Di tengah perkembangan tren media sosial, program studi broadcasting (Penyiaran) tetap relevan dan menawarkan prospek karir yang menarik.
Banyak anak muda yang bercita-cita tampil di depan layar kaca atau menjadi sosok kreatif di balik produksi sebuah film dan program televisi.
Dikutip dari Britannica, broadcasting secara tradisional mengacu pada transmisi sinyal elektronik televisi dan radio kepada masyarakat umum.
Namun, dalam 10 tahun terakhir, batasan broadcasting sudah melebur dengan internet.
Ilmu penyiaran kini mencakup live streaming, podcast Spotify, hingga produksi serial web. Prospek kerjanya sangat menarik dan menawarkan penghasilan yang menjanjikan.
Lantas, apa saja prospek karir lulusan broadcasting? Yuk, kita pelajari macam-macam prospek karier broadcasting lintas industri, lengkap dengan bocoran gajinya di bawah ini!
Di bangku perkuliahan, mahasiswa broadcasting dididik untuk bisa bersaing di industri kreatif.
Kamu tidak hanya diajari cara memencet tombol rekam di kamera atau sekadar membaca teks berita.
Ranah ilmu broadcasting sangat luas, mencakup ilmu jurnalistik, psikologi komunikasi massa, manajemen industri media, hingga teknologi multimedia terkini.
Berbekal berbagai ilmu itulah yang membuat lulusan penyiaran sangat adaptif.
Secara spesifik, berikut alasan mengapa HRD dari berbagai industri mencari lulusan broadcasting:
Dengan keistimewaan tersebut, tak heran jika peluang kerja lulusan broadcasting tidak memiliki batas, khususnya di industri kreatif.
Ketika sebuah startup teknologi membutuhkan tim untuk memproduksi konten YouTube company profile, atau saat perusahaan membutuhkan tim Humas untuk mengemas siaran pers audiovisual, ijazah broadcasting tentu sangat berguna.
Industri penyiaran pada era digital tidak akan ada artinya tanpa sumber daya manusia yang mumpuni.
Ijazah sarjana saja tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan karier di bidang ini.
Agar profilmu dilirik oleh HRD, pastikan kamu menguasai keterampilan berikut:
Sebagai anak broadcasting, kamu wajib melek teknologi produksi, baik di dalam studio maupun di lapangan. Berikut ini hard skill penting untuk lulusan broadcasting:
Dunia penyiaran pada hakikatnya adalah soal penyampaian pesan. Skill komunikasi yang mumpuni adalah nyawa utama dari setiap profesi di bidang broadcasting.
Sebagai pelengkap skill komunikasi, kamu perlu menguasai beberapa hal berikut ini:
Produksi siaran bukanlah pekerjaan satu orang (one-man show), melainkan sebuah kolaborasi yang menuntut kerja fisik serta mental.
Untuk itulah, kamu perlu keterampilan interpersonal di bawah ini:
Selain tunduk pada etika pers, dunia penyiaran juga merupakan bagian dari industri hiburan.
Kamu tidak boleh kehabisan akal untuk memanjakan mata penonton. Inilah mengapa kamu perlu bekal keahlian ini:
Selain bekerja di stasiun TV, lulusan broadcasting bisa merambah banyak industri.
Keahlianmu sangat dinanti dan diburu oleh berbagai sektor industri berikut ini:
Lantas, profesi apa saja yang bisa kamu lamar menggunakan ijazah lulusan broadcasting?
Berikut ulasan lengkap mengenai macam-macam karier dunia penyiaran beserta estimasi gajinya:
Di media televisi, kamu bisa menggeluti karier sebagai presenter (pembawa acara hiburan).
Selain itu, bisa juga menjadi news anchor jika acara yang dibawakan adalah program berita jurnalistik.
Secara umum, tugasmu adalah memandu jalannya suatu acara agar pesan tayangan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik kepada penonton.
Profesi ini menuntut skill komunikasi dan public speaking yang tinggi. Skill tersebut dipadukan dengan wawasan yang luas untuk berimprovisasi saat terjadi kendala live.
Rata-rata gaji seorang presenter atau news anchor di stasiun TV nasional berada di kisaran angka Rp6.000.000 hingga Rp25.000.000+ per bulan.
Angka tersebut bergantung pada jam terbang dan popularitas program.
Reporter atau wartawan TV adalah sosok garda terdepan yang turun langsung ke lapangan untuk mencari informasi.
Pekerjaannya meliput peristiwa dan mewawancarai narasumber, dari warga biasa hingga sosok penting seperti menteri. Nantinya, hasil peliputan diolah menjadi informasi berita untuk disiarkan.
Untuk menekuni profesi ini, kamu harus memiliki insting jurnalistik yang tajam, skill riset, dan mental tahan banting menghadapi situasi di lapangan.
Dengan keahlian tersebut, gaji reporter entry-level di kota besar saat ini berkisar antara Rp5.500.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.
Sederhananya, produser TV adalah CEO dari sebuah program acara.
Tanggung jawabnya mengurus manajemen produksi mulai dari pencarian ide, pemilihan pengisi acara (talent), pengelolaan anggaran (budgeting), hingga mengawasi proses editing akhir.
Untuk menduduki kursi ini, kamu harus memiliki skill kepemimpinan, komunikasi negosiasi, dan pemahaman teknis penyiaran yang mendalam.
Karena beban kerjanya yang berat dalam mengejar rating, gaji produser TV cukup fantastis. Angkanya bisa mulai dari Rp8.000.000 hingga Rp25.000.000 setiap bulannya.
Seorang editor media TV bertugas menyunting rekaman mentah hasil produksi menjadi tayangan utuh yang layak disiarkan secara nasional.
Kamu wajib menguasai software editing standar industri seperti Adobe Premiere atau Final Cut Pro dengan deadline siaran yang ketat.
Di Indonesia, kamu bisa menjadi editor dengan kisaran gaji antara Rp5.500.000 hingga Rp10.000.000 per bulan.
Camera person atau akrab disapa campers adalah mata dari sebuah program televisi.
Tugas utamanya adalah mengoperasikan kamera profesional untuk memproduksi suatu video, baik di dalam studio maupun saat liputan di lapangan.
Untuk menekuni profesi ini, kamu tidak sekadar menekan tombol rekam. Kamu harus punya skill komposisi fotografi, pemahaman tata cahaya (lighting), dan penempatan sudut (angle) agar menghasilkan visual yang memukau.
Gaji camera person di stasiun TV kini berada di kisaran Rp5.500.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.
Di media radio, kamu bisa meniti karier sebagai penyiar. Secara umum tugasnya sama dengan presenter TV, yakni memandu acara.
Bedanya, di radio kamu tidak memiliki bantuan visual. Alhasil, suaramu adalah satu-satunya senjata untuk menghidupkan suasana dan menjaga mood pendengar.
Untuk terjun di bidang ini, kamu perlu memiliki karakter vokal yang unik, kemampuan storytelling, serta selera musik yang bagus.
Profesi penyiar radio (terutama di stasiun radio swasta kota besar) menawarkan gaji di kisaran Rp4.500.000 sampai Rp15.000.000 per bulan.
Tidak jauh berbeda dengan di TV, produser radio bertugas mengelola urusan bisnis dan manajemen sebuah program siaran.
Dialah yang menentukan topik obrolan, menyusun playlist, hingga mendatangkan narasumber.
Profesi ini memerlukan skill tren analisis, negosiasi, problem solving, dan pengelolaan kru siaran.
Besaran gaji produser radio cukup menjanjikan, umumnya berada di angka Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan.
Audio editor juga menjadi salah satu prospek karier broadcasting yang menjanjikan.
Tugas profesi ini cukup mirip dengan editor TV, yaitu menyunting hasil produksi mentah agar nyaman dinikmati oleh audiens.
Hanya saja, fokus audio editor murni pada suara. Kamu bertugas membersihkan suara noise (bocor), meratakan volume, dan menambahkan efek suara (sound effect) menggunakan aplikasi seperti Adobe Audition.
Gajinya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp9.000.000 setiap bulannya.
Pekerjaan ini berkaitan dengan proses produksi konten kreatif secara mandiri untuk didistribusikan ke YouTube, TikTok, atau Instagram.
Kamu bisa bekerja secara internal untuk perusahaan (corporate creator) maupun merintis akun pribadi.
Untuk menjadi content creator profesional, keahlian broadcasting sangat diperlukan, mulai dari riset ide, berbicara di depan kamera, hingga editingvideo.
Jika bekerja untuk perusahaan, gaji pokok content creator berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.
Namun, jika mengelola akun pribadi, gajinya bisa tak terbatas dari AdSense dan sponsor.
Meskipun mirip dengan editor TV, video editor di media online atau agensi digital memiliki ritme kerja yang berbeda.
Kamu lebih dituntut untuk membuat video dengan transisi cepat, penyisipan animasi grafis yang eye-catching, dan durasi vertikal khas media sosial.
Skill yang dibutuhkan adalah penguasaan software seperti Premiere Pro, After Effects, hingga CapCut.
Karena tingginya permintaan perusahaan untuk membuat konten media sosial, gaji video editor online saat ini sangat kompetitif, yakni di kisaran Rp6.000.000 hingga Rp12.000.000 per bulan.
Social media manager tidak selalu memproduksi konten secara langsung. Sebenarnya, tugas utamanya menyusun rencana strategis untuk pengelolaan media sosial perusahaan agar tetap eksis di tengah tren yang cepat berubah.
Pekerjaan ini sangat cocok bagi anak penyiaran yang kuat dalam analisis data audiens, memahami bahasa digital marketing, dan ahli dalam manajemen krisis online.
Setiap bulannya, social media manager bisa mengantongi gaji mulai dari Rp7.000.000 hingga Rp15.000.000.
Apakah lulusan broadcasting bisa bekerja ke dunia bisnis? Jawabannya bisa, dan digital marketer adalah profesi yang menjanjikan.
Profesi ini bertugas merancang dan mengeksekusi kampanye pemasaran menggunakan media digital seperti iklan video di YouTube atau Instagram, untuk mendongkrak penjualan produk.
Skill merangkai pesan audiovisual yang persuasif (copywriting) akan sangat berguna untuk profesi ini.
Dengan menajamkan skill analisis data, gaji lulusan broadcasting di bidang digital marketing rata-rata berkisar antara Rp7.000.000 hingga Rp20.000.000 per bulan.
Penghasilanmu bisa ditambah bonus komisi jika target penjualan tercapai.
Di tingkat rumah produksi (PH), tanggung jawab seorang produser sangatlah besar.
Kamu bertugas mengelola urusan bisnis produksi hiburan berskala besar, seperti film layar lebar, web series premium, hingga proyek video periklanan (TVC).
Tugasnya mulai dari mencari investor, merekrut sutradara dan kru, hingga mengurus distribusi penayangan.
Karena membutuhkan insting bisnis dan jaringan kenalan yang luas, seorang produser PH bisa mengantongi bayaran Rp10.000.000 hingga Rp30.000.000+ per proyek/bulan.
Berbeda dengan editor TV yang mengejar tayangan harian, editor di PH bekerja dengan sentuhan yang lebih artistik.
Kamu akan merangkai hasil shooting berhari-hari menjadi sebuah visual seperti film atau iklan, yang menggugah emosi penonton.
Spesialisasi tambahan seperti colorist (ahli pewarnaan video/ color grading) sangat dicari di industri kreatif.
Untuk gaji, editor PH tingkat menengah ke atas bisa mendapat penghasilan Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000 setiap bulannya, belum termasuk tunjangan lain.
Sebuah film dengan gambar visual yang indah tentu tidak akan berguna jika kualitas suaranya buruk.
Di sinilah peran vital sound engineer dibutuhkan. Kamu bertanggung jawab memastikan suara (dialog, foley, dan scoring music) dalam karya audiovisual terdengar jernih dan proporsional.
Selain merekam suara di lapangan, kamu juga bertugas memanipulasi suara di studio pasca-produksi (mixing & mastering).
Adapun kisaran gaji lulusan broadcasting yang menjadi spesialis sound engineer dimulai dari Rp6.000.000 hingga Rp18.000.000 per bulan.
Sebagai host acara off-air, kamu akan bertugas memandu jalannya acara secara langsung, mulai dari konser musik, peluncuran produk korporat, pameran berskala internasional, hingga pernikahan.
Profesi ini membutuhkan skill adaptasi, manajemen waktu, dan public speaking tingkat lanjut.
Profesi MC sangat diminati karena menawarkan rate card (bayaran) yang tinggi.
Gaji MC profesional mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp15.000.000 per acara (hanya untuk durasi 2-4 jam kerja) jika kamu sudah memiliki nama yang profesional.
Influencer merupakan profesi yang menguasai industri periklanan pada era sekarang.
Lulusan broadcasting terbilang lebih mudah menjadi influencer atau KOL karena sudah dibekali skill komunikasi kamera, personal branding, dan video editing.
Menjadi figur publik di media sosial menawarkan kebebasan kerja yang luar biasa.
Semakin kamu populer dan memiliki basis pengikut (followers) yang engaging, penghasilan dari endorsement dan afiliasi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Tak jauh berbeda dengan influencer, profesi podcaster kini tengah berada di masa keemasannya.
Tidak hanya berupa siaran audio di platform digital seperti Spotify, podcaster juga membuat konten talkshow interaktif dalam format video di YouTube.
Kemampuan riset mendalam, mewawancarai narasumber, dan memandu obrolan (chit-chat) sangat dibutuhkan dalam profesi ini.
Jika saluran podcast-mu berhasil mendatangkan sponsor, kamu bisa meraup penghasilan puluhan juta rupiah secara mandiri.
Jika menggeluti profesi ini, tugasmu adalah menjadi konsultan di balik layar untuk memberikan strategi komunikasi, menyusun press release, dan membentuk citra positif (branding) klien di mata publik.
Skill negosiasi, analisis media, dan pemikiran taktis sangat dibutuhkan.
Untuk posisi setingkat konsultan di sebuah agensi kehumasan (PR agency), gajinya berkisar antara Rp8.000.000 hingga Rp25.000.000+ per bulan.
20. Public Relations (Humas)
Setiap perusahaan besar hampir selalu memiliki divisi public relations (PR) atau hubungan masyarakat.
Profesi ini bertanggung jawab menjadi jembatan antara perusahaan dengan pihak luar (media massa, pemerintah, dan konsumen).
Jika terjadi krisis pemberitaan, PR adalah orang pertama yang harus meredamnya.
Lulusan broadcasting sangat disukai mengisi posisi ini karena mereka tahu persis bagaimana cara media bekerja dan sudut pandang apa yang disukai jurnalis.
Gaji staf PR di perusahaan nasional atau multinasional umumnya dimulai dari Rp6.000.000 hingga menyentuh angka Rp30.000.000 di level direktur.
Prospek karier lulusan broadcasting terbilang sangat menjanjikan dan luas, terutama pada era digital seperti sekarang.
Pasalnya, setiap perusahaan membutuhkan konten untuk membangun branding, mempertahankan citra, meningkatkan angka penjualan, hingga menjaga relasi dengan klien, audiens, dan tentunya konsumen.
Pilihan profesi dan industri yang bisa kamu eksplor sebagai lulusan broadcasting juga sangat beragam. Kamu bisa bekerja di industri kreatif seperti film atau media massa, hingga korporat.
Untuk pilihan profesi, kamu bisa menjadi humas, social media manager, presenter/host, content creator, hingga video dan audio editor.
Terlepas dari apa pun profesinya, kamu wajib terus meng-upgrade skill dan pengetahuan agar bisa bersaing di dunia broadcasting yang terus berkembang.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Seperti apa prospek kerja lulusan broadcasting di era kecerdasan buatan (AI) saat ini?
Sangat menjanjikan namun menuntut adaptasi. Meskipun AI kini bisa melakukan editing video dasar atau menulis script mentah, AI tidak memiliki empati, rasa jurnalistik, dan insting seni manusia. Justru, lulusan broadcasting yang mampu memanfaatkan AI (AI-prompting) sebagai asisten produksi akan memiliki daya tawar gaji yang jauh lebih tinggi.
Apakah jurusan broadcasting dan ilmu komunikasi itu sama?
Broadcasting adalah peminatan spesifik dari pohon besar Ilmu Komunikasi. Jika Ilmu Komunikasi secara umum mempelajari teori interaksi antarmanusia dan kehumasan, broadcasting lebih berfokus pada teknik produksi dan distribusi pesan melalui media elektronik (kamera, radio, dan sinyal digital).