Proses Seleksi Pemadam Kebakaran, Syarat, dan Gajinya

Proses Seleksi Pemadam Kebakaran, Syarat, dan Gajinya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 03 April, 2026
Share

Ringkasan:

  • Syarat menjadi pemadam kebakaran meliputi pendidikan minimal SMA hingga S1 sesuai jabatan, usia 18–35 tahun, tinggi badan proporsional, serta sehat jasmani dan rohani.
  • Pendaftaran dilakukan lewat SSCASN, mulai dari pembuatan akun, pemilihan formasi, hingga mengunggah dokumen administrasi.
  • Rangkaian seleksi pemadam kebakaran terdiri dari seleksi administrasi, ujian kompetensi (SKD dan SKB), hingga pengumuman kelulusan dan pemberkasan.
  • Sertifikat tambahan dan keahlian khusus seperti K3 Kebakaran, SIM B, atau kemampuan P3K menjadi nilai plus dalam proses seleksi. 

Pemadam kebakaran termasuk salah satu profesi dengan risiko paling tinggi di dunia. 

Selain bertanggung jawab meminimalisir kerugian akibat kebakaran, petugas damkar juga bertugas melindungi nyawa seseorang.

Kamu tertarik menjadi petugas damkar? Artikel ini akan membahas proses seleksi dan gaji pemadam kebakaran secara lengkap, termasuk syarat yang dibutuhkan untuk menjadi pemadam kebakaran. Yuk, cermati sampai akhir! 

Syarat Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran

Ilustrasi seleksi pemadam kebakaran. (Sumber: Envato)

Secara garis besar, pemadam kebakaran tidak hanya bertugas memadamkan kobaran api di lokasi bencana.

Namun, mereka juga punya tanggung jawab melakukan penyelamatan dan penanganan keadaan darurat untuk melindungi jiwa dan harta benda di lokasi kebakaran.

Hail itu mencakup kemampuan berpikir cepat dalam menentukan strategi evakuasi korban, serta menekan sekecil mungkin kerugian. 

Selain itu, petugas damkar juga bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kebakaran, mulai dari tindakan pertama saat ada nyala api, cara mengamankan diri, hingga cara menggunakan APAR. 

Dengan tugas dan tanggung jawab yang berat, syarat untuk masuk seleksi petugas damkar pun sangat ketat.

Apa saja syaratnya? Berikut rinciannya: 

1. Pendidikan 

Merujuk ke Permendagri No. 16 Tahun 2009 tentang Standar Kualifikasi Aparatur Pemadam Kebakaran di Daerah, berikut kualifikasi pendidikan berdasarkan jenis jabatan aparatur pemadam kebakaran: 

  • Pemadam 1-3, inspektur muda, operator mobil, montir, caraka mobil kebakaran, dan operator komunikasi kebakaran: minimal lulus sekolah menengah umum (SMU)/sederajat.
  • Inspektur madya, inspektur utama, penyuluh muda, investigator muda, dan instruktur muda: minimal sarjana/sederajat.
  • Penyuluh madya, investigator madya, dan instruktur madya: minimal strata II/sederajat. Khusus untuk instruktur madya, juga bisa dari lulusan sarjana/profesional yang memiliki pengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidangnya. 

2. Usia dan tinggi badan 

Batas usia minimal untuk melamar formasi CPNS pemadam kebakaran adalah 18 tahun hingga maksimal 35 tahun. 

Pelamar juga harus memiliki tinggi dan berat badan proporsional. Standar tinggi badan untuk petugas damkar pria adalah minimal 165 cm dan wanita minimal 156 cm. 

Namun, ketentuan usia dapat menyesuaikan jenis jabatan aparatur pemadam dan instansi terkait.

Di Jakarta misalnya, batas maksimal calon petugas damkar adalah 30 tahun, seperti dilansir dari Jakarta Smart City

3. Kesehatan 

Selanjutnya, pelamar profesi damkar harus sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan tes jasmani dan tes psikologi. 

Tes jasmani ditujukan untuk membuktikan kemampuan fisik. Umumnya meliputi tes lari, pull up, push up, dan sit up

Sementara itu, tes psikologi dilakukan untuk menilai kesiapan pelamar dalam menghadapi situasi genting di lapangan.

Tes psikologi juga dibutuhkan untuk jabatan yang berkaitan dengan penyuluhan, investigasi, dan instruksi.

4. Persyaratan dan kualifikasi lain 

  • Memiliki pengetahuan mendasar tentang P3K dan penanggulangan bencana, terutama kebakaran.
  • Memiliki SIM B untuk yang ingin melamar menjadi supir.
  • Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  • Lulus tes fisik, tes psikologi, basic fire training yang diselenggarakan oleh institusi pemadam kebakaran tempat kandidat melamar.
  • Pelamar dengan sertifikat ahli K3 kebakaran kelas A/B/C/D dari Kemnaker RI lebih diutamakan. Pelatihan diadakan bertahap mulai dari tahap pemula (Kelas D) hingga mahir (Kelas A).
  • Pemadam kebakaran tidak boleh takut ketinggian, kedalaman air, binatang, asap, maupun api. Mereka juga harus memiliki keahlian khusus, seperti berenang. 

Baca Juga: Health Safety Environment (HSE): Ini Tugas dan Gajinya 

Tahapan Seleksi Pemadam Kebakaran

Ilustrasi proses seleksi pemadam kebakaran. (Sumber: Envato)

Setelah memenuhi syarat dan kualifikasi, kamu dapat mengikuti tahapan seleksi damkar berikut ini: 

Pendaftaran 

Pendaftaran seleksi petugas damkar dilakukan secara daring melalui situs resmi SSCASN milik BKN. 

Jika belum memiliki akun SSCASN, kamu bisa membuatnya dengan mengikuti langkah berikut ini: 

  • Buka situs resmi SSCASN;
  • Pilih menu “Buat Akun” yang terletak di kanan atas;
  • Isi data yang diminta sesuai KTP dan dokumen kependudukan lainnya, kemudian klik “Lanjutkan”;
  • Lengkapi data yang diminta pada form berikutnya. Data kali ini harus sesuai dengan ijazah;
  • Unggah foto scan KTP dan ber-swafoto sesuai ketentuan, kemudian klik “Lanjutkan”;
  • Melakukan pengecekan data. Jika semua data sudah benar, kamu bisa memilih “Cetak Informasi Pendaftaran” dan melanjutkan proses berikutnya dengan klik “Login Pendaftaran”.

Mendaftar formasi 

Setelah berhasil membuat akun, kamu bisa melanjutkan ke proses mendaftar formasi. Berikut tahapan yang perlu kamu lakukan: 

  • Mengisi biodata;
  • Memilih jenis seleksi (CPNS);
  • Memilih formasi pemadam kebakaran yang diinginkan;
  • Mengupload dokumen yang dibutuhkan;
  • Menambahkan resume;
  • Mencetak kartu pendaftaran. 

Seleksi administrasi 

Setelah melalui semua tahapan pendaftaran, data kamu akan diverifikasi oleh panselnas atau panitia seleksi instansi. Tahapan dalam seleksi administrasi ini meliputi: 

  • Panitia melakukan verifikasi data pelamar;
  • Panitia mengumumkan hasil seleksi administrasi;
  • Pelamar dapat melakukan sanggah;
  • Panitia mengumumkan hasil sanggah;
  • Pelamar yang dinyatakan lulus dapat mencetak kartu ujian. 

Seleksi kompetensi 

Pelamar yang lolos seleksi pemadam kebakaran di tahap administrasi, wajib mengikuti ujian kompetensi dengan alur di bawah ini:

  • Data pelamar yang lolos seleksi administrasi akan dikirim ke CAT BKN untuk mengikuti ujian kompetensi;
  • Nilai seleksi kompetensi dikirim ke SSCASN untuk pengolahan nilai berdasarkan peraturan afirmasi yang ditetapkan atau passing grade;
  • Ujian SKD dengan CAT BKN dilanjutkan dengan ujian SKB bagi peserta yang dinyatakan lulus Ujian SKD.

Pengumuman kelulusan 

Setelah seluruh tahap seleksi selesai, panselnas dan panitia seleksi instansi pun akan mengumumkan kelulusan dengan alur sebagai berikut:

  • Panitia mengumumkan hasil seleksi kompetensi, baik melalui media sosial atau email peserta;
  • Pelamar dapat melakukan sanggah;
  • Panitia mengumumkan hasil sanggah;
  • Pelamar yang dinyatakan lulus, melakukan pemberkasan. 

Catatan penting: 

Ketika mengikuti seleksi pemadam kebakaran, pastikan kamu mempersiapkan diri dengan rincian berikut ini:

  • Mempersiapkan foto dan dokumen yang lengkap untuk proses administrasi;
  • Mengikuti pelatihan tambahan untuk mendapatkan sertifikat sesuai persyaratan yang dibutuhkan dan posisi jabatan yang dilamar;
  • Mempelajari materi-materi untuk seleksi kompetensi sesuai dengan jenis jabatan yang dilamar;
  • Mempersiapkan kondisi fisik dengan melakukan latihan sit up, push up, pull up, dan berbagai latihan yang bisa meningkatkan stamina;
  • Kelola stres dengan istirahat cukup, olah raga, dan mengonsumsi makanan sehat;
  • Mempelajari setidaknya satu keahlian khusus sebagai nilai tambah saat proses seleksi. 

Kisaran Gaji Petugas Pemadam Kebakaran

Dengan berbagai beban kerja dan risiko yang dihadapi, kira-kira berapa gaji pemadam kebakaran, ya? 

Ternyata, PNS pemadam kebakaran menerima gaji pokok dan tunjangan yang nominalnya mencapai Rp2,4 juta hingga Rp5,9 juta per bulan. 

Besaran gaji PNS pemadam kebakaran tersebut disesuaikan dengan jabatan atau golongan gaji PNS, merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Kesembilan Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. 

Lebih lanjut, berikut rincian gaji PNS pemadam kebakaran: 

Golongan II 

  • Golongan IIa: Rp2.184.000 - Rp3.643.400.
  • Golongan IIb: Rp2.385.000 - Rp3.797.500.
  • Golongan IIc: Rp2.485.900 - Rp3.958.200.
  • Golongan IId: Rp2.591.100 - Rp4.125.600.

Golongan III 

  • Golongan IIIa: Rp2.785.700 - Rp4.575.200.
  • Golongan IIIb: Rp2.903.600 - Rp4.768.800.
  • Golongan IIIc: Rp3.026.400 - Rp4.970.500.
  • Golongan IIId: Rp3.154.400 - Rp5.180.700.

Baca Juga: Technical Skills Paling Dicari: Apa Saja dan Contoh untuk Resume 

Kesimpulan

Sebagai salah satu profesi dengan risiko tertinggi, pemadam kebakaran menuntut kesiapan fisik, mental, dan kompetensi yang matang. Jadi, proses seleksinya pun dilakukan secara ketat dan berlapis. 

Mulai dari syarat pendidikan, kesehatan, hingga kemampuan khusus, semuanya dirancang untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang lolos.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Profesi Pemadam Kebakaran

  1. Berapa lama durasi pendidikan untuk menjadi pemadam kebakaran?
    ⁠Durasi pendidikan petugas pemadam kebakaran bisa bervariasi, tergantung jenis program pelatihan yang diikuti. Misalnya, untuk program magang membutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan. Setelah magang, kamu perlu mengikuti pelatihan kompetensi pemadam kebakaran selama 36 bulan.

    ⁠Lain halnya dengan akademi pemadam kebakaran yang membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan untuk mengikuti program pelatihan dasar. Waktu pelatihan yang berbeda juga berlaku untuk pelatihan K3 Petugas Peran Kebakaran Kelas D yang membutuhkan durasi 25 jam pelajaran atau kurang lebih 3 hari.
  2. Apakah ada persyaratan khusus untuk pendaftar perempuan?
    Ya. Selain tinggi badan minimal 155 cm, pelamar petugas damkar perempuan juga harus sehat jasmani dan rohani, tidak takut ketinggian, kedalaman air, binatang, maupun asap/api.

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.