Butuh panduan lengkap tentang cara menulis pendidikan informal di CV? Tenang, kamu ada di tempat yang tepat.
Pendidikan informal, atau sering disebut edukasi alternatif, adalah bagian penting dari perjalanan belajar yang bisa memperkuat profil profesional kamu sebagai pelamar kerja.
Pendidikan informal menunjukkan bahwa kamu tidak berhenti belajar hanya karena sudah lulus kuliah atau sekolah. Justru, kamu terus mengembangkan diri lewat berbagai pengalaman belajar di luar jalur akademik.
Nah, inisiatif untuk terus belajar dan beradaptasi adalah dua hal yang bisa jadi nilai tambah diri dalam proses pencarian kerja.
Dalam artikel ini, akan ada pembahasan lengkap tentang apa itu pendidikan informal, kenapa penting untuk dicantumkan di CV, dan bagaimana cara menulisnya dengan efektif agar menonjol di mata rekruter! Yuk, kita pelajari bersama!
Pendidikan informal adalah segala bentuk kegiatan belajar di luar sistem pendidikan formal seperti sekolah atau universitas.
Bentuknya bisa beragam, mulai dari kursus online, workshop, seminar, proyek pribadi, sertifikasi, hingga kegiatan sukarela.
Berbeda dari pendidikan formal yang terstruktur, pendidikan informal lebih fleksibel.
Selain itu, motif mengambil pendidikan informal umumnya didorong oleh minat pribadi.
Misalnya, kamu bisa belajar coding lewat platform online, mengikuti workshop desain grafis, atau mengerjakan proyek pribadi untuk mengasah kemampuan.
Belajar secara mandiri seperti ini bukan hanya menambah wawasan, tapi juga memperkaya portofolio. Dalam dunia kerja modern, rekruter atau HRD sangat menghargai kandidat yang proaktif dan mau belajar.
Apalagi, jika kamu punya pengalaman nyata yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, tentu itu akan menambah value diri di mata rekruter.
Untuk itulah, sebaiknya kamu menuliskan edukasi alternatif di CV.
Pendidikan informal bisa jadi faktor pembeda yang kuat di antara ratusan pelamar lain.
Berikut alasan kenapa bagian ini penting banget untuk kamu tulis di CV:
Mencantumkan pendidikan informal dapat memperlihatkan bahwa kamu punya dorongan kuat untuk terus berkembang. Hal tersebut menunjukkan sikap profesional yang adaptif dan haus akan ilmu.
Nah, dua hal itu sangat dicari oleh perusahaan modern yang terus berkembang.
Edukasi alternatif sering kali langsung berhubungan dengan kebutuhan industri.
Misalnya, kursus data analytics, digital marketing, atau UI/UX design, bisa langsung meningkatkan daya tarik CV-mu karena skill tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Selain itu, pengalaman dari kegiatan dalam pendidikan informal tentu dapat berperan sebagai pelengkap untuk pendidikan formal.
Pada akhirnya, keduanya dapat membantumu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.
Bagi fresh graduate, pengalaman belajar di luar kampus bisa menjadi nilai tambah yang besar.
Sebagai contoh, mengikuti hackathon, membangun proyek pribadi, atau aktif mengikuti komunitas profesional bisa menunjukkan inisiatif dan passion yang kuat.
Keterampilan tambahan dari pendidikan informal bisa jadi alasan atau bukti bahwa kamu mampu memberikan kontribusi lebih.
Hal itu tentu dapat memperkuat posisi tawar kamu saat negosiasi gaji atau promosi karena perusahaan tahu kamu punya keahlian yang lebih luas.
Tentu saja, kenaikan gaji tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran mandiri saja, ya.
Dengan mencantumkan pendidikan informal di CV, kamu dapat menunjukkan value diri.
Berikut beberapa jenis pendidikan informal yang bisa kamu cantumkan ke dalam CV, lengkap dengan cara penulisannya agar tetap terlihat profesional dan relevan:
Kursus online kini menjadi salah satu bentuk edukasi nonformal paling populer.
Untuk penulisan kursus online ke dalam CV, cantumkan nama lembaga penyelenggara terlebih dulu.
Setelah itu, jelaskan keterampilan yang kamu dapatkan selama kursus. Jika ada proyek atau sertifikat, jangan ragu untuk mencantumkan keduanya untuk memperkuat penjelasan kursus online.
Workshop adalah pelatihan intensif yang berfokus pada praktik dan pendalaman topik tertentu.
Sebagai contoh, kamu yang punya background desain mengambil workshop desain grafis dari sebuah lembaga untuk memperkuat skill.
Nah, ketika ingin menulis pengalaman workshop itu, pastikan kamu menyertakan berbagai topik yang kamu pelajari, seperti desain logo, ilustrasi, atau UI/UX design.
Dengan mencantumkan topik pembahasan, rekruter atau HRD adalah lebih mudah memahami jenis workshop dan skill yang kamu dapatkan.
Seminar biasanya bersifat lebih formal dan diisi oleh para ahli di bidangnya.
Sebagai contoh, kamu bisa mencantumkan seminar tentang pemasaran digital yang kamu hadiri. Sebutkan juga pembicaranya dan topik-topik yang paling menarik bagimu.
Proyek pribadi adalah cara bagus untuk menunjukkan inisiatif dan pencapaian keterampilanmu.
Sebagai contoh, kamu bisa mencantumkan proyek pengembangan aplikasi mobile, hasil karya desain grafis, atau akun sosial media yang pernah kamu kelola.
Untuk penulisan proyek pribadi di dalam CV, cukup cantumkan nama proyek dan jelaskan secara singkat proses pembuatan, waktu pelaksanaan, serta hasil atau dampaknya dalam bentuk angka.
Sertifikasi memberi pengakuan resmi atas keahlianmu di bidang tertentu.
Untuk penulisannya di dalam CV, jelaskan lembaga penyelenggara sertifikasi, tema/bidang sertifikasi, gelar, dan juga waktu sertifikasi (termasuk masa berlaku).
Kegiatan sukarela memperlihatkan kemampuan interpersonal dan kepedulian sosialmu. Kamu bisa mencantumkan pengalaman menjadi relawan mengajar di sebuah komunitas.
Jelaskan tugas-tugas, proses kerja, dan pengembangan keterampilan selama kegiatan tersebut.
Agar pendidikan informal terlihat profesional dan relevan, ikuti panduan penulisannya berikut ini:
Tidak semua pengalaman belajar perlu dicantumkan ke dalam CV. Fokuslah pada yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar.
Misalnya, jika kamu melamar sebagai data scientist, kursus tentang machine learning atau data mining akan jauh lebih relevan dibanding kelas public speaking.
Pastikan format penulisan bagian pendidikan informal sama dengan bagian lain di CV untuk menjaga konsistensi.
Umumnya, urutannya mencakup:
Kamu bisa menulis pengalaman belajarmu dalam bentuk daftar, seperti halnya pengalaman kerja.
Ketika menyusun CV, sangat krusial untuk mencantumkan informasi yang lengkap dan sesuai.
Untuk pendidikan informal, tambahkan detail seperti durasi kegiatan, topik pembahasan utama, atau hasil yang dicapai.
Informasi ini menunjukkan keseriusan dan kedalaman pembelajaranmu.
Di bawah ini ada beberapa contoh penulisan pendidikan informal di CV yang bisa kamu jadikan referensi. Ingat, sesuaikan contoh ini dengan pengalaman dan jenis pekerjaan yang kamu lamar, ya!
Digital Marketing Specialization - Glern, 2023 Mempelajari keahlian dalam strategi pemasaran digital, yang mencakup SEM, SEO, dan pemasaran melalui media sosial. |
Workshop Desain UX/UI - View Academy, 2022 Mempelajari prinsip-prinsip desain user interface dan user experience, serta tools seperti Figma dan Sketch. |
Seminar Pemasaran Digital - DigiWhite, 2021 Topik pembahasan: Tren Terbaru dalam Pemasaran Digital dan Strategi Google Ads. |
Pengembangan Aplikasi Mobile Android - Pribadi, 2022 Mengembangkan aplikasi Android sederhana untuk mengelola keuangan pribadi menggunakan Flutter. |
Certified ScrumMaster (CSM) – L&P Scrum, 2023 Lulus sertifikasi CSM dan memiliki pemahaman mendalam tentang metodologi Agile Scrum. |
Relawan Pengajar Bahasa Jepang - Semantikum, 2021-2022 Memberikan pelatihan bahasa Jepang kepada ibu rumah tangga di sekitar desa wisata untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka saat menawarkan produk kepada calon pembeli dari Jepang. |
Pengalaman belajar di luar jalur formal tidak hanya menunjukkan rasa ingin tahu dan semangat pengembangan diri saja, lho! Hal tersebut juga menjadi bukti nyata keterampilan dan pengetahuan yang kamu miliki.
Dari berbagai contoh di atas, bisa kamu lihat bahwa bentuk belajar nonformal sangat beragam. Mulai dari kursus online, workshop, hingga volunteering, dapat menjadi nilai tambahan untuk memperkuat CV-mu.
Jika kamu bingung mencari sumber belajar untuk meningkatkan skill kerja, kunjungi KarirKu dalam aplikasi Jobstreet.
Ada banyak materi pembelajaran skill kerja dalam bentuk video di KarirKu yang bisa kamu akses secara GRATIS!
Gak cuma itu, kamu juga bisa mendapatkan sertifikat yang berguna untuk memperkuat CV setelah menyelesaikan materi pembelajaran.
Tenang, semua materi video berasal dari pakar yang sudah profesional di bidangnya.
Jadi, tunggu apa lagi, segera buka KarirKu dalam aplikasi Jobstreet dan tingkatkan skill kerjamu sekarang!
Jika kamu lebih suka belajar dengan cara membaca, Jobstreet punya rubrik khusus Tips Karier yang isinya gak cuma soal skill, tapi juga pembahasan seputar dunia kerja.
Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas
Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!