Cara Menulis Pendidikan Informal di CV dan Contohnya

Cara Menulis Pendidikan Informal di CV dan Contohnya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 26 January, 2026
Share

Poin utama:

  • Pendidikan informal pelamar kerja sangat dihargai perusahaan karena mencerminkan semangat belajar dan inisiatif pribadi untuk terus berkembang.
  • Cantumkan pengalaman yang relevan ke dalam CV untuk mendukung posisi yang kamu lamar.
  • Ketika membuat CV, Gunakan format penulisan yang rapi dan konsisten agar terlihat profesional.
  • Jelaskan hasil pembelajaran secara singkat namun konkret, misalnya skill atau proyek yang dihasilkan.
  • Pendidikan informal bisa menjadi pembeda dan nilai tambah yang meningkatkan peluang diterima kerja.  

Butuh panduan lengkap tentang cara menulis pendidikan informal di CV? Tenang, kamu ada di tempat yang tepat.

Pendidikan informal, atau sering disebut edukasi alternatif, adalah bagian penting dari perjalanan belajar yang bisa memperkuat profil profesional kamu sebagai pelamar kerja.

Pendidikan informal menunjukkan bahwa kamu tidak berhenti belajar hanya karena sudah lulus kuliah atau sekolah. Justru, kamu terus mengembangkan diri lewat berbagai pengalaman belajar di luar jalur akademik.

Nah, inisiatif untuk terus belajar dan beradaptasi adalah dua hal yang bisa jadi nilai tambah diri dalam proses pencarian kerja.

Dalam artikel ini, akan ada pembahasan lengkap tentang apa itu pendidikan informal, kenapa penting untuk dicantumkan di CV, dan bagaimana cara menulisnya dengan efektif agar menonjol di mata rekruter! Yuk, kita pelajari bersama!

Apa Itu Pendidikan Informal?  

Ilustrasi contoh penulisan pendidikan informal di CV. (Sumber: Envato)

Pendidikan informal adalah segala bentuk kegiatan belajar di luar sistem pendidikan formal seperti sekolah atau universitas.

Bentuknya bisa beragam, mulai dari kursus online, workshop, seminar, proyek pribadi, sertifikasi, hingga kegiatan sukarela. 

Berbeda dari pendidikan formal yang terstruktur, pendidikan informal lebih fleksibel.

Selain itu, motif mengambil pendidikan informal umumnya didorong oleh minat pribadi.

Misalnya, kamu bisa belajar coding lewat platform online, mengikuti workshop desain grafis, atau mengerjakan proyek pribadi untuk mengasah kemampuan. 

Belajar secara mandiri seperti ini bukan hanya menambah wawasan, tapi juga memperkaya portofolio. Dalam dunia kerja modern, rekruter atau HRD sangat menghargai kandidat yang proaktif dan mau belajar. 

Apalagi, jika kamu punya pengalaman nyata yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, tentu itu akan menambah value diri di mata rekruter.

Untuk itulah, sebaiknya kamu menuliskan edukasi alternatif di CV. 

Pentingnya Mencantumkan Pendidikan Informal di CV

Ilustrasi seorang HRD sedang memeriksa bagian pendidikan informal di CV kandidat pelamar kerja. (Sumber: Envato)

Pendidikan informal bisa jadi faktor pembeda yang kuat di antara ratusan pelamar lain.

Berikut alasan kenapa bagian ini penting banget untuk kamu tulis di CV: 

Menunjukkan minat belajar yang tinggi 

Mencantumkan pendidikan informal dapat memperlihatkan bahwa kamu punya dorongan kuat untuk terus berkembang. Hal tersebut menunjukkan sikap profesional yang adaptif dan haus akan ilmu.  

Nah, dua hal itu sangat dicari oleh perusahaan modern yang terus berkembang. 

Menambah keterampilan yang relevan dengan pekerjaan 

Edukasi alternatif sering kali langsung berhubungan dengan kebutuhan industri.

Misalnya, kursus data analyticsdigital marketing, atau UI/UX design, bisa langsung meningkatkan daya tarik CV-mu karena skill tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja. 

Selain itu, pengalaman dari kegiatan dalam pendidikan informal tentu dapat berperan sebagai pelengkap untuk pendidikan formal.

Pada akhirnya, keduanya dapat membantumu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.

Membedakan diri dari kandidat lain 

Bagi fresh graduate, pengalaman belajar di luar kampus bisa menjadi nilai tambah yang besar.

Sebagai contoh, mengikuti hackathon, membangun proyek pribadi, atau aktif mengikuti komunitas profesional bisa menunjukkan inisiatif dan passion yang kuat. 

Meningkatkan daya tawar dalam negosiasi gaji 

Keterampilan tambahan dari pendidikan informal bisa jadi alasan atau bukti bahwa kamu mampu memberikan kontribusi lebih.

Hal itu tentu dapat memperkuat posisi tawar kamu saat negosiasi gaji atau promosi karena perusahaan tahu kamu punya keahlian yang lebih luas. 

Tentu saja, kenaikan gaji tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran mandiri saja, ya.

Dengan mencantumkan pendidikan informal di CV, kamu dapat menunjukkan value diri. 

Contoh Pendidikan Informal di CV  

Ilustrasi seorang fresh graduates sedang menulis pendidikan informal di CV. (Sumber: Envato)

Berikut beberapa jenis pendidikan informal yang bisa kamu cantumkan ke dalam CV, lengkap dengan cara penulisannya agar tetap terlihat profesional dan relevan: 

Kursus online 

Kursus online kini menjadi salah satu bentuk edukasi nonformal paling populer.

Untuk penulisan kursus online ke dalam CV, cantumkan nama lembaga penyelenggara terlebih dulu.

Setelah itu, jelaskan keterampilan yang kamu dapatkan selama kursus. Jika ada proyek atau sertifikat, jangan ragu untuk mencantumkan keduanya untuk memperkuat penjelasan kursus online.

Workshop 

Workshop adalah pelatihan intensif yang berfokus pada praktik dan pendalaman topik tertentu.

Sebagai contoh, kamu yang punya background desain mengambil workshop desain grafis dari sebuah lembaga untuk memperkuat skill.

Nah, ketika ingin menulis pengalaman workshop itu, pastikan kamu menyertakan berbagai topik yang kamu pelajari, seperti desain logo, ilustrasi, atau UI/UX design.

Dengan mencantumkan topik pembahasan, rekruter atau HRD adalah lebih mudah memahami jenis workshop dan skill yang kamu dapatkan.

Seminar 

Seminar biasanya bersifat lebih formal dan diisi oleh para ahli di bidangnya. 

Sebagai contoh, kamu bisa mencantumkan seminar tentang pemasaran digital yang kamu hadiri. Sebutkan juga pembicaranya dan topik-topik yang paling menarik bagimu. 

Proyek Pribadi 

Proyek pribadi adalah cara bagus untuk menunjukkan inisiatif dan pencapaian keterampilanmu.

Sebagai contoh, kamu bisa mencantumkan proyek pengembangan aplikasi mobile, hasil karya desain grafis, atau akun sosial media yang pernah kamu kelola. 

Untuk penulisan proyek pribadi di dalam CV, cukup cantumkan nama proyek dan jelaskan secara singkat proses pembuatan, waktu pelaksanaan, serta hasil atau dampaknya dalam bentuk angka.

Sertifikasi profesional 

Sertifikasi memberi pengakuan resmi atas keahlianmu di bidang tertentu.

Untuk penulisannya di dalam CV, jelaskan lembaga penyelenggara sertifikasi, tema/bidang sertifikasi, gelar, dan juga waktu sertifikasi (termasuk masa berlaku). 

Pengalaman sukarela 

Kegiatan sukarela memperlihatkan kemampuan interpersonal dan kepedulian sosialmu. Kamu bisa mencantumkan pengalaman menjadi relawan mengajar di sebuah komunitas. 

Jelaskan tugas-tugas, proses kerja, dan pengembangan keterampilan selama kegiatan tersebut.

Cara Menulis Pendidikan Informal di CV  

Pendidikan Informal di CV

Agar pendidikan informal terlihat profesional dan relevan, ikuti panduan penulisannya berikut ini:

Pilih yang relevan dengan pekerjaan 

Tidak semua pengalaman belajar perlu dicantumkan ke dalam CV. Fokuslah pada yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar. 

Misalnya, jika kamu melamar sebagai data scientist, kursus tentang machine learning atau data mining akan jauh lebih relevan dibanding kelas public speaking

Gunakan format yang konsisten 

Pastikan format penulisan bagian pendidikan informal sama dengan bagian lain di CV untuk menjaga konsistensi.

Umumnya, urutannya mencakup: 

  • Nama lembaga
  • Judul kursus/workshop/seminar
  • Tahun
  • Keterampilan yang diperoleh 

Kamu bisa menulis pengalaman belajarmu dalam bentuk daftar, seperti halnya pengalaman kerja. 

Cantumkan informasi pendukung 

Ketika menyusun CV, sangat krusial untuk mencantumkan informasi yang lengkap dan sesuai.

Untuk pendidikan informal, tambahkan detail seperti durasi kegiatan, topik pembahasan utama, atau hasil yang dicapai. 

Informasi ini menunjukkan keseriusan dan kedalaman pembelajaranmu. 

Contoh Penulisan Pendidikan informal di CV

Di bawah ini ada beberapa contoh penulisan pendidikan informal di CV yang bisa kamu jadikan referensi. Ingat, sesuaikan contoh ini dengan pengalaman dan jenis pekerjaan yang kamu lamar, ya! 

Kursus online 

Digital Marketing Specialization - Glern, 2023 

Mempelajari keahlian dalam strategi pemasaran digital, yang mencakup SEM, SEO, dan pemasaran melalui media sosial.

Workshop 

Workshop Desain UX/UI - View Academy, 2022 

Mempelajari prinsip-prinsip desain user interface dan user experience, serta tools seperti Figma dan Sketch.

Seminar

Seminar Pemasaran Digital - DigiWhite, 2021 

Topik pembahasan: Tren Terbaru dalam Pemasaran Digital dan Strategi Google Ads.

Proyek pribadi

Pengembangan Aplikasi Mobile Android - Pribadi, 2022 

Mengembangkan aplikasi Android sederhana untuk mengelola keuangan pribadi menggunakan Flutter. 

Sertifikasi profesional

Certified ScrumMaster (CSM) – L&P Scrum, 2023 

Lulus sertifikasi CSM dan memiliki pemahaman mendalam tentang metodologi Agile Scrum.

Pengalaman sukarela

Relawan Pengajar Bahasa Jepang - Semantikum, 2021-2022 

Memberikan pelatihan bahasa Jepang kepada ibu rumah tangga di sekitar desa wisata untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka saat menawarkan produk kepada calon pembeli dari Jepang.

Kesimpulan

Pengalaman belajar di luar jalur formal tidak hanya menunjukkan rasa ingin tahu dan semangat pengembangan diri saja, lho! Hal tersebut juga menjadi bukti nyata keterampilan dan pengetahuan yang kamu miliki. 

Dari berbagai contoh di atas, bisa kamu lihat bahwa bentuk belajar nonformal sangat beragam. Mulai dari kursus onlineworkshop, hingga volunteering, dapat menjadi nilai tambahan untuk memperkuat CV-mu.

Jika kamu bingung mencari sumber belajar untuk meningkatkan skill kerja, kunjungi KarirKu dalam aplikasi Jobstreet.

Ada banyak materi pembelajaran skill kerja dalam bentuk video di KarirKu yang bisa kamu akses secara GRATIS!

Gak cuma itu, kamu juga bisa mendapatkan sertifikat yang berguna untuk memperkuat CV setelah menyelesaikan materi pembelajaran.

Tenang, semua materi video berasal dari pakar yang sudah profesional di bidangnya.

Jadi, tunggu apa lagi, segera buka KarirKu dalam aplikasi Jobstreet dan tingkatkan skill kerjamu sekarang!

Jika kamu lebih suka belajar dengan cara membaca, Jobstreet punya rubrik khusus Tips Karier yang isinya gak cuma soal skill, tapi juga pembahasan seputar dunia kerja.

Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas
Jobstreet
, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Pendidikan Informal di CV

  1. Apakah semua pendidikan informal harus dicantumkan di CV? 
    ⁠Tidak perlu semuanya. Pilih yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar agar CV tetap fokus dan padat.
  2. Bagaimana cara mengukur relevansi pendidikan informal dengan pekerjaan yang dilamar?
    Perhatikan kesesuaian keterampilan dengan deskripsi pekerjaan. Misalnya, untuk posisi desainer grafis, kursus UI/UX design akan jauh lebih relevan dibanding kursus kepemimpinan.
  3. Apakah pendidikan informal lebih penting daripada pengalaman kerja?
    ⁠Keduanya sama-sama penting. Secara umum, pendidikan informal membangun fondasi keterampilan dan pengetahuan. Di lain sisi, pengalaman kerja menunjukkan kemampuanmu dalam menerapkan skill dan pengetahuan secara nyata.
  4. Bagaimana cara menjelaskan gap pengalaman kerja dengan pendidikan informal?
    Gunakan bagian pendidikan informal untuk menunjukkan aktivitas produktif selama masa tersebut. Contoh: “Selama masa transisi sebelum melanjutkan kuliah, saya mengikuti kursus online tentang desain grafis dan manajemen proyek untuk memperkuat keterampilan saya.”
  5. Keterampilan apa saja yang bisa didapat dari pendidikan informal?
    ⁠Banyak! Mulai dari soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim, hingga hard skills seperti pemrograman, desain, analisis data, hingga pemasaran digital. Semuanya bisa memperkuat profilmu di mata rekruter.

More from this category: Resumes

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.