10+ Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Terkena Layoff

10+ Langkah yang Harus Dilakukan Setelah Terkena Layoff
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 13 April, 2026
Share

Ringkasan:

  • Layoff bukan akhir karier, melainkan momen evaluasi strategi profesional yang bisa membuka peluang baru jika dihadapi dengan  terencana.
  • Langkah awal setelah PHK adalah menjaga stabilitas diri dan keuangan, memastikan hak terpenuhi, lalu menyusun rencana karier secara realistis dan terukur.
  • Tingkatkan keterampilan dan perbarui dokumen profesional seperti CV dan Profil Jobstreet adalah kunci untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar kerja.
  • Networking, komunitas profesional, dan platform pencarian kerja dapat memperluas akses ke peluang yang sering kali tidak dipublikasikan secara terbuka.
  • Mulailah kembangkan skill, membangun personal branding, dan menjaga kesehatan mental untuk bangkit lebih kuat setelah layoff

Terkena layoff bisa menjadi pengalaman yang mengejutkan dan emosional. Tidak sedikit karyawan merasa bingung, cemas, dan kehilangan arah setelah layoff. Namun, kondisi ini tidak selalu menandakan akhir perjalanan karier. 

Dengan sikap yang tepat, layoff justru bisa menjadi titik awal baru. Banyak profesional sukses justru menemukan peluang lebih baik setelah mengalami layoff

Nah, jika kamu sedang bertanya apa yang harus dilakukan setelah terkena layoff, kamu tidak sendirian. Situasi ini dialami banyak pekerja dari berbagai industri kok

Untuk membantumu lebih terarah, simak tips menghadapi layoff pada ulasan berikut ini! 

Cara Menghadapi Layoff Secara Profesional

Ilustrasi seorang karyawan swasta sedang memberereskan barang setelah terkena layoff. (Sumber: Pexels)

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI melaporkan sebanyak 88.519 orang pekerja di Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025.  

Data ini menunjukkan bahwa layoff bukan kasus individual dan terjadi di berbagai sektor industri. Artinya, banyak profesional menghadapi situasi serupa.  

Sebagian perusahaan melakukan efisiensi akibat perlambatan ekonomi global. Selain itu, restrukturisasi bisnis juga memicu pengurangan tenaga kerja.

Oleh karena itu, layoff tidak selalu berkaitan dengan performa individu. Banyak keputusan diambil demi keberlanjutan perusahaan.  

Dalam kondisi ini, penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri. Fokus utama adalah menjaga stabilitas dan menyusun rencana baru untuk membantu kamu bangkit lebih cepat.

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika di-PHK oleh perusahaan? Berikut beberapa langkah strategis yang dapat kamu terapkan untuk menghadapi layoff secara profesional: 

1. Refleksi diri 

Kehilangan pekerjaan dapat memicu tekanan emosional. Namun, situasi ini bisa jadi momen untuk refleksi dan membuka ruang evaluasi karier.

Kamu bisa memikirkan lagi apa yang kamu mau, apa yang kamu bisa, dan ke mana arah kariermu. 

Sebelum melamar pekerjaan baru, pahami kompetensi yang kamu miliki. Buat daftar keterampilan dari pengalaman kerja, hobi, maupun aktivitas lain.

Identifikasi juga pencapaian yang dapat menjadi nilai jual. Langkah ini penting karena bisa memperjelas posisimu di pasar kerja.

Jangan lupa, pikirkan juga nilai-nilai yang penting buatmu, seperti fleksibilitas waktu, kesempatan belajar, atau lingkungan kerja yang suportif.

Dengan refleksi diri, kamu bisa memahami kekuatan dan kebutuhanmu terkait karier. 

2. Tetapkan tujuan karier 

Setelah refleksi diri, langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan karier yang jelas dan realistis.

Cobalah untuk membagi tujuan ini dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pendekatan ini membantu proses lebih sistematis. 

Selanjutnya, tuliskan tujuan secara spesifik dan terstruktur. Pecah menjadi langkah kecil yang bisa dijalankan.

Dengan demikian, progres akan lebih mudah dipantau. Selain itu, rasa percaya diri akan meningkat. 

Jangan lupa untuk tetap fleksibel dalam menetapkan tujuan, ya. Terlebih, dunia kerja bergerak cepat dan dinamis. Peluang baru juga bisa muncul di luar rencana awal. 

Untuk itulah, adaptasi menjadi kunci keberlanjutan karier. 

3. Tingkatkan keterampilan 

Layoff juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keterampilanmu.

Cari tahu keterampilan apa yang banyak dibutuhkan di dunia kerja sekarang, baik hard skills maupun soft skills. Kombinasi keduanya dapat membantumu meningkatkan daya saing.

Kamu bisa mengikuti kursus online di berbagai platform, seperti Coursera, atau KarirKu dari Jobstreet by SEEK. Pilih pelatihan sesuai tujuan karier. 

Selain itu, pastikan kamu menyelesaikan kursus hingga mendapatkan sertifikat untuk memperkuat kredibilitas profesionalmu.  

Pertimbangkan juga workshop atau pelatihan komunitas. Interaksi langsung maupun pengalaman belajar praktis dapat memperluas jaringan profesional sekaligus meningkatkan pemahamanmu.

4. Rencanakan keuangan secara realistis 

Terkena layoff berarti sumber penghasilan utama terhenti, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Karena itu, pengelolaan keuangan menjadi langkah prioritas agar kondisi tetap stabil selama masa transisi.

Perencanaan yang matang akan membantu kamu mengurangi stres dan mengambil keputusan dengan lebih rasional. 

Berikut ini langkah-langkah yang perlu kamu ambil dalam merencanakan keuangan: 

  • Mulailah dengan mengevaluasi seluruh pengeluaran bulanan. Susun anggaran baru yang menyesuaikan dengan kondisi finansial saat ini.
  • Gunakan dana yang tersedia hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan mendesak.
  • Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, tagihan rutin, dan tempat tinggal.
  • Tunda pengeluaran konsumtif atau nonesensial sampai kondisi kembali stabil.
  • Manfaatkan aplikasi pengelola keuangan agar pengeluaran tercatat dengan rapi dan transparan 

Ingat, kita tidak tahu berapa lama proses mencari pekerjaan baru akan berlangsung.

Untuk itulah, kehati-hatian sangat diperlukan dalam mengelola keuangan setelah layoff. Dengan begitu, masa transisi dapat kamu lalui dengan lebih tenang dan terkendali. 

5. Ajukan hak-hak yang kamu dapatkan saat PHK 

Saat terkena PHK, kamu memiliki hak yang wajib dipenuhi perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pemenuhan hak ini penting agar proses PHK sah secara hukum dan tidak merugikan pekerja. 

Secara umum, karyawan yang terkena PHK berhak mendapatkan pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. 

Besarannya biasanya dihitung berdasarkan masa kerja dan ketentuan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.

Semakin lama masa kerja, biasanya semakin besar kompensasi yang diterima. 

Adapun hak yang bisa kamu terima meliputi: 

  • Gaji yang belum dibayarkan.
  • Tunjangan Hari Raya (THR), jika waktunya bertepatan.
  • Tunjangan kesehatan.
  • Jaminan sosial.
  • Uang penggantian hak lain sesuai perjanjian kerja. 

Kamu juga dapat mengklaim manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami PHK berupa bantuan uang tunai, akses pelatihan kerja, serta informasi lowongan. 

Proses pengajuan dapat dilakukan melalui akun di situs resmi Kemnaker dengan melengkapi data dan formulir pelaporan PHK.

Pastikan seluruh dokumen pendukung lengkap agar proses verifikasi berjalan lancar, ya!

6. Cari sumber pendapatan tambahan 

Selama mencari pekerjaan baru, pertimbangkan mencari pendapatan tambahan untuk menjaga stabilitas finansial.

Kamu dapat mengambil pekerjaan freelance atau part-time sesuai keahlian yang dimiliki. 

Pilih pekerjaan yang relevan dengan kompetensimu agar tetap selaras dengan pengembangan karier jangka panjang. 

Selain itu, kamu juga bisa memonetisasi hobi. Misalnya, menjual makanan secara online jika hobi memasak, atau membuka kelas privat jika memiliki kemampuan mengajar. 

Pendapatan tambahan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjaga produktivitas dan rasa percaya diri. 

7. Buat CV yang relevan dan menarik 

Setelah kondisi keuangan lebih terkendali, fokuslah pada strategi mendapatkan pekerjaan baru.

Salah satu langkah terpenting adalah memperbarui CV agar sesuai dengan posisi yang kamu incar.

CV yang efektif harus menampilkan keahlian, pengalaman, dan pencapaian secara ringkas namun kuat. Gunakan format yang rapi, font yang mudah dibaca, serta desain profesional tanpa elemen berlebihan. 

Sesuaikan juga isi CV dengan posisi yang dilamar. Jika melamar di bidang pemasaran, misalnya, tonjolkan pencapaian berbasis data seperti peningkatan penjualan, pertumbuhan engagement, atau keberhasilan kampanye. 

Gunakan angka dan hasil konkret agar lebih meyakinkan di mata perekrut. 

8. Optimalkan profil Jobstreet 

Banyak perekrut aktif mencari kandidat melalui Jobstreet. Karena itu, pastikan profil Jobstreet milikmu sudah lengkap, terbaru, dan profesional. 

Sebagai panduan, kamu bisa perhatikan hal-hal berikut ini: 

  • Perbarui informasi mengenai pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, serta sertifikasi.
  • Tambahkan portofolio atau tautan proyek jika relevan, terutama untuk bidang kreatif atau teknis.
  • Ubah foto profil yang profesional dan ramah untuk meningkatkan kredibilitas.
  • Tonjolkan nilai tambah yang membedakanmu dari kandidat lain, seperti proyek besar, penghargaan, atau sertifikasi khusus.
  • Pakai kata kunci yang relevan dengan posisi yang dituju. Tujuannya agar profilmu lebih mudah ditemukan dalam pencarian perekrut. 

9. Hubungi mantan rekan kerja 

Jaringan profesional dapat menjadi sumber peluang yang efektif. Jadi, mulailah dari mantan rekan kerja atau atasanmu sebelumnya. Mereka bisa membuka akses pada informasi lowongan yang belum dipublikasikan. 

Selain menanyakan peluang kerja, kamu juga dapat meminta surat rekomendasi untuk memperkuat lamaran. 

Pastikan komunikasi dilakukan secara sopan dan profesional, baik melalui email maupun pesan pribadi.

Relasi yang dijaga dengan baik sering kali menjadi pintu masuk ke kesempatan baru, lho! 

10. Bergabung dengan komunitas profesional 

Komunitas profesional dapat membantu memperluas jaringan sekaligus memperbarui wawasan industri.

Banyak peluang kerja tersebar melalui forum diskusi atau relasi personal sebelum dipublikasikan secara resmi.

Bergabung dengan komunitas di bidang yang relevan dengan diri memungkinkan kamu bertukar pengalaman dan mendapatkan insight terbaru.

Kamu juga bisa mengikuti seminar, webinar, atau diskusi yang relevan dengan perkembangan industri.

Semakin aktif kamu membangun networking, semakin besar peluang menemukan kesempatan kerja yang sesuai. 

11. Gunakan platform pencarian kerja secara maksimal 

Platform pencarian kerja seperti Jobstreet mempermudah proses melamar dan memantau status aplikasi.

Gunakan fitur filter untuk menyesuaikan pencarian berdasarkan lokasi, rentang gaji, dan bidang pekerjaan.

Perbarui CV secara berkala dan aktifkan notifikasi agar tidak melewatkan peluang relevan. Unduh aplikasinya untuk memantau proses rekrutmen dengan lebih praktis. 

Konsistensi dalam melamar dan memantau peluang akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan panggilan wawancara

12. Manfaatkan media sosial untuk pencarian kerja 

Media sosial juga dapat menjadi alat efektif dalam membangun personal branding dan memperluas jaringan profesional.

Pastikan profilmu menampilkan foto profesional dan deskripsi yang mencerminkan keahlianmu. 

Ikuti akun perusahaan, HR, atau komunitas industri yang sering membagikan informasi lowongan. Gunakan hashtag relevan untuk menemukan peluang terbaru. 

Dengan strategi yang tepat, media sosial bukan hanya tempat bersosialisasi, tetapi juga sarana membuka peluang karier baru. 

Tips Menghadapi Layoff Tanpa Cemas

Ada beberapa cara lain yang bisa membantu kamu menghadapi layoff dengan lebih tenang dan terkendali. Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang wajar. Namun, tetap beri batas waktu untuk bangkit dan kembali fokus pada rencana ke depan.
  • Bangun rutinitas harian baru, seperti untuk mencari kerja, belajar, dan beristirahat. Dengan begitu, hari-harimu tetap produktif dan terstruktur.
  • Jaga kesehatan fisik dan mental. Mulailah dengan olahraga ringan, tidur cukup, dan konsumsi makanan bergizi.
  • Hindari membandingkan diri dengan orang lain. Ingat, setiap orang memiliki timeline karier berbeda, sehingga fokuslah pada progres pribadi.
  • Konsultasi dengan mentor atau profesional karier. Perspektif eksternal dapat membantu kamu melihat peluang yang mungkin terlewat.
  • Evaluasi ulang arah karier. Layoff bisa menjadi momentum untuk pivot karier atau mencoba bidang baru yang lebih sesuai minat dan potensi.
  • Batasi konsumsi informasi negatif. Terlalu banyak membaca berita ekonomi atau PHK massal dapat memicu kecemasan berlebihan. 

Dengan pendekatan yang lebih mindful dan terstruktur, kamu bisa menjaga kesehatan mental sekaligus tetap produktif selama masa transisi. 

Kesimpulan

Menghadapi layoff memang tidak mudah. Tetapi, dengan strategi yang tepat, kamu bisa bangkit dan melangkah ke arah yang lebih baik. 

Jadikan momen ini untuk belajar, berkembang, dan membuka peluang baru. Ingat bahwa setiap tantangan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. 

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu akan lebih siap menghadapi masa transisi ini.

Selain itu, gunakan masa ini untuk menemukan karier yang lebih sesuai dengan tujuan dan potensimu.

Terlepas dari apa pun situasinya, kamu harus konsisten meningkatkan skill, pengetahuan, dan memperluas networking.

Ketiga hal itu adalah modal penting untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. 

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.  

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang! 

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

Pertanyaan Seputar Layoff dalam Dunia Kerja  

  1. Apa yang harus dilakukan saat terjadi PHK?
    ⁠Saat menerima PHK, tetap tenang dan minta penjelasan tertulis mengenai alasan serta hak yang akan diterima. Pastikan seluruh kompensasi dihitung dengan benar, lalu susun rencana keuangan dan strategi pencarian kerja secepat mungkin.
  2. Apa saja hak karyawan yang di-PHK?
    ⁠Karyawan yang terkena PHK berhak atas kompensasi sesuai peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerja. Hak tersebut umumnya meliputi:
    ⁠- Pesangon
    ⁠- Uang penghargaan masa kerja
    ⁠- Uang penggantian hak
    ⁠- Manfaat JKP dari BPJS Ketenagakerjaan jika memenuhi syarat.

    ⁠Pastikan kamu menerima seluruh hak secara transparan dan terdokumentasi dengan baik, ya!
  3. Bolehkah menolak PHK?
    ⁠Pada prinsipnya, PHK harus dilakukan sesuai prosedur hukum dan alasan yang sah. Jika kamu merasa PHK tidak sesuai aturan atau merugikan, kamu dapat meminta klarifikasi kepada perusahaan. Selain itu, kamu bisa juga menempuh jalur penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai mekanisme yang berlaku.
  4. Bolehkah perusahaan melakukan PHK secara mendadak?
    ⁠PHK tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa alasan dan prosedur yang jelas. Perusahaan wajib mengikuti ketentuan hukum ketenagakerjaan, termasuk pemberitahuan resmi dan pemenuhan hak karyawan. Jika prosesnya tidak sesuai aturan, pekerja berhak menempuh jalur hukum atau mediasi.
  5. Bagaimana cara menjaga motivasi selama mencari pekerjaan?
    ⁠Proses mencari kerja memang bisa terasa melelahkan, terutama setelah mengalami PHK. Agar tetap termotivasi, lakukan hal-hal berikut:
    ⁠- Tetapkan target kecil yang realistis, seperti melamar satu hingga dua posisi per hari atau mengikuti satu webinar karier per minggu. Target sederhana membantu menjaga konsistensi tanpa membuatmu kewalahan.
    ⁠- Jaga keseimbangan hidup dengan tetap berolahraga, beristirahat cukup, dan melakukan aktivitas yang kamu nikmati. 
    ⁠- Dapatkan dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas profesional untuk menjaga semangat selama masa transisi.
  6. Apa saja keterampilan yang paling dicari saat ini?
    ⁠Saat ini, perusahaan banyak mencari keterampilan di bidang digital, seperti analisis data, digital marketing, teknologi informasi, dan penguasaan tools kolaborasi. Selain hard skill, soft skill seperti komunikasi, adaptabilitas, critical thinking, dan problem solving juga sangat dihargai. Kemampuan bekerja dalam sistem hybrid atau remote serta literasi digital yang baik menjadi nilai tambah di pasar kerja saat ini.
  7. Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk wawancara kerja setelah PHK?
    ⁠Berikut ini caranya:
    ⁠- Persiapkan diri dengan mempelajari profil perusahaan, budaya kerja, serta kebutuhan posisi yang dilamar.
    ⁠- Pastikan kamu mampu menjelaskan pengalaman dan pencapaian secara relevan dengan kebutuhan mereka.
    ⁠- Jika ditanya alasan PHK, jawab secara jujur dan profesional tanpa menyalahkan pihak mana pun.
    ⁠- Fokuslah pada pembelajaran dan kontribusi yang bisa kamu berikan ke perusahaan baru.
    ⁠- Latih jawaban wawancara, siapkan CV serta portofolio, dan ajukan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikanmu terhadap posisi tersebut.

More from this category: Mencari pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.