11+ Pertanyaan Interview Business Development dan Contoh Jawabannya

11+ Pertanyaan Interview Business Development dan Contoh Jawabannya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 29 April, 2026
Share

Ringkasan:

  • Pertanyaan interview business development (BD) umumnya fokus pada kemampuan komunikasi, negosiasi, dan analisis pasar.
  • Pewawancara mencari kandidat yang mampu menunjukkan kontribusi nyata melalui data dan pencapaian terukur.
  • Riset mendalam mengenai model bisnis perusahaan dan posisi brand di pasar menjadi kunci utama kesuksesan interview business development.
  • Kombinasi antara hard skill seperti analisis data dan soft skill seperti membangun relasi sangat menentukan nilai seorang BD.
  • Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan berbasis pengalaman atau perilaku. 

Proses interview adalah salah satu tahapan rekrutmen yang sangat menentukan untuk posisi business development. Pasalnya, posisi ini menuntut penilaian yang komprehensif mengenai kemampuan komunikasi, keterampilan negosiasi, hingga ketajaman analisis. 

Dalam praktiknya, bidang business development memiliki peran yang penting bagi keberlangsungan bisnis. Tak hanya itu, peran ini juga menjadi semakin populer seiring berkembangnya industri startup. 

Agar peluangmu lolos semakin besar, kamu perlu mempersiapkan diri dengan memahami pola pertanyaan yang sering diajukan.

Yuk, simak panduan lengkap pertanyaan interview business development di bawah ini!

Persiapan Sebelum Interview Business Development

Secara garis besar, tugas business development adalah menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan. Tentunya, perannya bukan sekadar "menjual" produk untuk target jangka pendek. 

Untuk itulah, persiapan interview kamu juga harus bersifat strategis. Ingatlah bahwa rekruter sedang mencari sosok "arsitek pertumbuhan" perusahaan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu persiapkan sebelum menghadapi interview BD:

Riset tentang pasar (markets)

Jangan datang ke tempat wawancara tanpa bekal wawasan. Hal pertama yang harus kamu pelajari adalah lanskap industri perusahaan yang kamu lamar.

Setelah itu, identifikasi tren pasar saat ini, kompetitor utama perusahaan, serta siapkan opini mengenai peluang di segmen atau wilayah baru yang mungkin belum terjamah oleh mereka.

Pahami profil pelanggan (customers)

Selanjutnya, kamu juga perlu mencari tahu siapa target mitra, klien, atau audiens utama perusahaan tersebut.

Persiapkan dirimu dengan ide-ide segar mengenai cara pendekatan yang tepat. Jelaskan juga strategi menjaga hubungan agar klien tetap loyal terhadap layanan perusahaan.

Siapkan bukti kemampuan membangun relasi (relationships)

Pekerjaan BD sangat bergantung pada kepercayaan dan jejaring. Rangkum pengalaman masa lalumu dan siapkan contoh nyata (gunakan data jika ada) tentang bagaimana kamu berhasil menjalin kerja sama strategis dengan pihak eksternal atau melakukan negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak. 

Dengan menyelaraskan persiapanmu pada ketiga pilar di atas, kamu bisa menunjukkan bahwa kamu memiliki insting bisnis yang tajam.

Kumpulan Pertanyaan Interview Business Development dan Contoh Jawabannya

Ilustrasi seorang fresh graduate berjabat tangan dengan HRD perusahaan swasta setelah menjawab pertanyaan interview business development. (Sumber: Pexels)

Contoh Pertanyaan Umum tentang Pengalaman dan Kualifikasi 

Pada tahap awal, HRD atau user ingin memetakan apakah latar belakangmu sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak. 

Mereka akan menggali sejauh mana kamu memahami peran BD. Selain itu, mereka akan meninjau bagaimana pengalamanmu kerjamu dan relevansinya dengan perusahaan. 

Berikut ini beberapa contoh pertanyaan dan jawabannya: 

1. Ceritakan tentang pengalaman Anda dalam mengembangkan bisnis. 

Tujuan pertanyaan ini adalah untuk menilai rekam jejak dan kontribusi nyata yang pernah kamu berikan di tempat kerja sebelumnya. Pewawancara ingin melihat skala tanggung jawabmu.

Untuk menjawabnya, coba jelaskan pengalaman yang relevan secara spesifik. Tonjolkan dampak yang kamu hasilkan dengan menggunakan data pendukung atau angka yang terukur.

Dengan begitu, jawabanmu terlihat lebih kredibel dan meyakinkan. 

Contoh jawaban: 

“Sebelumnya, saya bekerja sebagai business development associate di perusahaan X selama dua tahun terakhir. Salah satu pencapaian terbesar saya adalah berhasil menjalin kerja sama antara perusahaan kami dengan perusahaan asal Singapura untuk meningkatkan jumlah pengguna baru. Melalui inisiatif ini, kami berhasil memperoleh 500 ribu user baru hanya dalam waktu 3 bulan.” 

2. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami? 

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengukur tingkat keseriusanmu dalam melamar. Pewawancara ingin melihat sejauh mana kamu melakukan riset sebelum wawancara. 

Jadi, pastikan kamu sudah melakukan riset tentang sejarah, visi dan misi, produk andalan, hingga posisi brand di pasar.

Setelah itu, hubungkan informasi tersebut dengan ketertarikan kamu bekerja di perusahaan. 

Contoh jawaban: 

“PT ABC adalah perusahaan pembiayaan syariah yang sudah ada sejak 2020 dengan fokus produk pada pembiayaan rumah, apartemen, dan kendaraan. Setidaknya, sudah lebih dari 3.000 pengguna yang memakai produk ini. Adapun alasan paling kuat yang membuat saya ingin bergabung dengan PT ABC adalah visi perusahaan untuk membantu masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dua hal ini adalah nilai-nilai penting yang juga saya pegang teguh dalam hidup.” 

3. Kenapa Anda tertarik dengan posisi ini? 

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin mencari tahu motivasi kerjamu. Mereka juga akan melihat apakah minatmu sejalan dengan kebutuhan serta budaya perusahaan

Jelaskan motivasi kamu bergabung dengan perusahaan ini secara profesional. Saat menjawabnya, kaitkan minatmu dengan keterampilan yang relevan, pengalaman masa lalu, hingga cita-cita kariermu di masa depan. 

Contoh jawaban: 

“Saya tertarik dengan industri fintech sejak lama. Posisi ini memberi saya kesempatan untuk mengimplementasikan sekaligus memperluas wawasan bisnis saya, khususnya dalam memajukan prinsip-prinsip syariah di pasar yang lebih luas.” 

4. Apa kekuatan dan kelemahan Anda? 

Tujuan dari pertanyaan kelebihan dan kekurangan adalah untuk menilai tingkat kesadaran diri (self-awareness). Kejujuran kandidat dalam mengenali kapasitas dirinya sendiri akan menjadi nilai penting. 

Kamu tak perlu berbohong untuk menjawab pertanyaan ini. Justru, pastikan kamu menyebutkan hal-hal yang relevan dengan pekerjaan BD.

Selain itu, bungkus kelemahanmu dengan cara yang bijak, yakni menyertakan solusi atau langkah perbaikan yang sudah mulai kamu terapkan. 

Contoh jawaban: 

“Kekuatan saya adalah mudah membangun hubungan dengan stakeholder dan menjaga hubungan jangka panjang dengan win-win solution. Adapun kelemahan utama saya adalah terkadang terlalu fokus pada hal-hal detail yang kerap menghambat kecepatan pekerjaan. Namun, saya telah menggunakan beberapa tools manajemen tugas selama beberapa bulan ini untuk membantu pekerjaan menjadi lebih efisien.” 

5. Apa tujuan karir jangka panjang Anda? 

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui apakah rencanamu di masa depan selaras dengan visi perusahaan.

Mereka juga ingin menilai potensimu untuk bertahan serta berkembang dalam jangka panjang.

Untuk menjawabnya, jelaskan apa yang menjadi tujuan karier kamu, lengkap dengan keinginan untuk ikut berkontribusi nyata. 

Fokuslah pada tujuan spesifik dan realistis. Dengan begitu, pembahasan tidak terlalu melebar ke hal-hal yang tidak relevan. 

Contoh jawaban: 

“Dalam 10 tahun ke depan, saya ingin menjadi konsultan bisnis syariah yang kompeten dan profesional. Karena itu, posisi ini menjadi langkah yang sangat tepat bagi saya untuk berkontribusi memberikan pengalaman yang saya miliki, sekaligus meningkatkan wawasan, relasi, dan kemampuan saya untuk berinovasi bersama perusahaan.” 

Pertanyaan Interview BD tentang Keterampilan dan Pengetahuan

Dalam sesi ini, pewawancara perlu memastikan bahwa kamu memiliki wawasan maupun keterampilan taktis yang tepat untuk posisi yang mereka cari. 

Usahakan keterampilan teknis (hard skill) maupun non-teknis (soft skill) harus saling melengkapi. 

Jenis-jenis pertanyaannya bisa kamu lihat di bawah ini: 

6. Ceritakan tentang strategi yang pernah Anda terapkan untuk meningkatkan penjualan atau mengembangkan bisnis. 

Pertanyaan ini diajukan untuk melihat kemampuan strategis dan taktis kamu dalam menghadapi situasi nyata di lapangan demi mencapai target bisnis. 

Untuk menjawabanya, jelaskan strategi konkret yang pernah kamu lakukan secara terstruktur. Jika belum memiliki pengalaman, gunakan pengalaman organisasi atau proyek kampus yang relevan. 

Contoh jawaban: 

“Saat terjadi penurunan user baru selama semester pertama tahun lalu, saya menginisiasi adanya seminar secara online yang menghadirkan tokoh-tokoh penting terkait prinsip syariah Islam. Kami menjalankan seminar edukasi bisnis ini dan kampanye tersebut berhasil meningkatkan pertumbuhan pelanggan baru sebanyak 20%.” 

7. Bagaimana Anda mengelola hubungan dengan klien? 

Tujuan pertanyaan ini adalah untuk memastikan kamu memiliki kemampuan interpersonal yang kuat.

Sebab, skills ini penting untuk menjaga kepuasan dan loyalitas mitra atau klien jangka panjang.

Untuk menjawabanya, tekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dan membangun kepercayaan.

Kamu bisa menyebutkan praktik konkret, seperti menjaga komunikasi dan proaktif memberi solusi.

Contoh jawaban: 

“Komunikasi yang jelas akan menghasilkan kepercayaan. Kepercayaan adalah kunci kesuksesan hubungan jangka panjang yang berdampak pada keberlangsungan bisnis. Di tempat kerja sebelumnya, saya membuat jadwal untuk kunjungan reguler kepada para pelanggan sekalipun belum ada proyek baru. Hal ini berhasil membuat klien merasa dihargai dan tetap memilih layanan kami meski kompetitor terus bermunculan.” 

8. Bagaimana Anda mengatasi penolakan dari calon klien? 

Pertanyaan ini ditujukan untuk menilai ketangguhan mental, kedewasaan profesional, dan kemampuan bernegosiasi kandidat saat menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. 

Jawablah dengan menunjukkan pendekatan yang positif dan profesional.

Tekankan bahwa kamu selalu berusaha memahami alasan penolakan, tidak memaksakan kehendak, dan terus belajar dari situasi tersebut untuk menjaga hubungan baik di masa mendatang.

Contoh jawaban: 

“Penolakan dari calon klien potensial tentu bukan suatu yang menyenangkan, tetapi ini adalah hal yang wajar. Saya selalu berusaha memahami dan mendengarkan apa yang menjadi alasan penolakan tersebut. Sebagai contoh, seorang klien pernah batal menggunakan produk karena biaya jasa dinilai terlalu besar. Saya kembali menjelaskan value jangka panjang yang akan didapat. Namun, ketika beliau tetap menolak, saya sangat menghormati keputusan tersebut dan tetap menjaga komunikasi baik untuk peluang proyek lainnya.” 

9. Apa strategi Anda dalam mencapai target penjualan? 

Melalui pertanyaan ini, pewawancara akan mengukur kemampuanmu dalam merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi target pekerjaan secara sistematis dan efisien.

Untuk menjawabnya, jelaskan langkah-langkah spesifik yang biasa kamu terapkan. Soroti kemampuanmu untuk memecah target besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicapai dan terarah. 

Contoh jawaban: 

“Saya terbiasa memecah target besar menjadi target yang lebih kecil dan membuat rencana kerja mingguan. Misalnya, saya akan memetakan segmen pasar yang paling potensial terlebih dahulu, kemudian menyusun pendekatan dan pesan khusus yang disesuaikan untuk setiap segmen tersebut agar lebih efektif.” 

10. Bagaimana Anda mengukur keberhasilan dalam peran Business Development? Apa metrik atau KPI yang Anda gunakan? 

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui pemahamanmu tentang indikator kinerja (Key Performance Indicator) yang esensial dan obyektif di dunia pengembangan bisnis. 

Untuk menjawabnya, sebutkan metrik atau KPI yang relevan dengan posisi BD. Jelaskan juga pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas hubungan dengan pelanggan dan kuantitas target angka yang harus dicapai. 

Contoh jawaban: 

“Beberapa KPI yang menurut saya sangat relevan untuk peran BD adalah tingkat retensi klien, jumlah klien baru yang berhasil diperoleh dalam satu periode, serta besaran kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan tahunan perusahaan.” 

Pertanyaan Interview Business Development Situasional dan Behavioral 

Pertanyaan situasional dan behavioral digunakan user untuk melihat kemampuan kandidat berdasarkan pengalaman masa lalu.

Mereka ingin melihat respons logismu terhadap skenario atau hipotesis kerja sehari-hari. 

Berikut ini beberapa contoh pertanyaannya:

11. Berikan contoh saat Anda berhasil mengatasi sebuah tantangan dalam penjualan dan pengembangan bisnis. 

Tujuan pertanyaan ini adalah untuk melihat kemampuan problem solving. Tunjukkan bukti konkret kemampuanmu dalam memecahkan masalah di tengah tekanan dan dinamika bisnis.

Pilih pengalaman tantangan terbesar yang pernah kamu hadapi dalam pekerjaan sebelumnya. Ceritakan tindakan spesifik yang kamu ambil sebagai solusi. Jangan lupa sebutkan hasil positif yang berhasil dicapai. 

Contoh jawaban: 

“Di posisi sebelumnya, saya mengalami tren penurunan penjualan karena persaingan kompetitor yang cukup ketat. Sebagai respons, saya meluncurkan kampanye edukasi melalui seminar dan memproduksi konten online untuk memperjelas keunggulan produk kami dibandingkan pesaing. Hasilnya, penjualan berhasil meningkat kembali sebesar 25% dalam tiga bulan berturut-turut.” 

12. Bagaimana Anda bekerja dalam tim? 

Pertanyaan ini menguji kemampuan kolaborasi. Apalagi, seorang BD akan sering bersinggungan erat dengan divisi lain seperti marketingsales, dan pengembangan produk. 

Pastikan kamu menjawab dengan memperlihatkan sikap suportif dan terbuka. Tunjukkan bahwa kamu dapat beradaptasi, menghargai keahlian masing-masing individu, dan berfokus pada tujuan bersama. 

Contoh jawaban: 

“Saya cukup mudah beradaptasi dan bekerja sama dengan berbagai karakter dalam tim. Sebab, saya selalu berfokus pada apa yang menjadi tujuan kami bersama. Saya terbiasa bekerja dengan membagi tugas sesuai keahlian masing-masing. Di sisi lain, saya juga sangat menghindari perilaku micromanage pada ranah yang bukan menjadi tanggung jawab utama saya.” 

13. Apa yang Anda lakukan untuk terus meningkatkan pengetahuan tentang industri ini? 

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin menilai inisiatif, rasa ingin tahu, dan komitmenmu untuk terus belajar. Terlebih, jika mengingat industri bisnis berkembang dengan sangat cepat.

Untuk menjawabnya, tunjukkan bahwa kamu adalah individu yang proaktif. Sebutkan kebiasaan atau rutinitas spesifik yang kamu lakukan untuk meng-update ilmu.

Dengan begitu, kamu bisa menjadi aset yang berharga bagi perusahaan. 

Contoh jawaban: 

“Saya rutin mengikuti beberapa portal berita dan akun media sosial yang relevan dengan tren bisnis saat ini. Saya juga terbiasa membaca jurnal, laporan tahunan industri, dan publikasi riset dari lembaga kredibel. Selain itu, setiap tahun saya selalu mengagendakan untuk mengikuti konferensi profesional atau mengambil sertifikasi tambahan untuk meningkatkan kompetensi saya.”

Skill yang Dibutuhkan Seorang Business Development

Ilustrasi seorang fresh graduates tampak bahagia setelah menyelesaikan tahap interview business development. (Sumber: Pexels)

Selain menyiapkan diri untuk menghadapi pertanyaan interview, pastikan kamu memiliki skillset yang solid.

Pasalnya, pekerjaan business development menuntut perpaduan unik antara ketajaman bisnis dan keluwesan bersosialisasi. 

Berikut adalah keterampilan utama yang perlu kamu kuasai: 

Keterampilan teknis 

Keterampilan teknis adalah jenis kemampuan spesifik yang dapat diukur. Biasanya, skill ini berkaitan dengan penggunaan alat, data, atau proses tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan strategis.

Berikut ini keterampilan teknis yang sebaiknya dimiliki BD: 

  • Pengetahuan produk (product knowledge): Seorang BD wajib memiliki pemahaman mendalam tentang produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Jika kamu tidak mengetahui keunggulan dan manfaat produk, kamu akan sangat sulit untuk meyakinkan calon mitra atau klien potensial.
  • Keterampilan presentasi: Sebagai BD, kamu akan sering melakukan presentasi di hadapan calon klien, mitra, hingga investor. Keterampilan presentasi yang apik tidak hanya sebatas membuat slide visual yang menarik, tetapi juga meliputi bahasa tubuh, intonasi suara, dan cara membawakan materi dengan meyakinkan.
  • Kemampuan analisis data: BD yang handal harus bisa membaca data untuk memetakan tren pasar, mengidentifikasi peluang baru, hingga mengevaluasi kinerja bisnis. Analisis yang tajam akan menghasilkan keputusan bisnis yang objektif dan efektif.
  • Riset pasar: Ini adalah inti dari pekerjaan seorang BD. Di tengah persaingan yang ketat, kamu dituntut mahir melakukan riset. Skill ini mencakup kemampuan menemukan target pasar yang potensial, melihat celah ekspansi, dan mengamati pergerakan kompetitor.

Keterampilan interpersonal (soft skill) 

Keterampilan interpersonal menentukan caramu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini sangat krusial untuk menumbuhkan kepercayaan dan kerja sama jangka panjang.

Berikut adalah beberapa kemampuan interpersonal yang penting untuk profesi BD:

  • Komunikasi efektif: Mencakup komunikasi lisan maupun tulisan. Kamu harus mampu menyampaikan value perusahaan dengan artikulasi yang jelas, sekaligus menjadi pendengar yang aktif. Tujuannya agar bisa memberikan solusi yang tepat bagi kebutuhan klien.
  • Kemampuan negosiasi: Negosiasi adalah "makanan sehari-hari" seorang BD. Kamu harus pandai bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan (win-win solution) demi terjalinnya kemitraan strategis.
  • Membangun hubungan (relationship building): Pemasaran yang masif tidak akan bertahan lama tanpa adanya hubungan yang kuat. Kamu harus pintar merawat kepercayaan dan loyalitas mitra, klien, serta investor demi menjaga stabilitas bisnis di masa depan. 

Tips Sukses Interview Kerja Business Development

Ilustrasi tips sukses interview business development. (Sumber: Envato)

Memahami daftar pertanyaan di atas adalah langkah awal yang baik. 

Namun, agar peluangmu lolos ke tahap selanjutnya semakin besar, terapkan strategi berikut saat hari-H wawancara: 

  • Selalu sertakan contoh nyata dari pengalaman kerjamu sebelumnya. Jika memungkinkan, gunakan metrik atau data pendukung, seperti "meningkatkan retensi 20%", agar klaimmu lebih terukur.
  • Jangan hanya mencari tahu tentang perusahaan yang kamu lamar! Tapi, pastikan kamu juga melakukan riset mendalam soal kondisi industri dan siapa kompetitor utama perusahaan.
  • Berlatihlah mempresentasikan ide atau menjawab pertanyaan di depan cermin atau bersama rekan. Hal ini sangat membantu melatih kelancaran berbicara dan mengelola rasa gugup. 

Kesimpulan

Pertanyaan interview business development memang melibatkan banyak aspek strategis.  

Mulai dari rekam jejak pengembangan bisnis, kemampuan analisis pasar, hingga caramu mengambil keputusan di situasi yang penuh tekanan, adalah beberapa aspek penting yang pasti akan dinilai.

Untuk itulah, kamu perlu melakukan riset mendalam terkait profil perusahaan, kondisi pasar atau industri, hingga kompetitor.

Setelah itu, jangan lupa selalu menyertakan data untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan target, hasil kerja, atau pengalaman secara menyeluruh.

Dengan menyertakan data, jawaban akan semakin kuat dan kamu terlihat lebih profesional.

Sedang mencari lowongan kerja business development? Temukan banyak lowongan kerja businesss development hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca
berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Interview Business Development

  1. Apa saja pertanyaan yang paling sulit dalam wawancara BD?
    ⁠Biasanya, pertanyaan yang menguji kemampuan problem solving dan pemahaman bisnis paling menantang. Berikut beberapa contohnya:
    ⁠- "Apa pengalaman terburuk Anda saat mengelola klien bisnis, dan bagaimana cara Anda membalikkan keadaan tersebut?"
    ⁠- "Bagaimana Anda memposisikan brand perusahaan kami di pasar saat ini? Apa keunggulan dan kelemahan kami dibanding kompetitor?"
    ⁠- "Jika Anda bergabung hari ini, apa strategi 30 hari pertama Anda untuk menaikkan pendapatan perusahaan?"
    ⁠- "Apa yang akan Anda lakukan jika klien VIP meminta sesuatu yang jelas-jelas melanggar kebijakan operasional kita?"

  2. Apa perbedaan mendasar antara business development dan sales?
    ⁠Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki fokus yang sangat berbeda. Berikut ini penjelasannya:
    ⁠- BD bertugas menciptakan peluang baru dan pertumbuhan bisnis jangka panjang (mencari mitra, investor, pasar baru). Sementara itu, Sales berfokus pada eksekusi penjualan langsung produk kepada pelanggan.
    ⁠- Keberhasilan BD diukur dari hubungan jangka panjang, ekspansi pasar, dan kemitraan strategis. Sebaliknya, sales diukur dari target kuota bulanan dan revenue penjualan yang masuk.
    ⁠- BD lebih banyak berkutat dengan analisis data, riset pasar, dan merancang skema kerja sama. Di sisi lain, sales lebih banyak melakukan panggilan prospek, kunjungan pelanggan, dan demo produk.

  3. Skill apa yang paling sulit dikuasai untuk menjadi BD yang handal?
    Banyak praktisi mengakui bahwa perpaduan antara kemampuan negosiasi dan analisis data pasar adalah yang paling sulit. Hal ini karena seorang BD dituntut untuk memiliki insting bisnis yang tajam (berdasarkan data). Namun, BD juga harus menyampaikannya dengan bahasa dan komunikasi berbasis empati.

More from this category: Interview pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.