Cara Membuat Career Planning dan Contohnya

Cara Membuat Career Planning dan Contohnya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 11 April, 2026
Share

Ringkasan:

  • Career planning adalah rencana strategis yang berisi tujuan karier, pengembangan skill, hingga evaluasi untuk mencapai karier impian.
  • Dengan career plan, kamu lebih fokus, termotivasi, dan tidak mudah terjebak di pekerjaan yang stagnan.
  • Membuat career planning dimulai dari mengenal diri, menetapkan tujuan melalui metode SMART, kemudian melakukan riset pasar kerja.
  • Membagi target jangka pendek, menengah, dan panjang dalam career planning membuat perjalanan karier lebih terarah dan realistis.
  • Career planning perlu dievaluasi berkala agar tetap relevan dengan perubahan industri dan perkembangan diri. 

Tidak sedikit orang bekerja tanpa arah yang jelas sampai akhirnya bingung atau stuck di tempat itu-itu saja. 

Kalau kamu pernah bertanya, “Sebenarnya mau ke mana arah tujuan karierku?”, itu tandanya kamu membutuhkan career planning

Career planning adalah proses merencanakan tujuan karier secara terarah, mulai dari mengenali diri sendiri hingga menyusun langkah untuk mencapainya. 

Di tengah persaingan kerja yang semakin dinamis, memiliki career planning terbilang sangat wajib.

Lantas, bagaimana cara membuat career planning yang tepat? Artikel ini akan membantumu memahami pentingnya career planning dan cara menyusunnya secara realistis. Yuk, kita pelajari bersama! 

Pentingnya Career Planning

Ilustrasi seorang karyawan swasta tampak bahagia setelah selesai membuat career planning. (Sumber: Pexels)

Menurut PathWise, seseorang bisa mudah hilang fokus atau bahkan impulsif dalam mengamabil keputusan karier jika tidak memiliki rencana karir yang jelas.

Dalam praktiknya, adanya rencana karier akan membantu kamu mempersiapkan tujuan jangka panjang dan pendek atas karier profesional sesuai passion

Lebih lanjut, berikut beberapa poin penting yang membuat kamu membutuhkan career planning

1. Meningkatkan Fokus dan Motivasi 

Punya tujuan yang jelas akan meminimalisir kebingungan sekaligus menjaga motivasi dalam bekerja. 

Dengan menetapkan target, kamu jadi lebih fokus dan tahu langkah yang perlu dilakukan untuk mencapainya. 

Misalnya, kamu lulusan pendidikan ilmu sosial tapi ingin menjadi product manager dalam satu tahun ke depan. Di sisi lain, kamu juga hobi fotografi. 

Namun, demi meraih pekerjaan impian, kamu memilih meluangkan energi dan dana untuk bootcamp product manager daripada liburan.

2. Membantu Mencapai Tujuan Lebih Cepat 

Dilansir dari National Society of Leadership and Success, cara paling efektif mencapai tujuan besar adalah dengan memecahnya menjadi tujuan atau langkah kecil yang jelas. 

Dalam career planning, tujuan besar perlu diuraikan menjadi target spesifik yang realistis agar progresnya terasa dan terarah. Hal ini juga untuk menghindari stres atau prokrastinasi.

Nah, kamu bisa menggunakan metode SMART untuk membantu menyusun target karier yang spesifik, terukur, relevan, dan punya batas waktu. 

3. Membuka Peluang Baru 

Merencanakan karier akan membuka peluang baru yang mungkin tidak pernah kamu duga. 

Pasalnya, career planning membuat orang jadi lebih proaktif mencari pengalaman, relasi, atau skill baru yang sesuai dengan tujuan karir. 

Adapun career planning juga membuatmu lebih siap menghadapi perubahan. 

Kamu bisa mengantisipasi kemungkinan tantangan sejak awal dan menyiapkan langkah yang tepat, sehingga tidak mudah panik saat situasi berubah. 

Baca Juga: 7 Tips Hari Pertama Kerja untuk Karyawan Baru agar Punya Impresi Baik 

Tahapan Membuat Career Planning

Ilustrasi dua orang karyawan perusahaan swasta yang memiliki karier sukses setelah membuat career planning. (Sumber: Pexels)

Menyusun career plan sebaiknya tidak dikerjakan dengan terburu-buru. Sebab, setiap keputusan akan memengaruhi karier profesionalmu. 

Dalam praktiknya, proses menyusun career plan membutuhkan refleksi, riset, dan pertimbangan matang agar tujuan yang ditetapkan benar-benar realistis dan sesuai potensi diri.

Nah, berikut langkah-langkah membuat career plan yang tepat: 

1. Mengenal Diri Sendiri 

Mengenali diri sendiri adalah langkah penting dalam meraih kesuksesan dalam bidang apa saja termasuk karir. 

Self-awareness akan memandumu mengenali minat dan kemampuan untuk kemudian memilih karir yang sesuai dengan tujuan karier maupun kualitas diri. 

Identifikasi minat, bakat, dan nilai-nilai 

Minat adalah hal-hal yang membuat kamu antusias. Di lain sisi, bakat adalah kemampuan dan keterampilan.

Cari tahu apa yang menjadi kemampuanmu secara alami, seperti public speaking, time management, analisis data, menulis, dan lain sebagainya. 

Sementar itu, nilai adalah hal yang menjadi pandangan dan keyakinan diri. Misalnya, nilai-nilai penting bagi kamu adalah keluarga, work-life balance, aktivitas sesuai prinsip syariah, dan lain-lain.

Nah, untuk membuat career planning, kamu perlu mengidentifikasi minat, bakat, dan nilai diri terlebih dulu.

Lakukan tes minat dan kepribadian 

Kamu bisa menggunakan alat bantu tes minat dan kepribadian untuk mengenali apa yang benar-benar menjadi passion dalam dunia kerja. 

Selain itu, kamu juga bisa lakukan tes minat dan kepribadian dengan psikolog profesional, sekaligus konsultasi karier. 

Analisis kekuatan dan kelemahan 

Buatlah daftar apa saja yang menjadi kelebihan atau kekuatanmu. Misalnya percaya diri, keterampilan teknis dalam bidang komputer, dan sebagainya. 

Lalu, definisikan juga aspek kekuranganmu. Contohnya bisa berupa manajemen waktu yang kurang baik, skala prioritas, atau terlalu perfeksionis. 

Ingat, kamu harus jujur terhadap diri sendiri. Hal ini akan membantumu mengenali area atau bidang apa yang perlu kamu kembangkan dan perbaiki untuk menentukan karir yang cocok. 

2. Menetapkan Tujuan Karier 

Selanjutnya, bagi rencana karirmu dalam beberapa tahapan. Cara ini membantumu lebih fokus dan efisien dalam melakukan upaya-upaya strategis mencapai karir impian. 

Tentukan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang 

Buat rencana karir ke dalam tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Misalnya seperti ini: 

  • Jangka pendek (1-2 tahun): Mengikuti internship di perusahaan A yang selaras dengan karir impian dan bergabung menjadi karyawan full time dengan tetap mengambil setidaknya 1 sertifikasi dasar.
  • Jangka menengah (3-5 tahun): Berhasil promosi atau pindah departemen yang lain untuk memperluas wawasan dan keterampilan serta mengambil dua sertifikasi advance.
  • Jangka panjang (5-10 tahun): Menjadi expert dalam bidang X dan membuka jasa konsultasi independen. 

Gunakan metode SMART Goals 

SMART Goals adalah kerangka yang kamu gunakan untuk mencapai sebuah tujuan. Berikut contoh membuatnya: 

  • Specific: Tentukan tujuan karier dengan jelas. Misalnya, “Menjadi Digital Marketing Manager di perusahaan X”.
  • Measurable: Tetapkan indikator keberhasilan yang bisa diukur untuk mendukung tujuan tersebut. Misalnya, “Meng-handle minimal 3 proyek kampanye dan menyelesaikan sertifikasi profesional X dalam 2 tahun”.
  • Achievable: Pastikan tujuan realistis dan bisa diwujudkan dengan sumber daya yang kamu miliki. Misal, “Meningkatkan performa kerja dan memenuhi KPI selama untuk persiapan promosi”.
  • Relevant: Pastikan tujuan ini selaras dengan cita-cita karier. Contoh, “Menjadi Digital Marketing Manager untuk mewujudkan karier yang fleksibel sebagai konsultan pemasaran independen”.
  • Time bound: Tetapkan batas waktu untuk mencapai tujuan. Misalnya, “Menjadi seorang Digital Marketing Manager dalam 3 tahun”. 

Visualisasikan masa depan karier 

Bayangkan posisi, lingkungan kerja, dan peran di masa depan yang akan kamu lakukan dan inginkan. 

Buatlah vision board tentang bagaimana kamu melihat diri sendiri dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. 

3. Riset Pasar Kerja 

Proses selanjutnya dalam cara membuat career planning adalah memahami dinamika yang terjadi di pasar kerja sehingga membantumu menyesuaikan mimpi yang kamu miliki dan realitas industri. 

Pelajari tren industri 

Up to date dengan perkembangan di bidang atau industri yang kamu incar lewat berbagai kanal dan sumber terpercaya. 

Identifikasi peluang dan tantangan 

Cari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan dalam industri atau peran yang kamu inginkan, termasuk skill tertentu yang harus kamu kuasai.  

Jalin networking 

Perbanyak relasi dengan orang-orang kompeten dan profesional di bidang minatmu. Selain bergabung dengan komunitas atau asosiasi profesional, setidaknya gunakan LinkedIn untuk memulai networking

4. Membuat Rencana 

Kini saatnya kamu membuat rencana konkret untuk mencapai tujuan-tujuan karier yang kamu idamkan. Caranya: 

Buat timeline yang realistis 

Selalu miliki timeline untuk mewujudkan langkah-langkah spesifik tertentu. 

Contohnya, kapan mulai mengikuti internship untuk memperoleh pengalaman, melamar pekerjaan baru, dan lain-lain. 

Identifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan 

Berdasarkan hasil analisis diri dan riset pasar kerja, tentukan keterampilan apa yang perlu kamu tingkatkan untuk memperluas peluang kerja. 

Cari mentor atau coach 

Coach atau mentor akan memberimu panduan, saran, dan wawasan berharga berdasarkan pengalaman dan ilmu yang mereka miliki, baik di lapangan maupun teori selama ini. 

5. Evaluasi dan Adaptasi 

Ingat, karier merupakan sebuah proses yang panjang dan sangat dinamis. Kamu mungkin saja mengubah rencana karier karena berbagai pertimbangan. 

Maka dari itu, lakukan evaluasi berkala dan adaptasi dengan perubahan yang terjadi. 

Tinjau kembali rencana secara berkala 

Evaluasi setiap 6 atau 12 bulan untuk melihat apakah kamu sudah mencapai target pendek yang diterapkan atau belum. 

Jika ada yang belum tercapai, segera analisis penyebabnya dan cari solusinya. 

Beradaptasi dengan perubahan 

Pastikan kamu juga cukup fleksibel dengan pilihan yang sudah kamu tetapkan. 

Pasalnya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan memaksamu untuk melakukan pivot. 

Baca Juga: 8 pekerjaan yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan 

Contoh Career Planning

Ilustrasi seorang fresh graduate sedang membuat career planning. (Sumber: Pexels)

Setiap orang punya timeline kehidupan masing-masing. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan karir impianmu! 

Supaya makin paham, berikut contoh career planning untuk fresh graduate maupun profesional yang ingin beralih karier.

Fresh Graduate 

ProfilFresh graduate yang ingin menjadi Digital Marketing Specialist. 

0–3 bulan setelah lulus 

  • Menyelesaikan Google Ads Certification.
  • Membangun portofolio sederhana dari proyek pribadi atau freelance

0–6 bulan setelah lulus 

  • Aktif membangun personal branding dan networking di sosial media.
  • Melamar posisi internship atau entry-level seperti Digital Marketing Associate. 

1–2 tahun pertama bekerja 

  • Mengembangkan skill teknis seperti SEO, SEM, dan social media marketing tools.
  • Konsisten memenuhi KPI dan mengambil tanggung jawab proyek. 

Tahun ke-2–3 

  • Menargetkan promosi ke posisi Digital Marketing Specialist. 

Tahun ke-3–4 

  • Menargetkan promosi ke posisi Senior Digital Marketing Specialist.

Profesional yang Ingin Berganti Karier

Profil: Profesional yang ingin career shifting menjadi seorang UI/UX Designer. 

0–6 bulan 

  • Mengikuti bootcamp atau kursus UI/UX.
  • Membangun portofolio proyek.
  • Meminta surat rekomendasi dan memperluas networking di LinkedIn. 

6–12 bulan 

  • Melamar posisi Junior UI/UX Designer. 

1–2 tahun setelah bekerja 

  • Mengembangkan pengalaman proyek dan menargetkan posisi Senior UI/UX Designer.

Tips Sukses Menyusun Career Planning

Ilustrasi Career Planning. (Sumber: Pexels)

Kamu selalu punya pilihan untuk menentukan karir yang diinginkan. Tapi, pastikan kamu mempunyai strategi untuk meraihnya. 

Berikut tips menyusun career plan yang bisa kamu implementasikan: 

1. Bangun Networking 

Your network is your networth. Jangan enggan untuk membangun networking, baik dengan bergabung ke komunitas profesional di media sosial atau menghadiri acara networking

Selain menambah relasi, membangun networking juga membuka peluang karier dan wawasan lebih luas. 

2. Kembangkan Skill 

Pengembangan diri terus-menerus adalah kunci kesuksesan yang mutlak. 

Bursa kerja saat ini memiliki persaingan yang ketat, sehingga kamu wajib untuk terus mengembangkan skill teknis maupun personal. 

Manfaatkan kursus atau pelatihan yang ada maupun sumber-sumber kredibel yang bisa kamu ambil secara online

3. Cari Mentor 

Siapa bilang para ahli tidak lagi membutuhkan mentor? Kamu akan terus memerlukan mentor untuk menunjangmu lebih baik dari berbagai aspek.

Karena itu, pilihlah mentor yang kredibel dan berkualitas. 

Baca Juga: Cara Pindah Jalur Karier dan Tantangan Umum yang Sering Muncul 

Kesimpulan

Membuat career planning tidak serumit yang dibayangkan. Selama kamu mau jujur pada diri sendiri dan punya tujuan yang jelas, kamu akan mudah membuat career planning yang terukur.

Mulailah dengan mengenali minat, bakat, serta nilai hidup yang kamu pegang. Setelah itu, susun target jangka pendek hingga panjang secara realistis dan terukur. 

Jangan lupa untuk terus riset tren industri, mengembangkan skill, dan membangun networking agar rencanamu tidak hanya berhenti di atas kertas. 

Dengan perencanaan yang matang dan evaluasi berkala, kamu bisa melangkah lebih percaya diri menuju masa depan cemerlang. 

Jadi, siap menjemput karier impian? Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

Pertanyaan Seputar Career Planning

  1. Apa perbedaan antara career planning dan goal setting?
    Career planning adalah roadmap yang berisi panduan langkah-langkah secara garis besar untuk mencapai karier yang kamu inginkan. Dalam praktiknya, career planning melibatkan banyak hal, mulai dari identifikasi minat dan keterampilan, riset kondisi pasar kerja dan industri untuk melihat hal-hal apa yang dipersiapkan, dan sebagainya.

    ⁠Sementara itu, goal setting adalah tujuan yang lebih spesifik untuk jangka waktu tertentu sebagai bagian dari career planning. Sifatnya lebih fokus pada pencapaian target yang terukur dan operasional.
  2. Bagaimana cara mengatasi ketakutan saat membuat rencana karier?
    ⁠Ketakutan dan rasa tidak percaya diri kerap terjadi karena kurangnya pengetahuan. Baik pengetahuan dalam memahami diri sendiri (kelebihan dan kekurangan), maupun kondisi (termasuk tantangan dan peluang) di dunia kerja.

    ⁠Namun, kamu bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut:
    ⁠- Identifikasi apa yang menjadi ketakutanmu
    ⁠Tuliskan dengan jujur dan spesifik apa yang hal yang membuatmu takut atau ketakutan apa yang kamu alami. Contoh, takut keluar dari zona nyaman dan kehilangan apa yang sudah dimiliki. Dari sini, kamu dapat mulai membedah solusi apa yang bisa dilakukan. Misalnya, mempertimbangkan pros dan cons dari zona nyaman yang sekarang, risiko yang muncul jika tidak mencoba pilihan baru, dan sebagainya.

    ⁠⁠- Fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan
    ⁠Ada sangat banyak faktor eksternal yang sangat mungkin terjadi dan mengubah rencana yang sudah kamu tetapkan. Namun, berkutat pada hal tersebut tidak akan menyelesaikan apa pun. Sebagai gantinya, fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan dan mulai ambil langkah-langkah kecil. Misalnya, kamu bisa memulainya dengan belajar keterampilan baru, mengambil kursus, dan sebagainya.

    ⁠- Cari dukungan
    ⁠Diskusikan dengan orang-orang yang kamu percaya dan minta dukungan dari mereka. Kelilingi diri dengan support system yang baik–tidak selalu mengatakan “ya” pada setiap keputusanmu, tetapi justru dapat membantumu terus berkembang.
  3. Apakah career planning harus selalu tetap sama?
    ⁠Tidak ada yang mutlak soal masa depan, termasuk soal karier. Karena itu, kamu tidak harus selamanya punya karier yang sama dan menutup pilihan lain dalam hidup.

    ⁠Sebaliknya, buatlah career planning sebaik mungkin sesuai dengan kondisi dan hal-hal yang dapat kamu perjuangkan. Namun di sisi lain, kamu juga perlu untuk bersikap lebih fleksibel dan adaptif.

    ⁠Jika masih berusaha mewujudkan karier yang sama, boleh jadi ada rencana dalam career plan yang berubah. Karena itu, kamu perlu melakukan evaluasi untuk membantu melihat mana yang tetap bisa dilakukan dan tidak.
  4. Bagaimana cara mencari mentor yang tepat?
    ⁠Kamu bisa mencari para profesional yang kredibel di berbagai kesempatan. Tak ada salahnya untuk memulai percakapan terlebih dahulu, seperti dengan mengirim pesan atau email.

    ⁠Meminta saran dari orang-orang terdekat atau orang-orang yang juga dalam bidang sama akan sangat membantu. Karena itu, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas atau asosiasi tertentu yang selaras dengan cita-cita yang kamu impikan.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.