Ketika bicara soal indusri perbankan, beberapa profesi yang paling sering disebut adalah teller, customer service, staf administrasi, hingga staf IT.
Namun, tahukah kamu bahwa masih ada posisi lain yang tak kalah penting bagi bank? Posisi itu adalah marketing!
Marketing merupakan salah satu posisi paling krusial di bank. Sebab, dilansir dari ABA Banking Journal, pekerjaan ini mencakup hubungan dengan nasabah, citra bank, dan pendapatan bank secara langsung.
Memangnya, seperti cara kerja marketing bank? Lalu, kualifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk bisa bekerja sebagai staf marketing di bank?
Yuk, kita bahas selengkapnya melalui artikel di bawah ini!
Marketing bank adalah posisi di lembaga perbankan yang bertugas untuk menarik, memperluas, dan mempertahankan nasabah.
Dalam sehari-hari, mereka akan melakukan promosi produk dan layanan keuangan dengan menerapkan strategi pemasaran.
Contohnya seperti digital marketing di media sosial atau menawarkan promosi, seperti “buka rekening dapat hadiah”.
Selain itu, marketing bank juga bertanggung jawab dalam mempertahankan loyalitas nasabah, meningkatkan pendapatan bank, dan meningkatkan brand awareness untuk membangun citra positif.
Caranya bisa melalui kampanye pemasaran, kegiatan corporate social responsibility (CSR), hingga sponsorship.
Memangnya, apa saja tugas dan job desk sehari-hari marketing bank? Berikut di antaranya:
Cara kerja marketing bank umumnya berawal dari identifikasi dan mencari nasabah.
Kamu bertanggung jawab menemukan calon nasabah yang berpotensi untuk menggunakan produk atau layanan bank.
Untuk melakukan hal tersebut, marketing bank biasanya akan melakukan riset pasar terlebih dahulu, baik dengan terjun langsung ke lapangan atau melalui survei digital.
Nantinya, riset pasar dapat menghasilkan informasi soal target demografis yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk tertarik pada produk perbankan.
Kemudian, hasil riset dianalisis untuk memahami karakteristik dan kebutuhan calon nasabah. Hasil analisis itu nantinya dapat membantu kamu dalam mempersiapkan solusi yang relevan.
Tak berhenti sampai situ, marketing bank juga perlu membuat database konsumen. Isinya meliputi daftar prospek dan calon nasabah yang perlu dihubungi untuk follow-up.
Tugas marketing bank tidak berhenti ketika mendapatkan nasabah baru.
Tugas selanjutnya berkaitan dengan retensi customer retention, yaitu upaya untuk membuat pelanggan tetap loyal pada produk perusahaan.
Nah, kamu bertanggung jawab dalam membina hubungan jangka panjang dengan nasabah agar customer retention perusahaan meningkat.
Pastikan nasabah selalu puas dengan layanan bank dan siap untuk terus menggunakan produk bank. Misalnya dengan memberikan layanan setelah transaksi melalui email penawaran produk yang relevan.
Setelah itu, pastikan kamu juga selalu menangani setiap keluhan nasabah dengan cepat dan efektif.
Tawarkan solusi yang mampu mengembalikan kepuasan mereka. Dengan layanan seperti ini, nasabah akan merasa dihargai sehingga menciptakan loyalitas terhadap bank.
Salah satu cara menawarkan produk perbankan kepada calon nasabah adalah dengan pitching atau presentasi.
Untuk meningkatkan peluang sukses saat presentasi, sampaikan materi secara ringkas dan jelas.
Sebaiknya, hindari penggunaan jargon-jargon atau istilah teknik agar lebih mudah dipahami calon nasabah.
Lalu, sesuaikan presentasi produk dengan kebutuhan calon nasabah, sehingga penawaran akan lebih relevan.
Jika perlu dan kondisinya memungkinkan, kamu bisa melakukan demonstrasi langsung tentang cara mengakses atau menggunakan produk perbankan. Misalnya seperti cara mengajukan pinjaman atau mengakses layanan mobile banking.
Setelah presentasi, marketing bank biasanya akan menutup kesepakatan atau closing dengan calon nasabah.
Tahap ini umumnya melibatkan negosiasi tentang ketentuan pinjaman, biaya produk, tenor, atau suku bunga.
Jika berhasil closing, kamu akan selangkah lebih dekat untuk memenuhi target penjualan yang telah ditentukan. Catatlah setiap transaksi dan hasil penjualan sesuai prosedur internal bank.
Namun, apabila belum berhasil, lakukan follow-up secara berkelanjutan untuk mencoba menutup kesepakatan dengan calon nasabah di masa depan.
Tugas marketing bank yang tak kalah penting adalah memantau perkembangan pasar dan tren industri perbankan. Hal ini mencakup perkembangan produk baru, regulasi pemerintah terkait sektor keuangan, hingga kompetitor.
Berdasarkan hasil analisis pasar dan tren, kamu bisa menyesuaikan pendekatan atau strategi untuk menarik lebih banyak nasabah. Mulai dari kampanye pemasaran, konten media sosial, memasarkan produk, hingga strategi komunikasi.
Laporkan temuan tersebut kepada manajemen untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih strategis.
Nah, supaya seluruh tugas dan tanggung jawab tersebut berjalan optimal, staf marketing bank perlu memenuhi kualifikasi tertentu. Apa saja?
Setiap bank bisa menetapkan detail kualifikasi berbeda saat membuka lowongan kerja untuk posisi marketing.
Namun, pada umumnya, kualifikasi marketing bank mencakup pendidikan, keterampilan teknis, soft skill, pengalaman kerja, dan kualitas pribadi. Berikut penjelasannya:
Sebagian besar bank mencari lulusan minimal D3 untuk mengisi posisi entry-level di bagian marketing, seperti marketing officer.
Sedangkan untuk posisi yang lebih tinggi, misalnya Relationship Manager atau Marketing Lead, biasanya bank menetapkan syarat lulusan S1.
Tidak semua lulusan D3 dan S1 dapat bekerja sebagai marketing di bank. Kualifikasi spesifik untuk marketing bank umumnya membutuhkan kandidat dari jurusan kuliah yang relevan, seperti Manajemen, Pemasaran, dan Ekonomi.
Lulusan dari bidang Ekonomi biasanya punya peluang lebih besar karena memiliki pemahaman tentang pasar, strategi pemasaran dan penjualan, serta pengelolaan hubungan pelanggan.
Namun, bank juga turut mempertimbangkan lulusan Ilmu Komunikasi dan Administrasi Bisnis untuk mengisi posisi marketing.
Pasalnya, beberapa job function marketing masih berkaitan dengan kedua bidang studi tersebut, seperti branding dan riset pasar.
Tidak semua lowongan kerja marketing bank mengharuskan kandidat untuk memiliki sertifikasi profesional. Namun, adanya sertifikasi dapat meningkatkan peluang untuk diterima kerja.
Beberapa contoh sertifikasi profesional yang relevan dengan posisi marketing di bank adalah Certified Marketing Analyst (CMA), Wealth Management Certification (WMC), dan Digital Marketing Certification seperti Google Ads.
Salah satu job desc marketing bank adalah mempromosikan produk dan layanan keuangan. Jadi, kamu perlu memahami pengetahuan tentang produk dan layanan perbankan secara mendalam.
Kenali apa saja produk yang ditawarkan, seperti simpanan, kredit, hingga layanan digital banking.
Tak kalah penting, pelajari juga pengetahuan tentang risiko kredit, kebijakan bunga, dan produk kompetitor. Tujuannya agar kamu bisa memberikan informasi yang tepat kepada nasabah.
Dilansir dari Park University, skill analisis data dibutuhkan di bidang marketing untuk menyusun dan memutuskan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan data di lapangan.
Oleh karena itu, staf marketing bank harus mampu membaca dan menganalisis data, mulai dari tren pasar, laporan penjualan, hingga performa produk.
Selain itu, skill analisis data juga penting untuk segmentasi pasar. Hal ini berkaitan dengan analisis kebutuhan pasar berdasarkan usia, status sosial, lokasi, hingga perilaku nasabah.
Demi memaksimalkan efisiensi kerja, marketing bank biasanya akan menggunakan berbagai software marketing. Salah satu contohnya adalah Salesforce untuk mengelola hubungan dan data nasabah.
Selain itu, kamu juga wajib menguasai penggunaan alat digital marketing—seperti media sosial dan Google Analytics—untuk memantau kampanye online dan mempermudah evaluasi hasil.
Tak kalah penting, pelajari Canva atau Adobe Photoshop untuk membuat materi promosi.
Di samping keterampilan teknis, kualifikasi marketing bank juga mencakup soft skill atau keterampilan interpersonal, lho.
Salah satu yang penting adalah komunikasi efektif. Skill komunikasi sangat dibutuhkan untuk menjelaskan produk secara jelas dan persuasif kepada calon nasabah.
Skill satu ini juga dapat membantu kamu untuk mendengarkan kebutuhan nasabah dengan penuh empati (active listening).
Sebagai staf marketing di bank, kamu harus mampu meyakinkan calon nasabah untuk menggunakan produk dan layanan bank. Tawarkan nilai tambah yang dapat menjawab kebutuhan mereka.
Lalu, jika calon nasabah menyampaikan keberatan atau keraguan, kamu harus mampu menanganinya secara solutif dan profesional.
Nah, berbagai tugas tersebut membutuhkan skill negosiasi yang kuat. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan hasil yang menguntungkan pihak nasabah maupun bank (win-win solution).
Sudah menjadi tugas marketing bank untuk membina hubungan jangka panjang secara positif dengan nasabah.
Hubungan yang baik dengan nasabah mampu meningkatkan kepuasan dan menciptakan loyalitas. Itulah kenapa kamu perlu menguasai skill membangun hubungan.
Kunci utama dari skill satu ini adalah membangun kepercayaan melalui profesionalisme, konsistensi, dan kejujuran dalam memenuhi kebutuhan nasabah.
Sebetulnya, banyak bank yang membuka lowongan kerja marketing untuk fresh graduates. Jadi, meski belum memiliki pengalaman kerja, kamu tetap dapat melamar pekerjaan tersebut.
Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa adanya pengalaman kerja dapat meningkatkan peluangmu untuk diterima.
Untuk posisi marketing di bank, biasanya pengalaman kerja di bidang sales atau marketing lebih diutamakan.
Sebab, bank akan menilai bahwa kamu mempunyai pengalaman dalam memahami strategi penjualan dan kebutuhan pelanggan.
Bagi kamu yang memiliki pengalaman di industri perbankan juga bisa melamar sebagai staf marketing di bank, apa pun posisinya.
Umumnya, pelamar kerja dengan pengalaman di industri perbankan biasanya dianggap sudah kompeten dalam pelayanan nasabah dan familier dengan produk-produk perbankan, mulai dari tabungan, kredit, hingga investasi.
Selain itu, pengalaman di industri perbankan juga menunjukkan bahwa kamu tidak asing lagi dengan peraturan dan kebijakan industri.
Pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan memang penting dalam menjalankan job desc marketing bank. Namun, kualitas pribadi juga menentukan kesuksesan kariermu di industri marketing perbankan.
Dalam praktiknya, profesi marketing bank kerap berhadapan dengan target. Oleh sebab itu, kembangkan sikap orientasi pada target.
Kamu harus punya motivasi tinggi untuk mencapai target marketing, bahkan jika harus menghadapi tantangan dan tekanan di tengah jalan.
Seorang marketing bank juga harus punya sikap inovatif. Kualitas diri satu ini penting untuk menciptakan ide-ide kreatif demi menarik nasabah. Misalnya seperti kampanye pemasaran atau pendekatan digital yang unik.
Sikap inovatif juga perlu disertai problem-solving yang baik. Keterampilan satu ini dapat membantu kamu menemukan solusi inovatif untuk meningkatkan kebutuhan nasabah dan meningkatkan efisiensi kerja.
Marketing dan perbankan merupakan lingkup yang cepat berkembang. Perubahan dapat terjadi kapan saja pada tren pasar, target, maupun kebijakan internal
Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, marketing bank harus bisa fleksibel dan adaptif. Kemampuan cepat belajar pun juga sangat dibutuhkan.
Ketika punya sikap adaptif, kamu akan bisa memahami produk baru, teknologi, atau sistem kerja dengan cepat dan tepat.
Sikap percaya diri saat menawarkan produk tentunya akan lebih meyakinkan di mata calon nasabah. Hal ini pun akan berdampak positif terhadap citra bank.
Jadi, pastikan kamu punya kepercayaan diri yang tinggi agar bisa sukses bekerja sebagai marketing bank.
Tak kalah penting, marketing bank juga perlu berani mengambil inisiatif dalam menjalin komunikasi dan menyampaikan ide, baik kepada calon nasabah maupun manajemen.
Baca Juga: Apa itu KYC? Manfaat, Tujuan dan Contohnya
Melihat berbagai kualifikasi dan syarat di atas, kira-kira berapa kisaran gaji marketing bank di Indonesia?
Jumlah gaji marketing bank bergantung pada sejumlah faktor, seperti skala dan kebijakan bank, lokasi bank, standar industri, hingga tingkat pendidikan dan pengalaman masing-masing kandidat.
Sebagai gambaran, rata-rata gaji bulanan marketing representatif di Indonesia berkisar antara Rp4,4 juta hingga Rp5,8 juta per bulan.
Namun, nominal tersebut bisa lebih tinggi tergantung posisi, pengalaman kerja, dan jenis bank.
Setelah mencermati kualifikasi hingga tugas-tugasnya, apakah kamu tertarik untuk bekerja dan membangun karier sebagai marketing bank?
Jika iya, perhatikan tips berikut untuk mendapatkan pekerjaan di bidang tersebut:
Identifikasi minat dan tujuan kariermu. Misalnya, apakah kamu lebih tertarik pada digital marketing, penjualan secara langsung, atau hubungan nasabah.
Dengan menentukan minat dan tujuan karier, kamu bisa lebih fokus mencari kerja di bagian yang tepat.
Bekali dirimu dengan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan marketing di bank.
Beberapa di antaranya adalah komunikasi efektif, negosiasi, analisis data, dan digital marketing. Perkuat juga pengalamanmu dengan ikut magang atau proyek pemasaran.
Carilah peluang kerja melalui sumber yang tepat. Banyak bank yang kini mem-posting lowongan kerja di situs resmi mereka.
Selain itu, kamu juga bisa mengakses situs pencarian kerja yang aman dan tepercaya, seperti Jobstreet by SEEK, untuk mencari lowongan kerja marketing bank.
Baca Juga: Cara Menggunakan Power BI Perlu Dipahami Digital Marketer: Kenapa?
Marketing bank adalah pekerjaan yang bertanggung jawab untuk menarik, memperluas, dan mempertahankan nasabah.
Hal tersebut melibatkan aktivitas pencarian calon nasabah, presentasi produk perbankan, hingga analisis pasar dan tren industri.
Untuk melakukan tugas tersebut, kamu perlu memenuhi kualifikasi marketing bank.
Kualifikasi itu umumnya meliputi pendidikan minimal D3 atau S1 jurusan Manajemen, Pemasaran, atau Ekonomi.
Selain itu, kamu juga perlu menguasai sejumlah keterampilan, seperti pengetahuan tentang produk dan layanan perbankan, analisis data, komunikasi efektif, serta negosiasi.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!