Training Kerja Apakah Digaji? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Training Kerja Apakah Digaji? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 21 January, 2026
Share

Poin utama: 

  • Training kerja mencakup onboarding, teknis, soft skills, hingga compliance. Adapun durasi training berbeda-beda menyesuaikan kebutuhan perusahaan terkait posisi.
  • Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, karyawan yang menjalani training atau masa probation tetap berhak menerima gaji sesuai upah minimum.
  • Besaran gaji saat training dipengaruhi kebijakan perusahaan, status karyawan, serta apakah training bersifat wajib atau sukarela.
  • Training memberi manfaat besar bagi karyawan mulai dari peningkatan skill, peluang karier lebih tinggi, dan keamanan kerja yang lebih stabil.
  • Bagi perusahaan, tujuan training adalah meningkatkan produktivitas, menekan turnover, dan membantu membangun budaya kerja yang lebih positif. 

Training merupakan pelatihan yang umum diberikan perusahaan kepada karyawan, baik karyawan baru maupun lama. Agenda ini merupakan bagian dari proses adaptasi di lingkungan kerja.

Dalam dunia kerja, training juga dikenal dengan istilah masa probation. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan, terutama yang baru bergabung. 

Untuk penerapannya, setiap perusahaan punya sistem training yang berbeda-beda. Namun, bentuk umumnya bisa berupa seminar, kelas, hingga on-the-job training.

Lantas, apakah karyawan mendapat gaji selama training? Berapa lama durasi training kerja secara umum? Apa saja jenis-jenis training dalam dunia kerja?

Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Yuk, kita pelajari bersama!

Jenis-jenis Training Kerja 

Dalam praktiknya, durasi waktu training kerja bergantung pada jenis masing-masing training.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan training kerja berapa bulan, mari kita kenalan dengan jenis-jenis training berikut ini: 

1. Training onboarding 

Training onboarding merupakan pelatihan awal bagi karyawan baru untuk membantu mereka memahami perusahaan, budaya kerja, dan tanggung jawab.

Umumnya, training ini berlangsung selama 3–7 hari sejak hari pertama kerja. 

2. Training teknis 

Fokus training teknis adalah mengembangkan keterampilan dan pengetahuan spesifik untuk karyawan yang menjalani pekerjaan tertentu. 

Durasi training teknis beragam, mulai dari 7 hari hingga berminggu-minggu.

Training jenis ini juga dapat menjadi bagian dari masa probation ataupun dilakukan secara terpisah. 

3. Training soft skills 

Waktu dan durasi pelaksanaan training soft skills biasanya bersamaan dengan training teknis. 

Bedanya, training soft skills lebih fokus pada pelatihan keterampilan interpersonal dan manajerial. Contohnya seperti peningkatan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan problem-solving

4. Training kepatuhan (compliance training

Berbeda dengan tiga jenis training sebelumnya, compliance training atau training kepatuhan berkaitan dengan regulasi perusahaan dan peran masing-masing.

Compliance training adalah pelatihan untuk memastikan karyawan memahami dan mematuhi peraturan maupun standar operasional yang berlaku di perusahaan. 

Menurut SafetyCulturetraining kepatuhan sangat penting demi menjaga akuntabilitas perusahaan dan karyawan. 

Agenda ini juga menjadi langkah mitigasi risiko agar perusahaan dan karyawan terhindar dari pelanggaran etika atau hukum.

Training Kerja Apakah Digaji? 

Apa pun jenisnya, training umumnya dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan tentang topik tertentu yang berkaitan dengan posisi dan perusahaan.

Namun, mengikuti training biasanya akan memotong waktu kerja. Jadi, apakah karyawan mendapat gaji selama masa training?

Dalam konteks training kerja, “digaji” artinya kamu menerima kompensasi finansial selama masa pelatihan, termasuk saat probation

Kompensasi tersebut dapat berupa gaji bersih yang diterima penuh sesuai kontrak kerja serta tunjangan. Ketentuan terkait hal ini ternyata telah diatur dalam undang-undang (UU).

Di Indonesia, karyawan yang mengikuti masa training dan probation tetap berhak menerima gaji. Hal ini dijelaskan dalam Pasal 60 ayat 2 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Selain ketentuan gaji selama training, UU Ketenagakerjaan juga menyebut bahwa masa probation kerja tidak boleh melebihi 3 bulan.

Jadi, sudah terjawab bahwa karyawan tetap mendapat gaji selama masa training.

Lantas, mungkin kamu juga bertanya-tanya, berapa jumlah gaji yang akan diterima saat training? Apakah nominalnya sama seperti yang tercantum dalam kontrak kerja? 

Masih merujuk pada Pasal 60 ayat 2 UU Ketenagakerjaan, perusahaan dilarang membayar upah karyawan di bawah upah minimum yang berlaku. 

Artinya, perusahaan wajib memberikan gaji kepada karyawan training 100% atau kurang dari nominal yang tercantum dalam kontrak kerja, selama tidak di bawah UMP/UMK.

Baca Juga: Apa Itu Officer Development Program (ODP)? Ini Tips Lolos Seleksinya! 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gaji saat Training 

Ilustrasi pimpinan divisi marketing perusahaan swasta sedang menjelaskan gaji karyawan selama masa training. (Image by Freepik)

Meskipun telah dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan, kebijakan tentang pemberian gaji saat training kembali lagi pada masing-masing perusahaan. 

Pasalnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi pembayaran gaji karyawan selama masa training. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kebijakan perusahaan 

Kebijakan internal perusahaan berperan besar dalam menentukan apakah karyawan mendapat gaji selama training atau tidak. 

Misalnya, perusahaan besar biasanya punya kebijakan lebih terstruktur. Mereka telah menyertakan training dalam jam kerja, sehingga karyawan akan tetap digaji. 

2. Status karyawan 

Perbedaan status karyawan training dapat memengaruhi penerimaan gaji. Biasanya, untuk karyawan tetap, training dianggap bagian dari pekerjaan sehingga kamu tetap menerima gaji penuh.

Adapun untuk karyawan kontrak atau probation, kisaran gaji training kerja mungkin lebih kecil. 

3. Jenis training 

Jenis dan tujuan training juga memengaruhi pembayaran gaji. Jika training bersifat wajib, biasanya karyawan akan tetap menerima gaji. 

Namun, apabila karyawan mengikuti training atas inisiatif sendiri (sukarela), ada kemungkinan karyawan tidak mendapat gaji dari training tersebut.

Keuntungan Training Kerja bagi Karyawan  

Mendapat gaji penuh bukan satu-satunya keuntungan mengikuti training kerja untuk karyawan.

Di samping itu, karyawan juga bisa mendapat keuntungan lain dari training kerja, yaitu: 

1. Pengembangan keterampilan 

Melalui training kerja, karyawan akan mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan teknis maupun non-teknis.

Setelah masa training, karyawan diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien dan produktif. 

2. Peningkatan karier 

Karyawan yang memiliki kompetensi unggul cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan promosi jabatan.

Dengan kata lain, mengikuti training kerja bisa membantumu meningkatkan karier dan gaji. 

3. Keamanan kerja 

Training kerja memberimu pengetahuan dan skill yang relevan dengan kebutuhan di pasar kerja masa kini. 

Dalam praktinya, training kerja akan meningkatkan value dan kompetensi kamu sebagai karyawan.

Dua hal itulah yang bisa menjadikan kamu aset penting perusahaan. Ketika sudah dianggap aset penting perusahaan, peluang kamu kehilangan pekerjaan tentu akan lebih kecil.

Manfaat Training Kerja untuk Perusahaan  

Training kerja tidak hanya menguntungkan karyawan, tapi juga perusahaan.

Dengan memberikan training kerja kepada karyawan, perusahaan dapat merasakan berbagai manfaat berikut: 

1. Meningkatkan produktivitas 

Melalui training kerja, karyawan punya kesempatan meningkatkan skill dan pengetahuan kerja.

Hal tersebut pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi karyawan dalam melaksanakan tugas. Ketika pekerjaan selesai lebih cepat, produktivitas perusahaan pun akan meningkat.

2. Mengurangi turnover karyawan 

Dengan memberikan training kerja, perusahaan dapat menunjukkan perhatian terhadap pengembangan karyawan.

Karyawan akan merasa skill mereka dihargai, sehingga berdampak positif terhadap kepuasan kerja. 

Hasil riset dari SHRM Research dan TalentLMS menunjukkan 86% manajer SDM percaya bahwa training dapat membantu karyawan tidak mudah resign dari perusahaan.

Artinya, training dapat menjadi alat rekrutmen dalam mengatasi turnover karyawan. 

3. Membangun budaya kerja yang positif 

Training soft skills, seperti komunikasi atau team-building, dapat memperkuat hubungan antar-karyawan. Dari sinilah budaya kerja yang positif dapat terbentuk. 

Di samping itu, training juga memungkinkan perusahaan untuk menanamkan nilai-nilai penting kepada karyawan.

Panduan bagi Karyawan: Apa yang Harus Diketahui Sebelum Training? 

Ilustrasi tiga karyawan baru perusahaan swasta sedang berdiskusi saat mengikuti training kerja. (Image by pressfoto on Freepik)

Agar kamu bisa mengikuti training kerja dengan efektif dan merasakan manfaat maksimalnya, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini terlebih dulu: 

  • Tinjau kontrak kerja dan pahami poin-poin yang berkaitan dengan training.
  • Perhatikan apakah training dilaksanakan selama jam kerja atau di luar itu.
  • Cari tahu apakah selama masa percobaan kerja tetap mendapat gaji atau tidak dan berapa jumlahnya.
  • Diskusikan dengan HRD untuk memahami kebijakan perusahaan tentang training.
  • Jika ada ketidaksesuaian antara informasi dalam kontrak dan penjelasan HRD, mintalah klarifikasi tertulis.

Baca Juga: Apa itu Bootcamp? Manfaat, Jenis dan Tips Memilihnya 

Kesimpulan 

Merujuk pada UU Ketenagakerjaan, karyawan yang mengikuti training atau masa percobaan tetap berhak mendapat gaji. Jumlah gajinya pun tidak boleh di bawah upah minimum yang berlaku. 

Namun, kebijakan internal perusahaan juga turut menentukan keputusan tersebut.

Selain itu, faktor lain yang juga memengaruhi pemberian gaji saat training adalah status karyawan dan jenis training itu sendiri. 

Terlepas dari gaji, training kerja memberimu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan karier, dan memperkuat keamanan kerja.

Jadi, pastikan kamu menggunakan kesempatan training kerja dengan sebaik-baiknya, ya!

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca
berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Gaji Karyawan saat Training Kerja 

  1. Apakah semua training kerja digaji?
    Menilik UU Ketenagakerjaan, karyawan berhak mendapat gaji selama masa training. Namun,perhitungan gaji karyawan selama masa training kerja bergantung pada kebijakan perusahaan, status karyawan, dan jenis training.
  2. Bagaimana jika saya tidak digaji selama training?
    Pertama, cermati kontrak kerjanya terlebih dahulu apakah ada pernyataan tentang pemenuhan hak pemberian gaji pokok dan lainnya selama training. ⁠Jika belum jelas, kamu berhak meminta klarifikasi kepada HRD dengan sopan, terkait kebijakan pembayaran gaji selama training.

    ⁠Selain itu, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan manfaat non-finansial untuk kemajuan kariermu. Misalnya, peningkatan hard skills dan soft skillsnetworking, dan portofolio baru.
  3. Apakah training kerja sama dengan magang?
    Training kerja berbeda dari magang. Umumnya, training dilakukan untuk karyawan atau calon karyawan. Sementara itu, magang diikuti oleh mahasiswa atau pelajar.
  4. Apakah saya bisa meminta kenaikan gaji setelah training?
    Kamu bisa meminta kenaikan gaji setelah training dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
    ⁠- Pastikan kamu menunjukkan hasil positif dari training kerja.
    ⁠- Berikan bukti relevansi training dengan posisi kerjamu.
    ⁠- Sebaiknya ajukan permintaan setelah kamu menunjukkan hasil nyata dari training.

.

More from this category: Hak ketenagakerjaan kamu

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.