Kamu karyawan full-time yang ingin mencari peluang karier baru? Tenang, kamu tidak sendirian dan itu merupakan hal wajar, kok.
Dikutip dari Inc.com, sebanyak 56% karyawan full-time ternyata ingin mencari pekerjaan baru, dan 27% di antaranya sudah mulai mencari lowongan kerja.
Namun, bagaimana kalau kamu mendapat undangan interview saat masih bekerja?
Di satu sisi, kamu ingin menjaga komitmen terhadap pekerjaan saat ini. Tapi, di sisi lain, kesempatan untuk mengembangkan diri di tempat baru terlalu sayang untuk dilewatkan.
Pada dasarnya, menjalani interview saat masih bekerja merupakan hal umum di kalangan karyawan.
Tapi, bagaimana cara menjawab interview jika masih bekerja? Yuk, kita bahas bersama melalui ulasan berikut!
Manajemen waktu dan profesionalisme yang baik merupakan kunci utama untuk menunjang keberhasilan interview saat masih bekerja.
Dengan begitu, kamu bisa tetap ikut interview tanpa mengorbankan tanggung jawab pada pekerjaan saat ini.
Nah, interview saat masih kerja bisa kamu capai dengan melakukan persiapan yang matang. Berikut hal-hal yang perlu kamu lakukan:
Setelah yakin untuk mencari peluang karier baru, segera tentukan apa yang sebetulnya menjadi prioritas kamu.
Cobalah evaluasi kebutuhan kariermu dan pastikan bahwa posisi yang kamu lamar benar-benar sesuai dengan tujuan jangka panjang.
Dengan begitu, kamu tidak akan mengorbankan waktu, tenaga, dan tanggung jawab pada pekerjaan saat ini untuk sesuatu yang tidak relevan.
Setelah menetapkan prioritas, kamu bisa mulai mencari pekerjaan baru tanpa mengganggu performa di tempat kerja saat ini.
Tetaplah fokus pada pekerjaan utama sambil mencari cara efisien untuk mempersiapkan interview.
Sebelum mengirim formulir lamaran kerja, lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan posisi yang kamu incar.
Pelajari visi, misi, nilai-nilai, dan budaya kerjanya. Informasi tersebut biasanya tersedia di situs web resmi perusahaan, media sosial, atau ulasan karyawan di platform seperti Jobstreet by SEEK.
Kemudian, pahami peran, tanggung jawab, skill yang dibutuhkan, serta tantangan yang mungkin akan kamu hadapi.
Inisiatif melakukan riset mendalam akan membantumu mempersiapkan jawaban yang relevan ketika interview.
Sudah mendapat undangan interview dari HRD di calon tempat kerja baru? Sebaiknya, kamu tidak buru-buru menyetujui jadwal interview-nya.
Pastikan dulu kamu tidak mempunyai komitmen atau tanggung jawab utama yang harus dikerjakan pada tanggal tersebut.
Jika memungkinkan, usahakan untuk menjadwalkan sesi wawancara kerja di luar jam kerja. Misalnya, saat istirahat siang atau setelah jam kerja selesai.
Menawarkan opsi interview di luar jam kerja dapat membantumu menjaga profesionalisme di kantor yang sekarang.
Tak kalah penting, tanyakan tentang durasi interview kepada HRD. Kalau ternyata butuh waktu lebih lama, sebaiknya izinlah kerja setengah hari atau manfaatkan hak cuti tahunanmu.
Berbekal persiapan yang matang, kamu bisa menjalani interview kerja tanpa harus mengorbankan tanggung jawab sebagai karyawan di perusahaan sekarang.
Supaya prosesnya berjalan lancar, perhatikan tips interview saat masih bekerja berikut ini:
Selalu berikan jawaban yang jujur dan profesional saat interview kerja.
Hindari memberikan kesan negatif terhadap perusahaan saat ini. Misalnya, menyalahkan atasan atau situasi.
Fokuslah pada alasan positif. Baik untuk mengembangkan keterampilan, mencari tantangan baru, atau menginginkan lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan tujuan kariermu.
Berikut contoh jawaban yang bisa kamu jadikan referensi untuk pertanyaan soal alasan pindah kerja:
“Saat ini, saya merasa telah memberikan kontribusi maksimal. Jadi, saya ingin mencari peluang baru dan melangkah ke posisi yang memungkinkan saya untuk belajar lebih banyak, terutama di bidang digital marketing.”
Saat interview, tunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami peran dan tanggung jawab posisi yang dilamar.
Jelaskan mengapa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut. Misalnya, karena budaya kerja atau inovasi yang mereka lakukan.
Lalu, kaitkan pula jawabanmu dengan visi-misi perusahaan atau tanggung jawab pada posisi yang kamu incar.
Berikut contohnya:
“Saya terkesan dengan inisiatif transformasi digital yang dilakukan perusahaan ini. Jadi, saya ingin berkontribusi dengan pengalaman saya dalam bidang IT.”
Siapkan contoh pencapaian konkret yang relevan untuk posisi incaranmu di calon perusahaan baru.
Jelaskan bagaimana kontribusimu berdampak pada pekerjaan saat ini. Jika perlu, sertakan data atau angka spesifik untuk menunjukkan keberhasilanmu.
Supaya jawabanmu lebih terstruktur, pertimbangkan untuk menggunakan metode STAR atau Situation, Task, Action, dan Result. Berikut rinciannya:
Jawaban interview saat masih kerja dengan menggunakan metode STAR bisa seperti ini:
“Saya pernah memimpin proyek untuk mengurangi waktu penyusunan laporan keuangan. Dengan mengadopsi accounting software, saya berhasil memangkas waktu hingga 25%, sehingga efisiensi waktu dan biaya pun meningkat.”
Ketika interview, tunjukkan kepada HRD bahwa kamu adalah orang yang disiplin dan profesional.
Jelaskan bagaimana kamu mampu membagi waktu secara efektif antara pekerjaan saat ini dan persiapan interview.
Contohnya bisa seperti ini:
“Saya memastikan agar semua tanggung jawab di pekerjaan saat ini selesai dengan baik dan tepat waktu sebelum mengikuti proses interview di luar jam kerja.”
Jawaban tersebut dapat menunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang menghormati peran dan tanggung jawab di tempat kerja saat ini.
Di waktu yang sama, kamu tampak tetap bisa proaktif dalam mengikuti proses rekrutmen.
Persiapkan dirimu untuk menjawab pertanyaan tricky saat interview.
Biasanya, rekruter akan bertanya mengapa kamu mencari pekerjaan baru walaupun sudah berstatus sebagai karyawan full-time.
Jawablah pertanyaan tersebut dengan fokus pada karier, bukan ketidakpuasan.
Misalnya seperti, “Saya mencari peran yang lebih sesuai dengan keterampilan saya. Saya melihat bahwa perusahaan Anda memiliki peluang yang sejalan dengan tujuan karier saya.”
Selain itu, pertanyaan seputar komitmen juga biasanya muncul ketika interview kerja.
Rekruter ingin tahu cara kamu mengelola waktu antara pekerjaan dan proses mencari peluang karier baru.
Untuk pertanyaan soal komitmen, kamu bisa menjawabnya dengan berfokus pada nilai profesionalisme, seperti contoh berikut ini:
“Saya sudah memastikan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik sebelum mengalokasikan waktu untuk mengikuti proses interview.”
Baca Juga: Cara Pindah Jalur Karier dan Tantangan Umum yang Sering Muncul
Ketika interview, ceritakan cara kamu beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja, terutama jika perubahan tersebut terjadi secara mendadak.
Berikan contoh nyata berdasarkan pengalamanmu sendiri. Misalnya:
“Saat perusahaan menerapkan sistem teknologi baru, saya dengan cepat mempelajari platform tersebut. Bahkan, saya juga dipercaya untuk melatih rekan kerja dalam mengoperasikan platform, sehingga proses transisi pun lancar.”
Tak kalah penting, tunjukkan juga kesiapanmu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Sampaikan bahwa kamu terbuka pada tantangan kerja yang baru.
Riset mendalam sebetulnya bisa dilakukan pada tahap persiapan interview.
Namun, tidak ada salahnya untuk kembali mempelajari detail perusahaan, mulai dari visi, misi, produk, hingga budaya kerja mereka.
Kemudian, jelaskan bagaimana pengalaman dan keterampilanmu akan berkontribusi pada proses pencapaian tujuan perusahaan.
Contoh jawaban yang bisa disampaikan:
“Berdasarkan hasil riset, saya memahami bahwa saat ini perusahaan sedang fokus pada ekspansi ke pasar global. Dengan pengalaman saya di bidang digital marketing, saya yakin dapat membantu mencapai tujuan tersebut.”
Siapkan portofolio atau dokumen pendukung, seperti laporan proyek atau presentasi, untuk menunjang kredibilitasmu.
Bagi yang melamar kerja di bidang teknis atau kreatif, kamu tidak perlu melampirkan semua karya yang pernah dibuat. Cukup pilih beberapa karya paling relevan untuk posisi yang kamu lamar.
Misalnya untuk posisi content writer, kamu bisa menyertakan 3–5 artikel atau campaign paling sukses yang pernah dikerjakan.
Atau jika melamar sebagai desainer grafis, tunjukkan karya visual yang sesuai dengan identitas perusahaan incaran.
Dengan menerapkan tips interview saat masih bekerja, kamu pun bisa menjalani interview dengan lebih percaya diri.
Tak kalah penting untuk dipersiapkan, pelajari berbagai pertanyaan yang umumnya muncul saat interview nanti.
Mempelajari pertanyaan umum interview dapat membantumu mempersiapkan jawaban yang tepat. Yuk, cari tahu selengkapnya di bawah ini!
Melalui pertanyaan satu ini, rekruter ingin memahami alasanmu mencari pekerjaan baru, terutama dengan statusmu sebagai karyawan full-time di tempat kerja lain.
Oleh sebab itu, hindari menyalahkan atasan atau perusahaan dan fokuslah pada alasan positif.
Contoh jawaban:
“Saya merasa telah memberikan kontribusi maksimal di perusahaan saat ini. Mereka juga telah memberi saya kesempatan untuk mencapai banyak hal membanggakan.
Namun, saya ingin mencari tantangan baru yang memungkinkan saya untuk terus belajar dan berkembang, baik dari segi tanggung jawab maupun keterampilan.”
Rekruter memberikan pertanyaan terkait alasan melamar kerja untuk mencari tahu apakah kamu memahami peran dan tanggung jawab dari posisi yang dilamar.
Jawabanmu juga dapat memberi informasi apakah pengalamanmu relevan dengan posisi tersebut.
Contoh jawaban:
“Saya tertarik dengan posisi ini karena saya melihatnya sebagai langkah strategis untuk mengembangkan keahlian saya di bidang content writing.
Dengan pengalaman saya menulis artikel, saya yakin dapat memberikan kontribusi berarti, khususnya dalam mendukung proyek seperti peningkatan SEO website perusahaan.”
Pertanyaan ini ditujukan untuk memahami ekspektasimu terhadap peran yang diincar.
Rekruter juga ingin memastikan bahwa perusahaan mampu memenuhi harapanmu tersebut.
Untuk menjawabnya, sampaikan apa yang akan menjadi kontribusimu untuk perusahaan atau pengembangan profesional.
Contoh jawaban:
“Saya berharap mendapatkan peran yang memberikan lebih banyak ruang untuk belajar dan berkembang. Seperti terlibat aktif di event management, sehingga saya dapat melatih skill sebagai MC yang selama ini menjadi hobi.
Selain itu, saya juga mencari lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung inovasi, sehingga saya bisa memaksimalkan keterampilan saya untuk memberikan dampak positif.”
Melalui pertanyaan ini, rekruter hendak mencari tahu sejauh mana kamu memahami visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan, serta alasanmu memilih mereka.
Oleh karena itu, lakukan riset mendalam tentang perusahaan sebelum memberi jawaban interview saat masih kerja.
Contoh jawaban:
“Saya begitu terkesan dengan reputasi perusahaan yang inovatif di bidang FMCG. Komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sangat sejalan dengan nilai-nilai saya.
Saya yakin lingkungan kerja di perusahaan ini mampu mendorong saya untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik.”
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk menilai keseriusan kamu terhadap posisi yang dilamar.
Rekruter juga ingin memahami sejauh mana kamu sedang menjalani proses pencarian kerja.
Jadi, jawablah dengan jujur dan tunjukkan bahwa perusahaan mereka menjadi prioritasmu.
Contoh jawaban:
“Saat ini, saya sedang fokus pada peluang yang sejalan dengan tujuan karier saya, termasuk posisi ini.
Saya telah mempertimbangkan beberapa perusahaan. Tapi saya sangat tertarik dengan visi perusahaan ini karena saya rasa sangat cocok dengan keahlian saya.”
Rekruter mengajukan pertanyaan ini untuk memahami dorongan utama kamu dalam mencari pekerjaan baru.
Untuk menjawabnya, hindari menunjukkan ketidakpuasan di tempat kerja yang sekarang. Fokuslah pada alasan dan motivasimu untuk tumbuh, bukan hanya soal gaji.
Contoh jawaban:
“Motivasi utama saya adalah keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Itulah kenapa saya ingin mengambil peran yang memungkinkan saya untuk memanfaatkan skill.
Dari situlah saya akan bisa belajar hal-hal baru yang mampu meningkatkan nilai saya sebagai seorang professional.”
Baca Juga: 12 Contoh Surat Pengunduran Diri Kerja yang Baik dan Sopan
Mencari peluang kerja baru sebagai karyawan full-time sama sekali bukan hal mustahil.
Fakta di lapangan, banyak karyawan yang ingin pindah ke tempat kerja yang lebih baik karena berbagai alasan.
Jika nanti mendapat panggilan interview di perusahaan lain, lakukan persiapan matang agar prosesnya lancar tanpa harus mengorbankan tanggung jawabmu di perusahaan saat ini.
Pelajari juga cara menjawab interview jika masih bekerja sesuai tips dan contoh di atas.
Saat menjawab pertanyaan, hindari menyalahkan perusahaan yang sekarang. Fokuslah pada alasan positif seperti pengembangan diri atau peningkatan keterampilan.
Agar persiapan makin matang, kamu bisa berlatih wawancara dengan memanfaatkan fitur Practice Interview Builder di platform Jobstreet by SEEK.
Bagaimana? Sudah siap mencari peluang kerja dan karier baru?
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!