Dalam dunia bisnis yang kompleks, peran pengelola keuangan sangat krusial untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan.
Nah, dua peran yang sering kali disalahartikan dalam pengelolaan keuangan adalah staff accounting dan finance.
Dalam praktiknya, staff accounting dan finance memang berhubungan erat dengan pengelolaan keuangan. Namun, tugas, tanggung jawab, dan keterampilan yang dibutuhkan dua posisi itu berbeda.
Memahami perbedaan kedua peran tersebut penting bagi kamu yang ingin meniti karier di bidang keuangan.
Dalam artikel ini, akan ada penjelasan lengkap soal perbedaan staff accounting dan finance, mulai dari tugas, tanggung jawab, hingga skill yang dibutuhkan. Yuk, kita pelajari bersama!
Memahami perbedaan antara staff accounting dan finance sangat penting karena masing-masing peran memiliki tanggung jawab berbeda. Namun, keduanya tetap saling melengkapi dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan keuangan perusahaan.
Dengan memahami peran dan tanggung jawab kedua posisi tersebut, perusahaan dapat memastikan setiap aspek keuangan dikelola dengan tepat. Mulai dari pencatatan dan pelaporan transaksi hingga perencanaan dan analisis keuangan strategis.
Bagi kandidat atau pelamar kerja, memahami perbedaan staff accounting dan finance dapat membantumu memilih jalur karier yang sesuai minat dan keterampilan, serta engembangkan kompetensi yang diperlukan untuk sukses di bidang yang kamu pilih.
Dilansir dari Accounting.com, staff accounting adalah profesional yang bertanggung jawab atas pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Seorang staf akuntan memastikan bahwa semua transaksi keuangan, seperti pembelian, penjualan, pengeluaran, dan penerimaan kas, dicatat dengan akurat dan sistematis.
Tugas staff accounting meliputi proses mencatat, mengklasifikasi, dan meringkas transaksi keuangan perusahaan.
Mencatat transaksi keuangan berarti mencatat setiap penjualan, pembelian, pembayaran, dan penerimaan kas, ke dalam sistem akuntansi perusahaan dengan akurat dan tepat waktu.
Transaksi keuangan kemudian dikelompokkan atau diklasifikasikan ke dalam kategori yang sesuai, seperti aset, kewajiban, pendapatan, dan pengeluaran, untuk memudahkan analisis dan pelaporan.
Selanjutnya, staff accounting juga perlu meringkas transaksi keuangan dengan menyusun laporan yang memberikan gambaran keseluruhan tentang kondisi keuangan perusahaan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.
Staff accounting memiliki tanggung jawab yang luas dan krusial dalam mengelola aspek keuangan perusahaan. Berikut ini beberapa di antaranya:
Seorang akuntan bertanggung jawab menyusun laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.
Nantinya, Laporan digunakan oleh manajemen, pemegang saham, dan pihak eksternal lainnya untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Staff accounting harus melakukan pencatatan transaksi dengan teliti, mengklasifikasikan setiap transaksi ke dalam kategori yang tepat, serta melakukan verifikasi atas semua data yang dimasukkan ke dalam sistem akuntansi.
Staff accounting juga harus mampu memastikan bahwa catatan transaksi perusahaan sesuai dengan catatan di bank melalui proses rekonsiliasi bank.
Hal ini penting untuk mendeteksi dan memperbaiki ketidaksesuaian yang mungkin terjadi.
Akuntan juga bertanggung jawab untuk menghitung, menyusun, dan melaporkan kewajiban pajak perusahaan, serta memastikan perusahaan mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.
Agar bisa menjalankan tugas dengan efektif, seorang staff accounting perlu memiliki keterampilan yang esensial, yaitu:
Staff accounting harus mampu menganalisis data keuangan untuk mengidentifikasi tren, anomali, atau potensi masalah dalam catatan keuangan perusahaan.
Skill analisis data penting untuk membantu memastikan akurasi laporan dan memberikan wawasan yang berguna bagi manajemen.
Untuk menjalakan tugasnya, staff accounting harus memiliki pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip akuntansi, seperti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).
Prinsip akuntansi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat dan dilaporkan sesuai dengan standar yang berlaku.
Ketelitian adalah keterampilan paling mendasar, mengingat staff accounting akan bekerja dengan angka dan data keuangan yang harus akurat.
Baca Juga: Bukan Hanya Akuntan Publik, Berikut Jenjang Karir Akuntansi
Secara garis besar, staff finance adalah profesional yang berfokus pada pengelolaan keuangan perusahaan secara strategis dan operasional.
Adapun menurut NetStuit, staff finance bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki sumber daya keuangan yang cukup guna menjalankan operasional sehari-hari serta mencapai tujuan jangka panjang.
Staff finance bertugas melakukan analisis keuangan yang mendalam untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, mengidentifikasi tren, dan mengevaluasi efektivitas strategi bisnis.
Berbagai tugas itu meliputi perhitungan rasio keuangan, analisis profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas, serta membuat laporan analisis yang dapat digunakan oleh petinggi perusahaan untuk pengambilan keputusan.
Staff finance memiliki tanggung jawab yang penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan finansial perusahaan. Berikut beberapa tanggung jawab yang diemban staf keuangan:
Perencanaan melibatkan penyusunan strategi dan rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan.
Staff keuangan juga bertanggung jawab untuk mengelola portofolio investasi perusahaan. Tanggung jawab ini melibatkan analisis pasar, pemilihan investasi yang tepat, dan pemantauan kinerja investasi.
Identifikasi dan mitigasi risiko keuangan juga mennjadi tanggung jawab penting dari staf keuangan.
Staff finance harus mampu mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan, seperti fluktuasi suku bunga, risiko mata uang, atau risiko kredit, dan mengembangkan strategi untuk mengurangi dampak dari risiko tersebut.
Finance staff bertanggung jawab untuk mengembangkan anggaran tahunan, yang mencakup estimasi pendapatan dan pengeluaran untuk seluruh departemen perusahaan.
Mereka perlu memastikan bahwa alokasi dana sesuai dengan prioritas strategis perusahaan dan bahwa sumber daya digunakan secara efisien.
Agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, seorang finance memerlukan berbagai keterampilan yang spesifik dan mendalam, seperti:
Kemampuan untuk menganalisis laporan keuangan, memahami rasio keuangan, dan menginterpretasikan data keuangan adalah keterampilan esensial.
Staff finance harus bisa menganalisis kinerja keuangan perusahaan, mengidentifikasi tren, dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengambilan keputusan.
Pengetahuan tentang pasar keuangan, instrumen investasi, dan mekanisme suku bunga sangat penting untuk profesi staf keuangan.
Staff finance harus dapat mengevaluasi pilihan investasi dan pendanaan, serta memahami bagaimana fluktuasi pasar dapat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
Kemampuan ini memungkinkan finance staff untuk melihat gambaran besar dari posisi keuangan perusahaan, dan bagaimana setiap keputusan finansial akan mempengaruhi masa depan bisnis.
Dalam peran sebagai staff accounting dan staff finance, terdapat beberapa perbedaan dalam tugas utama dan keterampilan yang diperlukan. Berikut rinciannya:
Staff Accounting | Staff Finance |
Mencatat dan mengklasifikasikan transaksi keuangan | Perencanaan, pengelolaan, dan analisis keuangan |
Mengukur kontribusi sumber dana | Membuat strategi keuangan untuk mencapai tujuan bisnis |
Menyusun laporan keuangan | Mengelola anggaran dan investasi |
Melakukan rekonsiliasi akun | Melakukan analisis risiko dan profitabilitas |
Memastikan kepatuhan dengan peraturan akuntansi | Menyusun proyeksi keuangan |
Mengelola pajak dan laporan pajak |
Staff Accounting | Staff Finance |
Ketelitian dan perhatian terhadap detail | Analisis keuangan yang mendalam |
Pemahaman mendalam tentang prinsip akuntansi | Pemikiran strategis dan kemampuan perencanaan |
Kemampuan dalam menggunakan perangkat lunak akuntansi | Penguasaan perangkat lunak keuangan dan analitik |
Keterampilan rekonsiliasi dan audit | Kemampuan komunikasi untuk menyampaikan rekomendasi |
Pemahaman terhadap peraturan pajak | Kemampuan problem-solving dan pengambilan keputusan |
Karena punya peran penting dalam perusahaan, staff accounting dan staff finance menawarkan prospek kerja yang menarik dengan jalur pengembangan karier yang dapat membawamu ke posisi strategis
Berikut beberapa prospek karier staff accounting dan finance:
Akuntan publik memiliki peran penting dalam menyediakan layanan akuntansi dan keuangan kepada berbagai klien, mulai dari individu, bisnis kecil, hingga perusahaan besar.
Jika ingin mengambil karier satu ini, kamu harus mempersiapkan diri dengan sertifikasi yang relevan, memperluas pengetahuan teknis, dan terus membangun jaringan profesional.
Berbeda dengan akuntan publik yang bekerja dengan pihak luar seperti klien atau auditor, akuntan manajemen bekerja di dalam perusahaan.
Tugasnya adalah membantu manajemen dalam merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan strategis yang berkaitan dengan keuangan.
Staff accounting ternyata juga bisa beralih ke peran sebagai internal auditor.
Di posisi ini, kamu akan mengevaluasi efektivitas proses dan sistem internal perusahaan, mengidentifikasi area untuk perbaikan, serta memastikan bahwa semua prosedur keuangan berjalan dengan baik dan efisien.
Seiring dengan pengalaman dan keterampilan yang diperoleh, seorang staff finance dapat menempuh berbagai jalur karier yang strategis dalam dunia keuangan, seperti:
Sebagai financial analyst, kamu akan menganalisis laporan keuangan, membuat proyeksi keuangan, mengevaluasi performa investasi, dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang keputusan investasi dan pengelolaan dana.
Dalam karier ini, kamu akan bertugas mengawasi tim keuangan, mengelola laporan keuangan, merencanakan strategi keuangan, serta memberikan analisis dan rekomendasi untuk keputusan bisnis.
Perencana keuangan (financial planner) adalah profesional yang membantu individu atau perusahaan dalam mengelola dan merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.
Kamu bertanggung jawab untuk menganalisis situasi keuangan klien secara menyeluruh, termasuk pendapatan, pengeluaran, aset, dan liabilitas.
Memahami perbedaan tugas accounting dan finance adalah hal penting bagi siapa pun yang ingin berkarier di bidang keuangan.
Meskipun kedua peran ini sama-sama berhubungan dengan pengelolaan keuangan, tugas dan keterampilan yang dibutuhkan sangat berbeda.
Staff accounting lebih fokus pada pencatatan, pengklasifikasian, dan pelaporan transaksi keuangan untuk memastikan keakuratan data keuangan perusahaan.
Di sisi lain, staff finance lebih berperan dalam perencanaan keuangan, pengelolaan investasi, dan strategi keuangan jangka panjang untuk mendukung tujuan bisnis.
Adapun gaji staff accounting dan staff finance terbilang sangat kompetitif.
Menurut data Jobstreet, rata-rata gaji akuntan di Indonesia mencapai Rp 4.350.000 hingga Rp 7.350.000 per bulan. Angka itu tentu bisa lebih tinggi, tertgantung dari pengalaman, jabatan, dan lokasi kerja.
Bagaimana? Tertarik bekerja sebagai staff accounting dan staff finance? Temukan banyak lowongan kerja staff accounting dan staff finance hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KariKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Baca Juga: Cara Menjadi Analis Keuangan di Bank Ritel dan Jenjang Kariernya