknis sesuai dengan bidang pekerjaan tertentu. 

Secara umum, sertifikasi profesional di bidang manajemen dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu: 

  • Sertifikasi manajemen umum: Berfokus pada prinsip dasar kepemimpinan, tata kelola organisasi, pengambilan keputusan, serta perumusan strategi bisnis. Materinya bersifat lintas industri sehingga dapat diterapkan pada berbagai sektor pekerjaan.
  • Sertifikasi manajemen khusus (spesifik): Dirancang untuk mengukur kemampuan teknis pada bidang operasional tertentu. Contohnya meliputi manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia (HR), manajemen proyek, hingga manajemen risiko. Biasanya sertifikasi ini lebih mendalam karena berfokus pada keterampilan praktis di bidang spesifik. 

Setiap jenis sertifikasi manajemen memiliki manfaat yang berbeda. Kamu dapat memilihnya sesuai dengan jalur karier yang ingin ditempuh.

Daftar Sertifikasi Manajemen Kategori Umum

Ilustrasi seorang karyawan perusahaan swasta tampak bahagia setelah menyelesaikan sertifikasi manajemen. (Sumber: Pexels)

Sertifikasi dalam kategori ini mencakup pengetahuan holistik dan keterampilan manajerial fundamental.

Programnya dirancang untuk memahami prinsip dasar kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pengelolaan organisasi. 

Adapun jenis sertifikasi ini sangat cocok bagi kamu yang ingin membangun fondasi kepemimpinan yang kuat di berbagai sektor industri.

Materi yang diajarkan biasanya bersifat lintas bidang. Alhasil, tetap relevan bagi profesional dari latar belakang pekerjaan yang beragam. 

Berikut beberapa sertifikasi manajemen umum yang bisa kamu pertimbangkan; 

1. Certified Manager (CM) 

Certified Manager (CM) dikeluarkan oleh Institute of Certified Professional Managers (ICPM).

Program ini dirancang khusus untuk manajer, supervisor, maupun calon pemimpin dari berbagai industri yang ingin meningkatkan kapasitas manajerial mereka secara komprehensif. 

Materi dalam sertifikasi CM berfokus pada pilar utama manajemen bisnis. Peserta akan mempelajari berbagai kompetensi penting, seperti: 

  • Teknik perencanaan strategis.
  • Pengorganisasian tim yang efektif.
  • Kepemimpinan serta resolusi konflik di tempat kerja.

Pendekatannya tidak hanya menekankan teori, tetapi juga penerapannya dalam situasi kerja nyata. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan manajerial secara praktis. 

Memiliki gelar CM dapat menjadi sinyal kuat bagi perusahaan bahwa kamu memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan karier di bidang manajemen. 

Sertifikasi ini juga sering menjadi batu loncatan bagi profesional tingkat menengah yang ingin naik ke posisi manajerial senior atau bahkan level eksekutif. 

2. Certified Management Consultant (CMC) 

Certified Management Consultant (CMC) merupakan sertifikasi bergengsi yang diberikan oleh International Council of Management Consulting Institutes (ICMCI)

Sertifikasi ini ditujukan bagi profesional yang ingin membangun karier sebagai konsultan manajemen, baik secara independen maupun di bawah firma konsultasi besar. 

Untuk memperoleh sertifikasi CMC, kandidat harus melalui proses evaluasi yang ketat. Penilaian tersebut bertujuan memastikan bahwa konsultan memiliki pengalaman, kemampuan analitis, serta integritas profesional yang tinggi. 

Beberapa kompetensi utama yang dinilai dalam sertifikasi ini meliputi: 

  • Kemampuan menganalisis masalah bisnis yang kompleks.
  • Penyusunan strategi perbaikan organisasi.
  • Pemberian solusi taktis yang berdampak pada efisiensi perusahaan 

CMC juga sangat menjunjung tinggi standar kode etik profesional. Dalam dunia konsultasi yang kompetitif, tingkat kepercayaan klien menjadi faktor utama keberhasilan. 

Dengan memiliki sertifikasi ini, konsultan dapat lebih mudah meyakinkan pimpinan perusahaan bahwa strategi yang ditawarkan telah memenuhi standar internasional. 

Jenis Sertifikasi Manajemen Kategori Khusus

Ilustrasi seorang fresh graduates tampak serius belajar untuk menghadapi sertifikasi manajemen. (Sumber: Pexels)

Berbeda dengan sertifikasi manajemen umum, kategori ini dirancang untuk profesional yang ingin menjadi spesialis di bidang tertentu. Fokus pembelajaran biasanya lebih teknis dan mendalam. 

Sertifikasi ini cocok bagi kamu yang sudah memiliki jalur karier spesifik dan ingin memperkuat kompetensi di bidang tersebut. 

Adapun beberapa contoh sertifikasi manajemen khusus, antara lain: 

1. Sertifikasi Manajemen Proyek (PMP) 

Project Management Professional (PMP) merupakan sertifikasi yang diterbitkan oleh Project Management Institute (PMI). PMP dikenal sebagai salah satu sertifikasi manajemen proyek paling prestisius di dunia. 

Program ini dirancang bagi profesional yang bertanggung jawab memimpin proyek besar, mengelola tim lintas departemen, serta memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan anggaran. 

Dalam sertifikasi ini, kandidat diuji pemahamannya terhadap berbagai metodologi manajemen proyek, seperti: 

  • Metode predictive (waterfall).
  • Agile project management.
  • Pendekatan hybrid.

Peserta harus mampu merencanakan, melaksanakan, memantau, hingga menyelesaikan proyek secara efisien.

Karena standar sertifikasinya tinggi, pemegang PMP sering menjadi incaran perusahaan di sektor teknologi, konstruksi, hingga manufaktur. 

Selain meningkatkan peluang karier global, berbagai studi menunjukkan bahwa profesional bersertifikat PMP cenderung memiliki tingkat gaji yang lebih tinggi dibandingkan manajer proyek tanpa sertifikasi. 

2. Sertifikasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SHRM-CP & SHRM-SCP) 

Society for Human Resource Management (SHRM) menawarkan dua sertifikasi utama yang menjadi standar global bagi praktisi Human Resources (HR). 

Kedua sertifikasi tersebut meliputi: 

  • SHRM-CP (Certified Professional): Ditujukan bagi profesional HR tingkat awal hingga menengah. Fokusnya pada implementasi kebijakan HR, rekrutmen, manajemen kinerja, serta hubungan industrial sehari-hari.
  • SHRM-SCP (Senior Certified Professional): Dirancang untuk pemimpin HR senior yang bertanggung jawab merumuskan strategi pengembangan talenta serta menyelaraskan kebijakan SDM dengan tujuan bisnis perusahaan. 

Sertifikasi ini membantumu membuktikan diri bahwa kamu bukan sekadar staf administrasi kepegawaian biasa.  

Kamu akan dipandang sebagai Strategic Business Partner yang mampu mengelola aset paling berharga perusahaan, yaitu karyawan, dengan cara yang paling efektif. 

3. Sertifikasi Manajemen Keuangan (CFA & CPA) 

Di sektor finansial, Chartered Financial Analyst (CFA) dan Certified Public Accountant (CPA) adalah dua raksasa sertifikasi yang pamornya tak perlu diragukan lagi.  

Keduanya membutuhkan tingkat dedikasi, waktu belajar, dan kemampuan analitis tingkat tinggi untuk bisa ditaklukkan. 

Sertifikasi CFA ditujukan untuk profesional yang bergelut di pasar modal, analisis investasi, dan manajemen portofolio. Modulnya sangat intens membahas pemodelan keuangan dan strategi investasi. 

Di sisi lain, CPA diperuntukkan bagi profesional akuntansi tingkat lanjut. Fokus utamanya terletak pada akurasi audit, hukum perpajakan, dan transparansi pelaporan keuangan korporat. 

Baik manajer investasi maupun auditor yang memiliki gelar CFA atau CPA, dijamin akan memiliki jalur karier yang mulus untuk mencapai posisi prestisius seperti Chief Financial Officer (CFO). 

4. Sertifikasi Manajemen Operasi dan Rantai Pasok (CPIM) 

Certified in Planning and Inventory Management (CPIM) diterbitkan oleh Association for Supply Chain Management (ASCM/APICS). Sertifikasi ini sangat relevan bagi profesional yang bekerja di bidang operasi, produksi, atau manajemen rantai pasok. 

Program CPIM berfokus pada peningkatan efisiensi proses operasional perusahaan. Peserta akan mempelajari berbagai aspek penting, seperti: 

  • Perencanaan produksi yang efektif.
  • Pengelolaan inventaris dan logistik.
  • Optimalisasi alur rantai pasok.

Keahlian ini sangat dibutuhkan di sektor manufaktur, logistik, ritel, hingga e-commerce.

Oleh karena itu, profesional yang memiliki sertifikasi CPIM sering dianggap sebagai aset penting dalam menjaga efisiensi operasional perusahaan. 

5. Sertifikasi Manajemen Risiko (RIMS-CRMP) 

RIMS-Certified Risk Management Professional (RIMS-CRMP) merupakan sertifikasi yang mengukur kemampuan profesional dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko organisasi.

Dalam sertifikasi ini, kandidat diuji dalam beberapa kompetensi utama, antara lain: 

  • Mengidentifikasi potensi risiko organisasi.
  • Menganalisis dampak kerugian finansial.
  • Merancang strategi mitigasi risiko.

Risiko yang dianalisis bisa mencakup berbagai aspek, mulai dari krisis finansial, gangguan operasional, hingga ancaman keamanan siber. 

Profesional bersertifikasi RIMS-CRMP sangat dibutuhkan di industri dengan regulasi ketat, seperti perbankan, asuransi, energi, dan sektor teknologi. 

6. Sertifikasi Manajemen Kualitas (Lean Six Sigma & CQM) 

Sertifikasi manajemen kualitas bertujuan meningkatkan efisiensi proses bisnis. Sertifikasi ini juga bertujuan untuk memastikan kualitas produk atau layanan tetap konsisten. 

Salah satu yang paling populer adalah Lean Six Sigma, yang memiliki beberapa level seperti Yellow BeltGreen Belt, hingga Black Belt. Metode ini menggunakan pendekatan analisis statistik untuk menemukan akar masalah dalam proses kerja. 

Selain itu, terdapat pula Certified Quality Manager (CQM) yang berfokus pada pengelolaan sistem mutu organisasi secara berkelanjutan. 

Sertifikasi ini banyak digunakan di sektor manufaktur, jasa, hingga industri kesehatan.  

Dengan menerapkan prinsip continuous improvement, organisasi dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepuasan pelanggan. 

7. Sertifikasi Manajemen Industri Spesifik (Kesehatan & Pendidikan) 

Selain fungsi bisnis umum, terdapat pula sertifikasi yang dirancang khusus untuk industri tertentu dengan regulasi yang unik. 

Contohnya adalah Certified Healthcare Manager (CHM) yang fokus pada pengelolaan operasional fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit.

Sertifikasi ini membantu profesional memahami bagaimana mengelola layanan medis secara efisien sekaligus mematuhi regulasi kesehatan. 

Di sektor pendidikan, terdapat Certified Education Manager (CEM). Seritikfasi ini ditujukan bagi profesional yang mengelola administrasi dan tata kelola institusi pendidikan. 

Sertifikasi yang bersifat niche ini sangat berharga bagi kamu yang ingin membangun karier jangka panjang di sektor tertentu.

Dengan kompetensi yang spesifik, kamu dapat lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan dan regulasi industri tersebut. 

Cara Mendapatkan Sertifikasi Manajemen

Ilustrasi dua orang fresh graduate sedang berdiskusi soal sertifikasi manajemen. (Sumber: Pexels)

Mendapatkan sertifikasi di bidang manajemen membutuhkan persiapan yang matang. Prosesnya juga biasanya mengikuti skema yang terstruktur. 

Jika kamu tertarik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu: 

Identifikasi jenis sertifikasi yang sesuai dengan tujuan karier 

Langkah pertama adalah menentukan jenis sertifikasi yang relevan dengan bidang kerja atau kariermu. 

Sebagai contoh, jika kamu ingin berkarier di manajemen proyek, Project Management Professional (PMP) bisa menjadi pilihan.

Sementara itu, untuk bidang manajemen keuangan, sertifikasi seperti CFA atau CPA biasanya lebih sesuai. 

Jika masih bingung, cari tahu sertifikasi apa saja yang paling banyak dicari perusahaan di bidang yang kamu minati.  

Setelah itu, evaluasi juga kemampuan pribadimu, misalnya dari sisi pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, atau keterampilan teknis yang dimiliki. 

Mencari lembaga sertifikasi yang terpercaya 

Tidak semua lembaga sertifikasi profesi (LSP) memiliki reputasi yang sama. Oleh karena itu, penting untuk memilih lembaga yang kredibel dan diakui di bidangnya. 

Misalnya, Project Management Institute (PMI) untuk sertifikasi manajemen proyek atau Society for Human Resource Management (SHRM) untuk bidang sumber daya manusia. 

Pastikan sertifikasi yang ditawarkan sesuai dengan standar industri. Jika memungkinkan, baca juga ulasan dari peserta sebelumnya.

Cara ini bisa membantu kamu menilai kualitas program sertifikasi yang ditawarkan. 

Mendaftar dan mengikuti pelatihan 

Sebagian besar program sertifikasi mengharuskan peserta mengikuti pelatihan sebelum ujian. Pelatihan ini bisa dilakukan secara daring maupun tatap muka, tergantung kebijakan penyelenggara. 

Durasi pelatihan juga bervariasi. Ada yang berlangsung beberapa hari, tetapi ada pula yang memerlukan waktu hingga beberapa bulan. Hal ini biasanya tergantung pada tingkat kesulitan sertifikasi. 

Selama pelatihan, manfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia. Misalnya buku teks, modul pembelajaran, webinar, atau forum diskusi. Dengan begitu, kamu bisa memahami materi dengan lebih mendalam. 

Persiapkan ujian sertifikasi 

Setelah menyelesaikan pelatihan, langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri untuk ujian sertifikasi. Tahap ini sangat penting karena ujian menjadi penentu apakah kamu layak mendapatkan pengakuan profesional. 

Banyak lembaga sertifikasi menyediakan materi tambahan untuk membantu peserta belajar. Contohnya modul pembelajaran, simulasi ujian, atau akses ke forum diskusi. 

Pastikan kamu memahami konsep inti serta studi kasus yang sering muncul dalam ujian. Kamu juga bisa berlatih menggunakan soal-soal dari tahun sebelumnya atau mengikuti tes simulasi untuk mengukur kesiapan. 

Ujian sertifikasi biasanya dilakukan secara daring atau di lokasi yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Oleh karena itu, pastikan kamu memahami format ujian, durasi, serta kriteria kelulusannya. 

Simpan sertifikat 

Jika berhasil lulus, kamu akan memperoleh sertifikat resmi. Sertifikat ini dapat digunakan untuk memperkuat profil profesional dan meningkatkan peluang karier. 

Perlu diketahui bahwa sebagian besar sertifikasi manajemen tidak berlaku seumur hidup. Biasanya, sertifikat memiliki masa berlaku tertentu dan perlu diperbarui secara berkala. 

Tujuannya agar pemegang sertifikat tetap mengikuti perkembangan industri serta menjaga kompetensi profesionalnya. Jadi, jangan lupa untuk melihat masa berlaku dan memperbaruinya, ya!

Kesimpulan

Memiliki sertifikasi manajemen bukan hanya soal mendapatkan pengakuan formal.

Sertifikasi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi, memperluas peluang karier, dan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. 

Dengan memilih sertifikasi yang tepat dan mempersiapkan diri secara optimal, kamu dapat membuka jalan menuju karier profesional yang lebih baik di bidang manajemen. 

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Sertifikasi Manajemen  

  1. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sertifikasi manajemen?
    Biaya sertifikasi dapat bervariasi tergantung jenis sertifikasi dan lembaga penyelenggaranya. Sebagai contoh, sertifikasi Project Management Professional (PMP) dari PMI biasanya memerlukan biaya sekitar $400–$800, tergantung status keanggotaan PMI.

    ⁠Beberapa sertifikasi lain, seperti Lean Six Sigma, bahkan dapat mencapai beberapa ribu dolar jika sudah termasuk pelatihan. Selain itu, ada juga biaya tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya pelatihan atau ujian ulang.
  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikasi manajemen?
    Durasi untuk mendapatkan sertifikasi manajemen berbeda-beda. Hal ini bergantung pada tingkat kesulitan sertifikasi dan kesiapan peserta.

    ⁠Beberapa sertifikasi, seperti Lean Six Sigma Green Belt, dapat diselesaikan dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Namun, sertifikasi seperti PMP atau CFA biasanya membutuhkan waktu persiapan yang lebih lama, yaitu sekitar 6–12 bulan.
  3. Apakah sertifikasi manajemen berlaku seumur hidup?
    ⁠Tidak semua sertifikasi berlaku seumur hidup. Sebagian besar sertifikasi manajemen memiliki masa berlaku tertentu, biasanya sekitar 2–3 tahun.

    ⁠Sebagai contoh, sertifikasi PMP atau SHRM-CP memerlukan pembaruan melalui program pengembangan profesional berkelanjutan, seperti Continuing Education Units (CEU) atau ujian ulang. Namun, ada juga beberapa sertifikasi yang dapat berlaku permanen, tergantung kebijakan lembaga penerbitnya.
  4. Bagaimana cara memilih lembaga sertifikasi yang tepat?
    Memilih lembaga sertifikasi yang tepat membutuhkan riset yang cukup. Berikut beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan:
    ⁠- Reputasi: Pastikan lembaga tersebut diakui secara internasional atau memiliki kredibilitas di industrinya.
    ⁠- Relevansi: Pilih sertifikasi yang sesuai dengan tujuan karier dan bidang yang kamu minati.
    ⁠- Dukungan pembelajaran: Cari tahu apakah lembaga menyediakan pelatihan, materi belajar, atau forum diskusi.
    ⁠- Biaya dan manfaat: Bandingkan biaya sertifikasi dengan peluang karier yang bisa kamu dapatkan.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.