8 Contoh Surat Keterangan Penghasilan Karyawan dan Komponennya

8 Contoh Surat Keterangan Penghasilan Karyawan dan Komponennya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 05 February, 2026
Share

Poin utama: 

  • Surat keterangan penghasilan adalah dokumen resmi yang menjelaskan penghasilan karyawan lengkap dengan rinciannya.
  • Dokumen ini umum digunakan untuk keperluan kredit, visa, beasiswa, hingga lamaran kerja.
  • Isi surat harus mencakup identitas karyawan, rincian gaji, potongan, serta tanda tangan pejabat berwenang.
  • Format surat dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan, termasuk untuk karyawan kontrak, paruh waktu, hingga pekerja berbasis komisi.
  • Data dalam surat harus akurat dan diverifikasi agar dapat diterima instansi yang membutuhkan.

Mengurus berbagai kebutuhan administratif sering kali membutuhkan dokumen pendukung yang bisa membuktikan kondisi finansial seseorang.

Nah, salah satu dokumen yang paling sering diminta adalah surat keterangan penghasilan.

Meski terlihat sederhana, surat keterangan penghasilan memegang peran penting dalam proses verifikasi keuangan.

Pasalnya, instansi yang meminta dokumen tersebut perlu menilai apakah seseorang memiliki penghasilan yang stabil dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. 

Lantas, apa saja isi surat keterangan penghasilan, siapa yang bisa menerbitkannya, serta kapan dokumen ini dibutuhkan?

Yuk, pelajari lebih dalam apa sebenarnya surat keterangan penghasilan karyawan, fungsi utamanya, dan contoh penggunaannya untuk berbagai kebutuhan resmi dalam artikel ini! 

Apa Itu Surat Keterangan Penghasilan?

Ilustrasi seorang pegawai bank sedang membaca surat keterangan penghasilan karyawan. (Sumber: Envato)

Surat keterangan penghasilan adalah dokumen resmi yang berisi jumlah penghasilan karyawan beserta rincian komponennya selama periode tertentu.

Sama seperti slip gaji, surat keterangan penghasilan diterbitkan oleh perusahaan atau instansi tempat karyawan bekerja.

Sebagai bukti penghasilan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, keberadaan dokumen surat keterangan penghasilan memang penting.

Terlebih, bagi lembaga yang membutuhkan informasi finansial yang jelas sebelum menyetujui permohonan tertentu.

Biasanya, instansi meminta surat keterangan penghasilan untuk memastikan bahwa pemohon memiliki kemampuan finansial yang stabil.

Berikut beberapa contoh keperluan yang sering menjadikan surat keterangan penghasilan sebagai syarat: 

  • Pengajuan kredit dan pinjaman: Surat keterangan penghasilan menjadi syarat utama saat mengajukan kredit rumah (KPR), kredit kendaraan, ataupun pinjaman lainnya. Dokumen ini membantu pihak bank menilai kemampuan pemohon dalam memenuhi kewajiban cicilan.
  • Melamar pekerjaan: Beberapa perusahaan meminta surat keterangan penghasilan sebagai bukti bahwa pelamar pernah bekerja secara resmi dan memiliki penghasilan tetap di tempat sebelumnya.
  • Pengajuan beasiswa: Karyawan yang ingin mengikuti program beasiswa, baik dari perusahaan maupun lembaga pendidikan, umumnya perlu melampirkan surat keterangan penghasilan sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
  • Pengajuan visa: Ketika mengurus visa ke negara tertentu, pemohon perlu menunjukkan bukti bahwa mereka mampu membiayai hidup selama perjalanan. Surat keterangan penghasilan inilah yang menjadi salah satu dokumen pendukungnya. 

Bagian-bagian Surat Keterangan Penghasilan

Ilustrasi seorang dari divisi finance perusahaan swasta sedang membaca surat keterangan penghasilan karyawan. (Sumber: Envato)

Berikut adalah bagian-bagian yang umumnya ada di dalam surat keterangan penghasilan karyawan: 

1. Kop surat dan tanggal 

Kop surat berisi identitas resmi perusahaan atau instansi yang menerbitkan surat, seperti nama perusahaan, alamat, nomor telepon, email, serta logo.

Kehadiran kop surat menjadi bukti keaslian dan legalitas dokumen. Selain itu, tanggal penerbitan surat juga harus dicantumkan untuk menunjukkan bahwa data di dalam surat masih relevan dengan waktu permohonan. 

2. Identitas karyawan 

Bagian ini berfungsi untuk menjelaskan siapa pemilik penghasilan yang tercatat dalam surat. Informasinya harus akurat dan mencakup: 

  • Nama lengkap karyawan
  • Jabatan atau posisi
  • Nomor Induk Karyawan (NIK) atau nomor kepegawaian
  • Departemen atau divisi
  • Periode kerja (tanggal mulai bekerja atau status masa kerja) 

Identitas yang lengkap memudahkan pihak penerima untuk melakukan verifikasi. 

3. Rincian Penghasilan Karyawan 

Selanjutnya, dokummen surat keterangan penghasilan tentu wajib mencantumkan rincian penghasilan, bukan hanya nominal total.

Hal ini membantu menunjukkan bagaimana penghasilan tersebut terbentuk. Rinciannya mencakup:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan tetap (transportasi, makan, jabatan, komunikasi, dan lainnya)
  • Tunjangan tidak tetap (uang lembur, insentif harian, bonus periodik)
  • Komisi, jika pekerja memiliki struktur gaji berbasis penjualan 

Berbgai rincian di atas sangat penting agar instansi dapat memahami struktur penghasilan secara transparan.

4. Informasi pemotongan 

Selain pendapatan, surat keterangan penghasilan juga perlu mencantumkan potongan yang berlaku setiap bulan. Hal ini menunjukkan jumlah pendapatan bersih karyawan.

Contoh pemotongan yang biasanya dicantumkan adalah: 

  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan
  • Potongan BPJS Kesehatan
  • Iuran pensiun atau dana hari tua
  • Potongan pajak (PPH 21)
  • Potongan asuransi tambahan (jika ada) 

Menuliskan potongan secara terpisah membantu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi finansial karyawan. 

5. Tanda tangan dan pengesahan perusahaan 

Bagian terakhir adalah tanda tangan pejabat berwenang, seperti HRD, manajer keuangan, atau pimpinan perusahaan. Dokumen yang dicetak sebaiknya juga diberi: 

  • Cap atau stempel resmi perusahaan.
  • Nama jelas dan jabatan penandatangan.

Untuk usaha kecil atau karyawan informal yang tidak memiliki kop surat perusahaan, surat dapat menggunakan materai. Hal tersebut dapat menjadi kekuatan hukum tambahan. 

Contoh Surat Keterangan Penghasilan Karyawan

Ilustrasi seorang HRD menyerahkan surat keterangan penghasilan kepada karyawan. (Sumber: Envato)

Surat keterangan penghasilan hadir dalam berbagai bentuk, tergantung kebutuhan dan status pekerjaan seseorang. Setiap situasi memiliki format dan penekanan informasi yang berbeda. 

Berikut beberapa contoh jenis surat keterangan penghasilan yang paling umum digunakan oleh karyawan, pekerja informal, maupun perusahaan: 

1. Surat keterangan penghasilan karyawan dengan gaji tetap 

Inilah format paling standar dan paling sering digunakan. Surat ini memuat informasi gaji pokok dan tunjangan tetap yang diterima karyawan setiap bulan.

Umumnya, surat ini dipakai untuk keperluan kredit, pengajuan visa, hingga administrasi personal lainnya.

PT ANDA SEJAHTERA MOBIL
⁠Jalan ABC Nomor 1, Kecamatan D, Kelurahan F, Bandung, Jawa Barat
⁠Website: xxx. Email: xxx. Telepon: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 10/HRD-FINANCE/IV/2025 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: Yoga M, S.E
⁠Jabatan: Manajer HRD PT Anda Sejahtera Mobil
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 

Nama: Arif, S
⁠Jabatan: Kepala mekanik PT Anda Sejahtera Mobil
⁠Alamat: xxx
⁠Lama menjabat: 5 tahun (masih aktif bekerja)
 

Sesuai dengan data kepegawaian dan keuangan PT Anda Sejahtera Mobil memiliki penghasilan dengan rincian sebagai berikut: 

Penghasilan 

  • Gaji pokok: Rp3.200.000
  • Tunjangan harian: Rp700.000 (dalam sebulan)
  • Tunjangan transportasi: Rp500.000 (dalam sebulan)
  • Tunjangan makan: Rp500.000 (dalam sebulan) 

Potongan bulanan 

  • BPJS Ketenagakerjaan: Rp35.000 

Dengan rincian di atas, total gaji yang dibawa pulang oleh Sdr. Arif setiap bulannya adalah: Rp4.865.000 (empat juta delapan ratus enam puluh lima ribu Rupiah). 

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. 

Bandung, 6 Oktober 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

YOGA M, SE
⁠Manajer HRD 

2. Surat keterangan penghasilan karyawan dengan gaji tidak tetap 

Karyawan dengan pendapatan yang fluktuatif, seperti pekerja harian, pekerja lepas, atau karyawan dengan jam kerja tidak tetap, juga akan membutuhkan surat keterangan penghasilan.

Pekerja informal biasanya membuatnya melalui kelurahan atau desa. Tetapi, jika karyawan bekerja di bawah perusahaan tertentu, formatnya tetap menggunakan versi surat keterangan penghasilan dengan kop surat. Contohnya sebagai berikut:

TOKO BUKU MITRA PUSTAKA
⁠Jalan AA, Nomor 100, Kecamatan BB, Kelurahan CC, Semarang, Jawa Tengah
⁠Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 11/Dokumen/III/2025 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: Santi S., S.E
⁠Posisi: Manajer Toko Buku Mitra Pustaka
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa: 

Nama: Sinta M.
⁠Posisi: Karyawan Lepas Toko Buku Mitra Pustaka
⁠Alamat: xxx
⁠Lama bekerja: 6 bulan (masih aktif bekerja)
 

Sesuai dengan data Toko Buku Mitra Pustaka, memiliki rata-rata penghasilan sebagai berikut:

  • Honor harian: Rp75.000
  • Uang makan dan transportasi harian: Rp50.000
  • Rata-rata jumlah kehadiran per bulan: 20 hari
    • Total jumlah rata-rata penghasilan bulanan: Rp2.500.000 

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. 

Semarang, 6 Oktober 2025 

(Tanda tangan dan cap toko buku) 

SANTI S., S.E
⁠Manajer Toko

3. Surat keterangan penghasilan karyawan untuk karyawan kontrak 

Dokumen ini diterbitkan untuk karyawan dengan status kontrak. Surat keterangan tersebut tetap mengikuti format standar, namun biasanya mencantumkan durasi kontrak, masa kerja, dan struktur pendapatan yang sesuai dengan perjanjian kerja. 

Berikut contohnya:

PT PARFUM HARUM SEJATI
⁠Jalan BB, Nomor 200, Kecamatan XX, Kelurahan YY, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
⁠Website: xxx. Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 20/HRD/V/2025 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: Haris S.
⁠Posisi: Manajer HRD PT Parfum Harum Sejati
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan bahwa: 

Nama: Maria S.
⁠Posisi: Staf kontrak bagian Riset Produk
⁠Status: Karyawan kontrak
⁠Alamat: xxx
 

Memiliki penghasilan bulanan sebagai berikut (berdasarkan data penggajian PT Parfum Harum Sejati): 

  • Gaji pokok: Rp3.700.000
  • Tunjangan makan: Rp700.000 (dibayar bulanan)
  • Tunjangan transportasi: Rp600.000 (dibayar bulanan)
  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Rp35.000
    • Total jumlah penghasilan bulanan: Rp4.965.000

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. 

Jakarta, 12 Maret 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

HARIS S.
⁠Manajer HRD
 

4. Surat keterangan karyawan penghasilan paruh waktu 

Format satu ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau bisnis ritel yang mempekerjakan karyawan paruh waktu.

Isinya bisa mencakup jam kerja, rata-rata pendapatan per bulan, serta tambahan tunjangan jika ada. 

Berikut ini adalah contoh format surat keterangan penghasilan untuk pekerja paruh waktu:

KEDAI KOPI BUNGA BIRU
⁠Jalan FF Nomor 13, Kecamatan GG, Kelurahan HH, Bogor, Jawa Barat
⁠Telepon: xxx. Email: xxx
 

Yang bertanda-tangan di bawah ini: 

Nama: Sudirman
⁠Posisi: Pemilik Kedai Kopi Bunga Biru
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan bahwa pihak berikut ini: 

Nama: Amat
⁠Posisi: Pramusaji paruh waktu Kedai Kopi Bunga Biru
⁠Alamat: xxx
 

Telah menerima haknya berupa penghasilan bulanan dengan rincian sebagai berikut: 

  • Gaji pokok: Rp1.500.000
  • Uang makan: Rp300.000 (dibayar bulanan)
  • Uang transport: Rp300.000 (dibayar bulanan)
    • Total penghasilan: Rp2.100.000 

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. 

Bogor, 1 Februari 2025 

(Tanda tangan dan materai) 

SUDIRMAN
⁠Pemilik

5. Surat keterangan penghasilan karyawan baru 

Surat keterangan penghasilan karyawan baru bisa digunakan untuk keperluan seperti pembuatan visa. Kamu juga mungkin memerlukannya sebagai administrasi onboarding yang membutuhkan bukti pendapatan.

Karena karyawan baru mungkin belum menerima gaji penuh, surat ini umumnya mencantumkan nilai gaji berdasarkan kontrak kerja atau kesepakatan awal. Berikut contohnya:

PT TEKNOLOGI FUTURISTIK
⁠Jalan ABC Nomor 1, Kecamatan D, Kelurahan E, Jakarta Barat, Jakarta
⁠Website: xxx. Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 30/HRD/V/2025 

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini: 

Nama: Suryanti, S.H
⁠Jabatan: Direktur HRD
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa pihak berikut ini: 

Nama: Andi Kusuma
⁠Jabatan: Data Analyst
⁠Alamat: xxx
 

Saat ini bekerja di PT Teknologi Futuristik dengan rincian gaji sebagai berikut: 

  • Gaji pokok: Rp5.500.000
  • Tunjangan transportasi: Rp700.000
  • Tunjangan makan: Rp600.000
  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Rp45.000
  • Potongan PPH 21: Rp25.000
    • Jumlah penghasilan per bulan: Rp6.730.000 

Terima kasih atas perhatiannya. 

Jakarta, 3 Mei 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

Suryanti, S.H
⁠Direktur HRD
 

6. Surat keterangan penghasilan untuk karyawan dengan gaji berbasis komisi 

Format surat keterangan pendapatan yang satu ini dibuat untuk karyawan yang penghasilannya bergantung pada komisi, seperti sales atau agen pemasaran. 

Biasanya, isinya memuat gaji pokok (jika ada), persentase atau nominal komisi, dan rata-rata komisi dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam beberapa kasus, lampiran berupa tabel atau rekap komisi turut disertakan untuk memperjelas isi surat. 

Berikut ini contohnya:

 PT ANUGERAH ASURANSI
⁠Jalan ABC Nomor 5, Kecamatan Y, Kelurahan Z, Jakarta Timur, Jakarta
⁠Website: xxx. Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 20/HRD/IV/2025 

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini: 

Nama: Ika Natasa, S.psi
⁠Jabatan: Manajer HRD
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan bahwa pihak berikut ini: 

Nama: Iwan Kusuma
⁠Jabatan: Salesperson
⁠Alamat: xxx
⁠Masa jabatan: 2 tahun
 

Telah menyelesaikan masa kerja di PT Teknologi Futuristik dengan rincian gaji sebagai berikut: 

  • Gaji pokok: Rp4.000.000
  • Tunjangan transportasi: Rp800.000
  • Tunjangan makan: Rp500.000
  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Rp40.000
  • Potongan PPH 21: Rp20.000
    • Jumlah penghasilan bulanan: Rp5.240.000 

Keterangan Komisi Selama Masa Kerja (2 Tahun) 

Januari 2025 

  • Total Penjualan: Rp15.000.000
  • Total Komisi: Rp1.500.000 

Februari 2025 

  • Total Penjualan: Rp10.000.000
  • Total Komisi: Rp1.000.000 

(Dan seterusnya selama masa kerja) 

Terima kasih atas perhatiannya. 

Jakarta, 23 November 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

Ika Natasa, S.Psi
⁠Manajer HRD

7. Surat keterangan penghasilan untuk pengajuan kredit 

Format surat ini hampir sama dengan surat penghasilan biasa, tetapi terdapat tambahan pernyataan khusus bahwa surat tersebut dibuat untuk kebutuhan kredit kendaraan, KPR, atau pembiayaan lain. 

Dokumen ini membantu bank menilai kemampuan debitur dalam membayar cicilan. Berikut contohnya: 

PT PANGAN INDO ABC
⁠Jalan ABC Nomor 3, Kecamatan S, Kelurahan M, Surabaya, Jawa Timur
⁠Website: xxx. Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 56/HRD/V/2025 

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini: 

Nama: Adam, S.Psi
⁠Jabatan: Manajer HRD
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa pihak berikut ini: 

Nama: Santi M
⁠Jabatan: Manajer marketing
⁠Alamat: xxx
 

Saat ini bekerja di PT Bersih Pangan dengan rincian gaji sebagai berikut: 

  • Gaji pokok: Rp10.000.000
  • Tunjangan transportasi: Rp1.000.000
  • Tunjangan makan: Rp1.000.000
  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Rp100.000
  • Potongan PPH 21: Rp50.000
    • Jumlah penghasilan: Rp11.750.000 

Surat keterangan penghasilan ini dibuat sebenar-benarnya sebagai dokumen pendukung untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi yang bersangkutan. 

Surabaya, 7 Oktober 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

ADAM, S.Psi
⁠Manajer HRD

8. Surat keterangan penghasilan untuk pengajuan beasiswa 

Surat ini digunakan oleh karyawan yang ingin mengajukan beasiswa pendidikan dari perusahaan atau institusi eksternal. Isinya menegaskan nominal penghasilan dan status kepegawaian sebagai bukti kelayakan administratif. 

Berikut contohnya:

PT GLOBAL LOGISTIC
⁠Jalan HIJ Nomor 10-11, Kecamatan L, Kelurahan S, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
⁠Website: xxx. Telepon: xxx. Email: xxx
 

SURAT KETERANGAN PENGHASILAN 

Nomor: 20/HRD/VI/2025 

Saya yang bertanda-tangan di bawah ini: 

Nama: Martin Tomas
⁠Jabatan: Manajer HRD
⁠Alamat: xxx
 

Menyatakan bahwa pihak berikut ini: 

Nama: Toni Santo
⁠Jabatan: Asisten auditor
⁠Alamat: xxx
 

Tercatat sebagai karyawan dengan rincian gaji sebagai berikut: 

  • Gaji pokok: Rp12.000.000
  • Tunjangan transportasi: Rp1.000.000
  • Tunjangan makan: Rp1.000.000
  • Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Rp120.000
  • Potongan PPH 21: Rp60.000
    • Jumlah penghasilan: Rp13.820.000 

Surat keterangan penghasilan ini dikeluarkan sebagai dokumen pendukung untuk proses pendaftaran beasiswa yang disponsori oleh PT Global Logistic. 

Jakarta, 7 November 2025 

(Tanda tangan dan cap perusahaan) 

MARTIN TOMAS
⁠Manajer HRD

Kesimpulan

Surat keterangan penghasilan adalah dokumen penting yang sering dibutuhkan untuk berbagai keperluan administratif, seperti pengajuan kredit, pembuatan visa, hingga melamar beasiswa.

Dokumen ini harus dibuat dengan format yang jelas, data yang akurat, serta ditandatangani oleh pihak berwenang agar diakui secara resmi. 

Kamu tidak harus menirunya secara persis. Cukup amati contoh yang ada, lalu sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau instansi tempatmu bekerja. Yang terpenting, pastikan informasinya lengkap, valid, dan mudah dipahami.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Surat Keterangan Penghasilan Karyawan

  1. Apa bedanya surat keterangan penghasilan dengan slip gaji?
    ⁠Surat keterangan penghasilan adalah dokumen resmi yang menerangkan jumlah penghasilan seseorang secara formal untuk keperluan administratif, seperti pengajuan kredit, beasiswa, atau visa.

    ⁠Sementara itu, slip gaji adalah bukti pembayaran gaji bulanan yang berisi rincian komponen upah dan potongannya. Slip gaji bersifat rutin dan internal, sedangkan surat keterangan penghasilan biasanya dibuat khusus sesuai kebutuhan.
  2. Apakah surat keterangan penghasilan perlu dilegalisir?
    ⁠Idealnya, iya. Surat keterangan penghasilan harus ditandatangani dan dibubuhi cap resmi oleh pihak yang berwenang.

    ⁠Untuk karyawan, biasanya dilegalisir oleh HRD, manajer personalia, atau pimpinan perusahaan. Adapun untuk pekerja nonkantoran atau wiraswasta, legalisir bisa dilakukan di kelurahan atau instansi yang diminta oleh pihak pemohon.
  3. Berapa lama surat keterangan penghasilan berlaku?
    ⁠Masa berlaku surat keterangan penghasilan biasanya mengikuti ketentuan instansi yang memintanya. Umumnya dianggap valid selama 1–3 bulan sejak tanggal diterbitkan, karena penghasilan seseorang dapat berubah sewaktu-waktu.
  4. Apakah surat keterangan penghasilan bisa dibuat sendiri?
    ⁠Bisa, tetapi tetap harus disahkan oleh pihak berwenang. Artinya, kamu bisa menyusun draft sendiri, namun dokumen tersebut baru dianggap sah setelah ditandatangani dan dicap oleh perusahaan, kelurahan, atau pihak yang diakui secara administratif.
  5. Surat keterangan penghasilan dikeluarkan oleh siapa?
    ⁠Penerbit surat keterangan penghasilan bergantung pada status pekerjaan seseorang, misalnya:
    ⁠- Karyawan: dikeluarkan oleh HRD, manajer personalia, atau pimpinan perusahaan.
    ⁠- Pekerja lepas / freelancer: bisa dibuat sendiri lalu disahkan oleh kelurahan atau notaris, sesuai permintaan instansi yang membutuhkan.
    - ⁠Wiraswasta: biasanya dikeluarkan oleh kelurahan berdasarkan keterangan usaha dan data pendapatan yang dilaporkan.

More from this category: Hak ketenagakerjaan kamu

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.