Perbedaan KPI Vs OKR, Mana yang Harus Dipakai?

Perbedaan KPI Vs OKR, Mana yang Harus Dipakai?
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 11 December, 2025
Share

Poin utama:

  • KPI dan OKR merupakan alat ukur kinerja. Perbedaannya, fokus KPI adalah hasil stabil jangka panjang, sedangkan OKR mendorong pencapaian ambisius jangka pendek.
  • KPI menilai efektivitas strategi lewat data masa lalu sehingga cocok bagi perusahaan yang sudah established.
  • OKR mengutamakan langkah strategis dan inovasi masa depan sehingga ideal bagi perusahaan dengan fast-pace-movement.
  • Dalam praktiknya, KPI dan OKR bisa digunakan berdampingan. KPI menjaga performa tetap konsisten, sedangkan OKR memicu terobosan baru.
  • Memilih antara KPI dan OKR harus berdasar tujuan strategis perusahaan agar benar-benar relevan dan memberi dampak nyata. 

Perusahaan mana pun pasti selalu berupaya mencapai target dan meningkatkan kinerja bisnis. Nah, dua alat populer yang sering digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah OKR dan KPI. 

OKR dan KPI memiliki fungsi yang sama, tapi pendekatannya berbeda. Perbedaan itulah yang sering membuat tim bingung saat menentukan alat ukur yang tepat untuk mencapai target atau kinerja. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan KPI dan OKR sejak awal.

Dengan begitu, kamu dapat memilih metode pengukuran kinerja yang paling sesuai, proses pencapaian tujuan, dan penetapan strategi bisnis perusahaan lebih terarah dan efisien.

Apa Itu KPI? 

Ilustrasi KPI atau Key Performance Indicators yang merupakan alat ukur dalam dunia kerja. (Sumber: Envato)

1. Definisi KPI 

KPI adalah singkatan dari Key Performance Indicators yang berarti alat untuk mengukur kinerja suatu organisasi atau performa karyawan maupun tim dalam mencapai target tertentu. 

KPI sering digunakan untuk memantau kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk aspek penjualan, kepuasan pelanggan, atau proyek spesifik.  

Fokus utama KPI adalah indikator kinerja utama yang menunjukkan seberapa baik performa perusahaan menuju pencapaian tujuan jangka panjangnya.

Dalam praktiknya, metode pengukuran KPI dilakukan berdasarkan lagging indicators atau data masa lalu yang digunakan untuk membantu mengukur tingkat ketercapaian target sebelumnya. 

Karena berbasis data yang sudah ada, target KPI pun sering bersifat kuantitatif dan sangat terukur. Misalnya, jumlah penjualan atau tingkat kepuasan pelanggan. 

2. Fungsi KPI dalam Bisnis 

Menurut Investopedia, fungsi utama KPI dalam bisnis adalah memberikan alat pengukuran yang memungkinkan perusahaan mengukur performa secara obyektif. 

KPI lebih berfokus pada pengukuran target kinerja jangka panjang, sehingga mampu memberi gambaran tentang efektivitas strategi bisnis yang telah diterapkan. 

KPI juga membantu mengidentifikasi performa di area bisnis mana yang perlu ditingkatkan, sebagai mitigasi risiko sebelum masalah besar muncul. 

Misalnya, jika tingkat kepuasan pelanggan turun, KPI yang tepat bisa menjadi acuan bagi manajemen untuk segera mengambil langkah atau kebijakan yang sesuai.  

3. Contoh KPI yang Umum Digunakan 

Dalam menentukan KPI, idealnya indikator tersebut perlu memenuhi prinsip SMART.

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh KPI yang umum digunakan untuk mengukur keberhasilan kinerja di berbagai sektor bisnis: 

- Tingkat kepuasan pelanggan 

KPI ini digunakan untuk mengukur seberapa puas pelanggan dengan produk atau layanan perusahaan.

Metode pengukurannya bisa melalui survei kepuasan, ulasan pelanggan, atau Net Promoter Score (NPS). 

Kepuasan pelanggan yang tinggi mencerminkan kualitas layanan baik dan loyalitas kuat. Dampaknya, pendapatan perusahaan pun bisa lebih profit. 

Contoh KPI: Mencapai skor NPS 45/100 atau lebih dalam waktu 6 bulan, berdasarkan hasil kinerja Q4 sebesar 42/100 poin. 

- Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) 

Contoh KPI yang satu ini berkaitan dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Pertumbuhan pendapatan didapatkan dengan cara mengukur peningkatan penjualan atau pendapatan perusahaan dari waktu ke waktu, entah itu secara bulanan, kuartalan, atau tahunan. 

Contoh target KPI: Mencapai pertumbuhan pendapatan 18% year-to-date di Q4 2025 menggunakan strategi marketing baru, dibandingkan periode Q4 2024 yaitu 16,5% year-to-date

- Customer Acquisition Cost (CAC) 

KPI ini menghitung biaya yang diperlukan untuk mendapat pelanggan baru. CAC penting untuk mengetahui tingkat efisiensi strategi pemasaran dan penjualan.

Dalam praktiknya, KPI ini membantu perusahaan mengoptimalkan anggaran pemasaran agar tidak boros. 

Contoh target KPI: Menurunkan rata-rata CAC hingga Rp80.000 per pelanggan baru selama Q2 dengan cara mengoptimalkan channel berbiaya tinggi, setelah di Q1 mencapai Rp88.000 per pelanggan baru. 

Mengenal OKR 

Ilustrasi OKR yang merupakan salah satu alat ukur kinerja dalam bisnis. (Sumber: Envato)

1. Definisi OKR 

OKR adalah singkatan dari Objectives and Key Results, yaitu sebuah framework untuk menetapkan tujuan yang jelas, serta hasil yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. 

Dikutip dari Balance Scorecard Institute, OKR awalnya dibuat oleh Intel dan dipopulerkan oleh Google. Alat ini sangat efektif untuk mencapai tujuan kedua perusahaan tersebut dengan cepat. 

Berbeda dengan KPI yang fokus pada hasil akhir, OKR lebih dinamis dan terfokus pada langkah kerja apa yang perlu diambil untuk mencapai hasil tersebut. 

Dalam OKR, objectives adalah tujuan besar yang ingin dicapai. Adapun key results adalah kunci atau hasil terukur yang menunjukkan bahwa tujuan tersebut telah tercapai. 

2. Struktur OKR 

Struktur Objective and Key Results terdiri dari dua bagian utama, yakni: 

- Objective 

Merupakan tujuan besar yang ingin dicapai oleh perusahaan atau tim.

Dalam penerapannya, perusahaan harus memiliki tujuan yang ambisius, inspiratif, dan jelas. Misalnya, "Meningkatkan brand awareness perusahaan”. 

- Key Results 

Merupakan hasil terukur yang menunjukkan seberapa jauh tujuan tersebut akan tercapai. Biasanya, setiap objective memiliki 3-5 key results

Contoh key result untuk objective di atas bisa berupa: "Meningkatkan traffic website sebesar 30% dalam 6 bulan" atau "Meningkatkan interaksi media sosial sebesar 50%". 

3. Contoh OKR 

Berikut ini beberapa contoh OKR yang umum diterapkan di berbagai perusahaan: 

- Objective: Meningkatkan brand awareness 

  • Key Result 1: Meningkatkan jumlah pengunjung website sebesar 40% dalam 6 bulan.
  • Key Result 2: Meningkatkan jumlah pengikut media sosial sebesar 50% dalam 3 bulan.
  • Key Result 3: Mempublikasikan 10 artikel di media besar dalam 6 bulan. 

Objective: Meningkatkan produktivitas tim penjualan 

  • Key Result 1: Melakukan 200 panggilan penjualan dalam satu bulan.
  • Key Result 2: Menghasilkan 50 prospek berkualitas setiap bulan.
  • Key Result 3: Meningkatkan konversi prospek sebesar 10% dalam satu kuartal. 

Baca Juga: Cara Membuat Action Plan di Dunia Kerja 

Perbedaan Utama KPI dan OKR 

Perbedaan KPI vs OKR. (Sumber: Envato)

Untuk mempermudah pemaham kamu, berikut adalah tabel rincian perbedaan KPI dan OKR.

Perbedaan kedua metode itu secara garis besar berfokus pada empat poin utama, yakni:  

Aspek Pembeda 

KPI 

OKR 

Tujuan 

Fokus pada pengukuran kinerja berdasarkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fokus pada pencapaian tujuan jangka pendek.

Pengukuran 

Berdasarkan data masa lalu (lagging indicator).

Mengukur progres secara real-time dengan leading indicator (memprediksi kondisi masa depan).

Waktu 

Sering digunakan untuk tujuan jangka panjang.

Sering digunakan untuk tujuan jangka pendek atau proyek spesifik.

Fokus utama 

Lebih spesifik dan terukur untuk mencapai target kinerja.

Lebih fleksibel dan berorientasi pada hasil inovatif.

Tips Memilih Menggunakan KPI atau OKR 

Ilustrasi seorang pimpinan divisi perusahaan sedang menjelaskan perbedaan KPI dan OKR saat rapat kerja. (Sumber: Envato)

Jika kamu ragu atau masih bingung saat ingin memilih KPI atau OKR untuk mengukur kinerja maupun keberhasilan, coba pertimbangkan beberapa faktor berikut: 

1. Ukuran Perusahaan 

Ukuran perusahaan merupakan faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih antara KPI dan OKR. 

Perusahaan besar 

Perusahaan besar yang memiliki struktur hierarki kompleks biasanya lebih cocok menggunakan KPI.

Umumnya, keberhasilan perusahaan diukur dalam jangka panjang, sehingga dibutuhkan pengawasan ketat terhadap kinerja harian dan bulanan. 

Di sinilah peran KPI. Alat ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pencapaian target kinerja jangka panjang secara terukur. Jadi, manajemen bisa memantaunya secara stabil dari sana. 

Startup 

Di sisi lain, perusahaan kecil seperti startup dengan pace kerja yang dinamis dan cepat akan cocok menggunakan OKR.

Hal itu tidak lepas dari karakter startup yang lebih fleksibel dengan perubahan karena fokusnya pada tujuan ambisius dalam waktu singkat. 

Selain itu, struktur organisasinya juga tidak terlalu hierarkis. Seperti dikutip dari Quantive, banyak startup cenderung mengadopsi metode OKR untuk memacu inovasi dan mengukur progres lebih cepat.  

OKR adalah metode yang lebih gesit. Framework-nya memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, serta fokus pada inisiatif jangka pendek yang berdampak besar. 

2. Jenis Industri 

Jenis industri juga perlu dipertimbangkan saat ingin menentukan penggunaan KPI atau OKR. 

Perusahaan mapan 

Industri yang sifatnya stabil, seperti manufaktur, perbankan, atau utilitas, sering kali lebih mengandalkan KPI. 

Alasannya, perusahaan di industri tersebut sudah memiliki pattern atau proses bisnis terstruktur dan stabil.

Fokus utama bisnisnya adalah menjaga sustainability, meningkatkan profit, dan menghindari risiko kerugian besar. 

Alhasil, perusahaan yang sudah stabil sangat membutuhkan pengukuran kinerja secara kuantitatif berdasarkan data masa lalu (seperti lagging indicator). 

Startup 

Sebaliknya, industri fast-pace-movement yang penuh inovasi, seperti teknologi, media, atau startup digital, cenderung memerlukan OKR.

Pasalnya, mereka berhadapan dengan perubahan yang cepat dan tantangan yang memerlukan respons gesit. 

Melalui OKR, perusahaan dapat menetapkan tujuan yang ambisius, mengarahkan tim untuk mencapai target tanpa dukungan data historis, dan mendorong terobosan baru.  

Meski dalam startup OKR dan KPI dapat digunakan bersamaan, tapi OKR memberi fleksibilitas lebih untuk mencapai tujuan strategis dengan key results yang terukur dan disesuaikan dengan perubahan industri secara cepat. 

3. Tujuan strategis 

Tujuan strategis perusahaan juga menjadi pertimbangan mendasar saat memilih antara KPI atau OKR. 

Perusahaan mapan 

Perusahaan yang memiliki fokus jangka panjang, seperti mencapai target finansial tahunan atau menjaga stabilitas pasar, akan lebih mudah jika menggunakan KPI.  

KPI memungkinkan perusahaan untuk tetap berada di jalur yang stabil dalam mencapai tujuan strategis secara terukur.

Sehingga, arah kerja perusahaan dalam jangka panjang fokus pada hal kritikal yang memengaruhi keberhasilan bisnis. 

Startup 

Namun, jika tujuan perusahaan lebih dinamis, seperti launching produk baru secara berkala, ekspansi ke pasar baru, atau menciptakan inovasi disruptif, OKR adalah pilihan yang tepat. 

OKR membantu perusahaan menetapkan objektif yang ambisius, serta memberikan key results yang jelas untuk membantu mencapai tujuan tersebut dalam waktu singkat.  

Adanya OKR juga membuat tim lebih berani mengambil risiko dalam rangka mencapai hasil inovatif yang mungkin tidak terduga. 

Baca Juga: Plan Do Check Act (PDCA): Siklus, Contoh, dan Penerapannya 

Kesimpulan 

Pilihan antara KPI dan OKR sangat bergantung pada apa yang ingin dicapai oleh perusahaan.

KPI adalah alat yang ideal untuk mengukur kinerja berdasarkan target yang terukur dan stabil. Sementara itu, OKR adalah metode yang lebih fleksibel dan mendorong inovasi. 

Dalam menentukan alat ukur, setiap perusahaan harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

Ingat, baik KPI dan OKR sama-sama berfungsi sebagai pegangan yang membantu perusahaan tetap on track. Maka, rumuskan keduanya secara matang dan detail, berdasarkan prinsip SMART yang realistis, ya!

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Perbedaan KPI dan OKR 

  1. Bisakah KPI dan OKR digunakan bersama-sama? 
    ⁠Ya, keduanya bisa digunakan secara bersamaan karena fungsinya tidak saling bertentangan. KPI berperan sebagai metrik untuk mengukur kinerja jangka panjang yang bersifat stabil dan berbasis data historis.

    ⁠Di sisi lain, OKR membantu menetapkan tujuan yang lebih fleksibel, ambisius, dan berjangka pendek. Kombinasi ini memungkinkan perusahaan tetap menjaga stabilitas operasional lewat KPI, sambil mendorong inovasi dan percepatan pertumbuhan lewat OKR.
  2. Apa saja kesalahan umum dalam menetapkan KPI dan OKR? 
    ⁠Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
    ⁠- Menetapkan target yang terlalu mudah atau justru tidak realistis.
    ⁠- Membuat indikator yang tidak terukur atau tidak relevan dengan tujuan bisnis.
    ⁠- Menetapkan terlalu banyak KPI atau OKR sehingga fokus tim terbagi.
    ⁠- Tidak melakukan evaluasi berkala.
    ⁠- Menetapkan target tanpa menyusun rencana eksekusi.
    ⁠- Tidak melibatkan tim dalam proses penyusunan.
  3. Bisakah KPI Dan OKR digunakan untuk individu? 
    ⁠Tentu bisa. KPI dapat diterapkan untuk menilai performa individu berdasarkan hasil kerja yang bersifat konsisten dan terukur, seperti jumlah penjualan atau tingkat kepuasan pelanggan.

    ⁠Sementara itu, OKR bisa membantu individu menetapkan tujuan pengembangan atau pencapaian yang lebih ambisius dalam periode tertentu, misalnya menguasai skill baru, meningkatkan kontribusi proyek, atau menyelesaikan inisiatif strategis.
  4. Bagaimana cara menyelaraskan KPI dan OKR dengan visi perusahaan?
    Kuncinya adalah memastikan bahwa setiap objectives dan key results yang ditetapkan mendukung tujuan perusahaan dan sejalan dengan visi strategisnya.

    ⁠Artinya, sebelum menetapkan metrik atau objektif, perusahaan perlu memastikan bahwa target tersebut berkontribusi pada arah besar bisnis. Misalnya pertumbuhan, efisiensi, inovasi, atau ekspansi pasar.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.