3 Cara Negosiasi Gaji saat Interview Kerja Lengkap dengan Contohnya

3 Cara Negosiasi Gaji saat Interview Kerja Lengkap dengan Contohnya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 03 October, 2025
Share

Salah satu fase dalam interview kerja yang sering dianggap sulit bagi kandidat adalah negosiasi gaji.

Tidak sedikit kandidat pelamar kerja yang ragu menyebutkan angka dalam negosiasi gaji karena takut  terlihat menuntut atau bahkan khawatir kehilangan kesempatan kerja.

Padahal, negosiasi gaji adalah tahapan yang hanya akan muncul satu kali dalam proses rekrutmen.

Proses negosiasi itu biasanya akan dimulai dengan pertanyaan gaji yang kamu harapkan atau HRD memberitahu nominal kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar.

Jika tidak memanfaatkan satu kesempatan itu dengan baik, kamu kemungkinan akan mendapat gaji yang tidak sesuai dengan value diri atau bahkan lebih buruknya di bawah standar minimal daerah dan industri.

Untuk itulah, kamu perlu memahami dan menguasai cara negosiasi gaji yang tepat.

Menurut Procurement Tactics, pencari kerja yang memilih untuk negosiasi bisa mendapatkan rata-rata kenaikan gaji hingga 18,83% dibandingkan penawaran awal.

Lantas, bagaimana cara negosiasi gaji yang profesional saat interview kerja? Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menghadapi negosiasi gaji?

Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Yuk, kita pelajari bersama.

Persiapan Sebelum Negosiasi Gaji

Untuk bisa menerapkan tips negosiasi gaji saat interview dengan lebih efektif, kamu wajib punya persiapan yang matang.

Apa saja yang harus kamu lakukan sebelum negosiasi gaji? Berikut beberapa di antaranya:

Melakukan riset pasar gaji

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan riset soal standar UMK di lokasi dan industri pekerjaan yang kamu lamar. Kedua data itu sangat penting untuk menentukan batas minimal ekspektasi gaji saat negosiasi.

Untuk mempermudah pencarian data soal rata-rata gaji profesi, kamu bisa menggunakan fitur explore salaries di situs Jobstreet.

Menilai nilai diri sendiri di pasar kerja

Setelah mengetahui angka rata-rata di pasar, selanjutnya kamu perlu mengevaluasi nilai kamu sendiri. Identifikasi hard skills dan soft skills-mu yang bisa menjadi nilai tambah untuk perusahaan. 

Misalnya, apakah kamu memiliki kemampuan teknis tertentu yang jarang dimiliki kandidat lain? Atau apakah kamu memiliki sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar?

Berbagai keunggulan itu nantinya bisa jadi nilai tambah dan pertimbangan kamu ketika menentukan ekspektasi gaji.

Selain skill, pengalaman kerja juga memegang peranan penting. Jika kamu memiliki pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu lamar, hal ini bisa menjadi salah satu alasan untuk meminta gaji yang lebih tinggi.

Mengumpulkan data pendukung

Data pendukung sangat penting untuk memperkuat argumen kamu saat negosiasi. Jadi, pastikan kamu membawa salinan sertifikat, penghargaan, atau dokumen lain yang menunjukkan keahlianmu. 

Kemudian, kumpulkan bukti hasil kerja yang terukur, seperti peningkatan penjualan, efisiensi yang kamu ciptakan, atau proyek besar yang kamu kelola.

Berbagai data pencapaian itu nantinya akan memperkuat posisimu saat berdiskusi dengan HRD atau manajer.

Selain itu, jangan lupa juga mengumpulkan data soal biaya hidup di lokasi tempat kerja yang kamu lamar.

Beberapa poin penting yang harus kamu pertimbangkan adalah kebutuhan sehari-hari, transportasi, dan tabungan atau dana darurat.

Strategi Negosiasi Gaji yang Efektif

Setelah melakukan berbagai persiapan di atas, kini waktunya kamu menentukan nominal ekspektasi gaji.

Pastikan nominal tersebut sudah sesuai dengan value diri kamu dan cukup untuk memenuhi kebutuhanmu, ya!

Soalnya, nominal tersebut akan jadi jadi batas minimal dan patokan kamu ketika negosiasi gaji.

Nah, setelah menentukan ekspektasi gaji, sekarang saatnya kamu mempelajari strategi negosiasi gaji yang efektif.

Berikut adalah strategi sukses negosiasi gaji dikutip dari Harvard Law School:

Jangan menghalangi diri sendiri

Dalam negosiasi gaji, pelamar kerja terkadang sering berpikir bahwa perusahaan atau HRD adalah pihak yang memegang kendali penuh.

Pikiran seperti itu sangat negatif karena bisa menghalangi kamu untuk mendapatkan gaji yang sesuai kualifikasi dan harapanmu.

Kamu harus ingat bahwa inti dari negosiasi adalah menemukan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Jadi, cobalah berpikir positif bahwa posisi kamu setara dengan perusahaan dalam negosiasi gaji.

Dengan demikian, kamu bisa lebih percaya diri saat menyampaikan argumen dan proses negosiasi akan berjalan dua arah.

Siapkan counter offer dengan alasan kuat

Umumnya, HRD atau pihak perusahaan akan menyampaikan penawaran mereka terlebih dulu untuk memulai negosiasi gaji.

Bagaimana jika penawaran pembuka perusahaan tidak sesuai atau di bawah ekspektasi kamu? Di sinilah kamu membutuhkan counter offer atau penawaran balasan.

Kamu harus ingat bahwa penawaran pertama perusahaan adalah pembuka negosiasi, bukan keputusan final.

Jadi, jangan ragu atau takut menyampaikan counter offer dalam negosiasi gaji. Sampaikan dengan alasan yang kuat dan realistis agar pihak perusahaan bisa memahami keinginanmu.

Contoh alasan yang bisa kamu pakai untuk memperkuat counter offer adalah standar gaji industri, keterampilan spesifik, sertifikasi profesi, atau pengalaman khusus yang membuat kamu bernilai dibanding kandidat lain.

Dalam buku The Essentials of Job Negotiations, Terri R. Kurtzberg dan Charles E. Naquin menyarankan untuk langsung menyampaikan permintaanmu tanpa harus meminta izin.

Strategi itu ditujukan agar ruang negosiasi lebih terbuka dan fleksibel. Jika kamu meminta izin terlebih dulu, ada kemungkinnan proses negosiasi akan berakhir bahkan sebelum dimulai.

Jangan hanya fokus ke angka!

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelamar kerja saat negosiasi gaji adalah hanya fokus pada angka atau nominal.

Hal itu sangat negatif karena bisa membuat negosiasi deadlock atau berakhir tanpa kesepakatan.

Jadi, jangan hanya terpaku pada nominal gaji. Pertimbangkan juga benefit lain seperti bonus kinerja, jam kerja, hingga pelatihan atau tunjangan pendidikan.

Dengan demikian, proses negosiasi akan berjalan lebih fleksibel karena ada banyak aspek yang jadi pertimbangan.

Selain itu, hindari taktik negatif seperti mengancam mundur jika gaji tidak sesuai atau kukuh meminta perusahaan untuk mengabulkan permintaanmu.

Ingat, tujuan negosiasi adalah mencari kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Negosiasi gaji juga merupakan tahap awal dari hubungan jangka panjang antara kamu dan perusahaan. 

Jadi, pastikan kamu selalu membuka sikap kompromi dan fleksibilitas dalam negosiasi gaji.

Sikap itu juga menunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang profesional dan mampu bekerja sama untuk mencapai kesepakatan.

Teknik Negosiasi Gaji

Ilustrasi HRD dan kandidat pelamar kerja berjabat tangan tanda sepakat setelah melakukan negosiasi gaji. (Image by tirachard on Freepik)

Selain strategi, kamu juga wajib mempelajari teknik negosiasi gaji. Fokus poin ini adalah tata cara komunikasi untuk berbagai situasi dalam negosiasi gaji. Berikut penjelasannya:

Strategi membuka pembicaraan gaji

Waktu yang tepat untuk membicarakan gaji adalah setelah kamu berhasil melewati beberapa tahap wawancara dan perusahaan menunjukkan minat serius terhadapmu. 

Jadi, jangan langsung membicarakan gaji di awal tahapan rekrutmen karena hal itu bisa menciptakan kesan bahwa kamu hanya peduli dengan angka.

Saat memulai diskusi, pastikan kamu berbicara dengan nada yang profesional dan percaya diri. Misalnya, kamu bisa mengatakan kalimat ini: 

"Saya sangat tertarik dengan posisi ini dan merasa bahwa pengalaman saya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berdasarkan riset saya, kisaran gaji untuk posisi ini biasanya berada di angka X hingga Y. Apakah ini sejalan dengan anggaran perusahaan?"

Teknik mendengar aktif dalam negosiasi

Negosiasi gaji adalah proses dua arah. Jadi, kamu juga perlu mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh HRD atau manajer. 

Dengan active listening, kamu bisa memahami kebutuhan dan situasi perusahaan, dalam hal ini adalah anggaran.

Misalnya, jika perusahaan tidak dapat memberikan gaji yang kamu harapkan, mereka mungkin bersedia memberikan tunjangan kinerja atau bonus sebagai gantinya.

Selama diskusi, gunakan bahasa tubuh yang terbuka dan tunjukkan minat pada apa yang dikatakan lawan bicara.

Jangan memotong pembicaraan! Coba rangkum ucapan lawan bicara dengan kata-katamu sendiri setelah mereka selesai berbicara untuk memastikan pemahamanmu. 

Jika kamu mendapatkan respons positif dari pewawancara, barulah kamu bisa memberi jawaban yang relevan untuk menunjukkan bahwa kamu memang mendengarkan.

Cara mengatasi penolakan dan keberatan dari perusahaan

Perusahaan bisa saja menolak informasi gaji yang kamu ajukan atau menyatakan bahwa mereka memiliki anggaran terbatas. Jika ini terjadi, jangan langsung menyerah. 

Sebaliknya, tanyakan alasan di balik keputusan penawaran gaji mereka dan coba ajukan pertanyaan seperti, "Apakah ada ruang untuk diskusi lebih lanjut?" atau "Adakah bentuk kompensasi lain yang bisa ditawarkan oleh perusahaan selain gaji pokok?"

Kuncinya, tetaplah bersikap tenang dan profesional, bahkan jika penawaran terkait gaji mereka jauh dari harapanmu. 

Ingatlah bahwa negosiasi adalah proses, dan bisa saja kamu membutuhkan beberapa kali diskusi untuk mencapai win-win solution.

Contoh dan Cara Negosiasi Gaji saat Interview Kerja

Bingung harus menyampaikan apa ketika bernegosiasi gaji? Berikut adalah contoh negosiasi gaji yang tepat untuk berbagai situasi.

Kamu bisa menyimak jawaban di bawah ini dan menyesuaikannya dengan kondisimu:

Contoh 1: Negosiasi untuk posisi entry-level

Menurut Salary.com, 22% pencari kerja–terutama fresh graduate–merasa ragu untuk membicarakan gaji karena merasa kurang berpengalaman. Padahal, ini adalah kesempatanmu untuk menetapkan standar awal karier. 

Jika perusahaan menawarkan angka di bawah ekspektasimu, kamu bisa merespons dengan pernyataan berikut ini:

"Terima kasih atas tawarannya. Berdasarkan riset saya tentang gaji rata-rata untuk posisi ini, saya merasa kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta lebih sesuai dengan tanggung jawab dan kemampuan yang saya tawarkan. Apakah ada kesempatan untuk diskusi dan negosiasi lebih lanjut?"

Gunakan pendekatan ini untuk membuktikan bahwa kamu telah melakukan riset dan memahami nilai pasar. 

Hindari terlalu menuntut dan jangan lupa untuk tetap menunjukkan kepercayaan diri, ya.

Contoh 2: Negosiasi untuk posisi menengah

Jika melamar posisi untuk level berpengalaman, kamu memiliki lebih banyak daya tawar. 

Misalnya, ketika perusahaan menawarkan gaji Rp10 juta, dan kamu merasa kontribusimu layak dihargai lebih tinggi, kamu bisa mengatakan: 

"Saya sangat antusias dengan posisi ini dan yakin bisa memberikan hasil terbaik. Berdasarkan pengalaman saya yang relevan dan riset gaji di industri ini, saya merasa kisaran Rp12 juta hingga Rp14 juta lebih mencerminkan nilai saya. Apakah ini dapat dipertimbangkan?"

Untuk memperkuat argumen, jangan lupa untuk menyoroti pencapaianmu sebelumnya sebagai alasan untuk meminta gaji lebih tinggi. Misalnya, proyek yang sukses atau target yang berhasil kamu lampaui.

Contoh 3: Negosiasi untuk posisi manajerial

Negosiasi gaji di level manajerial biasanya mencakup lebih dari sekadar gaji pokok. Ketika kamu berada di tahap ini, bicarakan juga tentang bonus, atau tunjangan lainnya.

Misalnya, kamu bisa mengatakan: 

"Terima kasih atas tawarannya. Posisi ini sangat menarik bagi saya. Berdasarkan kontribusi strategis yang bisa saya bawa, saya berharap mendapatkan kompensasi di kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta, termasuk bonus tahunan. Saya juga tertarik untuk mendiskusikan tunjangan tambahan, seperti transportasi atau program kesehatan."

Pendekatan ini menunjukkan profesionalisme dan kemampuanmu untuk bernegosiasi di level yang lebih tinggi.

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Negosiasi Gaji

Ilustrasi suasana negosiasi gaji antara HRD dan kandidat pelamar kerja saat interview. (Image by MART PRODUCTION on Pexels)

Karena negosiasi gaji adalah tahapan penting yang sangat menentukan kelanjutan proses rekrutmen, banyak pelamar kerja yang sering melakukan kesalahan yang mungkin tidak mereka sadari.

Nah, untuk memperbesar peluang sukses dalam negosiasi gaji, berikut adalah beberapa kesalahan yang harus kamu hindari:

Membicarakan gaji terlalu cepat

Banyak kandidat yang terlalu cepat membicarakan gaji yang diharapkan, bahkan sebelum menunjukkan nilai mereka kepada perusahaan. 

Padahal, ini bisa membuat perusahaan berpikir bahwa kamu hanya mencari manfaat jangka pendek. 

Jadi, sebaiknya kamu menunggu hingga perusahaan membuka negosiasi gaji. Sebelum itu, gunakan setiap kesempatan untuk menonjolkan skill, pencapaian, pengalaman, dan portofolio kamu.

Tujuannya adalah untuk menciptakan daya tawar diri yang lebih tinggi sebelum masuk tahapan negosiasi gaji.

Tidak melakukan riset sebelum negosiasi

Negosiasi tanpa bekal informasi tentang standar gaji di pasar akan membuatmu lebih berisiko menerima gaji yang terlalu rendah. 

Karena itu, alangkah baiknya kamu menggunakan waktu sebelum wawancara untuk mencari tahu kisaran gaji untuk posisi, industri, dan lokasi yang kamu lamar.

Membuka angka terlalu tinggi atau terlalu rendah

Memulai negosiasi gaji dengan angka yang terlalu tinggi bisa menciptakan kesan negatif dan tidak profesional di mata HRD.

Sebaliknya, angka yang terlalu rendah bisa membuatmu terlihat kurang percaya diri atau kurang memahami nilai pasar. Dampak paling buruknya adalah kamu akan mendapatkan gaji yang di bawah standar.

Jadi, pastikan nominal yang kamu ajukan realistis yang sesuai dengan value diri dan  standar pasar.

Tidak mempertimbangkan benefit lain

Gaji bukan satu-satunya hal yang perlu kamu negosiasikan. Tunjangan kesehatan, waktu libur, fleksibilitas kerja, dan bonus juga tidak kalah penting. 

Jika perusahaan tidak dapat memenuhi angka gaji yang kamu harapkan, pertimbangkan untuk meminta manfaat tambahan yang bisa meningkatkan kesejahteraanmu.

Bagaimana Menutup Negosiasi Gaji saat Interview dengan Sukses?

Sudah mendapatkan kesepakatan dari hasil nego gaji? Jangan lupa menutupnya dengan tips dan trik di bawah ini:

Mengonfirmasi Kesepakatan secara Tertulis

Setelah mencapai kesepakatan, pastikan semua hal tercatat secara resmi.

Setelah itu, minta perusahaan dengan sopan mengirimkan penawaran tertulis yang mencakup gaji pokok, tunjangan, bonus, dan manfaat lainnya.

Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman soal gaji yang ditawarkan di kemudian hari.

Cara berterima kasih dan membangun hubungan Positif

Pada tahap akhir negosiasi, jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada HRD atau pihak perusahaan.

Ucapan terima kasih itu jadi bukti bahwa kamu sangat menghargai kesempatan dari perusahaan dan untuk menunjukkan sikap profesional.

Sebagai penutup, kamu bisa mengatakan: "Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mendiskusikan ini. Saya sangat menghargai fleksibilitas dan kesempatan ini. Saya sangat antusias untuk segera bergabung dan berkontribusi." 

Dengan sikap ini, kamu menunjukkan bahwa kamu menghargai perusahaan sekaligus membangun hubungan baik sejak awal.

Apa yang harus dilakukan jika negosiasi gagal?

Jika perusahaan tidak dapat memenuhi ekspektasimu, tanyakan apakah ada peluang untuk meninjau kembali gaji yang sesuai setelah beberapa bulan bekerja. 

Misalnya, dengan bertanya, "Saya mengerti situasi saat ini. Apakah saya bisa meninjau kembali gaji dengan HRD berdasarkan hasil kerja setelah enam bulan ke depan?" 

Keterbukaan ini menunjukkan bahwa kamu tetap fleksibel tanpa mengorbankan harapan jangka panjang.

Kesimpulan

Kunci dari keberhasilan negosiasi gaji adalah riset yang mendalam dan komunikasi.

Jadi, pastikan kamu memahami standar gaji yang berlaku di industri dan lokasi tempat kerja yang kamu lamar. Setelah itu, sesuaikan dengan nilai tambah yang bisa kamu tawarkan untuk perusahaan, baik itu skill maupun pengalaman.

Nah, ketika masuk tahap negosiasi, pastikan kamu selalu menunjukkan sikap fleksibel, percaya diri, dan aktif mendengarkan.  

Jangan langsung kecewa jika negosiasi tidak membuahkan hasil yang sesuai ekspektasi. Justru, kamu juga perlu fleksibel dan mempertimbangkan benefit selain gaji seperti asuransi, program pensiun, dan lainnya.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Negosiasi Gaji

  1. Kapan waktu yang tepat untuk menanyakan gaji dalam interview?
    ⁠Tunggu sampai tahap akhir wawancara setelah kamu selesai membahas kualifikasi, pengalaman, dan kontribusi bagi perusahaan.

    ⁠Untuk lebih aman, tunggu sampai HRD atau pihak perusahaan membuka negosiasi. Ingat, hindari menyampaikan angka atau menanyakan gaji pada tahap awal interview karena itu akan menciptakan kesan negatif.⁠
  2. Apa yang harus dilakukan jika tawaran gaji di bawah ekspektasi?
    Untuk situasi ini, cobalah bersikap fleksibel. Kamu bisa menanyakan soal benefit lain seperti tunjangan kinerja, bonus, peluang pengembangan karier, asuransi, atau program pensiun.
  3. Bagaimana jika perusahaan tidak ingin bernegosiasi?
    Ini sangat bergantung pada prioritas utama kamu dalam pencarian kerja. Kalau kamu mengutamakan gaji dan perusahaan tidak menawarkan ruang untuk diskusi ulang, cobalah mencari peluang di tempat lain.
  4. Bagaimana cara menegosiasikan gaji dalam interview telepon?
    Tipsnya tidak berbeda jauh dengan wawancara tatap muka. Kamu harus melakukan riset soal kisaran gaji dari posisi yang kamu lamar. Pertimbangkan value diri, standar pasar (profesi, industri, dan lokasi) serta kebutuhan hidup untuk menentukan ekspektasi gaji.

    ⁠Setelah itu, pastikan kamu selalu bersikap fleksibel dan percaya diri selama negosiasi berlangsung.

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.