Tidak sedikit orang bekerja tanpa arah yang jelas sampai akhirnya bingung atau stuck di tempat itu-itu saja.
Kalau kamu pernah bertanya, “Sebenarnya mau ke mana arah tujuan karierku?”, itu tandanya kamu membutuhkan career planning.
Career planning adalah proses merencanakan tujuan karier secara terarah, mulai dari mengenali diri sendiri hingga menyusun langkah untuk mencapainya.
Di tengah persaingan kerja yang semakin dinamis, memiliki career planning terbilang sangat wajib.
Lantas, bagaimana cara membuat career planning yang tepat? Artikel ini akan membantumu memahami pentingnya career planning dan cara menyusunnya secara realistis. Yuk, kita pelajari bersama!
Menurut PathWise, seseorang bisa mudah hilang fokus atau bahkan impulsif dalam mengamabil keputusan karier jika tidak memiliki rencana karir yang jelas.
Dalam praktiknya, adanya rencana karier akan membantu kamu mempersiapkan tujuan jangka panjang dan pendek atas karier profesional sesuai passion.
Lebih lanjut, berikut beberapa poin penting yang membuat kamu membutuhkan career planning:
Punya tujuan yang jelas akan meminimalisir kebingungan sekaligus menjaga motivasi dalam bekerja.
Dengan menetapkan target, kamu jadi lebih fokus dan tahu langkah yang perlu dilakukan untuk mencapainya.
Misalnya, kamu lulusan pendidikan ilmu sosial tapi ingin menjadi product manager dalam satu tahun ke depan. Di sisi lain, kamu juga hobi fotografi.
Namun, demi meraih pekerjaan impian, kamu memilih meluangkan energi dan dana untuk bootcamp product manager daripada liburan.
Dilansir dari National Society of Leadership and Success, cara paling efektif mencapai tujuan besar adalah dengan memecahnya menjadi tujuan atau langkah kecil yang jelas.
Dalam career planning, tujuan besar perlu diuraikan menjadi target spesifik yang realistis agar progresnya terasa dan terarah. Hal ini juga untuk menghindari stres atau prokrastinasi.
Nah, kamu bisa menggunakan metode SMART untuk membantu menyusun target karier yang spesifik, terukur, relevan, dan punya batas waktu.
Merencanakan karier akan membuka peluang baru yang mungkin tidak pernah kamu duga.
Pasalnya, career planning membuat orang jadi lebih proaktif mencari pengalaman, relasi, atau skill baru yang sesuai dengan tujuan karir.
Adapun career planning juga membuatmu lebih siap menghadapi perubahan.
Kamu bisa mengantisipasi kemungkinan tantangan sejak awal dan menyiapkan langkah yang tepat, sehingga tidak mudah panik saat situasi berubah.
Baca Juga: 7 Tips Hari Pertama Kerja untuk Karyawan Baru agar Punya Impresi Baik
Menyusun career plan sebaiknya tidak dikerjakan dengan terburu-buru. Sebab, setiap keputusan akan memengaruhi karier profesionalmu.
Dalam praktiknya, proses menyusun career plan membutuhkan refleksi, riset, dan pertimbangan matang agar tujuan yang ditetapkan benar-benar realistis dan sesuai potensi diri.
Nah, berikut langkah-langkah membuat career plan yang tepat:
Mengenali diri sendiri adalah langkah penting dalam meraih kesuksesan dalam bidang apa saja termasuk karir.
Self-awareness akan memandumu mengenali minat dan kemampuan untuk kemudian memilih karir yang sesuai dengan tujuan karier maupun kualitas diri.
Minat adalah hal-hal yang membuat kamu antusias. Di lain sisi, bakat adalah kemampuan dan keterampilan.
Cari tahu apa yang menjadi kemampuanmu secara alami, seperti public speaking, time management, analisis data, menulis, dan lain sebagainya.
Sementar itu, nilai adalah hal yang menjadi pandangan dan keyakinan diri. Misalnya, nilai-nilai penting bagi kamu adalah keluarga, work-life balance, aktivitas sesuai prinsip syariah, dan lain-lain.
Nah, untuk membuat career planning, kamu perlu mengidentifikasi minat, bakat, dan nilai diri terlebih dulu.
Kamu bisa menggunakan alat bantu tes minat dan kepribadian untuk mengenali apa yang benar-benar menjadi passion dalam dunia kerja.
Selain itu, kamu juga bisa lakukan tes minat dan kepribadian dengan psikolog profesional, sekaligus konsultasi karier.
Buatlah daftar apa saja yang menjadi kelebihan atau kekuatanmu. Misalnya percaya diri, keterampilan teknis dalam bidang komputer, dan sebagainya.
Lalu, definisikan juga aspek kekuranganmu. Contohnya bisa berupa manajemen waktu yang kurang baik, skala prioritas, atau terlalu perfeksionis.
Ingat, kamu harus jujur terhadap diri sendiri. Hal ini akan membantumu mengenali area atau bidang apa yang perlu kamu kembangkan dan perbaiki untuk menentukan karir yang cocok.
Selanjutnya, bagi rencana karirmu dalam beberapa tahapan. Cara ini membantumu lebih fokus dan efisien dalam melakukan upaya-upaya strategis mencapai karir impian.
Buat rencana karir ke dalam tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Misalnya seperti ini:
SMART Goals adalah kerangka yang kamu gunakan untuk mencapai sebuah tujuan. Berikut contoh membuatnya:
Bayangkan posisi, lingkungan kerja, dan peran di masa depan yang akan kamu lakukan dan inginkan.
Buatlah vision board tentang bagaimana kamu melihat diri sendiri dalam 5 sampai 10 tahun ke depan.
Proses selanjutnya dalam cara membuat career planning adalah memahami dinamika yang terjadi di pasar kerja sehingga membantumu menyesuaikan mimpi yang kamu miliki dan realitas industri.
Up to date dengan perkembangan di bidang atau industri yang kamu incar lewat berbagai kanal dan sumber terpercaya.
Cari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan dalam industri atau peran yang kamu inginkan, termasuk skill tertentu yang harus kamu kuasai.
Perbanyak relasi dengan orang-orang kompeten dan profesional di bidang minatmu. Selain bergabung dengan komunitas atau asosiasi profesional, setidaknya gunakan LinkedIn untuk memulai networking.
Kini saatnya kamu membuat rencana konkret untuk mencapai tujuan-tujuan karier yang kamu idamkan. Caranya:
Selalu miliki timeline untuk mewujudkan langkah-langkah spesifik tertentu.
Contohnya, kapan mulai mengikuti internship untuk memperoleh pengalaman, melamar pekerjaan baru, dan lain-lain.
Berdasarkan hasil analisis diri dan riset pasar kerja, tentukan keterampilan apa yang perlu kamu tingkatkan untuk memperluas peluang kerja.
Coach atau mentor akan memberimu panduan, saran, dan wawasan berharga berdasarkan pengalaman dan ilmu yang mereka miliki, baik di lapangan maupun teori selama ini.
Ingat, karier merupakan sebuah proses yang panjang dan sangat dinamis. Kamu mungkin saja mengubah rencana karier karena berbagai pertimbangan.
Maka dari itu, lakukan evaluasi berkala dan adaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Evaluasi setiap 6 atau 12 bulan untuk melihat apakah kamu sudah mencapai target pendek yang diterapkan atau belum.
Jika ada yang belum tercapai, segera analisis penyebabnya dan cari solusinya.
Pastikan kamu juga cukup fleksibel dengan pilihan yang sudah kamu tetapkan.
Pasalnya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan memaksamu untuk melakukan pivot.
Baca Juga: 8 pekerjaan yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan
Setiap orang punya timeline kehidupan masing-masing. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan karir impianmu!
Supaya makin paham, berikut contoh career planning untuk fresh graduate maupun profesional yang ingin beralih karier.
Profil: Fresh graduate yang ingin menjadi Digital Marketing Specialist.0–3 bulan setelah lulus
0–6 bulan setelah lulus
1–2 tahun pertama bekerja
Tahun ke-2–3
Tahun ke-3–4
|
Profil: Profesional yang ingin career shifting menjadi seorang UI/UX Designer.0–6 bulan
6–12 bulan
1–2 tahun setelah bekerja
|
Kamu selalu punya pilihan untuk menentukan karir yang diinginkan. Tapi, pastikan kamu mempunyai strategi untuk meraihnya.
Berikut tips menyusun career plan yang bisa kamu implementasikan:
Your network is your networth. Jangan enggan untuk membangun networking, baik dengan bergabung ke komunitas profesional di media sosial atau menghadiri acara networking.
Selain menambah relasi, membangun networking juga membuka peluang karier dan wawasan lebih luas.
Pengembangan diri terus-menerus adalah kunci kesuksesan yang mutlak.
Bursa kerja saat ini memiliki persaingan yang ketat, sehingga kamu wajib untuk terus mengembangkan skill teknis maupun personal.
Manfaatkan kursus atau pelatihan yang ada maupun sumber-sumber kredibel yang bisa kamu ambil secara online.
Siapa bilang para ahli tidak lagi membutuhkan mentor? Kamu akan terus memerlukan mentor untuk menunjangmu lebih baik dari berbagai aspek.
Karena itu, pilihlah mentor yang kredibel dan berkualitas.
Baca Juga: Cara Pindah Jalur Karier dan Tantangan Umum yang Sering Muncul
Membuat career planning tidak serumit yang dibayangkan. Selama kamu mau jujur pada diri sendiri dan punya tujuan yang jelas, kamu akan mudah membuat career planning yang terukur.
Mulailah dengan mengenali minat, bakat, serta nilai hidup yang kamu pegang. Setelah itu, susun target jangka pendek hingga panjang secara realistis dan terukur.
Jangan lupa untuk terus riset tren industri, mengembangkan skill, dan membangun networking agar rencanamu tidak hanya berhenti di atas kertas.
Dengan perencanaan yang matang dan evaluasi berkala, kamu bisa melangkah lebih percaya diri menuju masa depan cemerlang.
Jadi, siap menjemput karier impian? Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!