Menghadapi pemutusan hubungan kerja atau layoff dapat menjadi salah satu momen paling sulit bagi seorang pekerja.
Namun, banyak individu yang berhasil melalui situasi layoff dan mampu melanjutkan karir dengan lebih baik, lho.
Seperti kata Vivek Gulati, salah satu karyawan Google yang terkena layoff pada 2023, layoff dapat dilihat sebagai peluang untuk tumbuh dan membawa perspektif baru dalam karir berikutnya.
Bagi kamu yang baru saja mengalami layoff, ada cara cerdas menulis pengalaman itu di CV dan cover letter agar tetap memberikan kesan positif kepada HRD.
Yuk, cari tahu bagaimana menjelaskan layoff di CV agar tetap menarik minat HRD dalam artikel ini.
Menulis keterangan tentang layoff di CV dan cover letter bukanlah hal sepele.
Cara penulisannya adalah langkah penting yang dapat memengaruhi pandangan HRD terhadap kamu sebagai kandidat pelamar kerja. Berikut alasan lengkapnya:
HRD sangat menghargai kandidat berintegritas secara profesional, yang merupakan kualitas penting dalam dunia kerja.
Dengan jujur mencantumkan keterangan layoff di CV, kamu sudah membangun kepercayaan dengan HRD secara tidak langsung.
Tanpa penjelasan yang jelas, rekruter mungkin berasumsi kalau layoff yang kamu alami terjadi karena kinerja buruk atau alasan negatif lainnya.
Untuk menghindari kesalahpahaman, kamu perlu memberikan alasan yang tepat, terutama jika layoff terjadi di luar kendali.
Alih-alih fokus pada aspek negatif, kamu dapat menyoroti bagaimana layoff menjadi kesempatan baru untuk belajar dan berkembang.
Misalnya dengan mengeksplor skill baru yang sedang banyak dibutuhkan selama masa transisi.
Mampu beradaptasi di tengah tantangan merupakan kualitas yang sangat dicari banyak perusahaan saat ini.
Dengan penjelasan tepat disertai bukti kegiatan produktif, kamu bisa menunjukkan bahwa layoff bukan akhir dari karier.
Cara menulis layoff di CV membutuhkan strategi yang cermat agar bisa memberikan kesan profesional kepada perusahaan atau HRD.
Berikut cara menulis layoff di CV dengan tepat dan benar:
Menggunakan istilah yang tepat dapat membantu mengurangi kesan negatif dari layoff.
Alih-alih langsung menyebut “layoff”, kamu dapat menggunakan frasa yang lebih netral, seperti "Periode transisi karir", "Pencarian pekerjaan aktif", atau "Peningkatan keterampilan".
Menurut Investopedia, layoff kebanyakan terjadi karena faktor eksternal. Misalnya restrukturisasi organisasi, ekspansi bisnis, maupun perubahan regulasi internal.
Nah, kamu bisa tekankan alasan tersebut di CV saat menjelaskan bagian career break akibat layoff.
Meskipun mengalami layoff, pastikan isi CV tetap fokus pada pencapaian dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Misalnya dengan mencantumkan berapa persen ketercapaian KPI di pekerjaan sebelumnya, atau sertifikasi kerja dan bahasa asing.
PT Prima Teknologi Inovasi
Periode Transisi Karir
|
PT Cipta Solusi Digital Tugas dan tanggung jawab:
Alasan berhenti: Terkena dampak pengurangan karyawan karena kondisi finansial perusahaan (layoff). |
Baca Juga: PHK dan Persiapan untuk Mengatasinya
Selain di dalam CV, kamu juga bisa menjelaskan informasi layoff beserta alasannya di dalam cover letter.
Bagaimana caranya agar tetap bisa meyakinkan HRD? Kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
Meskipun layoff terjadi karena faktor internal perusahaan, sebaiknya tetap jelaskan secara singkat dengan positif.
Misalnya, “Posisi berakhir sehubungan dengan perubahan strategi dan arah bisnis perusahaan.”
Hindari nuansa kritik terhadap perusahaan sebelumnya. Dengan begitu, HRD akan menilaimu sebagai kandidat yang profesional dan tidak menyalahkan keadaan.
Tunjukkan bahwa kamu menghadapi layoff dengan optimis dan produktif.
Misalnya, kamu menjelaskan pengalaman mengikuti kursus untuk eksplor skill baru, memulai bisnis kecil-kecilan, mengambil proyek freelance, atau berkontribusi pada proyek komunitas.
Hal ini membuktikan bahwa kamu tidak berhenti berkembang selama masa transisi.
Dikutip dari Allance Virtual Offices, layoff bisa menjadi kesempatan emas untuk refleksi hidup dan arah karier, serta membangun skill baru.
Isi masa transisi selama layoff dengan kegiatan produktif. Lalu, jelaskan bahwa pengalaman tersebut dapat berkontribusi dalam pekerjaan selanjutnya.
"Selama masa pandemi, PT. Prima Cipta harus melakukan restrukturisasi besar-besaran akibat penurunan pasar, dan posisi saya sebagai Manajer Proyek termasuk yang terdampak. Meskipun pemutusan hubungan kerja ini tidak terduga, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri. Saya memanfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan sertifikasi di bidang manajemen proyek (PMP) dan mengambil beberapa proyek freelance yang memperkuat keterampilan dalam pengelolaan tim dan efisiensi operasional. Dengan kombinasi pengalaman kerja selama tiga tahun di PT. Prima Cipta dan keterampilan baru yang saya kembangkan, saya merasa sangat siap untuk memberikan kontribusi positif di PT. Kreatif Digital Nusantara." |
Kepada Yth. Bapak/Ibu Saya menulis surat ini untuk melamar posisi Marketing Specialist di PT Kreatif Digital Nusantara. Sebelumnya, saya bekerja sebagai Digital Marketing Manager di PT Prima Cipta selama tiga tahun. Di sana, saya bertanggung jawab atas pengelolaan kampanye digital yang berhasil meningkatkan brand awareness sebesar 40% dalam satu tahun. Namun, pada Juni 2023, perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan dan terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja, yang turut memengaruhi posisi saya. Meski demikian, pengalaman tersebut memberikan saya kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dalam strategi pemasaran digital dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan. Saya yakin pengalaman dan keterampilan yang saya miliki sangat relevan untuk posisi ini, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi tim Anda. Terima kasih atas perhatiannya, dan saya berharap dapat berdiskusi lebih lanjut. Hormat saya, [Dani Fahreza] |
Menjawab pertanyaan tentang layoff saat wawancara tentu bisa terasa menegangkan bagi banyak orang.
Tapi, tenang. Kamu tetap bisa memberikan jawaban positif dan meyakinkan dengan tips berikut:
HRD biasanya akan bertanya alasan layoff untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi tersebut. Contoh pertanyaannya bisa seperti:
Untuk menjawab pertanyaan tentang layoff, siapkan jawaban ringkas, fokus pada alasan yang netral, dan hindari menyalahkan perusahaan atau situasi.
Contoh: “Kondisi perusahaan mengalami restrukturisasi besar akibat penurunan pasar global, dan posisi saya termasuk yang terdampak sebagai bagian dari langkah tersebut.”
Ketika mendapat pertanyaan soal layoff, usahakan tetap percaya diri dan jujur tanpa menjelaskan terlalu detail.
Jawaban yang ringkas dan tegas dapat meminimalisir pertanyaan beruntun yang mungkin akan merugikanmu.
Selain itu, sikap percaya diri akan membuat rekruter melihat kamu sebagai individu yang mampu menghadapi tantangan dengan profesionalisme.
Contoh: “Posisi saya terkena dampak pengurangan staf setelah merger perusahaan. Hal ini bukan terkait dengan performa saya, melainkan kebijakan strategis perusahaan. Saya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengevaluasi karier dan meningkatkan keterampilan.”
Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada HRD bahwa kamu tidak hanya mampu mengatasi situasi sulit, tapi juga tumbuh dan belajar dari pengalaman layoff.
Ceritakan langkah positif yang kamu ambil setelah layoff, seperti pelatihan, sertifikasi, atau proyek yang dikerjakan.
Setelah itu, jelaskan bagaimana hal tersebut relevan dengan posisi baru.
Contoh: “Meskipun awalnya layoff adalah tantangan, saya menganggapnya sebagai kesempatan untuk meningkatkan diri.
Saya mengikuti kursus manajemen proyek dan berhasil mendapatkan sertifikasi PMP, yang semakin memperkuat kemampuan saya dalam mengelola tim dan proyek secara efektif.
Pengalaman ini membuat saya lebih tangguh dan siap untuk berkontribusi lebih baik di perusahaan Anda.”
Layoff bukanlah hambatan dalam perjalanan karier. Justru, momen itu bisa jadi pemicu langkah baru untuk karier yang lebih baik.
Terima dan sikapi layoff sebagai kesempatan untuk mengeksplor hal baru. Hal ini akan membantu kamu memiliki resiliensi dalam situasi sulit.
Untuk penulisan layoff di CV dan cover letter, fokuskan pada pencapaian, keterampilan baru, dan sikap proaktif. Dengan begitu, kamu dapat memperlihatkan kesiapan menghadapi tantangan baru pada posisi yang dilamar.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Baca Juga: Walk in Interview: Arti, Persiapan, Contoh, dan Tipsnya