Tertarik berkarier di bidang perbankan? Ada baiknya kamu mempelajari dulu cara membuat dan contoh CV untuk bank!
Pasalnya, CV bukan hanya sekadar kumpulan informasi tentang pekerjaan, pendidikan, dan skills. Lebih daripada itu, CV merupakan “wajah pertama” kandidat pelamar kerja yang dilihat HRD.
Oleh karena itu, kamu perlu menciptakan kesan pertama yang kuat dengan menyusun CV semenarik mungkin. Apalagi, jika melamar di perbankan, format CV untuk bank harus menunjukkan profesionalisme.
Lantas, seperti apa CV yang baik untuk melamar di perbankan? Cari tahu bersama dalam ulasan di bawah ini, yuk!
Artikel ini membahas tentang struktur CV yang tepat, contoh CV, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari. Jadi, simak sampai akhir, ya!
Pekerjaan di industri perbankan sering melibatkan proses transaksi keuangan, manajemen risiko, hingga analisis data.
Untuk meningkatkan peluang lolos ke tahap rekrutmen selanjutnya, kamu perlu menunjukkan di CV kemampuan menjalankan tugas-tugas staf perbankan tersebut.
Kamu dapat menonjolkan kompetensi analitis dengan menyoroti skill seperti problem-solving, pengetahuan keuangan, dan kemampuan mengoperasikan tools keuangan.
Jadi, jika isi CV kamu sekarang lebih banyak menonjolkan kualifikasi untuk peran lain, sebaiknya perbaiki dan selaraskan dengan kualifikasi yang dibutuhkan pada posisi di industri perbankan.
Dilansir dari InterviewFocus, perusahaan lebih memilih kandidat yang menunjukkan usaha untuk relevan melalui CV yang dikhususkan dengan posisi yang dilamar.
Untuk melamar kerja di bank, struktur CV perlu mencerminkan profesionalisme dan kejelasan. Adapun format CV untuk bank yang paling umum digunakan adalah kronologis.
Secara garis besar, CV format kronologis menampilkan pengalaman kerja secara berurutan dari yang paling baru. Cara ini dapat menunjukkan pertumbuhan kariermu.
Kamu dapat membuat CV kronologis untuk bank dengan struktur di bawah ini:
Berikut penjelasan selengkapnya untuk setiap bagian:
Ringkasan profesional adalah pernyataan singkat yang merangkum profil kerja profesional kamu.
Bagian ini mencakup pengalaman dan skill kamu, serta hal lain yang menjadi nilai tambah kamu sebagai pekerja.
Tujuan penulisan ringkasan profesional adalah untuk memberi kesan pertama yang positif dan meyakinkan rekruter untuk lanjut membaca CV-mu.
Contoh penulisannya yang baik adalah:
Ringkasan ProfesionalProfesional IT dengan pengalaman 3+ tahun dalam pengelolaan sistem, scripting, dan optimasi aplikasi. Terbiasa bekerja dengan data sensitif, troubleshooting cepat, serta memastikan keamanan dan keandalan sistem. Berkomitmen menerapkan kemampuan teknis tersebut untuk mendukung operasional teknologi di lingkungan perbankan. |
Dalam ringkasan profesional, kamu juga bisa menyantumkan tujuan karier yang relevan dengan posisi di bank.
Secara singkat, tuliskan motivasi serta hal-hal yang ingin kamu capai dalam karier.
Hal ini dapat memberi kesan bahwa kamu memahami industri perbankan dan punya fokus yang jelas untuk melayani nasabah.
Untuk bagian ini, tulis pengalaman kerja secara runut mulai dari yang terbaru (kronologis). Setelah itu, soroti pengalaman kerja yang relevan dengan posisi bank.
Misalnya, kalau kamu melamar kerja sebagai analis kredit, tonjolkan pengalaman dalam menilai kelayakan kredit atau menganalisis laporan keuangan.
Untuk bagian ini, mulailah dengan menulis pendidikan paling tinggi atau terakhir yang kamu tempuh, misalnya gelar Sarjana Ekonomi.
Setelah itu, cantumkan juga sertifikasi yang relevan dengan bidang perbankan jika kamu memilikinya. Adanya sertifikasi dapat meningkatkan self-value dan daya saingmu.
Contoh penulisannya adalah:
Riwayat PendidikanSarjana Ekonomi (S1)
|
Untuk penulisan keterampilan teknis dan soft skill pada CV, sesuaikan dengan posisi yang kamu lamar.
Misalnya, untuk CV bank posisi IT, penulisannya bisa seperti di bawah ini:
Keterampilan dan Kompetensi
|
Menambahkan prestasi dan penghargaan ke dalam CV kerja di bank dapat memperkuat daya tarikmu di mata perusahaan.
Untuk penulisannya, hubungkan prestasimu dengan skill dan job desc yang relevan dengan posisi di bank yang kamu lamar.
Misalnya, kamu pernah meningkatkan efisiensi proses audit internal di perusahaan sebelumnya. Berikut contoh penulisannya:
Prestasi & Penghargaan:
|
Jika perusahaan meminta referensi, kamu bisa mencantumkannya ke dalam CV. Referensi biasanya juga dibutuhkan untuk posisi senior yang membutuhkan kepercayaan lebih tinggi.
Untuk penulisan referensi, pilihlah orang yang mengenalmu dengan baik, seperti mantan atasan, rekan kerja satu tim, atau supervisor magang.
Contoh penulisannya adalah:
ReferensiNama: Dewi Larasati |
Selain isi, desain dan tata letak juga tak kalah penting dalam CV untuk bank.
Perhatikan tips berikut agar informasi dalam CV terstruktur dengan baik dan mudah dibaca:
Baca Juga: Apa Itu Frontliner? Kenali Tugas, Karir, dan Gajinya
Berikut referensi CV untuk berbagai posisi kerja di bank, mulai dari teller bank hingga perbankan digital:
Hindari berbagai kesalahan berikut agar CV buatanmu meninggalkan kesan positif yang kuat di mata rekruter:
Selain menghindari kesalahan umum di atas, optimalkan juga CV untuk ATS. Untuk kamu yang belum tahu, ATS adalah software untuk menyaring dan mengelola aplikasi kerja.
Perusahaan menggunakan ATS untuk memindai dan menilai CV berdasarkan struktur dan kata kunci yang relevan dengan job desc.
Jadi, supaya CV-mu lolos penilaian ATS, cantumkan kata kunci yang tercantum dalam job desc di info lowongan kerja.
Misalnya, jika job desc menyebutkan “manajemen risiko”, pastikan kata kunci tersebut di dalam CV-mu.
Sebelum mengirim CV perbankan, gunakan checklist di bawah ini untuk memastikan CV buatanmu sudah optimal.
Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan peluang diterima di posisi kerja yang dilamar.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengirim CV lamaran kerja di bank:
Setelah memastikan CV sudah oke, pastikan kamu mengirimkannya dengan cara profesional. Ikuti proses pengiriman yang diminta oleh bank.
Jika bank menggunakan platform perekrutan online, lengkapi profilmu di platform tersebut sesuai instruksi.
Namun, apabila harus mengirim CV melalui email, terapkan etika yang baik. Lampirkan CV-mu ke dalam email, lalu isi body email dengan paragraf singkat berisi:
Untuk meningkatkan peluang lolos seleksi pada aplikasi kerja berikutnya, sebaiknya perbarui CV-mu secara rutin. Sesuaikan dengan setiap lowongan kerja yang kamu lamar.
Idealnya, kamu perlu menulis CV sebelum melamar pekerjaan baru, setelah mendapat pencapaian tertentu, atau setelah mengikuti pelatihan baru.
Lakukan pula evaluasi CV setiap 6–12 bulan sekali untuk memastikan semua informasi tetap akurat dan relevan.
Baca Juga: Peluang Karier di Perusahaan Sekuritas dan Kisaran Gajinya
Untuk melamar kerja di bank, buatlah CV yang menonjolkan skill seperti analisis data, problem-solving, dan pengetahuan keuangan.
Awali CV-mu dengan ringkasan profesional, lalu tuliskan pengalaman kerja secara kronologis.
Setelah itu, cantumkan riwayat pendidikan mulai dari tingkat paling tinggi. Jangan lupa cantumkan keterampilan teknis dan soft skill yang relevan dengan posisi kerja.
Jika punya sertifikasi atau pelatihan, jangan ragu menyertakannya ke dalam CV untuk memberi nilai tambah.
Kamu bisa melihat referensi CV di atas untuk berbagai posisi, mulai dari contoh CV customer service bank hingga auditor internal.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!