19+ Prospek Karier Lulusan Broadcasting dan Kisaran Gajinya

19+ Prospek Karier Lulusan Broadcasting dan Kisaran Gajinya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 29 May, 2026
Share

Ringkasan:

  • Prospek karir lulusan broadcasting saat ini tidak hanya bisa bekerja di stasiun TV dan radio, tapi juga berkembang ke berbagai industri media digital, seperti YouTube, serta platform streaming.
  • Lulusan broadcasting sangat diburu perusahaan karena memiliki banyak keahlian mulai dari public speaking, penulisan naskah, hingga video editing.
  • Prospek karier lulusan broadcasting sangat luas, mulai dari presenter, kameramen, digital marketerpodcaster, hingga social media manager
  • Bekerja di production house (PH) atau agensi kreatif menawarkan dinamika kerja yang jauh lebih modern dibandingkan stasiun TV konvensional.
  • Menguasai software penyiaran (seperti OBS atau vMix) dan kecerdasan buatan (AI) untuk editing adalah keahlian penting untuk menembus industri broadcasting pada tahun 2026.

Di tengah perkembangan tren media sosial, program studi broadcasting (Penyiaran) tetap relevan dan menawarkan prospek karir yang menarik.

Banyak anak muda yang bercita-cita tampil di depan layar kaca atau menjadi sosok kreatif di balik produksi sebuah film dan program televisi. 

Dikutip dari Britannicabroadcasting secara tradisional mengacu pada transmisi sinyal elektronik televisi dan radio kepada masyarakat umum.

Namun, dalam 10 tahun terakhir, batasan broadcasting sudah melebur dengan internet. 

Ilmu penyiaran kini mencakup live streamingpodcast Spotify, hingga produksi serial web. Prospek kerjanya sangat menarik dan menawarkan penghasilan yang menjanjikan. 

Lantas, apa saja prospek karir lulusan broadcasting? Yuk, kita pelajari macam-macam prospek karier broadcasting lintas industri, lengkap dengan bocoran gajinya di bawah ini!

Kenapa Lulusan Broadcasting Dicari Banyak Perusahaan?

Di bangku perkuliahan, mahasiswa broadcasting dididik untuk bisa bersaing di industri kreatif.

Kamu tidak hanya diajari cara memencet tombol rekam di kamera atau sekadar membaca teks berita. 

Ranah ilmu broadcasting sangat luas, mencakup ilmu jurnalistik, psikologi komunikasi massa, manajemen industri media, hingga teknologi multimedia terkini. 

Berbekal berbagai ilmu itulah yang membuat lulusan penyiaran sangat adaptif.

Secara spesifik, berikut alasan mengapa HRD dari berbagai industri mencari lulusan broadcasting

  • Lulusan penyiaran terbiasa mengurus sebuah proyek secara komprehensif dari A sampai Z. Nah, sebagai lulusan broadcasting, kamu tentu sangat adaptif karena punya keterampilan dan pengetahuan soal pra-produksi, proses produksi, hingga pasca-produksi (editing visual).
  • Berbekal keahlian storytelling, anak broadcasting memiliki insting untuk merangkai pesan promosi perusahaan menjadi sebuah cerita audiovisual yang emosional dan tidak membosankan.
  • Ilmu penyiaran saat ini sudah melebur dengan internet. Keahlianmu tidak hanya relevan untuk stasiun TV konvensional. Kamu juga dibutuhkan untuk mengelola live streaming e-commerce, memproduksi podcast, hingga kampanye digital.
  • Memiliki kombinasi keahlian teknis dan kepekaan seni. Mahasiswa broadcasting paham kerumitan teknis software (seperti Adobe Premiere Pro atau OBS), sekaligus menuntut kepekaan seni (sense of art) yang tinggi dalam mengatur komposisi warna, tata cahaya, dan mood suara secara bersamaan.

Dengan keistimewaan tersebut, tak heran jika peluang kerja lulusan broadcasting tidak memiliki batas, khususnya di industri kreatif.

Ketika sebuah startup teknologi membutuhkan tim untuk memproduksi konten YouTube company profile, atau saat perusahaan membutuhkan tim Humas untuk mengemas siaran pers audiovisual, ijazah broadcasting tentu sangat berguna. 

Skill Penting Bagi Lulusan Broadcasting

Ilustrasi prospek karir lulusan broadcasting. (Sumber: Pexels)

Industri penyiaran pada era digital tidak akan ada artinya tanpa sumber daya manusia yang mumpuni.

Ijazah sarjana saja tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan karier di bidang ini. 

Agar profilmu dilirik oleh HRD, pastikan kamu menguasai keterampilan berikut: 

Keterampilan teknis produksi 

Sebagai anak broadcasting, kamu wajib melek teknologi produksi, baik di dalam studio maupun di lapangan. Berikut ini hard skill penting untuk lulusan broadcasting

  • Video dan audio editing: Kamu tidak sekadar memotong gambar, tetapi harus mahir menyunting video dan meracik tata suara menggunakan software standar industri (seperti Adobe Premiere Pro, DaVinci Resolve, atau Adobe Audition). Tujuannya agar hasil akhirnya terlihat sinematik dan profesional.
  • Penguasaan software penyiaran: Kamu tidak perlu menguasai semuanya hingga level expert. Tetapi, pastikan kamu familiar mengoperasikan software seperti Open Broadcaster Software (OBS), vMix, atau Wirecast yang kini menjadi standar live streaming

Keterampilan komunikasi 

Dunia penyiaran pada hakikatnya adalah soal penyampaian pesan. Skill komunikasi yang mumpuni adalah nyawa utama dari setiap profesi di bidang broadcasting.

Sebagai pelengkap skill komunikasi, kamu perlu menguasai beberapa hal berikut ini: 

  • Public speaking: Seni berbicara di depan umum atau lensa kamera dengan artikulasi jelas, intonasi yang pas, dan tanpa gestur canggung. Skill ini sangat dibutuhkan jika kamu mengincar posisi di depan layar (on-air).
  • Menulis naskah jurnalistik: Pekerja di balik layar juga wajib jago merangkai kata. Kamu harus mampu menerjemahkan tumpukan data riset menjadi naskah (script) atau informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat umum.
  • Presentasi ide (pitching): Bekerja di industri kreatif berarti kamu akan sering menjual ide. Kamu harus pandai mempresentasikan konsep program TV atau konten baru secara meyakinkan agar disetujui oleh produser maupun klien sponsor. 

Keterampilan interpersonal 

Produksi siaran bukanlah pekerjaan satu orang (one-man show), melainkan sebuah kolaborasi yang menuntut kerja fisik serta mental.

Untuk itulah, kamu perlu keterampilan interpersonal di bawah ini: 

  • Kerja sama tim (teamwork): Mulai dari sutradara, kameramen, hingga talent harus bergerak seirama. Kemampuan menekan ego, mau mendengarkan masukan, dan berkomunikasi asertif dengan rekan setim adalah kunci kelancaran produksi.
  • Adaptabilitas: Industri media dan kreatif bergerak tumbuh sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, kamu harus adaptif agar bisa mengikuti perkembangan teknologi yang memengaruhi dunia broadcasing.

Keterampilan kreatif dan imajinasi 

Selain tunduk pada etika pers, dunia penyiaran juga merupakan bagian dari industri hiburan.

Kamu tidak boleh kehabisan akal untuk memanjakan mata penonton. Inilah mengapa kamu perlu bekal keahlian ini: 

  • Pengembangan ide konten: Pada era gempuran media sosial, audiens sangat mudah bosan. Kamu dituntut rajin melakukan riset, peka terhadap tren yang sedang viral, dan mampu menelurkan ide-ide konten fresh yang out of the box.
  • Penulisan skenario (scriptwriting): Siaran yang mengalir natural dan penuh kejutan emosional berasal dari skrip yang matang. Kemampuan mengimajinasikan alur cerita (storyboard) lalu menuangkannya menjadi naskah film pendek, iklan komersial, atau web series adalah keterampilan kreatif yang gajinya sangat mahal. 

Lulusan Broadcasting Bisa Kerja di Mana Saja?

Selain bekerja di stasiun TV, lulusan broadcasting bisa merambah banyak industri.

Keahlianmu sangat dinanti dan diburu oleh berbagai sektor industri berikut ini: 

  • Media arus utama (televisi dan radio): Kamu bisa bekerja di stasiun TV nasional berskala besar maupun stasiun radio terkemuka di berbagai kota.
  • Media online dan agensi digital: Mulai dari portal berita online, agensi periklanan (digital agency), hingga startup teknologi membutuhkan anak broadcasting untuk memproduksi kampanye visual.
  • Production house (PH) dan perfilman: Bagi kamu yang memiliki jiwa seni tinggi, bekerja di rumah produksi untuk menggarap film layar lebar, web series, hingga iklan komersial (TVC) adalah tempat yang tepat.
  • Sektor korporat dan pemerintahan: Setiap kementerian, BUMN, hingga perusahaan swasta pasti memiliki divisi Kehumasan (public relations) atau corporate communication yang membutuhkan keahlian komunikasi broadcasting.

Prospek Karier Lulusan Broadcasting dan Kisaran Gajinya

Ilustrasi prospek karir lulusan broadcasting. (Sumber: Pexels)

Lantas, profesi apa saja yang bisa kamu lamar menggunakan ijazah lulusan broadcasting?

Berikut ulasan lengkap mengenai macam-macam karier dunia penyiaran beserta estimasi gajinya:

1. Presenter/news anchor 

Di media televisi, kamu bisa menggeluti karier sebagai presenter (pembawa acara hiburan).

Selain itu, bisa juga menjadi news anchor jika acara yang dibawakan adalah program berita jurnalistik

Secara umum, tugasmu adalah memandu jalannya suatu acara agar pesan tayangan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik kepada penonton. 

Profesi ini menuntut skill komunikasi dan public speaking yang tinggi. Skill tersebut dipadukan dengan wawasan yang luas untuk berimprovisasi saat terjadi kendala live

Rata-rata gaji seorang presenter atau news anchor di stasiun TV nasional berada di kisaran angka Rp6.000.000 hingga Rp25.000.000+ per bulan.

Angka tersebut bergantung pada jam terbang dan popularitas program. 

2. Reporter/jurnalis TV 

Reporter atau wartawan TV adalah sosok garda terdepan yang turun langsung ke lapangan untuk mencari informasi.

Pekerjaannya meliput peristiwa dan mewawancarai narasumber, dari warga biasa hingga sosok penting seperti menteri. Nantinya, hasil peliputan diolah menjadi informasi berita untuk disiarkan. 

Untuk menekuni profesi ini, kamu harus memiliki insting jurnalistik yang tajam, skill riset, dan mental tahan banting menghadapi situasi di lapangan. 

Dengan keahlian tersebut, gaji reporter entry-level di kota besar saat ini berkisar antara Rp5.500.000 hingga Rp9.000.000 per bulan. 

3. Produser TV 

Sederhananya, produser TV adalah CEO dari sebuah program acara.

Tanggung jawabnya mengurus manajemen produksi mulai dari pencarian ide, pemilihan pengisi acara (talent), pengelolaan anggaran (budgeting), hingga mengawasi proses editing akhir.

Untuk menduduki kursi ini, kamu harus memiliki skill kepemimpinan, komunikasi negosiasi, dan pemahaman teknis penyiaran yang mendalam. 

Karena beban kerjanya yang berat dalam mengejar rating, gaji produser TV cukup fantastis. Angkanya bisa mulai dari Rp8.000.000 hingga Rp25.000.000 setiap bulannya. 

4. Video editor TV 

Seorang editor media TV bertugas menyunting rekaman mentah hasil produksi menjadi tayangan utuh yang layak disiarkan secara nasional. 

Kamu wajib menguasai software editing standar industri seperti Adobe Premiere atau Final Cut Pro dengan deadline siaran yang ketat. 

Di Indonesia, kamu bisa menjadi editor dengan kisaran gaji antara Rp5.500.000 hingga Rp10.000.000 per bulan. 

5. Camera person (cameraman) 

Camera person atau akrab disapa campers adalah mata dari sebuah program televisi.

Tugas utamanya adalah mengoperasikan kamera profesional untuk memproduksi suatu video, baik di dalam studio maupun saat liputan di lapangan. 

Untuk menekuni profesi ini, kamu tidak sekadar menekan tombol rekam. Kamu harus punya skill komposisi fotografi, pemahaman tata cahaya (lighting), dan penempatan sudut (angle) agar menghasilkan visual yang memukau. 

Gaji camera person di stasiun TV kini berada di kisaran Rp5.500.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.

6. Penyiar radio (announcer) 

Di media radio, kamu bisa meniti karier sebagai penyiar. Secara umum tugasnya sama dengan presenter TV, yakni memandu acara. 

Bedanya, di radio kamu tidak memiliki bantuan visual. Alhasil, suaramu adalah satu-satunya senjata untuk menghidupkan suasana dan menjaga mood pendengar. 

Untuk terjun di bidang ini, kamu perlu memiliki karakter vokal yang unik, kemampuan storytelling, serta selera musik yang bagus. 

Profesi penyiar radio (terutama di stasiun radio swasta kota besar) menawarkan gaji di kisaran Rp4.500.000 sampai Rp15.000.000 per bulan. 

7. Produser radio/music director 

Tidak jauh berbeda dengan di TV, produser radio bertugas mengelola urusan bisnis dan manajemen sebuah program siaran.

Dialah yang menentukan topik obrolan, menyusun playlist, hingga mendatangkan narasumber. 

Profesi ini memerlukan skill tren analisis, negosiasi, problem solving, dan pengelolaan kru siaran.

Besaran gaji produser radio cukup menjanjikan, umumnya berada di angka Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan. 

8. Audio editor 

Audio editor juga menjadi salah satu prospek karier broadcasting yang menjanjikan.

Tugas profesi ini cukup mirip dengan editor TV, yaitu menyunting hasil produksi mentah agar nyaman dinikmati oleh audiens. 

Hanya saja, fokus audio editor murni pada suara. Kamu bertugas membersihkan suara noise (bocor), meratakan volume, dan menambahkan efek suara (sound effect) menggunakan aplikasi seperti Adobe Audition. 

Gajinya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp9.000.000 setiap bulannya. 

9. Content creator 

Pekerjaan ini berkaitan dengan proses produksi konten kreatif secara mandiri untuk didistribusikan ke YouTube, TikTok, atau Instagram.

Kamu bisa bekerja secara internal untuk perusahaan (corporate creator) maupun merintis akun pribadi. 

Untuk menjadi content creator profesional, keahlian broadcasting sangat diperlukan, mulai dari riset ide, berbicara di depan kamera, hingga editingvideo.

Jika bekerja untuk perusahaan, gaji pokok content creator berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.

Namun, jika mengelola akun pribadi, gajinya bisa tak terbatas dari AdSense dan sponsor. 

10. Video editor (media online) 

Meskipun mirip dengan editor TV, video editor di media online atau agensi digital memiliki ritme kerja yang berbeda.

Kamu lebih dituntut untuk membuat video dengan transisi cepat, penyisipan animasi grafis yang eye-catching, dan durasi vertikal khas media sosial. 

Skill yang dibutuhkan adalah penguasaan software seperti Premiere Pro, After Effects, hingga CapCut. 

Karena tingginya permintaan perusahaan untuk membuat konten media sosial, gaji video editor online saat ini sangat kompetitif, yakni di kisaran Rp6.000.000 hingga Rp12.000.000 per bulan.

11. Social media manager 

Social media manager tidak selalu memproduksi konten secara langsung. Sebenarnya, tugas utamanya menyusun rencana strategis untuk pengelolaan media sosial perusahaan agar tetap eksis di tengah tren yang cepat berubah. 

Pekerjaan ini sangat cocok bagi anak penyiaran yang kuat dalam analisis data audiens, memahami bahasa digital marketing, dan ahli dalam manajemen krisis online

Setiap bulannya, social media manager bisa mengantongi gaji mulai dari Rp7.000.000 hingga Rp15.000.000.

12. Digital marketer 

Apakah lulusan broadcasting bisa bekerja ke dunia bisnis? Jawabannya bisa, dan digital marketer adalah profesi yang menjanjikan. 

Profesi ini bertugas merancang dan mengeksekusi kampanye pemasaran menggunakan media digital seperti iklan video di YouTube atau Instagram, untuk mendongkrak penjualan produk. 

Skill merangkai pesan audiovisual yang persuasif (copywriting) akan sangat berguna untuk profesi ini. 

Dengan menajamkan skill analisis data, gaji lulusan broadcasting di bidang digital marketing rata-rata berkisar antara Rp7.000.000 hingga Rp20.000.000 per bulan.

Penghasilanmu bisa ditambah bonus komisi jika target penjualan tercapai.

13. Produser film

Di tingkat rumah produksi (PH), tanggung jawab seorang produser sangatlah besar.

Kamu bertugas mengelola urusan bisnis produksi hiburan berskala besar, seperti film layar lebar, web series premium, hingga proyek video periklanan (TVC). 

Tugasnya mulai dari mencari investor, merekrut sutradara dan kru, hingga mengurus distribusi penayangan. 

Karena membutuhkan insting bisnis dan jaringan kenalan yang luas, seorang produser PH bisa mengantongi bayaran Rp10.000.000 hingga Rp30.000.000+ per proyek/bulan. 

14. Editor film/colorist 

Berbeda dengan editor TV yang mengejar tayangan harian, editor di PH bekerja dengan sentuhan yang lebih artistik.

Kamu akan merangkai hasil shooting berhari-hari menjadi sebuah visual seperti film atau iklan, yang menggugah emosi penonton. 

Spesialisasi tambahan seperti colorist (ahli pewarnaan video/ color grading) sangat dicari di industri kreatif.

Untuk gaji, editor PH tingkat menengah ke atas bisa mendapat penghasilan Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000 setiap bulannya, belum termasuk tunjangan lain. 

15. Sound engineer 

Sebuah film dengan gambar visual yang indah tentu tidak akan berguna jika kualitas suaranya buruk.

Di sinilah peran vital sound engineer dibutuhkan. Kamu bertanggung jawab memastikan suara (dialog, foley, dan scoring music) dalam karya audiovisual terdengar jernih dan proporsional.

Selain merekam suara di lapangan, kamu juga bertugas memanipulasi suara di studio pasca-produksi (mixing & mastering).

Adapun kisaran gaji lulusan broadcasting yang menjadi spesialis sound engineer dimulai dari Rp6.000.000 hingga Rp18.000.000 per bulan.

16. Host acara/master of ceremony (MC) 

Sebagai host acara off-air, kamu akan bertugas memandu jalannya acara secara langsung, mulai dari konser musik, peluncuran produk korporat, pameran berskala internasional, hingga pernikahan.

Profesi ini membutuhkan skill adaptasi, manajemen waktu, dan public speaking tingkat lanjut. 

Profesi MC sangat diminati karena menawarkan rate card (bayaran) yang tinggi.

Gaji MC profesional mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp15.000.000 per acara (hanya untuk durasi 2-4 jam kerja) jika kamu sudah memiliki nama yang profesional. 

17. Influencer/Key Opinion Leader (KOL) 

Influencer merupakan profesi yang menguasai industri periklanan pada era sekarang.

Lulusan broadcasting terbilang lebih mudah menjadi influencer atau KOL karena sudah dibekali skill komunikasi kamera, personal branding, dan video editing.

Menjadi figur publik di media sosial menawarkan kebebasan kerja yang luar biasa.

Semakin kamu populer dan memiliki basis pengikut (followers) yang engaging, penghasilan dari endorsement dan afiliasi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

18. Podcaster

Ilustrasi prospek karir lulusan broadcasting. (Sumber: Pexels)

Tak jauh berbeda dengan influencer, profesi podcaster kini tengah berada di masa keemasannya.

Tidak hanya berupa siaran audio di platform digital seperti Spotify, podcaster juga membuat konten talkshow interaktif dalam format video di YouTube. 

Kemampuan riset mendalam, mewawancarai narasumber, dan memandu obrolan (chit-chat) sangat dibutuhkan dalam profesi ini.

Jika saluran podcast-mu berhasil mendatangkan sponsor, kamu bisa meraup penghasilan puluhan juta rupiah secara mandiri. 

19. Konsultan/communication strategist

Jika menggeluti profesi ini, tugasmu adalah menjadi konsultan di balik layar untuk memberikan strategi komunikasi, menyusun press release, dan membentuk citra positif (branding) klien di mata publik. 

Skill negosiasi, analisis media, dan pemikiran taktis sangat dibutuhkan.

Untuk posisi setingkat konsultan di sebuah agensi kehumasan (PR agency), gajinya berkisar antara Rp8.000.000 hingga Rp25.000.000+ per bulan. 

20. Public Relations (Humas) 

Setiap perusahaan besar hampir selalu memiliki divisi public relations (PR) atau hubungan masyarakat.

Profesi ini bertanggung jawab menjadi jembatan antara perusahaan dengan pihak luar (media massa, pemerintah, dan konsumen). 

Jika terjadi krisis pemberitaan, PR adalah orang pertama yang harus meredamnya.

Lulusan broadcasting sangat disukai mengisi posisi ini karena mereka tahu persis bagaimana cara media bekerja dan sudut pandang apa yang disukai jurnalis. 

Gaji staf PR di perusahaan nasional atau multinasional umumnya dimulai dari Rp6.000.000 hingga menyentuh angka Rp30.000.000 di level direktur. 

Kesimpulan

Prospek karier lulusan broadcasting terbilang sangat menjanjikan dan luas, terutama pada era digital seperti sekarang.

Pasalnya, setiap perusahaan membutuhkan konten untuk membangun branding, mempertahankan citra, meningkatkan angka penjualan, hingga menjaga relasi dengan klien, audiens, dan tentunya konsumen.

Pilihan profesi dan industri yang bisa kamu eksplor sebagai lulusan broadcasting juga sangat beragam. Kamu bisa bekerja di industri kreatif seperti film atau media massa, hingga korporat.

Untuk pilihan profesi, kamu bisa menjadi humas, social media manager, presenter/host, content creator, hingga video dan audio editor.

Terlepas dari apa pun profesinya, kamu wajib terus meng-upgrade skill dan pengetahuan agar bisa bersaing di dunia broadcasting yang terus berkembang.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Prospek Lulusan Broadcasting

  1. Seperti apa prospek kerja lulusan broadcasting di era kecerdasan buatan (AI) saat ini?
    ⁠Sangat menjanjikan namun menuntut adaptasi. Meskipun AI kini bisa melakukan editing video dasar atau menulis script mentah, AI tidak memiliki empati, rasa jurnalistik, dan insting seni manusia. Justru, lulusan broadcasting yang mampu memanfaatkan AI (AI-prompting) sebagai asisten produksi akan memiliki daya tawar gaji yang jauh lebih tinggi.

  2. Apakah jurusan broadcasting dan ilmu komunikasi itu sama?
    Broadcasting adalah peminatan spesifik dari pohon besar Ilmu Komunikasi. Jika Ilmu Komunikasi secara umum mempelajari teori interaksi antarmanusia dan kehumasan, broadcasting lebih berfokus pada teknik produksi dan distribusi pesan melalui media elektronik (kamera, radio, dan sinyal digital).

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.