Ingin bekerja di bank, tapi kurang suka menjadi petugas front office seperti teller? Tenang, ada posisi back office yang bisa kamu pilih.
Pekerjaan back office bank umumnya berlangsung di belakang layar, sehingga kamu tidak berhubungan langsung dengan nasabah. Meski begitu, tugas back office bank tetap krusial bagi kelancaran operasional.
Memangnya, apa saja tugas yang harus dilakukan oleh back office bank? Lalu, seperti apa kualifikasi untuk menjadi back office bank? Yuk, temukan jawaban selengkapnya melalui ulasan berikut!
Back office bank adalah salah satu posisi kerja di bank yang bertanggung jawab atas proses operasional, administrasi, dan berbagai fungsi pendukung lain.
Tanpa adanya back office, pekerjaan front office yang berhubungan langsung dengan nasabah tidak akan bisa berjalan.
Contohnya, layanan nasabah dapat berlangsung efektif apabila proses operasional dan administrasi di bagian back office sudah jelas.
Demi mewujudkan efektivitas kerja, pekerjaan back office pun dibagi menjadi beberapa jenis. Apa saja?
Umumnya, pekerjaan back office bank terbagi menjadi bagian akuntansi dan keuangan, operasional, teknologi informasi, serta sumber daya manusia. Berikut penjelasannya:
Bidang back office satu ini fokus pada pengelolaan keuangan internal, analisis keuangan, dan pelaporan untuk mendukung operasional bank.
Berikut adalah beberapa tanggung jawab back office bank bidang akuntansi dan keuangan:
Dalam bagian operasional, back office bank bertanggung jawab atas tugas-tugas teknis dan administratif yang penting untuk mendukung layanan dan transaksi bank.
Beberapa job desk back office bank di bidang operasional adalah:
Pekerjaan di bidang teknologi informasi ditujukan untuk mendukung sistem teknologi dan infrastruktur digital yang menjadi pondasi operasional bank.
Beberapa tugas utama back office bank di bidang ini adalah:
SDM adalah bidang kerja back office bank yang fokus pada pengelolaan kebutuhan karyawan.
Bidang SDM inilah yang menangani proses rekrutmen hingga pengembangan karier. Berikut beberapa tugas utamanya:
Berdasarkan jenis pekerjaan yang telah dijelaskan, kamu mungkin sudah mendapat gambaran tentang job desc back office bank.
Secara lebih spesifik, berikut tugas dan job desk utama yang akan kamu kerjakan jika menjadi petugas back office bank:
Tugas satu ini mengharuskan kamu untuk memproses dan mengelola transaksi perbankan demi memastikan kelancaran operasional.
Beberapa rincian pekerjaan yang akan kamu lakukan adalah:
Job desc satu ini berkaitan dengan pembuatan dan penyampaian laporan keuangan kepada manajemen atau otoritas terkait, seperti OJK dan Bank Indonesia.
Umumnya, pelaporan keuangan memiliki tugas-tugas berikut:
Kegiatan operasional bank tidak akan bisa berjalan lancar tanpa administrasi, yang mencakup:
Selanjutnya, tugas back office bank adalah analisis data. Fokus utamanya adalah mengolah dan menganalisis data untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
Berikut sejumlah rincian pekerjaannya:
Dalam pengarsipan, kamu harus mampu menjaga keamanan, keteraturan, dan aksesibilitas berbagai dokumen bank.
Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab utamanya:
Untuk menjadi petugas back office bank yang andal, tentunya ada kualifikasi dan syarat yang perlu dipenuhi. Berikut beberapa di antaranya:
Mayoritas bank umumnya menetapkan kualifikasi pendidikan formal minimal D3 atau S1 untuk posisi back office.
Biasanya, bank mencari lulusan D3 untuk mengisi posisi entry-level. Sementara itu, lulusan S1 lebih diutamakan untuk peran yang membutuhkan pemahaman mendalam atau potensi jenjang karier lebih tinggi.
Kualifikasi jenjang pendidikan formal ini ditujukan untuk memastikan bahwa calon petugas back office mampu memahami proses keuangan, administrasi, teknis, dan operasional perusahaan.
Selain jenjang pendidikan, latar belakang pendidikan juga menjadi kualifikasi back office bank yang tak kalah penting.
Biasanya, bank lebih mengutamakan kandidat dengan latar belakang yang relevan, seperti lulusan jurusan Akuntansi, Keuangan, Ekonomi, dan Manajemen.
Meski begitu, jurusan lain juga turut dipertimbangkan oleh bank sesuai kebutuhan.
Misalnya, lulusan Sistem Informasi untuk mengisi posisi IT, serta Teknik Industri untuk menangani manajemen operasional.
Tentunya, tugas back office bank membutuhkan keterampilan teknis untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari.
Salah satu keterampilan teknis yang paling utama adalah penggunaan Microsoft Office untuk mengolah data, dokumen, serta membuat presentasi laporan.
Selain itu, kamu juga perlu menguasai software akuntansi seperti SAP atau Oracle untuk mengelola data transaksi secara efisien.
Lalu, tingkatkan pula daya saingmu dengan memahami tentang core banking system.
Soft skills sama pentingnya dengan keterampilan teknis. Skill satu ini dibutuhkan agar kolaborasi tim dan tugas dapat berjalan baik.
Meski posisi back office minim interaksi dengan nasabah, kamu tetap akan sering berurusan dengan rekan kerja dan atasan.
Nah, salah satu soft skill penting yang harus dikuasai staf back office bank adalah komunikasi. Dilansir dari Trainingcred, komunikasi merupakan kunci hubungan di industri perbankan yang sukses.
Selain itu, back office bank juga perlu memiliki skill problem-solving untuk menganalisis masalah dengan cepat dan menemukan solusi tepat.
Tak kalah penting, kamu pun harus mampu memperhatikan hal-hal detail (attention to details). Tujuannya untuk memastikan keakuratan setiap data demi menghindari kesalahan.
Baca Juga: 10+ Prospek Karier Jurusan Perpajakan dan Kisaran Gajinya
Dengan berbagai jenis pekerjaan dan kualifikasi di atas, kira-kira berapa kisaran gaji petugas back office bank?
Ada sejumlah faktor yang memengaruhi jumlah gaji back office bank, seperti skala bank, lokasi bank, hingga posisi kerja.
Namun, pada umumnya, kisaran gaji petugas back office bank adalah sebagai berikut:
Setelah mengetahui job desc hingga kisaran gaji back office bank, apakah kamu tertarik apply kerja di posisi tersebut?
Jika iya, yuk, ketahui dulu cara mendapatkan kerja back office di bank!
Pelajari visi, misi, budaya, dan nilai-nilai yang diterapkan oleh bank incaranmu. Informasi ini biasanya tersedia pada situs resmi bank atau laporan tahunan mereka.
Kemudian, kenali peran back office di bank tersebut, misalnya seperti jenis layanan yang mereka kelola.
Di samping itu, kamu juga bisa membaca job desc pada info lowongan kerja back office. Cara ini dapat membantumu fokus pada keterampilan yang dibutuhkan.
Ciptakan kesan pertama yang kuat dengan membuat CV dan lamaran yang menarik.
Sertakan informasi relevan pada CV, yakni dengan fokus pada pengalaman atau pendidikan yang mendukung pekerjaan back office. Contohnya seperti proyek keuangan atau magang di bagian administrasi.
Jangan lupa cantumkan skill penting untuk back office bank, seperti penggunaan Microsoft Office, software akuntansi, dan analisis data.
Lalu, untuk surat lamaran, sesuaikan isinya dengan bank tujuanmu. Ceritakan alasan kamu tertarik bekerja sebagai back office di bank tersebut dan bagaimana kamu bisa berkontribusi.
Manfaatkan jaringan profesional untuk mendapatkan rekomendasi atau informasi kerja. Salah satu caranya adalah menghadiri job fair atau event karier.
Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial untuk bergabung dengan grup perbankan. Cara ini dapat memberimu akses untuk terhubung dengan profesional di industri tersebut.
Ikuti seminar, workshop, atau pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan mendapatkan sertifikasi yang relevan. Hal ini dapat meningkatkan daya saingmu di mata rekruter.
Misalnya, kamu bisa mengikuti pelatihan software yang sering dipakai di back office bank, seperti SAP atau aplikasi database.
Opsi jalur pengembangan diri lainnya adalah mengambil sertifikasi keuangan yang diakui di industri seperti Chartered Financial Analyst (CFA).
Baca Juga: 10+ Jenis Pekerjaan di Industri Perbankan dan Kisaran Gajinya
Secara garis besar, cack office bank bekerja di balik layar untuk menangani proses transaksi, pelaporan keuangan, administrasi, analisis data, hingga pengarsipan dokumen.
Pekerjaan tersebut membutuhkan latar belakang pendidikan yang relevan, yakni minimal lulusan D3 atau S1 Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen.
Selain itu, kamu juga perlu menguasai sejumlah keterampilan, seperti penggunaan Microsoft Office dan software akuntansi, komunikasi, problem-solving, dan attention to details.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!