Salah satu keuntungan bekerja di bidang information technology (IT) adalah lingkungan kerja yang dinamis. Namun, untuk bisa sukses dan bersaing di bidang IT, kamu perlu membekali diri dengan keahlian khusus dan punya sifat adaptif mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Salah satu upaya yang bisa kamu lakukan agar bisa tetap relevan dan mampu bersaing adalah mengambil sertifikasi IT.
Melalui sertifikasi jurusan IT, kamu bisa menunjukkan kompetensi teknis yang terukur. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa keahlian yang kamu miliki sesuai dengan standar industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lantas, sertifikasi seperti apa yang cocok untuk menunjang karier di bidang IT? Biar dapat gambarannya secara jelas, simak referensinya sebagai berikut, yuk!
Mengikuti sertifikasi IT bukan sekadar menambah gelar di CV. Ada berbagai manfaat yang bisa kamu rasakan, terutama untuk perkembangan kariermu. Berikut beberapa di antaranya:
Sertifikasi bidang IT sering kali berkaitan langsung dengan peluang gaji yang lebih kompetitif.
Banyak perusahaan bersedia memberikan penawaran lebih tinggi kepada kandidat yang memiliki sertifikasi resmi karena dianggap siap kerja dan memiliki keahlian spesifik.
Besaran kenaikan gaji tentu bergantung pada jenis dan level sertifikasi. Sertifikasi tingkat profesional atau spesialis umumnya memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan sertifikasi entry level.
Sertifikasi dalam bidang teknologi informasi juga memberikan peluang kerja yang luas.
Kamu bisa melamar posisi lowongan kerja yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kandidat yang tak memiliki sertifikasi.
Menariknya, sertifikasi tidak hanya relevan bagi profesional berpengalaman, tetapi juga sangat membantu fresh graduate yang ingin memperkuat daya saing sejak awal karier.
Manfaat ini akan terasa maksimal jika kamu memilih sertifikasi yang diakui secara global.
Dengan begitu, peluang kerja tidak hanya terbatas di perusahaan nasional, tetapi juga terbuka untuk perusahaan multinasional.
Proses mendapatkan sertifikasi biasanya melibatkan pelatihan, praktik, dan ujian dengan standar tertentu. Rangkaian proses itu tentu membantu kamu memahami materi secara lebih mendalam dan terstruktur.
Ketika melamar pekerjaan atau posisi yang lebih tinggi, sertifikasi bisa membuatmu lebih percaya diri. Nantinya, kamu akan tahu bahwa keahlianmu telah diuji dan diakui secara profesional.
Salah satu fungsi dari sertifikat IT adalah bukti pengakuan secara profesional atas keahlian.
Pengakuan itu tentu sangat bernilai, terlebih jika kamu mendapatkannya dari lembaga ternama dan mempunyai reputasi baik.
Pengakuan ini penting, terutama di industri IT yang sangat kompetitif. Sertifikasi membantu rekruter menilai kemampuan kandidat secara objektif dan cepat.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, mengantongi sertifikat yang relevan memang layak dipertimbangkan sebagai investasi karier.
Jika kamu memiliki sertifikasi, perusahaan dapat menilai kompetensi secara objektif. Adapun bagi pencari kerja, sertifikasi menjadi bukti nyata atas keahlian yang dimiliki, sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus belajar di industri yang dinamis.
Berikut adalah rekomendasi sertifikasi IT berdasarkan level dan spesialisasi yang paling banyak dibutuhkan di dunia kerja saat ini:
Jika kamu baru lulus atau masih di tahap awal karier IT, sertifikasi berikut cocok untuk membangun fondasi teknis yang kuat:
CompTIA A+ adalah sertifikasi entry level yang berfokus pada IT support dan user support. Materinya mencakup perangkat keras, sistem operasi, jaringan dasar, hingga troubleshooting.
Sertifikasi ini terdiri dari dua ujian, yaitu Core 1 dan Core 2, dengan total hingga 90 soal per ujian.
Adapun CompTIA A+ banyak dijadikan standar awal untuk posisi IT support, helpdesk, atau technical support.
Kamu bisa mengikuti ujian sertifikasi kompetensi CompTIA A+ secara online di website resminya.
Hanya saja, kamu perlu tahu kalau CompTIA A+ bukanlah sertifikat IT gratis. Adapun biaya yang perlu keluarkan adalah sebesar US$253 atau setara Rp3,9 juta.
Microsoft Certified: Fundamentals dirancang untuk mengukur pemahaman dasar tentang teknologi Microsoft, terutama layanan berbasis cloud.
Sertifikasi ini cocok bagi pemula yang ingin masuk ke ekosistem Microsoft. Beberapa pilihan sertifikasinya meliputi:
Materi pembelajaran tersedia gratis di website resmi Microsoft. Adapun biaya ujiannya relatif terjangkau, yakni sekitar US$99 atau Rp1,5 juta.
Cloud computing menjadi salah satu skill paling dicari di industri IT saat ini. Untuk pemula, dua sertifikasi berikut sering menjadi pilihan:
Bagi kamu yang ingin fokus di bidang networking, berikut ini beberapa sertifikasi yang menjadi standar industri:
Sertifikasi ini termasuk yang paling populer karena mencakup pengetahuan terkait dasar-dasar jaringan, routing dan switching, WLAN, keamanan jaringan dasar, serta dasar otomasi serta program jaringan.
Untuk mengikuti ujian sertifikasi CCNA, kamu harus menyiapkan dana sebesar US$300 atau sekitar Rp4,6 juta.
CCNP adalah sertifikasi tingkat lanjut dalam bidang jaringan. Terdapat beberapa spesialisasi di dalamnya, seperti:
Dalam CCNP, terdapat 2 jenis ujian sertifikasi yang ada. Pertama adalah core exam yang bisa kamu ikuti dengan biaya sebesar US$400, setara Rp6,2 juta.
Selanjutnya, ada ujian spesialisasi yang masing-masing memerlukan biaya sebesar US$300 atau setara Rp4,6 juta.
Bidang keamanan siber terus berkembang seiring meningkatnya risiko digital. Berikut sertifikasi yang banyak dicari perusahaan:
CompTIA Security+ merupakan sertifikasi pengetahuan serta keterampilan dasar terkait keamanan siber.
Proses ujiannya berlangsung dengan menjawab sekitar 90 pertanyaan dengan minimum nilai 750/900 untuk bisa lulus.
Adapun biaya ujian sertifikasinya dipatok seharga US$404 atau setara Rp6,2 juta.
CEH merupakan sertifikasi terkait cyber security yang dikeluarkan oleh EC-Council.
Materi di dalamnya mencakup dasar-dasar hacking, teknik, identifikasi kerentanan, serta etika hacking.
Untuk mendapatkan sertifikasi IT CEH, kamu harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kamu bisa berpartisipasi dalam ujian CEH dengan 125 soal pilihan ganda di dalamnya.
Kamu bisa mendapatkannya dengan mengikuti kursus secara langsung dari EC Council atau lembaga mitra.
Adapun biaya sertifikasi bisa kamu temukan dengan harga mulai dari Rp18 juta yang sudah termasuk kelas pelatihan.
Selanjutnya, ada CISSP yang merupakan sertifikasi keamanan siber dari International Information System Security Certification Consortium.
Sertifikasi ini kerap disebut sebagai standar emas dalam bidang keamanan IT.
Biaya sertifikasi CISSP cukup mahal, yakni sebesar US$699 atau setara Rp10,8 juta.
Oleh karena itu, para pesertanya kerap melakukan persiapan dengan mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
Khusus untuk para pengembang, termasuk full stack developer, salah satu sertifikasi yang bisa dipilih adalah Certified Developer.
Sertifikasi ini menjadi bukti keahlian terkait pembangunan serta pengelolaan aplikasi berbasis cloud.
Pilihan sertifikasinya cukup beragam, tergantung platform cloud yang digunakan, seperti AWS, Google Cloud, atau Microsoft Azure.
Biaya untuk setiap sertifikasi berbeda-beda, dengan kisaran sebagai berikut:
Sertifikasi bidang TI atau teknologi informasi bisa pula kamu temukan untuk profesi sebagai data scientist. Pilihan jenis sertifikasi data scientist yang bisa kamu dapatkan cukup bervariasi, di antaranya:
Datacamp mempunyai sertifikasi data scientist yang kurikulumnya mencakup berbagai aspek, seperti:
Kamu bisa mengikuti ujiannya secara langsung via website resmi Datacamp.
Untuk mendapatkan sertifikasi data scientist dari Datacamp, kamu perlu berlangganan kursus dengan biaya US$75 (setara Rp1,1 juta) per tahun.
Selanjutnya, kamu bisa mengikuti program sertifikasi yang mereka adakan.
Cloudera menawarkan sertifikasi data berbasis big data dan hadoop ecosystem.
Sertifikasi ini lebih ditujukan untuk level menengah hingga lanjut. Seperti halnya sertifikasi di Datacamp, kamu bisa mengikuti ujian sertifikasi Cloudera secara online.
Kamu perlu menyiapkan dana sebesar US$2.235 untuk versi on-demand Cloudera. Biaya tersebut belum termasuk sertifikasi.
Tak ketinggalan, kamu bisa pula mempertimbangkan cara memperoleh sertifikat IT populer lainnya berikut ini:
Sertifikasi PMP berkaitan dengan sektor manajemen proyek. Oleh karena itu, kepemilikannya menjadi begitu penting bagi kamu yang berkarier di bidang project management.
Menariknya, sertifikasi PMP bisa diikuti tidak hanya sarjana, tetapi juga lulusan SMA.
Hanya saja, kamu perlu membekali diri dengan pengalaman dalam memimpin proyek.
Ujiannya bisa kamu ikuti dengan mendaftar via Project Management Institute. Terdapat dua skema biaya untuk mendapatkan sertifikat PMP, yaitu:
Terakhir, ada pilihan sertifikasi ITIL atau Information Technology Infrastructure Library.
Kepemilikannya menjadi standar terkait perencanaan, pengelolaan, serta pengiriman layanan IT secara optimal.
Ada berbagai pilihan lembaga pelatihan ITIL yang bisa kamu ikuti untuk mendapatkan sertifikasi ini.
Biasanya, pelatihan berlangsung sekitar 2 atau 3 hari. Adapun biaya sertifikasinya sendiri adalah sebesar US$1.995 atau setara Rp31 juta.
Agar sertifikasi benar-benar mendukung perkembangan karier, kamu perlu memilihnya secara strategis. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan:
Dengan memilih sertifikasi jurusan IT yang tepat, kamu tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat posisi tawar dalam dunia kerja yang kompetitif.
Sertifikasi IT dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung perkembangan karier di industri teknologi yang terus berkembang.
Dengan memilih sertifikasi yang tepat, kamu tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga meningkatkan peluang untuk mendapatkan posisi dan jenjang karier yang lebih baik.
Namun, penting untuk tidak memilih sertifikasi secara asal. Pastikan sertifikasi yang kamu ambil relevan dengan tujuan karier, diakui oleh industri, serta sepadan dengan investasi waktu dan biaya yang dikeluarkan.
Dengan perencanaan yang matang, sertifikasi jurusan IT bisa menjadi nilai tambah yang signifikan dalam perjalanan profesionalmu.
Kamu sedang mencari lowongan kerja di bidang IT? Temukan banyak lowongan kerja bidang IT hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!