Di mana pun kamu bekerja, persaingan pasti ada, tak peduli apa pun bidang atau industri yang sedang kamu geluti.
Persaingan dalam dunia kerja sebenarnya hal yang wajar. Dengan adanya persaingan, kita menjadi termotivasi untuk terus mengasah kemampuan.
Namun, kalau kamu tidak siap membekali diri, persaingan ketat ini bisa membuatmu tertinggal jauh.
Bukan tidak mungkin kamu akan merasa stres, tidak nyaman di kantor, atau terjebak (stuck) di posisi dan gaji yang sama selama bertahun-tahun.
Agar kamu tidak hanya sekadar bertahan hidup di kantor, yuk kita pelajari skill bertahan dalam karier yang wajib kamu kuasai di bawah ini!
Bicara soal skill bertahan di tempat kerja, kemampuan teknis seperti mengoperasikan software tertentu belum cukup
Kamu juga membutuhkan kematangan soft skill agar bisa bekerja sama dengan atasan dan rekan kerja.
Lantas, apa saja keahlian yang dimaksud? Berikut adalah deretan skill yang harus kamu asah:
Kemampuan komunikasi bukan sekadar tentang seberapa pandai kamu merangkai kata saat presentasi.
Komunikasi yang efektif juga mencakup kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening).
Kamu harus mampu menangkap instruksi atasan dengan presisi, lalu menyampaikan ide balasan dengan struktur yang jelas dan tidak berbelit-belit.
Untuk mengembangkan skill ini, pahami konteks lawan bicaramu lebih dulu, kemudian barulah membalas pesannya.
Ketika menghadiri rapat formal, gunakan bahasa profesional. Sementara itu, dalam percakapan sehari-hari bersama tim, gunakan bahasa yang santai tapi tetap santun.
Jangan ragu untuk meminta klarifikasi jika ada instruksi yang kurang kamu pahami.
Tak hanya lisan, keterampilan menulismu juga harus prima agar kamu bisa menyusun email atau laporan kerja secara terstruktur.
Masalah dan krisis pasti akan selalu muncul di setiap pekerjaan. Untuk itu, kamu harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam mencari solusi.
Latih kemampuan ini dengan membiasakan diri menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.
Gunakan kerangka berpikir seperti analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) atau mind-mapping untuk membedah akar masalah.
Kamu juga bisa mencoba simulasi atau skenario untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Dengan cara ini, kamu bisa memilih pendekatan terbaik.
Ketika situasi sulit muncul, tetaplah tenang dan jangan panik. Ingat, kamu akan lebih mudah menemukan jalan keluar dan mengambil keputusan terbaik dengan kepala dingin.
Dunia kerja selalu berubah dengan cepat, terutama pada era teknologi seperti sekarang.
Kalau kamu fleksibel dan bisa menyesuaikan diri dengan cepat, hal itu akan menjadi nilai jual yang sangat berharga di mata manajemen.
Jadi, cobalah selalu terbuka pada hal-hal baru, meskipun awalnya terasa tak nyaman. Tantang dirimu untuk keluar dari zona nyaman.
Misalnya, jika kantor menggunakan software baru, pelajari penggunaannya secepat mungkin.
Adaptasi juga mencakup kemampuan menghadapi perubahan budaya kerja.
Pahami dengan cepat dinamika tim yang baru atau aturan yang berbeda di kantor.
Jika ada kesempatan untuk mengikuti workshop atau pelatihan tentang perubahan organisasi, pastikan kamu meluangkan waktu untuk mengikutinya.
Dalam dunia kerja, kamu pasti tidak bekerja sendirian. Belajar memahami ritme kerja orang lain, menghargai ide mereka, dan berkontribusi aktif adalah cara terbaik untuk menjadi team player yang baik.
Untuk bertahan dan nyaman di kantor, kamu harus belajar untuk menekan ego.
Komunikasikan batas waktu pengerjaan tugasmu (deadline) secara transparan kepada rekan setim agar tidak terjadi miskomunikasi.
Selain itu, jangan pernah ragu untuk memberikan apresiasi (pujian) jika timmu berhasil mencapai target bersama demi memperkuat rasa saling percaya.
Kamu tak harus jadi manajer dulu untuk menunjukkan leadership. Mulailah dari hal kecil, seperti inisiatif dalam menyelesaikan tugas atau membantu rekan kerja.
Kepemimpinan juga berarti mampu mengambil keputusan yang tepat, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
Ketika ada masalah, jadilah orang yang memberikan solusi, bukan justru menambah beban.
Kamu bisa melatih kemampuan leadership yang baik dengan belajar mendengarkan ide, kritik, atau masukan dari rekan kerja.
Jika kamu melihat ada proses kerja di divisimu yang kurang efisien, ajukan proposal perbaikan kepada atasan.
Selain itu, menawarkan bantuan kepada junior yang sedang kesulitan juga merupakan bentuk leadership.
Kemampuan manajemen waktu juga tak kalah penting untuk bisa bertahan dalam karier.
Manajemen waktu berkaitan erat dengan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.
Jika saat ini manajemen waktumu masih berantakan, saatnya kamu memperbaiki diri.
Punya banyak tugas? Tenang, prioritaskan yang paling penting dulu. Kamu bisa menggunakan tools seperti to-do list atau aplikasi manajemen waktu.
Selain itu, pastikan kamu memberi batas waktu yang realistis untuk setiap tugas. Jangan lupa, alokasikan waktu untuk istirahat agar tetap produktif.
Salah satu teknik yang efektif adalah metode Pomodoro, yakni fokus bekerja selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit. Ulangi siklus ini beberapa kali sebelum mengambil istirahat panjang.
Yang paling penting, hindari kebiasaan multitasking karena hal itu justru memecah konsentrasi dan merusak fokus kerjamu.
Kemampuan berpikir kreatif dan melahirkan ide-ide segar bisa membuat kamu stand out dibanding rekan-rekan kerjamu.
Jadi, jangan takut untuk mengusulkan pendekatan berbeda. Kamu bisa meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dengan banyak membaca buku, menonton, atau berdiskusi dengan orang yang inspiratif.
Selain itu, cobalah metode brainstorming untuk menghasilkan ide-ide inovatif.
Perbanyak referensi dengan membaca buku di luar bidang industri kerjamu agar otakmu terlatih menghubungkan dua ide yang tidak berkaitan menjadi sebuah inovasi baru.
Kreativitas juga bisa diasah melalui hobi, seperti menggambar, menulis, atau fotografi.
Kecerdasan otak bisa dipelajari, namun integritas adalah karakter fundamental.
Sifat jujur, memegang teguh janji, dan bisa dipercaya adalah mata uang paling mahal di dunia kerja.
Kalau kamu punya reputasi ini, atasan akan lebih tenang mempercayakan proyek penting padamu.
Jadi, pastikan kamu selalu konsisten dalam ucapan dan perbuatan di lingkungan kerja. Selain itu, jangan pernah mencuri ide rekan kerja untuk diakui sebagai idemu sendiri di depan bos.
Jika kamu melakukan kesalahan teknis, jangan melempar kesalahan kepada orang lain (playing victim). Akuilah dengan berani dan segera tawarkan solusinya.
Tuntutan pekerjaan, revisi berkali-kali dari klien, atau kritik dari atasan sering kali memicu stres tingkat tinggi. Di sinilah manajemen emosi diuji.
Jangan pernah mengambil keputusan penting atau membalas email saat kamu sedang emosi atau marah besar.
Jika bebanmu terasa terlalu berat dan overwhelming, jangan ragu mencari dukungan dari rekan kerja atau mentor.
Cara lainnya yang efektif untuk menenangkan diri adalah berjalan keluar ruangan, tarik napas dalam-dalam, atau berbincang meminta saran dari mentormu.
Kestabilan emosi adalah ciri utama seorang profesional sejati. Pastikan juga kamu menjaga work-life balance, ya!
Keinginan belajar yang tinggi akan membuat kamu tetap relevan di dunia kerja.
Terlebih, teknologi dan metode kerja terus berkembang. Jika kamu merasa sudah pintar dan berhenti belajar, kariermu akan disalip oleh talenta baru yang lebih muda.
Oleh karena itu, cobalah tetapkan target belajar agar prosesnya lebih terarah. Dedikasikan minimal 2 jam di akhir pekan untuk membaca tren industri terbaru, memperlancar bahasa asing, atau mempelajari fungsi tools digital yang sedang naik daun.
Gunakan platform belajar online seperti Google Digital Garage, Udemy, atau KarirKu untuk belajar secara fleksibel.
Selain itu, kamu juga bisa berbagi pengetahuan yang kamu dapatkan dengan rekan kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung.
Tak perlu jadi ahli IT, tetapi kamu harus paham teknologi dasar yang mendukung pekerjaan.
Mulailah dengan menguasai software yang sering digunakan di bidangmu.
Kuasai betul fitur-fitur lanjutan dari aplikasi perkantoran standar, seperti Pivot Table di Excel, Google Workspace.
Lalu, pahami cara kerja aplikasi kolaborasi online seperti Slack, Trello, Asana, atau Notion.
Kemampuan ini bisa menjadi nilai tambah dalam karirmu. Selain itu, pastikan kamu terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru yang relevan dengan pekerjaanmu.
Banyak orang gagal naik jabatan hanya karena mereka duduk diam di meja dan tidak pernah bersosialisasi.
Jaringan profesional yang kuat adalah "jalur tol" menuju promosi karier atau perpindahan ke perusahaan multinasional.
Untuk memperluas atau memperkuat networking, cobalah menyempatkan waktu untuk mengobrol santai dengan rekan dari divisi lain saat makan siang.
Selain itu, jangan lupa terus memperbarui profil kerja dan media sosial untuk memperkuat branding.
Selanjutnya, cobalah aktif menghadiri pertemuan offline, seperti seminar, workshop, atau sekadar nongkrong dengan komunitas.
Siapa tahu, dari obrolan singkat itu kamu bisa bertemu mentor baru atau mendapat tawaran proyek yang menggiurkan!
Mengasah skill baru tidak bisa dilakukan dalam semalam. Kamu membutuhkan konsistensi dan metode yang tepat agar bisa menguasai skill baru.
Berikut adalah peta jalan (roadmap) yang bisa kamu ikuti:
Belajar mandiri artinya kamu bisa mengatur waktu sendiri, memilih topik yang kamu suka, dan belajar dengan cara yang paling nyaman.
Apalagi, saat ini ada begitu banyak sumber daya yang bisa kamu manfaatkan untuk belajar hal baru.
Kamu bisa menonton video di YouTube, mengikuti webinar gratis, men-download e-book atau membaca artikel online.
Jangan lupa, buatlah jadwal rutin, seperti 30 menit setiap hari untuk belajar sesuatu yang baru.
Selain itu, manfaatkan podcast atau audiobooks untuk belajar sembari beraktivitas.
Kalau kamu butuh panduan yang lebih terstruktur, kursus atau pelatihan adalah pilihan tepat.
Sekarang, ada banyak platform online seperti Coursera, Udemy, SeekMax, atau Skillshare yang menawarkan kelas dari dasar sampai tingkat lanjut.
Dengan ikut kursus, ada beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh. Kamu akan mendapat materi lebih lengkap dan ada mentor yang bisa membantu kalau kamu bingung.
Selain itu, kursus ini bisa kamu cantumkan di CV dan menjadi nilai tambah.
Belajar bersama teman-teman yang punya minat sama tentu lebih menyenangkan. Kamu bisa bertukar pengalaman, belajar trik baru, bahkan mendapat inspirasi dari orang lain.
Untuk itu, jangan ragu bergabung dengan komunitas di media sosial, forum online, dan acara meet up atau workshop di kotamu.
Aktivitas itu tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses belajar kamu, tapi juga memperkuat networking.
Teori tanpa eksekusi adalah omong kosong. Jika kamu sedang belajar skill presentasi, jangan ragu menawarkan diri secara sukarela untuk memimpin sesi meeting divisi.
Dengan praktik, kamu bisa tahu apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Misalnya, kalau belajar desain grafis, cobalah membuat proyek kecil seperti poster. Belajar bahasa asing? Praktikkan dengan berbicara atau menulis.
Jangan takut melakukan kesalahan, karena dari kesalahan itulah otak dan mentalmu akan semakin terasah!
Bisa diterima bekerja di sebuah perusahaan adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan.
Namun, mampukah kamu bertahan dan tetap relevan di dalamnya? Jawabannya sepenuhnya bergantung pada seberapa keras kemauan kamu untuk terus mengasah deretan skill di atas.
Ingat, dunia kerja cepat berubah, terutama pada era teknologi seperti sekarang.
Namun ,dengan kombinasi hard skill dan soft skill yang tepat, kamu pasti mampu mengubah setiap tantangan menjadi batu pijakan menuju level karier yang lebih tinggi.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!