Ini 8 Job Desk Digital Marketing dan Skill yang Dibutuhkan

Ini 8 Job Desk Digital Marketing dan Skill yang Dibutuhkan
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 26 February, 2025
Share

Pada era teknologi seperti sekarang, makin banyak perusahaan yang memanfaatkan pemasaran produk secara digital.

Pasalnya, perusahaan bisa meningkatkan brand awareness serta menjangkau konsumen lebih luas dan efektif lewat penerapan digital marketing yang tepat. 

Oleh karena itu, profesi digital marketing pun banyak dibutuhkan. Di sisi lain, berkarier di bidang digital marketing juga menawarkan jenjang karier dan gaji yang menggiurkan. 

Namun, sebelum memutuskan terjun ke dunia digital marketing, kamu perlu memahami apa saja tugas dan keahlian yang dibutuhkan untuk posisi tersebut.

Yuk, kita pelajari bersama dengan membaca artikel ini!


⁠Apa Itu Profesi Digital Marketing? 

Ilustrasi tiga orang karyawan swasta yang bekerja di bidang digital marketing. (Sumber: Envato)

Digital marketing atau pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan promosi bisnis secara online

Dilansir dari Digital Marketing Institute, tanggung jawab utama seorang digital marketer adalah merancang strategi pemasaran digital yang efektif.

Mereka menggunakan berbagai platform digital seperti website, media sosial, mesin pencari (search engine), dan email untuk membangun brand awareness dan menghasilkan leads atau prospek konsumen. 

Untuk bisa sukses di bidang digital marketing, kamu membutuhkan kombinasi hard skill dan soft skill yang kuat.

Seorang digital marketing specialist harus menguasai teknik campaign atau pemasaran digital seperti SEO, SEM, content marketingemail marketing, dan social media marketing

Selain itu, mereka juga perlu aktif, punya inisiatif, memiliki kemampuan berpikir kreatif, analitis, dan adaptif dengan perubahan.

Adapun gaji digital marketer di Indonesia bervariasi tergantung pada level pengalaman dan posisi yang dipegang.

Menurut data Jobstreet, gaji pemasar digital di Indonesia untuk posisi entry level mencapai Rp5.000.000 hingga Rp6.250.000 per bulan.

Sementara untuk posisi yang lebih senior seperti Digital Marketing Manager, gajinya dapat mencapai Rp12 juta hingga Rp18 juta per bulan. 

Ketiak sudah mencapai puncak karir, Digital Marketing Lead atau Director dapat mengantongi gaji yang jauh lebih tinggi, tergantung pengalaman dan tanggung jawab yang diemban.


⁠Job Desk dan Tanggung Jawab dari Profesi Digital Marketing 

Ilustrasi dua orang karyawan swasta sedang menjalakan job desk digital marketing. (Sumber: Envato)

Lalu, apa saja job desk digital marketing staff? Secara garis besar, tugas dan tanggung jawab digital marketing meliputi beberapa aspek pemasaran penting berikut ini: 

Perencanaan strategi 

Perencanaan strategi adalah langkah pertama yang krusial dalam pekerjaan digital marketing. Tahap ini melibatkan: 

  • Membuat rencana pemasaran digital yang komprehensif
    ⁠Rencana pemasaran harus mencakup semua aspek kegiatan pemasaran digital, mulai dari analisis pasar hingga strategi konten. Rencana ini juga harus mencakup penetapan anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan.
  • Menetapkan tujuan dan KPI yang jelas
    ⁠Idealnya, tujuan dirancang dan ditetapkan dengan menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) untuk mengukur keberhasilan kampanye. Misalnya, meningkatkan traffic situs web sebesar 30% dalam 6 bulan.
  • Mengidentifikasi target audiens
    ⁠Memahami siapa audiens kamu adalah kunci pemasaran yang sukses. Identifikasi audiens dalam tahap ini meliputi demografi, perilaku, dan preferensi mereka. Melalui informasi ini, kamu bisa merancang kampanye yang lebih tepat sasaran. 


⁠⁠Pemasaran konten 

Pemasaran konten juga menjadi bagian dari tugas digital marketing. Dalam bidang pemasaran, tugas tersebut mencakup:  

  • Membuat berbagai jenis konten (blog, artikel, video, infografis, dan lainnya)
    Salah satu tugas utama digital marketing adalah membuat konten untuk berbagai keperluan, mulai dari promosi, hingga meningkatkan brand awareness dan leads. ⁠Konten yang beragam tentunya bisa menarik lebih banyak audiens sehingga membantu meningkatkan performance.
  • Optimasi konten untuk SEO
    ⁠Konten yang baik harus dioptimalkan agar mudah ditemukan di mesin pencari. Optimasi ini termasuk penggunaan kata kunci yang relevan, meta tag, dan struktur URL yang baik.
  • Distribusi konten
    ⁠Setelah konten dibuat, kamu perlu mendistribusikannya melalui saluran yang tepat, seperti media sosial, email, atau website.

Dalam praktiknya, tahap ini membutuhkan bantuan content specialist, copywriter, atau content writer.

Mereka harus bisa menciptakan konten yang menarik, informatif, dan sesuai dengan brand. Selain itu, mereka juga harus memahami teknik SEO agar konten mudah ditemukan di mesin pencari. 


⁠Social media marketing 

Digital marketing staff job description juga mencakup pemahaman tentang sosial media marketing, termasuk: 

  • Membangun dan mengelola akun media sosial
    ⁠Tugas ini termasuk memilih platform yang tepat (seperti Instagram, Facebook, atau X) dan mengelola profil untuk memastikan konsistensi branding.
  • Membuat konten menarik untuk media sosial
    ⁠Konten media sosial iklan harus disesuaikan dengan karakter setiap platform. Misalnya, konten visual lebih cocok untuk Instagram, sedangkan konten informatif bisa lebih efektif di X.
  • Mengukur performa media sosial
    ⁠Memanfaatkan alat analisis untuk melacak metrik seperti engagement, reach, dan konversi dari kampanye di media sosial.

Profesi yang cocok untuk menangani social media marketing adalah social media specialist.

Selain memahami karakteristik masing-masing platform media sosial dan menciptakan konten yang sesuai, posisi ini juga bekerja sama dengan key opinion leader (KOL) untuk meningkatkan jangkauan dan kredibilitas brand.  


⁠Email marketing 

Email marketing tetap menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjangkau audiens. Tugas ini mencakup: 

  • Membuat dan mengirim email kampanye
    ⁠Merancang email yang menarik dan informatif untuk audiens guna meningkatkan engagement dan konversi.
  • Mengelola daftar email
    ⁠Memastikan daftar email selalu diperbarui dan tersegmentasi dengan baik untuk mengirimkan konten yang relevan kepada audiens yang tepat.
  • Menganalisis kinerja email marketing
    ⁠Menggunakan metrik seperti open rate, click-through rate, dan conversion rate untuk mengevaluasi efektivitas kampanye.  

Seorang email marketing specialist bertugas untuk merancang dan menjalankan kampanye email yang efektif. Mereka harus paham teknik copywriting dan perilaku audiens. 


⁠Pay-Per-Click (PPC) Advertising 

PPC advertising (ads) adalah cara yang efektif untuk menjangkau audiens dengan cepat. Tugas ini meliputi: 

  • Mengelola kampanye iklan berbayar (Google Ads, Facebook Ads, dan lainnya)  Menentukan anggaran, memilih kata kunci, dan membuat iklan yang menarik di platform seperti Google Ads dan Facebook Ads.
  • Optimasi iklan untuk meningkatkan ROI
    ⁠Memantau kinerja iklan secara berkala dan melakukan penyesuaian untuk meningkatkan hasil.


⁠Analisis Data 

Umumnya, digital marketing job description juga menyebutkan tentang memiliki pengalaman di bidang analisis data. Hal itu termasuk:

  • Mengumpulkan dan menganalisis data kinerja pemasaran
    ⁠Menggunakan alat analisis untuk mengumpulkan data dari berbagai saluran pemasaran dan mengevaluasi kinerjanya.
  • Membuat laporan untuk mengukur keberhasilan kampanye
    ⁠Menyusun laporan yang jelas dan informatif untuk menunjukkan hasil dari kampanye yang telah dilakukan.
  • Mengambil keputusan berdasarkan data
    ⁠Memberikan informasi yang diperlukan untuk membantu tim dalam merumuskan strategi yang lebih baik. 


⁠SEO (Search Engine Optimization) 

SEO adalah teknik yang penting untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Tugas ini mencakup: 

  • Optimasi website untuk mesin pencari
    ⁠Melakukan perubahan pada website agar lebih ramah SEO, termasuk memperbaiki struktur website dan kecepatan loading.
  • Riset kata kunci
    ⁠Mengidentifikasi kata kunci yang sering dicari oleh audiens dan mengintegrasikannya ke dalam konten.
  • Membangun backlink
    ⁠Mencari peluang untuk mendapatkan backlink dari website lain yang berkualitas untuk meningkatkan otoritas website.

Profesi yang cocok untuk menangani SEO adalah SEO specialist. Mereka harus memahami algoritma dari mesin pencari, teknik optimasi yang efektif, dan perilaku pencarian audiens.  


⁠Web analytics 

Dalam kaitannya dengan web analytics, tugas digital marketing adalah:  

  • Menggunakan Google Analytics untuk analisis website
    ⁠Memanfaatkan alat ini untuk mengumpulkan data tentang pengunjung website, termasuk demografi, perilaku, dan sumber traffic.
  • Menganalisis perilaku user
    ⁠Memahami bagaimana user berinteraksi pada website, termasuk halaman yang paling banyak dikunjungi dan waktu yang dihabiskan di setiap halaman.

Baca Juga: Cara Menghitung Impression dalam Digital Marketing 


Skill yang Dibutuhkan Menjadi Digital Marketer 

Ilustrasi empat orang karyawan perusahaan swasta sedang menjalankan job desk digital marketing. (Sumber: Envato)

Setelah mengetahui apa saja job description dari digital marketing, apakah kamu makin tertarik untuk bekerja dan membangun karier di bidang pemsaran digital.

Jika iya, kamu wajib membekali diri dengan skill tertentu. Dikutip dari Brain Station, Berikut adalah daftar hard skill dan soft skill yang dibutuhkan di bidang digital marketing:

Hard Skills 

  • SEO (Search Engine Optimization): Memahami cara kerja mesin pencari dan teknik optimasi untuk meningkatkan visibilitas website.
  • SEM (Search Engine Marketing): Menguasai teknik pemasaran berbayar di mesin pencari untuk meningkatkan traffic dan konversi.
  • Analisis data: Kemampuan mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data dari berbagai sumber.
  • Copywriting: Kemampuan menulis konten menarik dan persuasif untuk berbagai saluran pemasaran, termasuk e commerce.
  • Desain grafis: Kemampuan membuat konten visual yang menarik dan sesuai dengan brand.
  • Pengelolaan media sosial: Memahami cara mengelola akun media sosial dan menciptakan konten yang sesuai dengan audiens.
  • Tools digital marketing: Familiar dengan berbagai alat dan software yang digunakan dalam digital marketing, seperti Google Analytics, Hootsuite, dan Mailchimp. 

Soft Skills 

  • Kreativitas: Kemampuan berpikir kreatif dan menciptakan ide baru untuk kampanye pemasaran.
  • Kemampuan beradaptasi: Dunia digital marketing sangat dinamis, jadi kamu harus adaptif terhadap tren dan teknologi baru.
  • Komunikasi yang baik: Kemampuan menyampaikan ide maupun informasi dengan jelas kepada tim dan audiens.
  • Berpikir analitis: Mampu menganalisis data dan menemukan solusi untuk masalah yang muncul.
  • Manajemen waktu: Mampu mengelola berbagai proyek secara bersamaan dan memenuhi tenggat waktu. 


⁠Cara Memulai Berkarir di Bidang Digital Marketing 

Ilustrasi suasana kerja divisi digital marketing perusahaan swasta. (Sumber: Envato)

Jika tertarik untuk memulai karir di bidang digital marketing, berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil: 

Pendidikan dan latihan 

  • Mengambil pendidikan dan gelar yang relevan: Gelar di bidang yang relevan bisa menjadi nilai tambah jika kamu ingin membangun karier di bidang digital marketing. Beberapa jurusan yang sering dipertimbangkan dalam bidang digital marketing adalah komunikasi, manajemen, dan bisnis. Namun, perusahaan juga menerima kandidat dengan latar belakang yang berbeda selama memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.

  • Kursus online dan sertifikasi: Selain mengambil pendidikan yang relevan, kamu juga bisa mengikuti kursus atau sertifikasi. Platform seperti Google Digital Garage, HubSpot Academy, dan Coursera menawarkan kursus yang dapat membantu memahami konsep dasar dan teknik dalam digital marketing.

  • Bootcamp digital marketing: Bootcamp menawarkan pelatihan intensif dan praktis yang dapat memberi pengalaman langsung dalam digital marketing

⁠Membangun portofolio, networking, dan personal branding

  • Proyek pribadi: Coba buat website atau blog pribadi yang mencerminkan kemampuanmu dalam digital marketing. Ini bisa menjadi contoh nyata dari keterampilan yang kamu miliki.
  • Internship: Magang di perusahaan digital marketing atau bagian pemasaran perusahaan dapat memberi pengalaman berharga dan memperluas jaringan profesional.⁠
  • Kontribusi di blog atau komunitas online: Berkontribusi pada blog atau forum online dapat membantu membangun reputasi sebagai seorang ahli di bidangnya.
  • Networking: Selain mulai aktif mencari pekerjaan, jangan lupa juga membangun netoworking dengan mengikuti acara, seminar, atau workshop yang berkaitan dengan digital marketing. Networking yang luas tidak hanya bisa membantu kamu bertemu dengan profesional lain, tapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pekerjaan.
  • Personal branding: Pada era digital seperti sekarang, personal branding bisa membuka peluang karier. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan berbagai platform media sosial untuk mempromosikan keahlian, konten, dan portofoloio kamu yang berkaitan dengan digital marketing.


⁠Kesimpulan 

Dalam praktiknya, profesi digital marketing mencakup berbagai tanggung jawab, termasuk perencanaan strategi pemasaran, pembuatan dan distribusi konten, manajemen penggunaan media sosial, email marketing, serta optimasi SEO dan SEM.  

Seorang digital marketer harus memiliki kombinasi hard skills seperti SEO, analisis data, copywriting, dan soft skills seperti kreativitas, adaptif, serta manajemen waktu yang baik. 

Pendidikan yang relevan dan pelatihan praktis melalui kursus online atau bootcamp sangat disarankan jika ingin mulai berkarir di bidang ini.

Selain itu, membangun portofolio melalui proyek pribadi, magang, atau kontribusi di komunitas online juga penting jika kamu ingin membangun karier di bidang digital marketing.

Tertarik berkarier di bidang digital marketing? Temukan banyak lowongan kerja digital marketing hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KariKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil

Baca Juga: Apa Itu Allowance? Ini Definisi, Manfaat, dan Jenisnya! 


⁠Pertanyaan Seputar Job Desk Digital Marketing 

  1. Apa perbedaan antara digital marketer dan content creator?
    Digital marketer bertanggung jawab untuk merancang dan mengeksekusi strategi pemasaran digital secara keseluruhan. Di sisi lain, content creator lebih fokus pada pembuatan konten yang menarik dan berkualitas untuk berbagai platform digital.
  2. Alat apa saja yang wajib dikuasai oleh seorang digital marketer?
    Seorang digital marketer harus menguasai alat-alat seperti Google Analytics, Google Ads, Hootsuite atau Buffer, Mailchimp, dan SEMrush atau Ahrefs.
  3. Berapa gaji rata-rata seorang digital marketer di Indonesia?
    Gaji digital marketer di Indonesia bervariasi tergantung pengalaman, level, dan tanggung jawab. Menurut data Jobstreet, rata-rata gaji pemasar digital di Indonesia untuk posisi entry level mencapai Rp5 juta - Rp6,2 juta per bulan. Namun, posisi yang lebih senior bisa mendapat gaji mencapai Rp15 juta atau lebih per bulan.
  4. Apa saja tantangan terbesar dalam menjadi digital marketer?
    Beberapa tantangan yang dihadapi seorang digital marketer antara lain harus mengikuti perkembangan teknologi dan tren yang terus berubah, menciptakan konten yang menarik dan relevan untuk audiens, mengukur efektivitas kampanye dan optimasi strategi berdasarkan data, serta mempertahankan konsistensi branding di berbagai platform digital.
  5. Apakah saya perlu gelar sarjana untuk menjadi digital marketer?
    Tidak selalu. Meski gelar sarjana di bidang marketing, komunikasi, atau informatika bisa menjadi nilai tambah, banyak perusahaan juga membuka kesempatan untuk entry level digital marketer tanpa gelar sarjana. Hal yang penting adalah kamu memiliki hard skill dan soft skill yang dibutuhkan serta pengalaman melalui proyek atau magang.

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.