Terkena layoff bisa menjadi pengalaman yang mengejutkan dan emosional. Tidak sedikit karyawan merasa bingung, cemas, dan kehilangan arah setelah layoff. Namun, kondisi ini tidak selalu menandakan akhir perjalanan karier.
Dengan sikap yang tepat, layoff justru bisa menjadi titik awal baru. Banyak profesional sukses justru menemukan peluang lebih baik setelah mengalami layoff.
Nah, jika kamu sedang bertanya apa yang harus dilakukan setelah terkena layoff, kamu tidak sendirian. Situasi ini dialami banyak pekerja dari berbagai industri kok.
Untuk membantumu lebih terarah, simak tips menghadapi layoff pada ulasan berikut ini!
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI melaporkan sebanyak 88.519 orang pekerja di Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025.
Data ini menunjukkan bahwa layoff bukan kasus individual dan terjadi di berbagai sektor industri. Artinya, banyak profesional menghadapi situasi serupa.
Sebagian perusahaan melakukan efisiensi akibat perlambatan ekonomi global. Selain itu, restrukturisasi bisnis juga memicu pengurangan tenaga kerja.
Oleh karena itu, layoff tidak selalu berkaitan dengan performa individu. Banyak keputusan diambil demi keberlanjutan perusahaan.
Dalam kondisi ini, penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri. Fokus utama adalah menjaga stabilitas dan menyusun rencana baru untuk membantu kamu bangkit lebih cepat.
Lantas, apa yang harus dilakukan ketika di-PHK oleh perusahaan? Berikut beberapa langkah strategis yang dapat kamu terapkan untuk menghadapi layoff secara profesional:
Kehilangan pekerjaan dapat memicu tekanan emosional. Namun, situasi ini bisa jadi momen untuk refleksi dan membuka ruang evaluasi karier.
Kamu bisa memikirkan lagi apa yang kamu mau, apa yang kamu bisa, dan ke mana arah kariermu.
Sebelum melamar pekerjaan baru, pahami kompetensi yang kamu miliki. Buat daftar keterampilan dari pengalaman kerja, hobi, maupun aktivitas lain.
Identifikasi juga pencapaian yang dapat menjadi nilai jual. Langkah ini penting karena bisa memperjelas posisimu di pasar kerja.
Jangan lupa, pikirkan juga nilai-nilai yang penting buatmu, seperti fleksibilitas waktu, kesempatan belajar, atau lingkungan kerja yang suportif.
Dengan refleksi diri, kamu bisa memahami kekuatan dan kebutuhanmu terkait karier.
Setelah refleksi diri, langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan karier yang jelas dan realistis.
Cobalah untuk membagi tujuan ini dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pendekatan ini membantu proses lebih sistematis.
Selanjutnya, tuliskan tujuan secara spesifik dan terstruktur. Pecah menjadi langkah kecil yang bisa dijalankan.
Dengan demikian, progres akan lebih mudah dipantau. Selain itu, rasa percaya diri akan meningkat.
Jangan lupa untuk tetap fleksibel dalam menetapkan tujuan, ya. Terlebih, dunia kerja bergerak cepat dan dinamis. Peluang baru juga bisa muncul di luar rencana awal.
Untuk itulah, adaptasi menjadi kunci keberlanjutan karier.
Layoff juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keterampilanmu.
Cari tahu keterampilan apa yang banyak dibutuhkan di dunia kerja sekarang, baik hard skills maupun soft skills. Kombinasi keduanya dapat membantumu meningkatkan daya saing.
Kamu bisa mengikuti kursus online di berbagai platform, seperti Coursera, atau KarirKu dari Jobstreet by SEEK. Pilih pelatihan sesuai tujuan karier.
Selain itu, pastikan kamu menyelesaikan kursus hingga mendapatkan sertifikat untuk memperkuat kredibilitas profesionalmu.
Pertimbangkan juga workshop atau pelatihan komunitas. Interaksi langsung maupun pengalaman belajar praktis dapat memperluas jaringan profesional sekaligus meningkatkan pemahamanmu.
Terkena layoff berarti sumber penghasilan utama terhenti, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.
Karena itu, pengelolaan keuangan menjadi langkah prioritas agar kondisi tetap stabil selama masa transisi.
Perencanaan yang matang akan membantu kamu mengurangi stres dan mengambil keputusan dengan lebih rasional.
Berikut ini langkah-langkah yang perlu kamu ambil dalam merencanakan keuangan:
Ingat, kita tidak tahu berapa lama proses mencari pekerjaan baru akan berlangsung.
Untuk itulah, kehati-hatian sangat diperlukan dalam mengelola keuangan setelah layoff. Dengan begitu, masa transisi dapat kamu lalui dengan lebih tenang dan terkendali.
Saat terkena PHK, kamu memiliki hak yang wajib dipenuhi perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Pemenuhan hak ini penting agar proses PHK sah secara hukum dan tidak merugikan pekerja.
Secara umum, karyawan yang terkena PHK berhak mendapatkan pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.
Besarannya biasanya dihitung berdasarkan masa kerja dan ketentuan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan.
Semakin lama masa kerja, biasanya semakin besar kompensasi yang diterima.
Adapun hak yang bisa kamu terima meliputi:
Kamu juga dapat mengklaim manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami PHK berupa bantuan uang tunai, akses pelatihan kerja, serta informasi lowongan.
Proses pengajuan dapat dilakukan melalui akun di situs resmi Kemnaker dengan melengkapi data dan formulir pelaporan PHK.
Pastikan seluruh dokumen pendukung lengkap agar proses verifikasi berjalan lancar, ya!
Selama mencari pekerjaan baru, pertimbangkan mencari pendapatan tambahan untuk menjaga stabilitas finansial.
Kamu dapat mengambil pekerjaan freelance atau part-time sesuai keahlian yang dimiliki.
Pilih pekerjaan yang relevan dengan kompetensimu agar tetap selaras dengan pengembangan karier jangka panjang.
Selain itu, kamu juga bisa memonetisasi hobi. Misalnya, menjual makanan secara online jika hobi memasak, atau membuka kelas privat jika memiliki kemampuan mengajar.
Pendapatan tambahan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjaga produktivitas dan rasa percaya diri.
Setelah kondisi keuangan lebih terkendali, fokuslah pada strategi mendapatkan pekerjaan baru.
Salah satu langkah terpenting adalah memperbarui CV agar sesuai dengan posisi yang kamu incar.
CV yang efektif harus menampilkan keahlian, pengalaman, dan pencapaian secara ringkas namun kuat. Gunakan format yang rapi, font yang mudah dibaca, serta desain profesional tanpa elemen berlebihan.
Sesuaikan juga isi CV dengan posisi yang dilamar. Jika melamar di bidang pemasaran, misalnya, tonjolkan pencapaian berbasis data seperti peningkatan penjualan, pertumbuhan engagement, atau keberhasilan kampanye.
Gunakan angka dan hasil konkret agar lebih meyakinkan di mata perekrut.
Banyak perekrut aktif mencari kandidat melalui Jobstreet. Karena itu, pastikan profil Jobstreet milikmu sudah lengkap, terbaru, dan profesional.
Sebagai panduan, kamu bisa perhatikan hal-hal berikut ini:
Jaringan profesional dapat menjadi sumber peluang yang efektif. Jadi, mulailah dari mantan rekan kerja atau atasanmu sebelumnya. Mereka bisa membuka akses pada informasi lowongan yang belum dipublikasikan.
Selain menanyakan peluang kerja, kamu juga dapat meminta surat rekomendasi untuk memperkuat lamaran.
Pastikan komunikasi dilakukan secara sopan dan profesional, baik melalui email maupun pesan pribadi.
Relasi yang dijaga dengan baik sering kali menjadi pintu masuk ke kesempatan baru, lho!
Komunitas profesional dapat membantu memperluas jaringan sekaligus memperbarui wawasan industri.
Banyak peluang kerja tersebar melalui forum diskusi atau relasi personal sebelum dipublikasikan secara resmi.
Bergabung dengan komunitas di bidang yang relevan dengan diri memungkinkan kamu bertukar pengalaman dan mendapatkan insight terbaru.
Kamu juga bisa mengikuti seminar, webinar, atau diskusi yang relevan dengan perkembangan industri.
Semakin aktif kamu membangun networking, semakin besar peluang menemukan kesempatan kerja yang sesuai.
Platform pencarian kerja seperti Jobstreet mempermudah proses melamar dan memantau status aplikasi.
Gunakan fitur filter untuk menyesuaikan pencarian berdasarkan lokasi, rentang gaji, dan bidang pekerjaan.
Perbarui CV secara berkala dan aktifkan notifikasi agar tidak melewatkan peluang relevan. Unduh aplikasinya untuk memantau proses rekrutmen dengan lebih praktis.
Konsistensi dalam melamar dan memantau peluang akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan panggilan wawancara.
Media sosial juga dapat menjadi alat efektif dalam membangun personal branding dan memperluas jaringan profesional.
Pastikan profilmu menampilkan foto profesional dan deskripsi yang mencerminkan keahlianmu.
Ikuti akun perusahaan, HR, atau komunitas industri yang sering membagikan informasi lowongan. Gunakan hashtag relevan untuk menemukan peluang terbaru.
Dengan strategi yang tepat, media sosial bukan hanya tempat bersosialisasi, tetapi juga sarana membuka peluang karier baru.
Ada beberapa cara lain yang bisa membantu kamu menghadapi layoff dengan lebih tenang dan terkendali. Berikut ini beberapa di antaranya:
Dengan pendekatan yang lebih mindful dan terstruktur, kamu bisa menjaga kesehatan mental sekaligus tetap produktif selama masa transisi.
Menghadapi layoff memang tidak mudah. Tetapi, dengan strategi yang tepat, kamu bisa bangkit dan melangkah ke arah yang lebih baik.
Jadikan momen ini untuk belajar, berkembang, dan membuka peluang baru. Ingat bahwa setiap tantangan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu akan lebih siap menghadapi masa transisi ini.
Selain itu, gunakan masa ini untuk menemukan karier yang lebih sesuai dengan tujuan dan potensimu.
Terlepas dari apa pun situasinya, kamu harus konsisten meningkatkan skill, pengetahuan, dan memperluas networking.
Ketiga hal itu adalah modal penting untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!