Daftar Sertifikasi Akuntansi untuk Profesional Akuntan

Daftar Sertifikasi Akuntansi untuk Profesional Akuntan
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 30 March, 2026
Share

Ringkasan:

  • Sertifikasi jurusan akuntansi menjadi nilai tambah utama di dunia kerja karena membuktikan kompetensi profesional yang terstandar.
  • Memilih sertifikasi yang sesuai tujuan karier adalah kunci pengembangan profesional jangka panjang. 
  • CPA cocok bagi kamu yang ingin berkarier sebagai akuntan publik, auditor eksternal, atau yang bekerja di kantor akuntan publik dengan lingkup pekerjaan audit dan assurance
  • Pilih CMA/CPMA dan CA (Chartered Accountant) jika kamu ingin berkarier di korporasi, profesional, atau akuntan beregister yang ingin membuka kantor jasa akuntan.
  • Sertifikasi lain seperti CIA, CGMA, SAS, dan BNSP dapat disesuaikan dengan spesialisasi tertentu, mulai dari audit internal, akuntansi syariah, hingga peran teknis akuntansi pemula.

Lulus dari jurusan akuntansi belum selalu cukup untuk bersaing di dunia kerja. Saat ini, banyak perusahaan mencari kandidat yang memiliki nilai tambah, salah satunya melalui sertifikasi jurusan akuntansi. 

Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa kamu memiliki kompetensi yang terstandar dan siap bekerja secara profesional. Pilihannya beragam, mulai dari sertifikasi audit, manajemen keuangan, hingga akuntansi internasional. 

Dalam praktiknya, setiap sertifikasi menawarkan fokus keahlian yang berbeda dan relevan dengan jalur karier tertentu.

Lantas, apa saja sertifikasi jurusan akuntansi yang relevan dengan profesi akuntan? Bagaimana cara mendapatkan atau mengambil sertifikasi jurusan akuntansi? Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Yuk, kita pelajari bersama!

Pentingnya Memiliki Sertifikasi Akuntansi

Ilustrasi dua fresh graduates sedang mengambil sertifikasi akuntansi. (Sumber: Pexels)

Di tengah persaingan dunia kerja, sertifikasi bukan lagi sekadar pelengkap bagi lulusan akuntansi. Sertifikasi menjadi bukti kompetensi profesional yang diakui oleh industri.  

Berikut sejumlah alasan mengapa sertifikasi penting untuk menunjang karier akuntan: 

Meningkatkan daya saing di pasar kerja 

Dalam dunia kerja yang kompetitif, gelar sertifikasi akuntansi memberikan nilai tambah bagi CV-mu.

Pasalnya, perusahaan cenderung memilih kandidat yang memiliki kualifikasi tambahan yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi. 

Bagi fresh graduate, sertifikasi juga bisa menjadi bukti komitmen untuk terus belajar dan berkembang.

Menambah kredibilitas dan kepercayaan diri 

Sertifikasi bisa menjadi bukti nyata kompetensimu sekaligus pendukung skill akuntansi. Berkat sertifikasi, rekan kerja, atasan, hingga klien akan cenderung lebih percaya pada kemampuanmu.

Tak hanya itu, kamu juga akan merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas kompleks.

Kepercayaan ini sangat penting, mengingat profesi akuntan sering menangani data keuangan yang sensitif.

Membuka peluang karir yang lebih luas 

Dengan sertifikasi yang tepat, jalur kariermu tidak terbatas pada satu jenis peran saja.

Kamu bisa ‘menjelajahi’ berbagai bidang pekerjaan akuntansi, seperti auditor, akuntan publik, konsultan pajak, hingga analis keuangan.  

Selain itu, kamu juga memiliki kesempatan karier internasional melalui sertifikasi global, seperti CFA atau CIA.

Jadi, pastikan kamu memiliki jenis sertifikasi yang sesuai dengan tujuan kariermu.

Berpotensi meningkatkan penghasilan 

Akuntan bersertifikasi umumnya memiliki nilai tawar yang lebih tinggi di mata perusahaan. Pasalnya, perusahaan bersedia memberikan kompensasi lebih karena keahlianmu dianggap sebagai aset. 

Adapun sertifikasi juga sering menjadi syarat untuk promosi ke posisi senior atau manajerial.

Selain itu, mengantongi sertifikasi juga membuka peluang penghasilan tambahan melalui jasa profesional, seperti konsultasi pajak atau audit.

Bahkan, bukan tak mungkin karier independen, misalnya sebagai konsultan atau pemilik Kantor Jasa Akuntan juga terbuka luas.  

Dengan kata lain, sertifikasi jurusan akuntansi tidak hanya berdampak pada karier, tetapi juga pada stabilitas finansial jangka panjang.

Daftar Sertifikasi Akuntansi

Ilustrasi seorang akuntan sedang mengambil sertifikasi jurusan akuntansi. (Sumber: Pexels)

Memiliki sertifikasi akuntansi dapat menjadi nilai tambah yang signifikan di mata perusahaan.

Berikut jenis sertifikasi akuntansi yang paling umum dan relevan di dunia kerja: 

CPA (Certified Public Accountant) 

CPA adalah kepanjangan dari Certified Public Accountant, yakni sertifikasi untuk profesi akuntan publik.

Pemegang sertifikasi ini berwenang memberikan layanan audit eksternal, perpajakan, konsultasi keuangan, serta jasa assurance lainnya kepada perusahaan maupun institusi. 

Di Indonesia, sertifikasi CPA dikelola oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sertifikat ini menjadi standar utama bagi akuntan yang ingin berkarier di Kantor Akuntan Publik (KAP), baik nasional maupun internasional. 

Untuk memiliki sertifikasi CPA, kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut: 

  • Memiliki latar belakang pendidikan formal minimal S1 Akuntansi.
  • Memiliki pengalaman kerja 1–2 tahun di bawah supervisi CPA berlisensi.
  • Lulus ujian CPA IAPI yang mencakup:
    • Audit and Attestation (AUD)
    • Business Environment and Concepts (BEC)
    • Regulation (REG)
    • Financial Accounting and Reporting (FAR)
  • Mengajukan lisensi CPA dan resmi terdaftar sebagai anggota IAPI. 

Dengan gelar CPA, kamu memiliki kredibilitas tinggi sebagai akuntan publik serta akses ke jejaring dan peluang karier di tingkat global.

CMA (Certified Management Accountant) 

CMA atau CPMA ditujukan bagi akuntan manajemen yang berperan langsung dalam pengambilan keputusan bisnis internal perusahaan.

Fokusnya mencakup analisis keuangan, perencanaan strategis, pengendalian biaya, dan evaluasi kinerja. 

Di Indonesia, sertifikasi ini dikelola oleh Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI).

CPMA banyak dibutuhkan di perusahaan besar, multinasional, dan organisasi dengan struktur keuangan yang kompleks. 

Untuk mengikuti ujian CPMA, kamu harus memenuhi persyaratan berikut: 

  • Menjadi anggota IAMI.
  • Memiliki latar belakang pendidikan akuntansi (S1/D4) atau jurusan lainnya dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang akuntansi/keuangan.
  • Peserta tanpa pengalaman kerja tetap diperbolehkan mengikuti ujian CPMA. Namun, sertifikat akan diberikan apabila lulus CPMA dan syarat pengalaman kerja sudah terpenuhi.
  • Mengisi formulir dan melakukan pembayaran biaya sertifikasi akuntansi sesuai jumlah paket yang diambil. Khusus paket Level 3 hanya boleh diambil oleh peserta ujian yang sudah memiliki 3 tahun pengalaman kerja. 

Dalam praktiknya, sertifikasi CPMA memperkuat posisi kamu sebagai mitra strategis manajemen, bukan sekadar pengolah angka.

CA (Chartered Accountant) 

Chartered Accountant (CA) adalah sertifikasi profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sertifikasi ini memiliki standar kompetensi tinggi dan diakui secara internasional. 

Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari level dasar hingga lanjutan. Setiap level dirancang untuk membangun pemahaman teknis, profesionalisme, dan etika akuntan. 

Berikut syarat umum untuk mengikuti ujian CA: 

  • Memiliki kompetensi akuntansi sesuai level yang diikuti.
  • Terdaftar sebagai anggota IAI.
  • Melakukan pembayaran biaya sertifikasi sesuai ketentuan. 

Setelah lulus seluruh tahapan dan memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun, kamu berhak menyandang gelar Akuntan Beregister (AB).

Sertifikasi ini juga membuka peluang untuk mendirikan Kantor Jasa Akuntan (KJA). 

CFA (Chartered Financial Analyst) 

CFA adalah salah satu sertifikasi paling bergengsi di bidang keuangan dan investasi. Sertifikat ini diakui secara global dan banyak dibutuhkan di sektor perbankan, manajemen aset, dan pasar modal. 

Ujian CFA dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan menekankan analisis mendalam serta standar etika profesional. 

Adapun berikut adalah syarat mengikuti sertifikasi CFA:

  • Memiliki gelar sarjana dari jurusan apa pun atau pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang keuangan/akuntansi.
  • Terdaftar sebagai anggota CFA Institute.
  • Membayar biaya pendaftaran dan ujian sesuai level.
  • Menyelesaikan tiga tingkat ujian, yaitu Level I, II, dan III. 

Pemegang gelar CFA memiliki keunggulan kompetitif kuat, terutama untuk karier internasional di bidang investasi dan keuangan global.

Sertifikasi akuntansi lainnya 

Selain sertifikasi utama di atas, terdapat beberapa sertifikasi lain yang juga relevan dan dibutuhkan industri, yaitu: 

  • CIA (Certified Internal Auditor): Ditujukan bagi profesional audit internal. Sertifikasi ini menegaskan keahlian dalam manajemen risiko, pengendalian internal, dan kepatuhan perusahaan.
  • CGMA (Chartered Global Management Accountant): Sertifikasi akuntansi manajemen berskala global dengan pendekatan strategis. Cocok untuk profesional yang terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis jangka panjang.
  • SAS (Sertifikasi Akuntansi Syariah): Sertifikasi dari IAI untuk akuntan yang memahami prinsip akuntansi berbasis syariah. Banyak dibutuhkan di sektor perbankan dan keuangan syariah.
  • Sertifikasi BNSP (CAAT, CADE): Ditujukan bagi tenaga teknisi dan staf akuntansi pemula. Sertifikasi ini membuktikan kompetensi operasional dan teknis.
  • FRM (Financial Risk Manager): Cocok untuk profesional akuntansi yang fokus pada manajemen risiko keuangan. Sertifikasi ini dikelola oleh GARP dan diakui secara internasional.

Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi

Ilustrasi sertifikasi akuntansi untuk fresh graduate. (Sumber: Pexels)

Dalam praktiknya, sertifikasi akuntansi dapat membuka peluang karier dan memperkuat posisi kamu di pasar kerja.

Agar prosesnya berjalan efektif, berikut langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan: 

1. Pilih jenis sertifikasi sesuai tujuan karier 

Langkah awal yang paling penting sebelum mengambil sertifikasi adalah memahami arah karier yang ingin kamu bangun.

Pasalnya, setiap sertifikasi memiliki fokus kompetensi yang berbeda dan ditujukan untuk jalur pekerjaan tertentu.

Sebagai contoh, jika kamu bercita-cita menjadi akuntan publik dan terlibat dalam audit eksternal, CPA merupakan pilihan sertifikasi yang paling relevan.

Sertifikasi ini dibutuhkan untuk berkarier di Kantor Akuntan Publik dan memberikan jasa audit secara profesional. 

Sementara itu, jika kamu ingin berkarier sebagai akuntan manajemen yang terlibat dalam perencanaan keuangan, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan strategis perusahaan, sertifikasi CMA atau CPMA akan lebih sesuai. 

Menentukan sertifikasi sejak awal akan membantumu fokus dalam menyiapkan kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan.

2. Pelajari materi ujian dan siapkan strategi belajar 

Ujian sertifikasi akuntansi dikenal memiliki standar kompetensi yang tinggi. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama. 

Jadi, sebelum mengambil sertifikasi, pastikan kamu menyusun jadwal belajar yang realistis dan konsisten.

Pelajari silabus resmi dari lembaga penyelenggara agar materi yang dipelajari tepat sasaran. Kamu juga bisa memanfaatkan buku referensi, bank soal, serta simulasi ujian. 

Jika diperlukan, mengikuti kelas atau kursus persiapan dapat membantu memperdalam pemahaman. Program pelatihan, baik online maupun tatap muka, biasanya dirancang mengikuti standar ujian yang berlaku.

Salah satu contoh lembaga pelatihan yang bisa kamu jadikan referensi adalah Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA).

Secara garis besar, YPIA menyediakan pelatihan, workshop, serta program sertifikasi yang relevan bagi calon auditor internal. 

Lembaga ini juga bekerja sama dengan Institute of Internal Auditors (IIA), sehingga materi pembelajaran selaras dengan standar internasional. 

3. Daftarkan diri melalui lembaga resmi 

Setelah merasa siap, kamu dapat mendaftarkan diri melalui institusi resmi penyelenggara sertifikasi.

Pastikan seluruh persyaratan administratif sudah terpenuhi, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga dokumen pendukung.

Setelah itu, pilih jadwal ujian yang sesuai dengan kesiapan belajarmu. Pasalnya, beberapa sertifikasi menyediakan jadwal fleksibel sepanjang tahun, sementara yang lain hanya dibuka pada periode tertentu.

Mendaftarkan diri lebih awal juga memberi waktu tambahan untuk mempersiapkan hal-hal teknis menjelang ujian.

4. Siapkan anggaran biaya sertifikasi 

Biaya sertifikasi umumnya mencakup biaya pendaftaran, ujian, serta keanggotaan organisasi profesi. Besarannya bervariasi tergantung jenis sertifikasi dan lembaga penyelenggara. 

Selain biaya utama, kamu juga perlu mempertimbangkan pengeluaran tambahan, seperti: 

  • Biaya kursus atau kelas persiapan.
  • Pembelian buku dan materi belajar.
  • Biaya perpanjangan sertifikasi di masa depan.

Hingga saat ini, belum ada sertifikasi akuntansi profesional yang sepenuhnya gratis.

Namun, banyak perusahaan yang bersedia membantu pembiayaan sertifikasi sebagai bagian dari pengembangan karyawan.

Kesimpulan

Mengantongi sertifikasi akuntansi adalah langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitasmu sebagai seorang akuntan.

Beberapa pilihan sertifikasi yang relevan dengan dunia akuntansi adalah CPA, CMA/CPMA, CA, CFA, CIA, hingga FRM.

Sebelum mengambil sertifikasi, pastikan kamu sudah menentukan tujuan karier, baik di sektor publik, korporasi, maupun internasional.

Pasalnya, pilihan yang sertifikasi yang tepat akan membantumu membangun karier akuntansi yang berkelanjutan.

Ingat, sertifikasi bukan sekadar gelar! Namun, sertifikasi adalah investasi jangka panjang untuk membuka lebih banyak peluang, mulai dari peningkatan penghasilan hingga memperkuat posisi sebagai profesional di bidang akuntansi yang dipercaya industri.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Sertifikasi Akuntansi

  1. Sertifikasi akuntansi mana yang paling sulit?
    ⁠CFA sering dianggap sebagai salah satu sertifikasi paling menantang. Pasalnya, materinya sangat luas dan mendalam, terutama di bidang analisis investasi, manajemen portofolio, dan etika profesional. Tingkat kelulusannya juga relatif rendah sehingga membutuhkan persiapan yang serius dan konsisten.
  2. Apakah sertifikasi akuntansi berlaku seumur hidup?
    ⁠Tidak selalu. Sebagian besar sertifikasi akuntansi memiliki masa berlaku tertentu. Pemegang sertifikat biasanya diwajibkan mengikuti program pengembangan profesional berkelanjutan atau memperpanjang keanggotaan agar sertifikasi tetap aktif.
  3. Bagaimana cara menjaga sertifikasi tetap valid?
    ⁠Kamu perlu mematuhi ketentuan dari organisasi profesi yang menerbitkan sertifikasi. Umumnya, ini mencakup pemenuhan jam pelatihan lanjutan, pembayaran iuran keanggotaan, serta kepatuhan terhadap kode etik profesi.
  4. Sertifikasi apa yang paling cocok untuk fresh graduate akuntansi?
    Fresh graduate sebaiknya menyesuaikan sertifikasi dengan rencana karier jangka panjang. Jika tertarik ke audit dan akuntansi publik, CPA bisa menjadi target utama, meski biasanya membutuhkan pengalaman kerja terlebih dahulu. Untuk jalur korporasi, CMA atau sertifikasi teknis dasar juga dapat menjadi langkah awal yang realistis.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.