Ingin bekerja sambil liburan atau melanjutkan pendidikan? Kerja remote cocok bagi kamu yang menginginkan fleksibilitas kerja, tapi tetap produktif dan menghasilkan.
Di Indonesia, kerja remote semakin populer terutama sejak pandemi Covid-19.
Dalam praktiknya, sistem kerja remote memberi kesempatan kepada pekerja untuk mencapai work-life balance dan menghemat living cost.
Di sisi lain, perusahaan yang menerapkan kerja remote juga dapat mengurangi biaya sewa gedung kantor dan menggaet talenta secara global.
Meski tampak banyak menawarkan keuntungan, sistem kerja remote tetap memiliki tantangan.
Itulah kenapa, kamu harus menguasai skill yang relevan jika ingin menjadi remote worker.
Kira-kira, apa saja tantangannya, ya? Artikel ini akan mengulas manfaat, tips sukses, dan cara mencari pekerjaan remote secara lengkap. Yuk, simak sampai akhir!
Kerja remote adalah sistem kerja fleksibel yang memungkinkan kamu menyelesaikan tugas pekerjaan dari mana saja, tanpa harus datang ke kantor.
Kamu bisa bekerja dari rumah, kafe, atau bahkan kota dan negara lain. Semua pilihan itu aman selama punya koneksi internet memadai dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
Dari catatan Business Insider, banyak perusahaan multinasional di dunia yang masih menerapkan sistem kerja remote sejak pandemi Covid-19. Misalnya seperti Amazon, Atlassian, dan Mozilla.
Hal itu tidak lepas dari berbagai keuntungan sistem kerja remote, entah itu bagi karyawan maupun perusahaan.
Bagi perusahaan, salah satu keuntungan menerapkan sistem kerja remote adalah penghematan biaya operasional kantor.
Hal itu sejalan dengan keuntungan utama kerja remote bagi karyawan, yakni fleksibilitas waktu dan tempat kerja.
Jadi, tidak mengejutkan jika kini semakin banyak perusahaan yang menawarkan sistem kerja jarak jauh atau remote.
Sama seperti pekerjaan WFO pada umumnya, lowongan kerja remote juga tak kalah beragam. Berikut beberapa pekerjaan remote yang paling banyak dicari:
Kerja remote adalah sistem kerja yang memungkinkanmu untuk kerja dari berbagai tempat.
Selain fleksibilitas tempat, berikut adalah beberapa keuntungan sistem kerja remote untuk karyawan:
Sistem kerja remote cenderung lebih fleksibel jika dibandingkan work from office (WFO). Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu keuntungan bekerja remote.
Berdasarkan data Ranktracker, 40% karyawan percaya bahwa fleksibilitas merupakan manfaat terbaik dari kerja jarak jauh.
Dengan sistem yang fleksibel, kamu jadi punya kendali lebih besar atas waktu kerja. Kamu bisa lebih leluasa menyesuaikan jadwal kerja dengan aktivitas atau produktivitas pribadi.
Dengan gaya kerja remote yang fleksibel dan bisa full seharian di rumah, kamu bisa menghemat ongkos bensin, tol, parkir, atau transportasi umum.
Pada saat yang sama, kamu juga dapat memasak sendiri di rumah, yang relatif lebih hemat daripada membeli makan di luar.
Secara aturan, kerja remote tentunya harus mematuhi jam kerja perusahaan. Meski begitu, kamu bisa bekerja di waktu yang membuatmu fokus maksimal.
Misalnya, pagi hari sebelum matahari terlalu tinggi, atau menjelang makan siang setelah menyelesaikan pekerjaan rumuah.
Dengan catatan, pekerjaan tetap selesai sesuai target dan deadline, ya. Di samping itu, kamu juga bebas menciptakan ruang kerja sesuai preferensi.
Semua fleksibilitas tersebut pada akhirnya bisa membuat kamu lebih fokus bekerja, sehingga turut meningkatkan produktivitas.
Dengan strategi kerja dari jarak jauh yang tepat, kamu dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga tanpa mengorbankan pekerjaan.
Bahkan, kamu juga akan punya lebih banyak waktu untuk me time.
Kerja remote membuka peluang bagi kamu untuk memilih lokasi kerja sesuai kenyamanan.
Kamu bisa bekerja dari rumah, coworking space, atau kafe favorit selama terhubung dengan device dan koneksi internet yang stabil.
Tak hanya bermanfaat bagi karyawan, kerja remote juga mendatangkan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Berikut beberapa di antaranya:
Dalam sistem WFO, perusahaan harus membayar biaya operasional terkait kantor fisik. Contohnya seperti sewa kantor, tagihan listrik dan air, hingga fasilitas pantry.
Namun, penerapan sistem kerja remote justru memungkinkan perusahaan untuk mengurangi pengeluaran tersebut.
Dengan penghematan biaya operasional, perusahaan jadi bisa mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan yang lebih strategis.
2. Akses ke talenta global
Sistem jarak jauh menghilangkan batasan geografis dalam merekrut karyawan. Kondisi ini membuat perusahaan dapat merekrut karyawan dengan talenta dan keahlian terbaik dari berbagai belahan dunia.
Pada umumnya, karyawan yang bekerja remote cenderung merasa lebih puas.
Sebab, kerja remote membuat mereka memiliki waktu kerja yang fleksibel, mengurangi stres di perjalanan, dan kebebasan dalam memilih tempat kerja.
Sebuah studi dalam jurnal BMC Psychology 2025 menyebut, ketika karyawan merasa puas, mereka cenderung akan lebih berkomitmen terhadap perusahaan.
Alhasil, reputasi perusahaan juga akan meningkat sebagai tempat kerja yang positif.
Peningkatan kepuasan karyawan menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap kebutuhan dan kesejahteraan mereka.
Sinyal positif itu secara tidak langsung turut meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan, sehingga tingkat turnover karyawan pun akan menurun.
Baca Juga: Apa itu Work from Anywhere dan bagaimana cara agar tetap produktif?
Terlepas dari berbagai manfaat di atas, kerja jarak jauh tetap menyimpan tantangan tersendiri.
Memangnya, apa saja tantangan saat kerja remote? Yuk, kenali supaya kamu bisa mempersiapkan diri!
Kurangnya interaksi langsung saat kerja remote bisa menyebabkan miskomunikasi. Selain itu, karena anggota tim bekerja di lokasi berbeda, terkadang sulit menciptakan rasa kebersamaan.
Untuk mengatasinya, pastikan kamu selalu proaktif dalam komunikasi. Jangan ragu untuk bertanya ke rekan kerja maupun atasan jika ada hambatan atau hal yang tidak jelas dalam pekerjaan.
Inisiatif bertanya dan membangun komunikasi sangat penting dalam kerja remote untuk menjaga alur kerja pribadi sekaligus tim.
Selain itu, pastikan juga kamu selalu aktif memberi update progres pekerjaan kepada rekan kerja dan atasan.
Hal ini sangat penting untuk memberi bukti bahwa kamu tetap bekerja meski tidak bertemu tatap muka dengan anggota tim lainnya.
Meskipun fleksibel, kerja remote dapat menyulitkan karyawan untuk menetapkan batasan antara waktu tugas kerja dan pribadi.
Itulah kenapa, manajemen waktu dan disiplin diri menjadi syarat kerja dari rumah yang penting dimiliki setiap pekerja.
Untuk mengatasi tantangan ini, tetapkan jam kerja yang konsisten dan patuhi jadwal tersebut.
Kamu juga bisa terapkan teknik time blocking atau Pomodoro untuk mengatur pekerjaan dengan efisien untuk bisnis.
Tidak semua karyawan punya akses ke koneksi internet atau hardware yang memadai untuk kerja remote.
Selain itu, ada juga risiko gangguan teknologi, seperti perangkat rusak atau koneksi lambat.
Untuk itulah, tidak semua karyawan bisa menerapkan sistem kerja remote. Jika ingin melamar atau meminta sistem kerja remote ke perusahaan, pastikan kamu sudah memiliki alat kerja yang memadai, ya!
Jika memungkinkan, diskusikan lebih dulu kepada atasan terkait kemungkinan perusahaan memberi alat kerja, termasuk tunjangan internet, sebelum meminta kerja remote.
Karena jarang berinteraksi langsung dengan rekan kerja, sistem remote bisa menimbulkan perasaan negatif, seperti isolasi sosial, jika salah strategi.
Lambat laun, bekerja sendiri secara fisik juga dapat menurunkan semangat kerja hingga mengganggu kesehatan mental.
Untuk mengatasi hal ini, pastikan kamu aktif menjaga hubungan dan komunikasi dengan rekan kerja. Tidak ada salahnya membicarakan hal kecil di luar pekerjaan setelah meeting online untuk mengurangi stres.
Selain itu, kamu juga wajib menentukan jam kerja yang paling efisien. Hal ini sangat penting agar kamu bisa memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi.
Adapun penentuan jam kerja juga akan membantu kamu terhindar dari overwork yang dapat menganggu jam istirahat hingga mengakibatkan burnout.
Untuk membantu kamu terhindar dari overwork, siapkan to-do list sebelum mulai bekerja. Setelah itu, breakdown setiap tugas besar menjadi kecil agar kamu tahu pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dulu.
Ketika sudah punya keseimbangan antara waktu kerja dan waktu pribadi, kamu akan lebih mudah mencapai work-life balance dan terhindar dari masalah kesehatan mental.
Setelah mengetahui manfaat dan tantangan di atas, apakah kamu tertarik terjun ke dunia kerja remote? Jika iya, perhatikan tips mendapatkan pekerjaan remote berikut ini:
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu apa saja skill yang dibutuhkan untuk kerja remote di era digital. Contohnya seperti manajemen waktu dan komunikasi tertulis.
Selain itu, kerja remote umumnya juga memerlukan skill penggunaan alat digital, seperti software untuk kolaborasi.
Selanjutnya, kumpulkan contoh pekerjaan terbaikmu dalam portofolio. Kamu bisa menggunakan website pribadi atau platform seperti Behance dan GitHub untuk membangun portofolio profesional.
Setelah itu, buatlah CV yang fokus pada pekerjaan remote. Tonjolkan skill yang menunjukkan bahwa kamu mampu berkolaborasi secara online.
Untuk mencari lowongan kerja remote, pastikan kamu menggunakan situs web terpercaya seperti Jobstreet by SEEK.
Pada kolom search, masukkan kata kunci seperti “remote” atau “WFH”, atau aktifkan filter “remote” saat kamu mencari pekerjaan di Jobstreet by SEEK.
Bergabunglah dengan komunitas online untuk mendapatkan info seputar pekerjaan remote. Misalnya seperti grup di Facebook atau Telegram.
Selain itu, ikuti webinar atau acara virtual yang diadakan perusahaan. Banyak dari mereka yang biasanya membahas tentang peluang kerja.
Peralatan dan lingkungan kerja memadai merupakan syarat kerja dari rumah yang penting untuk dipenuhi.
Jadi, pastikan kamu memiliki komputer atau laptop dengan spesifikasi cukup, akses internet stabil, serta ruang kerja yang kondusif untuk kerja remote.
Baca Juga: Apa Itu Side Hustle? Ini 15 Ide Side Hustle untuk Uang Tambahan!
Bagi karyawan, sistem kerja remote menawarkan keuntungan fleksibilitas waktu dan tempat kerja. Dua keuntungan itu secara tidak langsung bisa membantu karyawan lebih produktif.
Sementara itu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan tingkat turnover karyawan dengan sistem remote.
Meski begitu, kerja remote tetap menyimpan tantangan tersendiri. Beberapa di antaranya seperti risiko miskomunikasi, kesulitan manajemen waktu, hingga isolasi sosial.
Namun, berbagai hal itu dapat diminimalisir dengan strategi tepat seperti penjelasan di atas.
Kabar baiknya lagi, cara mencari kerja remote juga cukup mudah dengan kehadiran situs Jobstreet by SEEK.
Cukup ketik kata kunci seperti “remote” atau “WFH” pada kolom pencarian. Setelahnya, kamu akan menemukan beragam lowongan kerja remote.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!