Jobstreet Indonesia

Berkarir di Perbankan? Ini Jenjang Karir dan Persyaratannya

Berkarir di Perbankan? Ini Jenjang Karir dan Persyaratannya
Jobstreet tim konten – diperbarui pada 06 June, 2026
Share

Poin utama:

  • Industri perbankan masih jadi incaran banyak pencari kerja karena jenjang karir jelas, peluang luas, dan gaji kompetitif.
  • Karir di bank terbagi ke segmen bisnis dan operasional, mulai dari teller, customer service, hingga credit analyst dengan tugas berbeda.
  • Selain pendidikan yang relevan, skill komunikasi, analisis, dan kemampuan adaptasi penting dikuasai untuk berkembang di dunia perbankan.

Sebagai seorang fresh graduate, tentu kamu pernah kebingungan dalam menentukan karir yang akan digeluti.

Banyaknya bidang pekerjaan yang dapat diambil justru malah membuatmu membutuhkan lebih banyak waktu untuk menimbang-nimbang pekerjaan yang cocok. Mulai dari teknologi informasi, marketing, bahkan hingga pendidikan.

Bahkan, mungkin kamu juga pernah, atau bahkan sedang, bermimpi untuk bekerja di industri perbankan.

Berkarir di industri perbankan merupakan pekerjaan yang diminati oleh banyak orang. Industri yang bertugas untuk menyediakan jasa pengelolaan nasabah ini dinilai sebagai industri yang akan terus berkembang karena peran pentingnya dalam menjaga roda perekonomian negara.

Selain itu, berdasarkan data gaji BPS 2025, bidang perbankan dan keuangan tengah menduduki peringkat pertama dalam daftar 10 kenaikan gaji terbesar di Indonesia.

Apa Itu Industri Perbankan?

Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit maupun bentuk lainnya.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di Indonesia. Aktivitas menghimpun dana dari masyarakat dapat dilakukan dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan sertifikat deposito.

Perbankan biasanya akan memberikan balas jasa yang menarik dalam bentuk bunga maupun bentuk hadiah lainnya kepada masyarakat yang melakukan simpanan atau tabungan.

Prospek kerja yang menjanjikan juga menjadi alasan kuat tingginya angka pelamar kerja ke industri perbankan. Menjamurnya kolaborasi layanan digital antara bank dengan perusahaan finansial teknologi (fintech) membuat Otoritas Jasa Keuangan berniat untuk melonggarkan bank konvensional untuk mengakuisisi perusahaan fintech seutuhnya.

Hal ini disebabkan karena OJK tengah meninjau Peraturan OJK (POJK) tentang Kegiatan Penyertaan Modal oleh Bank Umum dan menyempurnakan POJK Nomor 36/POJK.03/2017. Tentunya, ini merupakan kabar baik bagi pelamar kerja karena begitu akuisisi terjadi, akan ada banyak lowongan yang dibuka.

Segmen di Industri Perbankan

Dalam industri perbankan, posisi dan tugas para karyawan biasanya dibagi ke dalam dua segmen, yakni segmen bisnis dan operasional. Untuk mengetahui informasi seputar kedua segmen tersebut, pastikan kamu membaca artikel ini sampai akhir, ya!

Segmen bisnis

1. Customer Service

Customer service merupakan salah satu divisi yang memegang peranan terpenting dalam perusahaan penyedia layanan jasa, tidak terkecuali dalam industri perbankan. Customer service bertugas sebagai wajah terdepan dari sebuah bank karena merekalah orang pertama yang menghadapi dan melayani nasabah.

Seorang customer service juga harus memiliki pengetahuan produk yang baik agar dapat memberikan solusi dari permasalahan nasabah. Perkiraan gaji seorang customer service bank berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp6.300.000 per bulan.

2. Account Officer

Seorang account officer bertanggung jawab dalam mencari nasabah layanan kredit yang layak menurut peraturan bank. Selain itu, account officer juga bertugas dalam melakukan analisa kelayakan pemberian kredit serta memantau kelancaran pembayaran debitur.

Account officer sering kali bertugas sebagai jembatan antara bank dengan nasabah layanan kredit. Selain itu, account officer juga kerap melakukan pemasaran dalam memperkenalkan produk dalam bidang kredit ke nasabah. Perkiraan gaji seorang account officer dengan pengalaman kerja 5 tahun berkisar antara Rp7.000.000 hingga Rp9.000.000 per bulan.

3. Credit Analyst

Credit analyst bertugas untuk melakukan analisa seluruh data keuangan nasabah. Hal ini meliputi kebiasaan pembayaran, informasi mengenai tabungan atau simpanan, sumber pendapatan, hingga aktivitas belanja nasabah.

Setelah melakukan analisa, barulah credit analyst melakukan evaluasi data dan merekomendasikan tindakan yang paling tepat bagi nasabah. Perkiraan gaji seorang credit analyst berkisar antara Rp1.830.000 (tanpa pengalaman kerja) hingga di atas Rp4.950.000 (pengalaman kerja di atas 10 tahun) per bulan.

Segmen operasional

1. Teller

Sama halnya dengan customer service, teller bank memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah bank. Teller bertanggung jawab untuk melayani nasabah maupun non-nasabah yang hendak melakukan transaksi keuangan. Hal ini meliputi melakukan simpanan, melakukan transfer uang, mencairkan cek, dan lain sebagainya.

Di akhir hari, teller harus menghitung dan mencocokan kembali seluruh transaksi yang terjadi untuk menghindari adanya kesalahan hitung yang dapat berakibat fatal. Perkiraan gaji seorang teller berkisar antara Rp2.800.000 hingga Rp3.600.000 per bulan.

2. Back Office

Terdapat banyak posisi di back office, umumnya posisi ini bersifat administratif, tergantung kebutuhan serta tujuan bank tersebut. Beberapa posisi yang umum ditemui adalah IT support, administrasi, hingga logistik.

Tentunya posisi-posisi ini memiliki peranan, fungsi, dan tugas yang berbeda-beda. Perkiraan gaji seorang karyawan back office di industri perbankan adalah sebagai berikut:

  • Staf IT support berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp12.800.000 per bulan
  • Staf administrasi berkisar antara Rp4.000.000 hingga Rp6.000.000 per bulan
  • Staf logistik berkisar antara Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000 per bulan

3. Credit Admin

Credit admin adalah seseorang yang bertanggung jawab atas pengelolaan data nasabah kredit. Selain melakukan pemeriksaan kelengkapan dan verifikasi, credit admin juga bertugas untuk memastikan validasi dokumen persyaratan kredit calon debitur sebelum akhirnya diberikan kepada credit marketing officer.

Setelah itu, credit admin harus membuat laporan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di bank. Perkiraan gaji seorang credit admin adalah Rp4.700.000 per bulan.

Namun, hal yang perlu diperhatikan dalam berkarir di bank adalah posisi yang ditawarkan dalam bank itu sendiri. Tentunya, posisi atau jabatan yang tersedia pada karir BCA, BNI, BRI, maupun bank lainnya memiliki istilah serta tugas yang berbeda.

Baca Juga: 7 Tips Untuk Sukses Berkarier di Bank!

⁠Persyaratan untuk Menjadi Karyawan di Bank

Bagaimana, setelah mencermati bidang kerja di industri perbankan, apakah kamu makin tertarik untuk berkecimpung di industri tersebut?

Kamu bisa mempersiapkan diri dengan menyelaraskan syarat utama dan kualifikasi menjadi karyawan di bank. Berikut penjelasannya:

Latar belakang pendidikan

Banyak orang berkata bahwa latar belakang pendidikan tidak mempengaruhi seseorang untuk diterima atau tidak untuk bekerja di bank. Namun, apakah hal ini benar?

Ternyata pernyataan tersebut benar, lho! Kenyataannya, setiap bank pasti memerlukan mahasiswa lulusan S1 Program Studi Psikologi untuk mengisi posisi staff divisi recruitment atau human resources development. Atau, mahasiswa lulusan S1 dari Program Studi Teknik Informatika pada posisi software development.

Tentunya, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga akan diutamakan apabila melamar dalam posisi yang relevan.

Sejauh ini, biasanya industri perbankan akan menerima mahasiswa lulusan D3 atau S1 yang melamar pada posisi yang relevan. Namun, jika kamu merasa memiliki kelebihan tertentu, kamu juga boleh melamar secara lintas bidang.

Keterampilan

Selain membekali diri dengan pendidikan formal, memiliki keterampilan atau soft skill juga dapat membantu kamu agar terlihat lebih menarik di mata perekrut. Berikut beberapa skills yang dapat kamu kuasai:

  1. Keterampilan berkomunikasi
  2. Kemampuan analisis
  3. Kemampuan berpikir kritis
  4. Kemampuan berpikir sistematis
  5. Penguasaan bahasa asing

Jenjang Karir Karyawan Bank

Setelah mengetahui jenis pekerjaan di bank serta persyaratannya, kamu mungkin mulai bertanya-tanya soal jenjang karir di bank. Yuk simak informasi selengkapnya!

1. Teller

Ketika kamu memulai karir di bidang perbankan pada posisi teller, jenjang karir yang akan kamu tempuh selanjutnya adalah posisi customer service. 

2. Customer Service

Setelah menjalani tugas sebagai seorang customer service, posisi selanjutnya yang akan kamu capai adalah marketing account officer.

3. Back Office

Sama halnya seperti posisi customer service, ketika kamu memulai karir di bidang perbankan sebagai bagian dari divisi back office, jenjang karir yang akan dicapai adalah marketing account officer.

Jika kamu ingin meniti karir pada bidang IT di industri perbankan, kamu dapat mulai dari level customer support, seperti IT support office, database administrator, dan auditor internal.

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan ke level technical support yang meliputi network administrator dan system administrator.

Barulah setelah itu kamu dapat menapaki level advanced technical support dan menjadi seorang system analyst, web developer, atau software developer.

Selain itu, bagi kamu yang tertarik untuk berkarir pada bidang logistik, cobalah untuk melamar pada posisi staf operasional dan logistik terlebih dahulu.

Setelahnya, kamu bisa melanjutkan ke posisi supervisor operasional dan Logistik. Posisi teratas yang dapat kamu raih dalam bidang logistik adalah manajer operasional dan logistik.

4. Marketing Account Officer

Jika kamu telah mencapai posisi ini dan merintisnya dari awal, selamat! Namun, kamu masih harus menempuh posisi credit analyst sebelum akhirnya menduduki kursi kepala cabang.

5. Credit Analyst

Credit analyst adalah posisi terakhir yang harus kamu jalani sebelum mengemban amanah sebagai kepala cabang bank.

6. Kepala Cabang

Umumnya, kepala cabang merupakan posisi paling tinggi di jenjang karir bidang perbankan. Branch manager yang bertanggung jawab memimpin kantor cabang sebuah bank.

Mulai dari mengawasi dan melakukan koordinasi kegiatan operasional, memimpin kegiatan pemasaran kantor, juga memantau dan mengembangkan prosedur operasional manajemen risiko.

Baca Juga: Ingin Jadi Customer Service yang Handal? Perhatikan Hal Berikut!

Kesimpulan

Itulah tadi informasi mengenai karir di industri perbankan. Apakah kamu siap bersaing di industri favorit ini?

Selain jalur regular, ada pula “jalur cepat” untuk mendapatkan karir yang cepat melesat, yakni jalur management trainee.

Program management trainee mendidik calon karyawan untuk menjadi pemimpin di bank. Selain membutuhkan ijazah S1 beserta syarat IPK minimum, jalur MT juga mewajibkan pesertanya untuk mengambil tes TOEFL dengan nilai tertentu. 

Tahapan seleksi program ini juga biasanya lebih panjang dan memiliki sistem gugur. Setelah dinyatakan lulus sebagai trainee, para peserta harus melewati tahap pendidikan selama berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun.

Biasanya, jalur ini juga mensyaratkan ikatan dinas selama minimal 5 tahun bagi karyawannya. Apabila sebelum 5 tahun karyawan tersebut melakukan resign, akan ada biaya penalti dengan nominal tertentu.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Karier di Industri Perbankan

  1. Apakah bekerja di bank harus punya latar belakang jurusan ekonomi atau keuangan?Tidak selalu. Banyak posisi di perbankan yang menerima lintas jurusan, seperti IT, psikologi, hingga komunikasi, selama kamu memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan posisi. Namun, jurusan ekonomi atau bisnis biasanya lebih sering menjadi prioritas untuk posisi tertentu.
  2. Mana yang lebih cepat naik jabatan di bank: jalur staf biasa atau management trainee?
    ⁠
    Program management trainee biasanya lebih cepat mengarah ke posisi strategis karena sudah didesain untuk mencetak calon pemimpin. Namun, jalur staf juga tetap bisa berkembang asalkan performa kerja konsisten dan memenuhi kriteria promosi internal.
  3. Seberapa penting kemampuan bahasa asing untuk berkarir di bank?
    ⁠
    Kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi nilai tambah penting terutama untuk posisi yang berhubungan dengan nasabah internasional atau program global. Bahkan di beberapa posisi, kemampuan ini bisa menjadi salah satu faktor seleksi utama.

More from this category: Melamar pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.