14+ Jenis Profesi di Sektor Properti yang Menjanjikan

14+ Jenis Profesi di Sektor Properti yang Menjanjikan
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 08 May, 2026
Share

Ringkasan: 

  • Pertumbuhan sektor properti di Indonesia terus menunjukkan tren positif sehingga menjadikannya salah satu industri dengan serapan tenaga kerja terbesar.
  • Karier di bidang properti sangatlah luas, tidak hanya terbatas pada agen penjual rumah (broker).
  • Terdapat banyak peluang bagi tenaga profesional teknis, seperti arsitek, insinyur sipil, hingga teknisi HVAC.
  • Profesi pendukung seperti interior designer, fotografer properti, hingga konsultan pajak juga memiliki potensi pendapatan yang sangat menggiurkan.
  • Hampir seluruh posisi manajerial di sektor properti (seperti property manager atau project manager) menawarkan standar gaji belasan hingga puluhan juta rupiah. 

Sektor properti merupakan salah satu industri yang menawarkan berbagai peluang karier menjanjikan. Bukan hanya jual beli dan sewa rumah, ternyata ada banyak jenis profesi di sektor properti. 

Penghasilannya pun menjanjikan dan bekerja di berbagai perusahaan. Jika kamu sedang mencari industri yang tahan terhadap krisis dan selalu relevan sepanjang zaman, sektor properti adalah jawabannya. 

Lantas, posisi apa saja yang bisa kamu jadikan pilihan karier jangka panjang? Yuk, temukan rekomendasi jenis profesi di sektor properti yang menarik di bawah ini!

Mengapa Sektor Properti Menjadi Sumber Profesi yang Menjanjikan?

Ilustrasi pekerjaan di bidang properti. (Sumber: Envato)

Pertumbuhan sektor properti (real estate) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Industri ini menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional. 

Berikut beberapa alasan mengapa sektor properti menawarkan prospek karier jangka panjang: 

Proyeksi nilai pasar yang fantastis

Menurut data firma global Mordor Intelligence, valuasi pasar properti residensial di Indonesia diproyeksikan menyentuh angka USD 47,99 miliar pada tahun 2026. Rata-rata pertumbuhan stabil di kisaran 4,12% per tahun.

Hal ini menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja profesional di berbagai bidang, seperti insinyur, arsitek, hingga tim pemasaran (sales).

Meningkatnya kredit properti dan ekspansi developer

Mengutip data laporan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis awal 2026, penyaluran kredit perbankan ke sektor properti dan konstruksi sukses mengalami lompatan signifikan sebesar 13% secara tahunan (yoy).

Hal tersebut digunakan oleh para perusahaan pengembang (developer) untuk membangun proyek-proyek baru. Artinya, jaminan ketersediaan lapangan kerja bagi para tenaga ahli konstruksi.

Dukungan insentif pemerintah yang kuat

Memasuki tahun 2026, daya beli masyarakat terhadap hunian kembali menguat.

Hal ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2026, serta tren penurunan suku bunga KPR.

Tingginya angka ini meningkatkan profesi perantara seperti agen properti, makelar, dan pengacara properti. 

Berkembangnya subsektor baru

Laporan lembaga konsultan Knight Frank Indonesia menyebutkan bahwa pertumbuhan properti tidak lagi hanya bergantung pada perumahan.

Terjadi ekspansi di sektor kawasan industri, pusat logistik (pergudangan e-commerce), dan pusat data. Hal ini membuka ruang karier baru untuk yang paham tentang eco-living dan smart building

Secara keseluruhan, selama populasi manusia terus bertambah dan kebutuhan akan ruang hidup maupun ruang bisnis terus ada, sektor properti tidak akan pernah mati. 

Inilah yang membuat berkarier di industri ini menjanjikan stabilitas finansial jangka panjang. 

Jenis Profesi di Sektor Properti

Ilustrasi jenis profesi di sektor properti. (Sumber: Envato)

Berikut daftar lengkap profesi di sektor properti yang bisa kamu tekuni. Temukan juga rincian tugas, skill yang dibutuhkan, dan kisaran gajinya: 

1. Agen properti 

Agen properti merupakan perantara dalam transaksi jual beli atau sewa properti antara pemilik dan calon pembeli atau penyewa. 

Tugas utamanya memasarkan properti, membantu klien dalam negosiasi harga, menyiapkan dokumen kontrak, dan memastikan kelancaran transaksi dari awal hingga akhir. 

Untuk menjadi agen yang sukses, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Kemampuan komunikasi yang baik.
  • Keterampilan negosiasi tingkat tinggi.
  • Memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar, tren harga, dan hukum dasar properti.
  • Memahami teknik pemasaran digital agar dapat memasarkan properti secara online

Kisaran gaji: Pendapatan agen properti umumnya diperoleh dari komisi penjualan atau sewa yang besarannya berkisar antara 2% hingga 5% dari total nilai transaksi. 

2. Pengembang properti (developer) 

Pengembang properti adalah individu atau perusahaan yang menginisiasi, membangun, dan mengelola proyek real estat, seperti perumahan, perkantoran, atau pusat perbelanjaan. 

Perannya mencakup identifikasi dan pembelian lahan, perancangan konsep, pengurusan izin, pengawasan konstruksi, hingga pemasaran unit ke publik. 

Untuk menjadi seorang developer yang sukses, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Insting bisnis dan investasi yang tajam.
  • Pemahaman mendalam terkait regulasi tata kota dan perizinan birokrasi.
  • Kemampuan membaca tren pasar (seperti tren smart home atau hunian ramah lingkungan).
  • Manajemen risiko dan pengelolaan finansial skala besar. 

Kisaran gaji: Pendapatan utama berupa margin keuntungan proyek. Jika sukses, nilainya bisa menembus ratusan juta hingga miliaran rupiah per proyek. 

3. Arsitek 

Arsitek bertanggung jawab merancang dan merencanakan tata letak bangunan agar fungsional, aman, serta estetis berdasarkan kebutuhan klien. 

Seorang arsitek juga bertugas menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta mengawasi proses pembangunan proyek agar sesuai dengan desain asli dan kode keamanan bangunan. 

Untuk menjadi arsitek, diperlukan beberapa skill dan kualifikasi seperti: 

  • Memiliki gelar Sarjana Arsitektur (S1) yang diakui.
  • Mengikuti Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) dan lulus uji kompetensi untuk mendapatkan lisensi praktik (STRA).
  • Penguasaan software desain arsitektur (seperti AutoCAD atau SketchUp) dan kreativitas ruang yang tinggi. 

Kisaran gaji: Gaji arsitek pemula di Indonesia berkisar antara Rp5-8 juta per bulan. Sementara untuk level manajer hingga direktur firma, gajinya bisa mencapai Rp15-50 juta per bulan. 

4. Insinyur sipil 

Dalam proyek properti, insinyur sipil bertanggung jawab merancang sistem fondasi struktural dengan memperhitungkan beban material, kekuatan tanah, dan kondisi lingkungan (seperti ketahanan gempa). 

Kamu juga bertugas mengawasi pelaksanaan di lapangan untuk memastikan bahwa kerangka bangunan dibangun dengan aman, kokoh, dan presisi. 

Untuk menjadi insinyur sipil yang andal, diperlukan beberapa skill dan kualifikasi seperti: 

  • Memiliki gelar S1 Teknik Sipil.
  • Memiliki Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP) dan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
  • Kemampuan analitis dan pemecahan masalah teknis di lapangan. 

Kisaran gaji: Rata-rata gaji insinyur sipil tingkat pemula hingga menengah berkisar antara Rp6 juta hingga Rp15 juta per bulan, belum termasuk tunjangan proyek lapangan. 

5. Manajer Proyek Konstruksi 

Manajer proyek adalah pemimpin lapangan yang bertanggung jawab mengelola proyek konstruksi dari peletakan batu pertama hingga selesai. 

Tugas utamanya meliputi perencanaan jadwal proyek, mengelola anggaran biaya, mengoordinasikan tim mandor dan pekerja, serta memantau kemajuan proyek agar tenggat waktu (deadline) dari klien terpenuhi. 

Untuk menjadi manajer proyek yang sukses, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang otoritatif namun efektif.
  • Keterampilan manajemen waktu dan manajemen anggaran (budgeting) yang ketat.
  • Kemampuan negosiasi, manajemen risiko, dan penyelesaian konflik di bawah tekanan tinggi. 

Kisaran gaji: Profesi ini menawarkan gaji yang kompetitif, rata-rata berkisar antara Rp10 juta hingga Rp25 juta per bulan. Penghasilannya juga menyesuaikan dengan skala proyek. 

6. Surveyor tanah 

Surveyor tanah atau juru ukur adalah tenaga profesional yang ahli dalam mengukur dan menganalisis lahan sebelum proyek didirikan. 

Sebagai surveyor, kamu bertanggung jawab menentukan batas tanah yang akurat, menganalisis karakteristik fisik lahan, dan menghasilkan peta topografi detail untuk mencegah sengketa batas wilayah dengan pihak luar. 

Untuk beroperasi sebagai surveyor, diperlukan beberapa skill dan kualifikasi seperti: 

  • Latar belakang pendidikan Teknik Geodesi atau Geomatika.
  • Ketelitian tingkat tinggi dalam mengolah data spasial spasial.
  • Penguasaan alat ukur pemetaan digital mutakhir (seperti TheodoliteTotal Station, atau drone). 

Kisaran gaji: Profesi ini menawarkan proyeksi gaji pokok mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. 

7. Konsultan properti 

Konsultan properti merupakan seorang profesional yang memberikan nasihat ahli, analisis pasar, dan strategi investasi kepada klien yang ingin membeli atau mengembangkan aset properti. 

Kamu akan membantu klien memastikan bahwa properti yang dibeli memiliki nilai imbal hasil yang tinggi di masa depan. 

Untuk menjalankan tugas dengan baik, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Kemampuan analisis tren ekonomi makro dan data pasar yang tajam.
  • Keterampilan komunikasi persuasif dan negosiasi.
  • Pemahaman mendalam mengenai hukum pengelolaan dan perpajakan aset properti. 

Kisaran gaji: Pendapatan pokok berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, ditambah komisi persentase (success fee) dari hasil keberhasilan investasi klien. 

8. Manajer properti 

Manajer properti bertugas mengambil alih pengelolaan operasional harian sebuah bangunan yang sudah jadi, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau apartemen. 

Pekerjaannya meliputi pengaturan perawatan rutin (maintenance), sistem keamanan, penagihan uang sewa, menyeleksi calon penyewa (tenant), dan mengelola keuangan gedung. 

Untuk menduduki posisi manajer properti, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Keterampilan kepemimpinan dan manajemen operasional gedung.
  • Pemahaman manajemen keuangan dasar dan administrasi.
  • Keterampilan melayani pelanggan (customer service) serta keahlian menyelesaikan komplain penghuni. 

Kisaran gaji: Posisi manajerial ini menawarkan gaji berkisar antara Rp11 juta hingga Rp20 juta ke atas per bulan.

9. Interior Designer 

Desainer interior bertugas merancang tata ruang bagian dalam sebuah bangunan agar fungsional, estetis, dan sangat nyaman untuk dihuni. 

Nantinya, kamu akan bekerja sama dengan klien untuk memilih palet warna, material lantai, rancangan furnitur, hingga penataan pencahayaan (lighting) yang disesuaikan dengan konsep properti. 

Untuk menjadi desainer interior yang sukses, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Kreativitas estetika tingkat tinggi dan pemahaman teknis material bangunan.
  • Penguasaan perangkat lunak (software) desain 3D (seperti AutoCAD, SketchUp, atau 3ds Max).
  • Kemampuan komunikasi visual untuk menerjemahkan keinginan dan selera klien. 

Kisaran gaji: Staf desainer in-house memiliki gaji rata-rata Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan. Bagi pekerja lepas (freelance), tarifnya dihitung per meter persegi luas ruangan. 

10. Broker hipotek 

Broker hipotek (pialang hipotek) adalah pihak perantara antara calon pembeli rumah (peminjam) dan pihak bank (pemberi pinjaman). 

Di sektor properti, kamu bertugas membantu klien mencarikan program pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga terbaik yang sesuai dengan profil finansial klien, lalu membantu proses pencairannya. 

Untuk bekerja sebagai broker hipotek, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Literasi finansial dan pemahaman mendalam terkait produk perbankan.
  • Kemampuan bernegosiasi dan persuasi.
  • Keterampilan membangun jaringan relasi (networking) yang kuat dengan berbagai institusi keuangan. 

Kisaran gaji: Biasanya mengandalkan sistem komisi/insentif pencairan dari pihak bank, yakni sekitar 0,5% hingga 2% dari total nilai plafon kredit yang berhasil disetujui. 

11. Evaluator properti (Penilai) 

Evaluator properti berperan menaksir dan menghitung "nilai wajar" dari sebuah aset tanah atau bangunan berdasarkan berbagai faktor, seperti lokasi, kondisi fisik, dan harga pasar di sekitarnya. 

Hasil taksiran ini sangat krusial digunakan oleh bank untuk menentukan limit pinjaman KPR, atau oleh pemerintah untuk menghitung nilai pajak. 

Untuk menjadi seorang evaluator profesional, diperlukan beberapa kualifikasi seperti: 

  • Gelar Sarjana (S1) yang relevan (seperti Ekonomi, Hukum, atau Teknik Sipil).
  • Lulus ujian sertifikasi Penilai Publik dan pelatihan etika profesi.
  • Terdaftar sebagai anggota resmi di Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). 

Kisaran gaji: Evaluator tingkat junior digaji sekitar Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Untuk level senior berlisensi penuh, gajinya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan.

12. Fotografer properti 

Peran seorang fotografer properti adalah memotret sudut-sudut bangunan dengan resolusi tinggi agar terlihat mewah, luas, dan menawan. 

Visual yang memukau ini sangat krusial digunakan sebagai senjata utama di brosur promosi maupun katalog online guna menarik minat survei dari para calon pembeli. 

Untuk menghasilkan karya visual yang bernilai jual, diperlukan beberapa skill seperti: 

  • Penguasaan teknik fotografi arsitektur (seperti penggunaan lensa wide-angle dan pengaturan rasio pencahayaan).
  • Kemampuan mengedit dan memoles foto tingkat lanjut (menggunakan Adobe Lightroom atau Photoshop).
  • (Opsional) Keahlian menerbangkan drone untuk memetakan visual lanskap dari udara. 

Kisaran gaji: Staf fotografer in-house di agensi properti berkisar Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Bagi tenaga freelance, satu sesi photoshoot properti mewah bisa dipatok antara Rp2 juta hingga Rp5 juta. 

13. Konsultan Pajak Properti 

Konsultan pajak properti adalah ahli keuangan yang bertugas memberikan nasihat hukum perpajakan dalam transaksi jual-beli real estat

Tugasnya memastikan developer atau investor membayarkan kewajiban negara (seperti PPh Final, PPN, dan BPHTB) seefisien mungkin namun tetap patuh pada undang-undang yang berlaku. 

Untuk berkarier di jalur ini, diperlukan beberapa kualifikasi seperti: 

  • Gelar Sarjana Akuntansi atau Ilmu Perpajakan.
  • Memiliki sertifikasi resmi profesi Konsultan Pajak (Brevet tingkat A, B, atau C).
  • Ketelitian akuntansi yang tinggi dan selalu memperbarui wawasan mengenai kebijakan regulasi pajak negara. 

Kisaran gaji: Gaji rata-rata konsultan pajak tingkat junior berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan. Biasanya, akan terus meningkat seiring kompleksitas beban proyek yang dipegangnya. 

14. Teknisi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) 

Teknisi HVAC adalah tenaga berkeahlian khusus yang bertugas merancang, memasang, dan memelihara seluruh sistem sirkulasi udara sentral serta pendingin ruangan (AC) di sebuah properti, baik komersial (gedung tinggi/mal) maupun residensial. 

Gedung tinggi tidak dapat beroperasi dengan layak tanpa campur tangan Teknisi HVAC. 

Untuk beroperasi sebagai teknisi gedung, diperlukan beberapa kualifikasi teknis seperti: 

  • Lulusan SMK, D3, atau S1 jurusan Teknik Mesin / Teknik Refrigerasi.
  • Mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikasi khusus pengoperasian sistem kompresor HVAC skala industri.
  • Kecepatan pemecahan masalah teknis di lapangan. 

Kisaran gaji: Rata-rata gaji teknisi teknikal entry-level mencapai Rp4 juta hingga Rp6 juta per bulan. Jika menduduki posisi chief engineering di properti besar, gajinya bisa menembus belasan juta rupiah. 

15. Petugas keamanan properti 

Petugas keamanan (security) bertanggung jawab menjadi garda terdepan untuk menjaga keselamatan fisik aset properti beserta seluruh penghuninya selama 24 jam non-stop. 

Tugasnya meliputi pengendalian akses keluar-masuk tamu, melakukan patroli rutin kawasan, dan memitigasi risiko tindakan kriminal di area real estat

Dengan tanggung jawabnya yang sangat besar, diperlukan beberapa skill dan kualifikasi seperti: 

  • Keterampilan mitigasi penanganan situasi darurat dan manajemen risiko fisik.
  • Insting disiplin tinggi dan kemampuan dasar bela diri.
  • Wajib mengantongi sertifikat pendidikan satuan pengamanan resmi dari kepolisian (Gada Pratama, Madya, atau Utama). 

Kisaran gaji: Rata-rata petugas pelaksana harian digaji Rp3 juta hingga Rp5 juta menyesuaikan UMK. Jika memiliki Sertifikasi Gada Utama dan duduk di posisi manajer keamanan (chief security), gajinya bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp15 juta per bulan. 

Tips Sukses Berkarier di Industri Properti

Ilustrasi profesi di bidang properti. (Sumber: Envato)

Membangun karier di sektor properti memang menjanjikan keuntungan finansial yang fantastis. Namun, persaingannya di lapangan juga cukup ketat. 

Agar profilmu menonjol, pastikan kamu menerapkan kelima tips jitu berikut ini: 

Perluas networking

Dalam industri properti, networking adalah aset yang sama berharganya dengan uang.

Apa pun profesimu, usahakan untuk terus membangun hubungan baik dengan vendor material, pihak perbankan, pengacara, hingga sesama agen.

Semakin luas jaringanmu, semakin cepat kamu mendapatkan informasi proyek baru atau rekomendasi klien. 

Melek teknologi properti

Mulailah beradaptasi dengan inovasi terbaru, seperti penggunaan virtual reality (VR) untuk tur rumah jarak jauh, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis tren harga pasar, hingga pemahaman tentang sistem smart home.

Profesional yang melek teknologi akan bekerja jauh lebih efisien dan dinilai lebih modern oleh klien. 

Asah skill komunikasi

Hampir seluruh profesi di sektor properti menuntut interaksi langsung dengan klien atau kontraktor.

Asah kecerdasan emosionalmu (EQ) untuk melakukan active listening agar lebih mudah memahami klien.

Latih kemampuan negosiasi

Kemampuan komunikasi penting untuk selalu bisa mencapai kesepakatan harga yang menguntungkan semua pihak (win-win solution) tanpa merusak hubungan kerja.

Pahami regulasi dan aspek hukum

Properti adalah aset bernilai miliaran rupiah yang sangat terikat oleh hukum negara.

Apa pun profesimu, wajib hukumnya untuk memahami dasar-dasar legalitas, seperti perbedaan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB), regulasi zonasi tata kota, perizinan, hingga pajak jual-beli.

Bangun personal branding dan portofolio

Pada era digital, rekam jejak adalah CV terbaikmu. Tunjukkan hasil desain, dokumentasi proyek konstruksi, atau pencapaian penjualan.

Bagikan portofoliomu secara profesional. Buatlah konten edukasi singkat terkait tips membeli rumah atau tren interior. 

Ingat, personal branding yang kuat akan membuat perusahaan developer atau klien mencarimu.

Kesimpulan

Sektor properti adalah lahan pekerjaan yang selalu menarik. Industri ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari ilmu teknik, desain, hukum, hingga ilmu pemasaran dan komunikasi. 

Semua pilihan ada di tanganmu. Apakah kamu lebih suka berpanas-panasan di lapangan sebagai manajer proyek? Bekerja di balik layar sebagai desainer interior? Atau menjadi agen properti yang lincah berburu komisi besar?

Temukan banyak lowongan kerja di sektor properti hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Pekerjaan di Sektor Properti  

  1. Apakah seorang agen properti wajib memiliki sertifikasi resmi?
    ⁠Ya, sangat disarankan. Untuk dapat beroperasi secara profesional dan dipercaya oleh klien, seorang agen sebaiknya memiliki sertifikasi dari Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).

    ⁠Sertifikasi ini memastikan bahwa kamu memahami kode etik dan regulasi perundang-undangan jual-beli lahan yang sah.
  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pengembang properti (developer) mandiri?
    ⁠Rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 tahun bekerja di industri terkait.

    ⁠Misalnya, kamu bisa mulai bekerja sebagai staf di perusahaan developer besar terlebih dahulu. Pengalaman itu akan memastikan kamu telah mempelajari seluk-beluk perizinan birokrasi, membangun relasi kuat dengan pihak bank penyalur KPR, dan mengumpulkan modal (investor) sebelum benar-benar siap mendirikan developer-mu sendiri.
  3. Apakah terjun ke dunia investasi properti saat ini masih menguntungkan?
    ⁠Tentu saja, selama dilakukan dengan riset pasar yang matang. Tidak seperti saham atau kripto yang harganya bisa anjlok dalam hitungan detik, properti adalah aset keras (hard asset).

    ⁠Artinya, keuntunganmu relatif stabil dan berasal dari yield (pendapatan pasif rutin dari uang sewa tahunan) dan capital gain (kenaikan nilai jual tanah itu sendiri dalam jangka panjang).
  4. Apa perbedaan mendasar antara konsultan properti dan agen properti?
    ⁠Konsultan properti bekerja dengan memberikan nasihat investasi, memetakan tren makro-ekonomi, dan merumuskan strategi pengembangan aset (advisory), di mana mereka dibayar menggunakan tarif jasa tetap.

    ⁠Sementara itu, agen properti fokus pada ranah eksekusi taktis, yaitu mempertemukan pembeli dan penjual di lapangan. Pendapatan mereka murni berasal dari persentase komisi hasil penjualan.
  5. Bagaimana cara memulai karier sebagai Arsitek profesional?
    Mulai dengan merampungkan pendidikan Sarjana (S1) Arsitektur. Setelah lulus, kamu tidak bisa langsung disebut "Arsitek", melainkan harus menjalani program magang profesi di firma arsitektur resmi selama minimal 4.000 jam (sekitar 2 tahun). Setelah itu, kamu wajib mengikuti Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) dan lulus Ujian Kompetensi Arsitek (UKA) untuk mendapatkan lisensi praktik yang sah di mata negara.

More from this category: Tren gaji & profesi

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.