Kamu suka mengulik makna di balik benda-benda masa lampau? Atau suka traveling ke tempat-tempat asing? Kalau begitu, kamu cocok masuk Jurusan Arkeologi, nih.
Secara garis besar, Arkeologi merupakan bidang studi yang menggabungkan ilmu sejarah dan ilmu geologi.
Di Indonesia, jurusan Arkeologi sering dianggap kurang menarik bahkan tidak menjanjikan dari segi karier.
Padahal, prospek kerja lulusan Arkeologi sangat luas di berbagai sektor, mulai dari pariwisata budaya, riset pendidikan, hingga pemerintahan.
Penasaran apa saja prospek karier lulusan Arkeelogi? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel ini!
Arkeologi adalah salah satu cabang ilmu antropologi. Di Jurusan Arkeologi, kamu akan belajar tentang peradaban manusia melalui aspek fisik, budaya, sejarah, dan linguistik.
Dengan kata lain, profesi bidang arkeologi tidak hanya mempelajari artefak dan benda-benda peninggalan sejarah.
Namun, Ilmu Arkeologi juga mengaitkan peristiwa satu dan lainnya yang terjadi di masa lalu untuk menghasilkan temuan yang bermanfaat secara teoritis dan praktis.
Bahkan, mata kuliah Jurusan Arkeologi ini juga menggabungkan metode ilmiah dengan apresiasi seni dan budaya.
Program studi Ilmu Arkeologi umumnya terbagi menjadi lima bidang keahlian, yaitu arkeologi prasejarah, klasik, maritim, perkotaan, dan bioarkeologi. Berikut perbedaannya:
Bayangkan kamu menemukan benda berusia jutaan tahun yang menunjukkan suatu gaya investasi unik di kalangan orang zaman dulu.
Lalu, pakar dari berbagai bidang ikut mengkajinya untuk merumuskan cara investasi baru yang lebih minim risiko daripada emas atau reksadana.
Unik dan mengagumkan, bukan? Meski title pekerjaannya mungkin tak sementereng pekerja kantoran, temuan para arkeolog berkontribusi besar terhadap peradaban dunia. Itulah mengapa orang memilih Jurusan Arkeologi.
Layaknya detektif, para arkeolog mencari petunjuk dan jawaban, dengan mempelajari benda-benda mati yang ditinggalkan orang-orang terdahulu di berbagai penjuru dunia.
Tentunya, hal tersebut bukanlah pekerjaan mudah. Dilansir dari The CEO Views, seorang arkeolog butuh ketelitian tinggi, kepekaan, kemampuan analisis, dan wawasan sejarah yang kuat untuk menafsirkan setiap temuan.
Selain itu, arkeolog juga harus terampil dalam riset, kerja lapangan, dan penggunaan teknologi. Misalnya pemindaian 3D atau GIS yang penting untuk menggali dan memahami jejak masa lalu dengan lebih akurat.
Tanpa kemampuan tersebut, temuan berharga bisa saja salah diinterpretasikan atau bahkan terlewat begitu saja.
Dengan berbagai bidang keahlian di atas, kamu bisa mengejar peluang kerja arkeologi di sektor pemerintahan. Berikut beberapa opsinya:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).
Kamu bisa bekerja di lembaga ini untuk melestarikan, melindungi dan mengatasi permasalahan pelestarian cagar budaya di berbagai wilayah di Indonesia.
Museum nasional dan daerah di Indonesia membutuhkan lulusan Arkeologi untuk mengelola koleksi artefak, melakukan penelitian, hingga menyusun berbagai program edukatif.
Untuk bekerja di posisi ini, kamu perlu memahami pengantar manajemen sumber daya arkeologi.
Tentunya, pemerintah membutuhkan keahlian lulusan Arkeologi untuk melestarikan warisan budaya.
Kamu akan terlibat dalam analisis artefak, proyek penggalian, hingga studi lingkungan untuk meneliti situs bersejarah
Selain pemerintahan, karier di arkeologi juga terbuka di bidang akademis. Beberapa peluang kerja arkeologi yang dapat kamu eksplor adalah:
Sebagai dosen, kamu akan mengajar tentang teori dan metode arkeologi di perguruan tinggi.
Selain itu, dosen juga ditugaskan membimbing mahasiswa dalam penelitian lapangan, hingga melakukan riset, baik di dalam maupun luar universitas.
Di samping mengajar, profesi bidang arkeologi di universitas juga memberimu kesempatan untuk mengembangkan kurikulum.
Tugasmu adalah merancang mata kuliah arkeologi yang relevan, serta memperbarui materi agar tetap relevan dengan perkembangan industri.
Banyak situs dan budaya yang terhubung lintas-negara. Kondisi ini membuka peluang kolaborasi internasional. Kamu bisa ikut terlibat dalam proyek penelitian internasional yang fokus pada situs-situs tertentu.
Baca Juga: 10 Cara Mudah Meningkatkan Value Diri untuk Kesuksesan Karier
Jika kamu lebih tertarik dengan bidang pekerjaan arkeologi pada sektor swasta, berikut beberapa profesi yang dapat dipertimbangkan:
Proyek konstruksi besar—seperti jalan tol—biasanya mengevaluasi dampak arkeologi sebelum dimulai.
Lulusan Arkeologi dapat menjadi konsultan untuk melakukan evaluasi tersebut. Kamu harus memastikan tidak ada situs bersejarah yang akan terganggu akibat konstruksi.
Perusahaan penilaian sejarah membutuhkan arkeolog untuk melakukan dokumentasi, survei, dan analisis terhadap area atau properti yang dinilai menyimpan nilai sejarah.
Dalam bidang eksplorasi sumber daya alam, seperti minyak atau pertambangan, arkeolog komersial bertugas mengidentifikasi dan memelihara situs-situs yang mungkin terdampak oleh kegiatan eksplorasi tersebut.
Prospek karier arkeologi juga terbuka lebar di industri pariwisata dan budaya. Keahlianmu sangat dibutuhkan untuk berbagai pekerjaan berikut:
Lulusan Arkeolog bisa bekerja mengembangkan destinasi wisata berbasis sejarah atau budaya.
Salah satu tugasnya adalah merancang paket wisata edukatif yang berbasis pada sejarah setempat.
Profesi satu ini cocok buat kamu yang suka bertemu banyak orang baru.
Sebagai pemandu wisata sejarah, kamu bertugas memberikan informasi tentang lokasi wisata dan artefak kepada pengunjung.
Beberapa tempat yang membutuhkan peran ini adalah museum, candi, dan tempat bersejarah lain.
Beberapa pengelolaan situs sejarah telah dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Tentunya, tempat-tempat tersebut membutuhkan arkeolog untuk memastikan bahwa pengelolaan situs tetap menjaga kondisi dan nilai historisnya.
Menjalani karier di arkeologi dapat membawamu ke kancah internasional. Sebab, pada dasarnya, budaya dan sejarah tidak terikat batas geografis.
Itulah kenapa ada cukup banyak proyek arkeologi yang bersifat lintas-negara.
Lantas, prospek kerja seperti apa yang bisa kamu lakukan di industri arkeologi internasional? Beberapa di antaranya adalah:
Bekerja di bidang arkeolog memang menawarkan pengalaman unik. Namun, hal tersebut juga disertai sejumlah tantangan, seperti:
Menariknya, berbagai tantangan tersebut membuka peluang untuk kemajuan bidang arkeologi. Misalnya, sulitnya akses ke situs arkeologi telah memicu inovasi teknologi.
Penggunaan drone hingga pemetaan 3D dapat membantu arkeolog untuk mengeksplor lokasi yang sulit diakses tanpa perlu ekskavasi besar-besaran.
Baca Juga: Cara Memaksimalkan Pencarian Kerja Kamu
Sebagai lulusan jurusan Arkeologi, kamu bisa bekerja di sektor pemerintahan, swasta, pendidikan, hingga pariwisata dan budaya. Bahkan, peluang bekerja di kancah internasional juga terbuka lebar.
Agar punya bekal kuat untuk berkarier sebagai arkeolog, sebaiknya pahami dulu bidang keahlian yang ingin kamu tekuni.
Secara umum, bidang keahlian dalam arkeologi terbagi menjadi prasejarah, klasik, maritim, perkotaan, dan bioarkeologi.
Meski begitu, tak menutup kemungkinan jika nanti ada suatu proyek yang menggabungkan lebih dari satu bidang keahlian.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!