Lowongan Kerja Ada Batas Usia? Ini Penjelasannya

Lowongan Kerja Ada Batas Usia? Ini Penjelasannya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 02 April, 2026
Share

Ringkasan :

  • Di Indonesia, tidak ada batas usia maksimal bekerja secara hukum. Jadi, tenaga kerja usia matang atau pensiunan dapat bekerja secara legal selama memenuhi ketentuan.
  • Regulasi ketenagakerjaan lebih menekankan batas usia minimal bekerja, yaitu 18 tahun, untuk mencegah praktik pekerja anak dan melindungi hak dasar tenaga kerja.
  • Batasan usia dalam lowongan kerja umumnya merupakan strategi rekrutmen perusahaan, bukan larangan hukum langsung.
  • Kebijakan usia kerja dipengaruhi kebutuhan keterampilan, kondisi fisik, budaya kerja, serta pertimbangan biaya operasional.
  • Fokus pada pengembangan keterampilan, perluasan jaringan, dan personal branding dapat membantu membuka peluang kerja lintas usia. 

Batas usia adalah salah satu syarat yang pasti tidak asing atau kerap kamu temukan dalam lowongan pekerjaan.

Meskipun hal ini sudah diterapkan sejak lama, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan alasan kenapa loker ada batasan usia. 

Apalagi, batas usia sering dianggap membatasi peluang kerja seseorang. Padahal, kebijakan ini tidak muncul tanpa dasar dan pertimbangan. 

Lantas, sebenarnya kenapa lowongan kerja di Indonesia ada batasan usia? Apakah aturan ini sepenuhnya ditentukan perusahaan atau negara? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Berapa Usia Produktif di Indonesia?

Ilustrasi pekerja perusahaan swasta yang sedang memasuki usia produktif. (Sumber: Envato)

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), usia produktif orang Indonesia berada di rentang 15–64 tahun.

Kelompok usia ini dinilai mampu bekerja dan menghasilkan pendapatan. Selain itu, mereka juga dianggap siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi. 

Namun, usia produktif tidak selalu sama dengan syarat atau batasan usia di lowongan kerja. Faktanya, tidak semua individu yang termasuk dalam kelompok usia produktif bisa melamar pekerjaan.

Perusahaan umumnya juga menerapkan batas usia sesuai kebijakan internal. Kebijakan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Dalam praktiknya, pengusaha juga mempertimbangkan risiko, produktivitas, dan keberlanjutan bisnis. Untuk itulah, batas usia kerja sering berbeda antar perusahaan dan industri. 

Perlu diketahui, pembatasan usia maksimal dalam iklan lowongan kerja secara resmi telah dilarang sejak Mei 2025. Kementerian Ketenagakerjaan menerbitkan Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/V/2025 yang melarang pencantuman batas usia maksimal pelamar.

Namun, ada catatan penting yang perlu dipahami pencari kerja. Surat edaran tersebut masih bersifat imbauan, bukan regulasi yang mengikat secara hukum.

Artinya, hingga saat ini belum ada sanksi hukum bagi perusahaan yang tetap mencantumkan batas usia maksimal dalam lowongan kerja. 

Alasan Perusahaan Menerapkan Batas Usia Kerja

Ilustrasi batas usia kerja di Indonesia. (Sumber: Envato)

Sebagai badan usaha, perusahaan wajib patuh pada hukum ketenagakerjaan di Indonesia.

Berbagai aturan itu menjadi dasar dalam menentukan syarat rekrutmen tenaga kerja. Jika melanggar, perusahaan dapat dikenakan sanksi hukum. 

Selain aspek hukum, perusahaan juga mengejar target dan visi bisnis. Di tengah persaingan ketat, seleksi karyawan dilakukan lebih strategis. Pada akhirnya, batas usia menjadi salah satu alat penyaringan kandidat.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa alasan kenapa ada batasan usia dalam lowongan pekerjaan: 

Regulasi pemerintah 

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menjadi dasar hukum utama ketenagakerjaan di Indonesia. Meski demikian, undang-undang ini tidak secara eksplisit mengatur batas usia maksimal untuk bekerja. 

Bahkan, pembatasan usia maksimal dalam iklan lowongan kerja secara resmi telah dilarang sejak Mei 2025 melalui Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/V/2025.   

Meski begitu, regulasi lebih menekankan pada batas usia minimal, yakni 18 tahun, untuk mencegah praktik pekerja anak dan melindungi hak dasar tenaga kerja. 

Adapun untuk ketentuan usia pensiun umumnya diatur melalui kebijakan sektoral atau aturan internal instansi.

Sebagai contoh, usia pensiun PNS berkisar antara 58 hingga 65 tahun, tergantung jabatan.  

Di BUMN, batas usia kerja biasanya ditetapkan hingga 57 tahun. Kebijakan ini menunjukkan bahwa batas usia lebih sering ditentukan berdasarkan kebutuhan institusi, bukan larangan hukum langsung.

Kebutuhan keterampilan 

Setiap posisi kerja membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang berbeda. Dalam praktiknya, usia sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan, pengalaman, dan kedalaman wawasan profesional. 

Alhasil, perusahaan menggunakan usia sebagai indikator kesiapan kerja, terutama untuk posisi tertentu. Tenaga kerja dengan usia lebih matang kerap diasumsikan memiliki pengalaman dan stabilitas kerja yang lebih baik.

Sebaliknya, untuk posisi entry-level, perusahaan sering mencari kandidat yang masih dalam tahap awal karier. Harapannya, karyawan dapat berkembang seiring kebutuhan bisnis dan memberikan kontribusi jangka panjang. 

Pertimbangan fisik 

Batas usia kerja juga dipengaruhi oleh tuntutan fisik dari suatu pekerjaan. Kondisi fisik seseorang sangat berkaitan dengan usia, terutama pada pekerjaan yang bersifat manual atau berisiko tinggi. 

Oleh karena itu, perusahaan wajib mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja. 

Sebagai contoh, pekerjaan di sektor konstruksi menuntut kekuatan fisik dan stamina yang prima. Jika pekerjaan ini dilakukan oleh tenaga kerja yang belum matang secara fisik, risikonya tentu sangat besar.

Selain menurunkan efisiensi kerja, kondisi ini juga berpotensi melanggar standar K3 yang berlaku. 

Kultur perusahaan 

Setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda-beda. Startup atau yang berorientasi inovasi sering mencari tenaga kerja muda untuk membangun citra dinamis dan adaptif. 

Sementara itu, perusahaan dengan kultur lebih konservatif cenderung memilih karyawan yang lebih berpengalaman dan stabil secara emosional.

Adapun ketidaksesuaian usia dengan kultur perusahaan dapat berdampak pada kinerja dan interaksi sosial di tempat kerja. 

Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memengaruhi perkembangan profesional dan etika kerja karyawan.

Karena itu, usia kerap dipertimbangkan sebagai bagian dari kesesuaian budaya organisasi. 

Biaya 

Perusahaan memiliki kewajiban finansial yang diatur oleh peraturan perundang-undangan.

Kewajiban tersebut mencakup pembayaran upah, asuransi, jaminan kesehatan, pensiun, pesangon, hingga pelatihan kerja. Semua komponen ini harus dipenuhi tanpa pengecualian.

Sebagai contoh, Pasal 81 UU Cipta Kerja mengatur kewajiban perusahaan menyediakan pelatihan kerja.

Pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh lembaga swasta, pemerintah, atau internal perusahaan. Dalam konteks ini, batas usia membantu perusahaan mengelola biaya jangka panjang agar operasional tetap berkelanjutan. 

Pada akhirnya, kebijakan usia kerja sering digunakan sebagai alat keseimbangan.

Perusahaan berupaya menjaga produktivitas bisnis tanpa mengabaikan kewajiban hukum. Pendekatan ini dianggap lebih realistis dalam praktik operasional sehari-hari. 

Alasan lainnya 

Selain faktor utama di atas, perusahaan juga mempertimbangkan beberapa aspek lain, yaitu: 

  • Efisiensi rekrutmen 
    Untuk posisi entry-level, batas usia memudahkan tim HR menyaring ribuan pelamar dalam waktu singkat. Proses seleksi menjadi lebih cepat dan terukur, terutama saat jumlah pelamar sangat tinggi.
  • Trainable 
    Usia muda juga sering diasosiasikan dengan sifat lebih mudah dibentuk atau trainable. Kandidat pada rentang usia tertentu dianggap lebih fleksibel, mudah diarahkan, dan lebih cepat beradaptasi dengan sistem kerja. Selain itu, ekspektasi gaji yang relatif lebih rendah turut membantu pengendalian biaya operasional.
  • Keterikatan waktu 
    Karyawan usia muda sering dianggap memiliki tanggungan yang lebih sedikit, sehingga lebih fleksibel terhadap jam kerja. Meski demikian, praktik ini kerap menuai kritik karena berpotensi membatasi peluang tenaga kerja berpengalaman dan dianggap diskriminatif.

Apakah Usia Pensiun Masih Bisa Kerja?

Ilustrasi batas usia dalam lowongan kerja. (Sumber: Envato)

Tidak ada undang-undang yang melarang perusahaan mempekerjakan seseorang yang sudah memasuki usia pensiun. 

Aturan ketenagakerjaan di Indonesia tidak menetapkan batas usia maksimal bekerja. Bahkan, UU Cipta Kerja membuka ruang perpanjangan hubungan kerja. Kebijakan ini memberi fleksibilitas bagi perusahaan dan tenaga kerja. 

Selama kondisi fisik dan mental masih memadai, semua orang punya hak untuk melamar kerja. Penilaian kemampuan kerja biasanya disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. 

Perusahaan juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan produktivitas. Ketentuan tersebut umumnya diatur dalam kebijakan internal perusahaan. 

Selain itu, pensiunan tetap dapat melamar kerja di tempat lain. Hal ini berlaku untuk sektor swasta maupun non-pemerintah.

Contohnya, pensiunan PNS dapat bekerja di perusahaan swasta. Syaratnya, kedua pihak sepakat dan mematuhi aturan yang berlaku.

Aturan Pekerja Anak di Indonesia

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 mengatur ketentuan pekerja anak. Dalam Pasal 1 ayat 26, anak didefinisikan berusia di bawah 18 tahun.

Ketentuan ini dibuat untuk melindungi hak dan perkembangan anak. Adapun yang dimaksud perlindungan mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.

Secara hukum, anak di bawah 18 tahun pada dasarnya dilarang bekerja. Meski begitu, undang-undang tidak sepenuhnya melarang anak bekerja. Pasal 69 memberi pengecualian untuk anak usia 13–15 tahun.  

Anak-anak boleh bekerja dengan syarat sebagai berikut: 

  • Pekerjaan ringan: Tidak mengganggu fisik, mental, sosial, dan kegiatan sekolah.
  • Pengembangan bakat dan minat: Berlaku untuk seni seperti menjadi aktor dan penyanyi cilik, atau olahraga dengan pengawasan orang tua.
  • Pelatihan kerja (magang): Diperbolehkan bagi usia minimal 14 tahun sebagai pembelajaran kerja.
  • Syarat bagi pengusaha: Wajib ada kontrak kerja, upah jelas, jam siang, dan lingkungan aman. 

Dalam praktiknya, perjanjian kerja anak wajib melibatkan orang tua atau wali. Dengan begitu, risiko eksploitasi dapat ditekan sekaligus tetap melindungi tumbuh kembang anak. 

Adapun pengusaha yang melanggar ketentuan pekerja anak dapat dikenakan sanksi, yakni ancaman pidana berupa penjara 1 hingga 4 tahun hingga denda sebesar Rp100–400 juta. 

Strategi Mencari Kerja Tanpa Bingung dengan Batas Usia

Ilustrasi batas usia kerja. (Sumber: Envato)

Setiap negara memiliki aturan batas usia kerja yang berbeda. Umumnya, usia 18 tahun menjadi batas minimal bekerja.

Namun, beberapa negara menerapkan kebijakan tambahan sesuai kebutuhan tenaga kerja sehingga penting untuk memahami konteks aturan di tiap negara. 

Saat ini, peluang kerja semakin terbuka luas. Dibanding satu dekade lalu, akses kerja pada era sekarang jauh lebih fleksibel. Kamu bahkan bisa melamar pekerjaan lintas negara. Beberapa posisi juga memungkinkan sistem kerja remote

Namun, kebebasan ini tetap membutuhkan persiapan matang. Tanpa strategi yang tepat, batas usia tetap menjadi tantangan. Karena itu, penting menyiapkan kompetensi yang relevan.

Berikut strategi mencari kerja tanpa perlu batas usia yang bisa kamu terapkan: 

Fokus pada keterampilan 

Kamu dapat memperdalam keterampilan pada satu bidang tertentu. Saat ini, banyak lembaga pelatihan kerja yang fokus pada hard skill. Keterampilan ini disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja terkini untuk meningkatkan daya saing. 

Programnya mencakup pelatihan teknis hingga sertifikasi. Beberapa lembaga juga menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri sesuai izin resmi. 

Tak hanya itu, pelatihan berbasis perusahaan juga membantu meningkatkan produktivitas kerja.

Kompetensi ini menjadi bekal penting dalam membangun karier. Pilihan bidangnya sangat beragam dan aplikatif, mulai dari keterampilan konvensional hingga modern. 

Untuk peluang lebih luas, kuasai hard skill digital seperti codingdigital marketing, dan desain. Pasalnya, berbagai keterampilan itu banyak dicari lintas usia. 

Yang tak kalah penting, penguasaan bahasa asing juga meningkatkan nilai profesional. Jadi, mulailah mengembangkan keterampilan bahasa asingmu, ya! 

Networking 

Memperluas koneksi profesional sangat penting dalam dunia kerja. Pasalnya, jaringan profesional bisa membantu membuka akses peluang tersembunyi. 

Jadi, cobalah untuk rutin dan fokus membangun relasi profesional yang sehat. Selain itu, bergabung dengan komunitas dan forum alumni kampus juga bermanfaat untuk memperluas jaringan.

Banyak forum alumni memiliki jaringan kerja yang kuat. Bahkan, beberapa membuka peluang kerja internasional. Menariknya, batas usia maksimal jarang menjadi syarat. Selama kompetensi relevan, peluang tetap terbuka. 

Memperkuat profil online 

Setiap pelamar kerja wajib menyiapkan resume yang relevan dengan posisi yang dilamar. Fokuskan resume yang kamu buat pada kejelasan dan pencapaian kerja. 

Selain resume, portofolio online sangat disarankan untuk menunjukkan bukti nyata kemampuanmu selama bekerja. Kamu bisa memanfaatkan platform pencarian kerja atau media sosial. Selain itu, jangan lupa membangun personal branding yang profesional dan konsisten. 

Untuk memperkaya pengalaman, cobalah kerja freelance sebagai nilai tambahmu tanpa batas usia. Selain itu, kamu bisa menjajal bidang baru untuk memperluas peluang karier. 

Kesimpulan

Batas usia dalam lowongan kerja memang masih kerap menimbulkan kebingungan. Di satu sisi, pencari kerja merasa peluangnya terbatas.

Di sisi lain, perusahaan menerapkan batas usia berdasarkan kebutuhan operasional dan strategi bisnis.

Secara regulasi, hukum ketenagakerjaan Indonesia menekankan batas usia minimal bekerja, yaitu 18 tahun. Tetapi hingga kini, tidak ada aturan yang secara tegas mengatur batas usia maksimal bekerja. 

Meski sejak Mei 2025 pencantuman batas usia maksimal telah dilarang melalui Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan, kebijakan ini masih bersifat imbauan. Karena itu, penerapannya di lapangan masih beragam. 

Dalam proses rekrutmen karyawan, perusahaan umumnya mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari keterampilan, kondisi fisik, budaya kerja, hingga efisiensi biaya tenaga kerja. 

Kabar baiknya, peluang kerja kini semakin terbuka. Selama kompetensi relevan dan profil profesional dikelola dengan baik, usia tidak lagi menjadi penentu utama. 

Dengan fokus pada pengembangan keterampilan, memperluas jaringan, dan membangun personal branding, pencari kerja tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Batas Usia Kerja

  1. Kenapa ada batasan usia kerja?
    ⁠Batasan usia kerja umumnya diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional perusahaan. Faktor seperti kesiapan keterampilan, kondisi fisik, budaya kerja, dan efisiensi biaya sering menjadi pertimbangan. Meski begitu, kebijakan ini bukan selalu larangan hukum, melainkan strategi rekrutmen yang berbeda di tiap perusahaan.
  2. Apakah batasan usia dalam lowongan kerja legal?
    ⁠Secara hukum, batas usia minimal bekerja di Indonesia adalah 18 tahun. Usia di bawah 18 tahun masih diperbolehkan bekerja dengan syarat ketat sesuai undang-undang. Sementara itu, tidak ada aturan yang melarang tenaga kerja usia matang atau pensiunan untuk bekerja secara legal, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
  3. Bagaimana cara mengatasi penolakan karena faktor usia?
    ⁠Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memahami kriteria usia yang ditetapkan perusahaan. Selanjutnya, fokuslah meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar. Memperluas networking serta membangun personal branding yang profesional juga membantu meningkatkan peluang diterima kerja.
  4. Perusahaan mana saja yang tidak membatasi usia pelamar?
    ⁠Beberapa perusahaan, khususnya di sektor teknologi dan industri kreatif, cenderung lebih menilai keterampilan dan pengalaman. Perusahaan dengan sistem kerja remote juga biasanya lebih fleksibel terhadap usia. Selama kualifikasi sesuai, usia bukan menjadi faktor utama.
  5. Apa saja keterampilan yang paling dicari oleh perusahaan tanpa memandang usia?
    ⁠Berikut adalah beberapa keterampilan yang banyak dicari tanpa memandang usia pelamar:
    ⁠- Digital marketing
    ⁠- Data dan analisis
    ⁠- UI/UX design
    ⁠- Software engineering

More from this category: Mencari pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.