8 pekerjaan yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan

8 pekerjaan yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 31 January, 2026
Share

Bekerja sambil menikmati hamparan sabana di Pulau Sumba, atau mengecek email setelah menyelam di pagi hari di Banda Neira, mungkin terdengar seperti mimpi. Namun, dengan semakin banyaknya pilihan kerja fleksibel dan jarak jauh, menggabungkan kerja dan jalan-jalan kini bukan lagi hal yang mustahil.

Dari mereka yang baru meniti karier hingga pekerja lepas, semakin banyak orang mencari cara agar tetap bisa bekerja sambil jalan-jalan, ujar Mary Savova, Team Leader di People2People.

“Di pasar kerja saat ini, kita tidak perlu lagi terikat di satu lokasi untuk bisa produktif dan sukses,” katanya.

Pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan?

Sebagian orang memilih tetap menekuni profesi yang sudah dijalani sambil mencari peluang kerja yang lebih fleksibel atau bisa dilakukan jarak jauh. Ada juga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba arah baru, seperti mengajar, bekerja di bidang hospitality, atau menjadi virtual assistant.

Apa pun pilihannya, persiapan tetap penting. Beberapa pekerjaan bisa mengandalkan keterampilan yang sudah dimiliki, sementara yang lain membutuhkan pengalaman atau pelatihan tambahan.

Berikut beberapa jenis pekerjaan yang cocok dilakukan sambil jalan-jalan.

1. Hospitality

Sektor hospitality menawarkan beragam peluang kerja, mulai dari resepsionis, juru masak, bartender, sampai tenaga pemasaran.

“Sektor hospitality sering membutuhkan tambahan pekerja sementara saat jumlah pengunjung meningkat,” ujar Savova.

2. Virtual assistant

Peran virtual assistant mencakup dukungan administratif, teknis, hingga kreatif yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Karena tidak terikat lokasi, peran ini cocok bagi mereka yang ingin bekerja sambil jalan-jalan.

“Banyak orang sebenarnya sudah pernah mengerjakan tugas-tugas virtual assistant dalam pekerjaannya,” ujar Savova. “Perbedaan zona waktu juga bisa menjadi keuntungan, karena pekerjaan bisa dikerjakan saat klien sedang offline.”

3. Pengajar atau tutor

Peran pengajar tidak selalu terbatas di ruang kelas. Ada yang bisa dilakukan sepenuhnya secara online, ada juga yang berbentuk penugasan melalui program seperti Indonesia Mengajar, yang menempatkan lulusan perguruan tinggi di sekolah dasar di daerah terpencil selama satu tahun.

Menjadi pengajar adalah salah satu cara yang terstruktur untuk mengenal daerah lain sekaligus menerapkan keterampilan mengajar dan kepemimpinan.

4. Penerjemah

Pekerjaan penerjemah, baik dari bahasa lain ke bahasa Indonesia maupun sebaliknya, membutuhkan keahlian bahasa yang cukup spesifik. Namun, pekerjaan lepas dan berbasis proyek tetap tersedia, seperti penerjemahan konten digital dan beragam jenis tulisan.

5. Customer support

Dengan semakin banyak perusahaan yang mengalihdayakan layanan pelanggan, peran ini kini bisa dilakukan secara jarak jauh. Tugasnya umumnya antara lain, menjawab pertanyaan pelanggan lewat chat, email, atau platform dukungan, tanpa perlu datang ke kantor.

6. Social media manager

Mengelola aktivitas media sosial seseorang atau sebuah brand bisa dilakukan dari mana saja.

“Banyak bisnis kecil membutuhkan profesional untuk memantau konten media sosial mereka atau mengunggah postingan secara berkala. Pekerjaan ini bisa dilakukan di luar jam kerja utama, sehingga siang hari bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan, dan malam harinya untuk bekerja,” ujar Savova.

Namun, ia mengingatkan bahwa peran ini semakin dinamis. “Untuk menjadi social media manager, dibutuhkan pemahaman yang baik tentang berbagai platform serta pengalaman yang relevan.”

7. Pekerja kreatif lepas

Pekerjaan kreatif seperti penulis konten, spesialis SEO, desainer grafis, atau fotografer cocok bagi mereka yang mencari gaya kerja yang fleksibel, ujar Savova.

“Banyak perusahaan hanya membutuhkan bantuan untuk proyek tertentu atau dalam jangka waktu terbatas, dan pekerjaan seperti ini sering bisa dikerjakan di luar jam kerja utama.”

8. Konsultan HR

Konsultan HR biasanya dilibatkan untuk kebutuhan tertentu, seperti mendukung proses rekrutmen, memperbarui kebijakan, atau menyiapkan dokumen kepegawaian.

Jenis pekerjaan ini umumnya berbasis proyek dengan tujuan yang jelas, sehingga tidak memerlukan pengawasan harian. Meski bisa dilakukan dari jarak jauh, pekerjaan ini tetap membutuhkan komunikasi yang baik dan kehati-hatian saat menangani informasi sensitif.

Lakukan riset sebelum berangkat

Bekerja sambil jalan-jalan tetap membutuhkan perencanaan. Walaupun pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja, tetap perlu ada kesepakatan soal jam kerja, tenggat waktu, dan cara berkomunikasi, terutama ketika lokasi kerja berpindah-pindah.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah koneksi internet, keamanan data, dan tempat kerja. Tidak semua wilayah di Indonesia memiliki koneksi internet yang stabil, sehingga hal ini perlu dipikirkan agar pekerjaan tidak terganggu.

Selain itu, pikirkan bagaimana skema kerja memengaruhi pajak, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial lainnya, terutama bagi pekerja kontrak dan lepas.

Jangan ragu untuk memanfaatkan jejaring kerja, platform pencarian kerja, serta komunitas online maupun offline untuk membuka peluang kerja. Dengan persiapan yang realistis, bekerja sambil jalan-jalan tetap bisa dilakukan secara produktif sambil menjelajahi tempat-tempat baru.

More from this category: Merubah karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.