Sudah sering mengirim lamaran kerja tapi masih belum dapat panggilan interview? Mungkin ada yang salah dengan isi CV atau curriculum vitae kamu, nih!
Dilansir dari Zippia, resume atau CV yang dibuat secara profesional bisa meningkatkan peluang mendapat pekerjaan impian hingga 32%. Untuk itulah , kamu gak boleh asal menulis CV.
Apalagi, rata-rata waktu HRD atau perekrut membaca sebuah CV hanya 6 detik. Lantas, bagaimana cara membuat CV yang baik untuk menarik perhatian HRD? Apa saja yang harus ditulis di CV?
Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Pastikan kamu membaca sampai tuntas karena ada juga kumpuan contoh CV profesional yang bisa kamu jadikan referensi. Yuk, kita pelajari bersama!
Secara garis besar, CV adalah dokumen yang berisi ringkasan data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, hingga skill atau kemampuan.
Nah, dalam proses melamar kerja, CV sangat penting karena tiga alasan berikut ini:
Ketika perusahaan membukan lowongan kerja untuk satu posisi, HRD pasti akan menerima puluhan, atau bahkan ratusan CV. Apalagi, jika posisi yang dibuka menawarkan gaji tinggi.
Untuk itulah kamu membutuhkan CV profesional yang bisa menarik perhatian HRD.
Dengan CV lamaran kerja yang berkualitas, peluang kamu untuk lolos tahap screening berkas dan mendapat panggilan interview tentu akan meningkat.
CV merupakan ringkasan pencapaian akademik, pengalaman kerja atau organisasi, dan skill selama kamu bekerja atau menempuh pendidikan.
Isi CV itu nantinya akan memberi gambaran pada HRD untuk menentukan kecocokan kandidat dengan posisi yang tersedia di perusahaan.
Melihat isinya, CV bisa disebut seperti wajah pertama kamu sebelum bertatap muka secara langsung. Penulisan CV yang berantakan tentu akan meninggalkan kesan negatif pada HRD.
Oleh karena itu, kamu perlu memerhatikan struktur, ejaan, hingga setiap detail informasi dalam CV.
Sebelum mulai membuat, ada baiknya kamu mempelajari dulu format CV lamaran kerja yang baik dan benar. Berikut adalah urutannya:
Umumnya, informasi pribadi yang perlu dicantumkan dalam CV adalah nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan alamat email.
Data diri lain seperti tanggal lahir dan agama tidak perlu kamu cantumkan, kecuali jika lowongan kerjanya memiliki syarat spesifik yang mengharuskan informasi tersebut.
Bagian ini merupakan paragraf singkat berisi pencapaian profesional tertinggi serta keahlian utamamu.
Untuk fresh graduate, kamu bisa mengisinya dengan informasi terkait hal yang kamu pelajari selama kuliah dan pengalaman yang telah kamu kumpulkan.
Riwayat pendidikan mencakup nama institusi, tahun belajar, serta jurusan yang kamu ambil.
Kamu tidak perlu mencantumkan seluruh tingkat riwayat pendidikan. Kamu cukup menulis pendidikan terakhir menyesuaikan persyaratan lowongan kerja.
Untuk bagian pengalaman kerja, tulis secara berurutan, mulai dari yang terbaru hingga paling lama.
Pastikan kamu menyantumkan posisi, nama instansi, tahun bekerja, serta deskripsi tanggung jawabmu sebagai pemegang posisi tersebut.
Untuk memperkuat bagian ini, ada baiknya kamu juga menyertakan pencapaian atau hasil kerja yang dilengkapi dengan bukti angka yang terukur.
Keahlian serta keterampilan bisa berupa keahlian teknis, hasil kursus dan pelatihan, atau keahlian interpersonal.
Pastikan skill yang kamu cantumkan masih berhubungan atau bisa berkontribusi dengan pekerjaan yang kamu lamar, ya.
Ketika menambahkan penghargaan dan prestasi, pastikan menyantumkan nama resmi penghargaan, nama instansi pemberi, serta tahun mendapatkannya.
Setelah itu, urutkan dari prestasi yang terbaru. Pastikan juga jenis penghargaan atau prestasinya berhubungan dengan posisi yang dilamar.
Format bagian ini mirip dengan daftar pengalaman kerja. Kamu harus menyantumkan nama organisasi, jabatan yang dipegang, tahun aktif, serta daftar tugas-tugas dan tanggung jawabmu sebagai pemegang posisi tersebut.
Baca Juga: 11 Prospek Kerja di Bidang Desain yang Menarik untuk Ditekuni
Ingin tahu cara membuat CV yang menarik perhatian recruiter? Kamu bisa mulai dengan mengamati daftar contoh CV berikut ini:
BUDI BUDIMAN(Foto) [Kota domisili] | [Nomor telepon] | [Alamat email]
|
Adi Irwan[Kota domisili] | [Nomor telepon] | [Alamat email] RINGKASAN PROFILLulusan SMK 3 jurusan Tata Boga yang memiliki ketertarikan serta fokus dalam bidang patiseri. Saya memiliki pengalaman magang sebagai staf patiseri di Hotel XYZ dan sempat mengikuti pelatihan bakery di Bakery ABC. Saya tertarik dengan posisi di divisi Food and Beverage, terutama yang berkaitan dengan kerja pâtissier dan chocolatier.
|
Jody Yudha[Kota domisili] | [Nomor telepon] | [Alamat email]
|
Rizky Dilon[Kota domisili] | [Nomor telepon] | [Alamat email] | [Akun media sosial]
|
Tyo Nugraha A[Foto] [Kota domisili] | [Nomor telepon] | [Alamat email] | [Akun media sosial] RINGKASAN PROFILLulusan S1 Hukum Universitas Jaya Yogyakarta dengan IPK di atas rata-rata. Memiliki pengalaman magang dan organisasi. Fokus dan minat studi adalah bidang hukum perdata, terutama perizinan. Tertarik dengan posisi entry level di bidang terkait hukum perizinan dan lisensi.
|
Baca Juga: Apa Itu Analisis Data? Ini Peluang Karir dan Cara Memulainya
Setelah melihat beragam CV profesional di atas, kini saatnya kamu praktik membuatnya. Untuk membantu kamu, berikut adalah cara membuat CV yang baik dan benar:
Format CV yang tepat pasti berurutan dan jelas, seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnnya. Jadi, hindari menggunakan format yang membingungkan.
Untuk mempermudah, kamu bisa menggunakan template CV yang banyak tersedia secara daring. Template tersebut pun bisa kamu jadikan CV cetak atau digital.
Bahasa CV lamaran kerja tidak seperti puisi atau cerpen yang berbunga-bunga.
Cukup gunakan kalimat deskriptif yang jelas dan ringkas untuk menggambarkan riwayat pengalaman, pendidikan, keahlian serta deskripsi tanggung jawab atau hasil pelatihanmu.
Selain itu, pastikan kamu juga hanya menggunakan kalimat bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baku untuk menciptakan kesan profesional.
CV lamaran kerja sebaiknya tidak generik, tetapi dibuat spesifik sesuai lowongan yang kamu tuju.
Tuliskan juga minatmu terhadap posisi yang dilamar di deskripsi profil, dan tambahkan pengalaman, pelatihan, serta kemampuan yang cocok dengan posisi tersebut.
Jangan ragu menambahkan prestasi atau kontribusi yang relevan ke dalam CV. Contohnya, jika kamu pernah memimpin proyek penting, cantumkan nama proyek beserta prestasi atau kontribusimu di dalamnya.
Untuk CV lamaran kerja fresh graduate, kamu bisa menyantumkan pengalaman organisasi atau proyek kelompok yang pernah kamu ikuti.
Selanjutnya, jangan lupa menambahkan kata kunci pada CV yang relevan dengan lowongan atau industri yang akan kamu lamar.
Masukkan kata-kata tersebut secara alami, misalnya di dalam deskripsi profil atau tanggung jawab dan pencapaianmu.
Sebagai contoh, untuk CV lowongan developer, kamu bisa menambahkan kata-kata “mengelola proyek software development” dalam deskripsi pengalaman kerjamu.
Setelah selesai menulis, cek CV dalam bentuk preview agar kamu bisa membacanya secara keseluruhan. Pastikan semua aspek CV ada sesuai urutan yang benar.
Kamu bisa minta tolong orang lain untuk membacanya dan memberi pendapat tentang kerapian CV.
Setelah CV siap, lakukan proofreading terakhir. Pastikan CV bersih dari kesalahan ketik.
Untuk membantu, kamu bisa menggunakan alat gratis seperti Cek Typo Lektur untuk bahasa Indonesia atau Grammarly untuk bahasa Inggris.
Google Docs juga memiliki fitur pengecekan sesuai dengan setelan bahasa yang kamu gunakan.
Nah, sekarang kamu sudah tahu cara membuat CV lamaran kerja. Untuk meningkatkan kualitas CV-mu, cobalah menerapkan beberapa tips berikut ini:
Jika kamu memiliki pencapaian positif di tempat kerja atau saat mengenyam pendidikan, jangan lupa menyantumkannya secara detail.
Caranya, cantumkan dulu nama proyek, kompetisi, atau penghargaan, nama pihak yang mengadakan, serta tahunnya. Setelah itu, buat daftar deskripsi kontribusimu.
Misalnya, cantumkan Juara 1 Kompetisi Desain Robotik Universitas B (April 2022), lalu deskripsikan apa yang membuatmu juara, seperti “Sukses merancang konsep teknologi robot untuk mengantarkan obat secara otomatis ke pasien di rumah sakit.”
Action verbs atau kata kerja yang menggambarkan tindakan akan membuat CV lamaran kerjamu terkesan lebih kuat. Jadi, cobalah selalu menggunakan kalimat aktif.
Perbanyak kata-kata seperti “menciptakan”, “merancang”, “memotivasi”, “memacu”, “mengelola,” dan sebagainya.
Untuk CV bahasa Inggris, kamu bisa menggunakan kata seperti “achieve”, “boost”, “motivate”, “create”, “design”, dan sebagainya.
Jika perusahaan memiliki aturan format pembuatan CV, pastikan kamu mengikutinya. Patuhi ketentuan jumlah halaman, bahasa, dan hal-hal yang harus dicantumkan.
Kamu juga bisa menggunakan template CV atau formulir lamaran yang disediakan perusahaan (jika ada).
Untuk membuat CV yang profesional, kamu perlu hanya perlu mencantumkan poin-poin penting terkait data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, skill, dan prestasi.
Pastikan informasi yang kamu tulis relevan dengan bidang yang dilamar, ya!
Lalu, tak kalah penting, jangan lupa membaca dan mengoreksi lagi CV yang sudah kamu buat. Periksa lagi setiap kalimat dalam CV-mu untuk menghindari typo dan kesalahan informasi.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Baca Juga: Apa Itu FGD (Forum Group Discussion): Ini Arti, dan Tips Suksesnya