(Image by rawpixel on Freepik)
Lebih dari sekadar gambar, logo adalah bagian penting dalam identitas suatu brand. Logo yang efektif mampu membuatmu langsung teringat dengan nama brand. Itulah kenapa banyak perusahaan membutuhkan orang yang bisa membuat logo.
Kamu bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan memahami apa itu logo terlebih dulu. Soalnya, pembuatan logo ternyata melibatkan banyak unsur.
Nah, melalui artikel ini, kamu dapat mengetahui pengertian, fungsinya bagi brand, jenis, hingga kriteria logo yang baik. Yuk, kita cari tahu sama-sama!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian logo yaitu huruf atau lambang yang mengandung makna. Umumnya, terdiri atas satu kata atau lebih sebagai lambang atau nama perusahaan dan sebagainya.
Bisa dibilang, arti logo adalah wajah dari suatu perusahaan atau merek. Bentuk logo bisa berupa potongan teks, sketsa, bentuk, atau kombinasi semuanya.
Fungsinya dapat menjadi representasi visual yang pertama kali dilihat oleh konsumen. Perusahaan membuat logo sebagai identitas dari sebuah brand, perusahaan, bisnis, atau organisasi lain.
Dalam banyak kasus, logo mencerminkan misi, visi, identitas dan nilai-nilai inti dari perusahaan. Untuk itulah, setiap elemen dalam logo, baik itu warna, bentuk, atau simbol, biasanya memiliki makna tertentu yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada khalayaknya.
Fungsi logo ternyata cukup beragam, lho. Melalui pembuatan suatu gambar, sebuah logo mampu memberikan berbagai fungsi berikut ini:
Salah satu tujuan pembuatan logo adalah membangun identitas brand. Soalnya, sesuai pengertiannya, logo harus mampu menggambarkan karakteristik perusahaan atau produk yang diwakilkan.
Kamu bisa menunjukkan hal tersebut melalui elemen warna, font, hingga tone. Dengan begitu, audiens akan langsung mengingatmu ketika melihat logo tersebut.
Ketika audiens langsung mengenali brand saat melihat suatu logo, artinya kamu telah berhasil meningkatkan brand awareness. Hal ini juga termasuk manfaat logo, lho.
Untuk mendapatkan fungsi ini, logo harus mudah dikenali dan diingat. Hal ini penting untuk mendapatkan perhatian konsumen. Beberapa contoh brand yang sukses melakukannya adalah Apple dan Nike.
Sebagai bagian dari identitas brand, fungsi logo juga dapat menjadi pembeda dengan brand lain. Dengan begitu, audiens juga bisa lebih mudah mengenali logomu.
Faktor pembeda tersebut bisa berasal dari bentuk, warna, hingga tipografi pada logo.
Logo tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi sebagai alat komunikasi yang kuat. Fungsinya dapat mengkomunikasikan nilai-nilai, citra, dan pesan merek kepada konsumen tanpa menggunakan kata-kata.
Saat meluncurkan brand baru, wajar kalau belum banyak orang mengenalimu. Salah satu manfaat logo untuk membantu menarik minat pelanggan. Jadi, ketika melihat logo tersebut, mereka akan tertarik untuk mengenali brand-mu.
Logo dapat digunakan dalam berbagai materi pemasaran dan promosi, termasuk iklan, brosur, situs web, media sosial, dan lainnya. Ini menjadi simbol untuk membangun kesadaran merek di antara khalayak.
Beberapa brand juga meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme sebagai tujuan pembuatan logo. Sebuah logo yang menarik dan profesional dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek.
Ketika logomu mudah dikenali masyarakat, brand-mu bakal terlihat lebih profesional. Mereka juga merasa lebih percaya dengan produk dan layanan yang kamu tawarkan.
Baca Juga: Cara Negosiasi Gaji yang Tepat
(Image by rawpixel on Freepik)
Setelah memahami fungsi logo, mari kita belajar jenis logo. Secara umum, jenis-jenis logo dibagi berdasarkan bentuk dan gayanya.
Tiap kategori tersebut terdiri dari jenis-jenis logo yang sesuai dan spesifik. Mari mengenalnya lebih dalam berikut ini:
Dibalik bentuknya yang menarik, logo juga memiliki berbagai jenis yang berbeda, antara lain:
Selain dilihat dari bentuknya, penggunaan logo juga bisa memiliki gaya yang berbeda. Berikut ini diantaranya:
Logo yang baik dan efektif bukan hanya dilihat dari bentuk dan gayanya. Ada banyak ciri khas yang membuat sebuah logo bisa dikatakan bagus dan efektif. Lantas, seperti apa kriteria logo yang ideal? Berikut ini beberapa di antaranya:
Salah satu manfaat logo untuk meningkatkan brand awareness. Untuk mewujudkan hal tersebut, suatu logo haruslah mudah diingat.
Jadi, buatlah logo yang sederhana agar bisa mencerminkan kesan, pesan, dan maknanya serta lebih mudah dipahami audiens.
Desain sederhana bukan berarti biasa saja, lho. Kamu tetap perlu memastikan bahwa logo tersebut unik. Logo yang unik sebagai jaminan kualitas produk dan akan membedakan brand-mu dari kompetitor. Alhasil, audiens bisa lebih mudah mengenalimu.
Identitas seperti apa, sih, yang ingin kamu tampilkan melalui brand? Untuk memperkuat identitas tersebut, pembuatan logo yang mewakili nama perusahaan sangat penting, lho. Dengan kombinasi warna, bentuk, tone, dan tipografi yang tepat, sebuah logo bisa membuat nama perusahaan kamu lebih mudah dikenali dan harapannya bisa meningkatkan penjualan.
Kalau ingin logomu lebih cepat dikenal dan diingat audiens, buatlah logo yang menarik dan profesional.
Sesuaikan desainnya dengan karakteristik target audiens kamu. Jadi, ketika melihat logomu, mereka akan tertarik untuk mengenal brand-mu lebih jauh.
Logo yang baik adalah yang bisa diaplikasikan pada berbagai media, baik itu kemasan, spanduk, poster, stempel, hingga billboard.
Dengan kata lain, desain logomu harus bersifat serbaguna agar tidak kehilangan bentuk asli saat ditempatkan di berbagai platform.
Saat membuat logo, pertimbangkan pula kejelasan visualnya. Jadi, ketika diaplikasikan di berbagai media, audiens tetap bisa mengenalinya dengan baik.
Untuk itu, kamu perlu memperhatikan konsep desain logo.
Dalam bidang desain grafis, tiap logo menyimpan makna yang berbeda. Inilah mengapa detail dalam mendesain logo turut menyesuaikan. Namun, tetap ada sejumlah konsep yang penting diperhatikan yaitu:
Supaya punya gambaran lebih jelas tentang konsep logo yang efektif, Jobstreet telah menyediakan beberapa contoh brand yang memiliki logo ikonik. Yuk, cari tahu di bawah ini!
Desainer logo Apple, Rob Janoff, membuat logo tersebut dengan “tidak sengaja”. Ketika menggigit sebutir apel, ia menyadari bahwa kata “menggigit” (bite) terdengar mirip dengan istilah “byte” di dunia komputer.
Sejak saat itu, logo Apel pun menjadi ikon global. Desain apel tergigit menggambarkan kreativitas, kebebasan berpikir, dan inovasi yang menjadi value utama perusahaan. Ditambah dengan warna monokrom, logo Apel mudah diaplikasikan pada berbagai perangkat dan media.
Logo Nike mudah dikenali sebagai “swoosh” atau tanda centang pada logo lambang dinamisme dan kecepatan. Dengan desain minimalis tersebut, Nike ingin memberikan dorongan dan semangat kepada audiens untuk meraih mimpi. Penggunaan warna hitam dan putih menciptakan kesan tegas.
Penggunaan warna merah pada logo Coca Cola memberikan kesan fresh, keakraban, dan kegembiraan. Hal tersebut sejalan dengan keinginan Coca Cola untuk hadir menyemarakkan berbagai momen para konsumennya.
Huruf “U” pada logo Unilever dibentuk dari ikon-ikon produk yang dijual oleh brand. Melalui logo tersebut, Unilever ingin menunjukkan bahwa mereka menyediakan produk-produk untuk berbagai kebutuhan hidup.
Panah orange pada logo Amazon terlihat mirip dengan bentuk senyum. Desain tersebut mewakili keinginan Amazon untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Lalu, tanda panah tersebut juga membentang di antara huruf A dan Z. Hal tersebut menunjukkan bahwa Amazon menjual banyak produk, seperti keseluruhan alfabet.
Logo Google begitu simpel, tapi amat berkesan berkat penggunaan warna-warna primer yang cerah. Desain tersebut mencerminkan energi dan semangat perusahaan.
Menariknya lagi, logo Google juga serbaguna karena sering dimodifikasi sesuai momen atau perayaan tertentu. Contohnya saat Natal, Google akan mendesain logonya dengan elemen-elemen khas Natal seperti topi Santa dan lampu kerlap-kerlip.
GoJek memperkenalkan logo baru mereka pada 2019. Mengusung desain yang terlihat seperti helm sekaligus tombol, logo GoJek mencerminkan keragaman layanan yang tersedia pada aplikasi mobile mereka.
Awalnya, Teh Botol Sosro tidak memiliki logo ketika pertama kali dijual pada 1940. Memasuki tahun 1970-an, mereka akhirnya memodifikasi tulisan Sosro dengan meletakkannya di dalam lingkaran merah.
Di sisi lain, tulisan Teh Botol menggunakan font bernuansa klasik untuk mempertahankan identitas legendaris mereka.
Tokopedia menggunakan gambar burung hantu sebagai logo karena memiliki makna positif. Burung hantu mampu memandang ke berbagai penjuru arah. Berdasarkan hal tersebut, Tokopedia ingin menjalankan bisnis yang netral dan mampu menghadapi tantangan dan berbagai sudut pandang.
Gambar geometris di sebelah kiri membentuk huruf “P” yang merupakan inisial Pertamina. Warna merah bermakna keberanian, biru adalah simbol tanggung jawab dan dapat diandalkan, sedangkan hijau pada logo lambang energi.
Dalam branding, istilah logo, lambang, label, brand, hingga simbol sering digunakan secara bergantian. Tetapi sebenarnya memiliki makna dan peran yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:
Lambang adalah simbol atau ikon yang digunakan untuk mewakili suatu konsep, gagasan, atau entitas. Lambang tidak selalu terkait dengan merek atau perusahaan tertentu. Sedangkan, pengertian logo merupakan lambang yang mengandung suatu makna sebagai identitas perusahaan atau organisasi.
Perbedaan logo dan label terletak pada fungsinya. logo memiliki fungsi untuk menjadi bagian dari identitas brand. Sementara itu, label adalah gambar, tulisan, atau gabungan keduanya yang terdapat pada kemasan produk. Tujuannya untuk menjelaskan isi kemasan tersebut.
Logo merupakan simbol grafis untuk membuat brand atau merek lebih dikenal audiens. Nah, brand sendiri adalah hal-hal tentang perusahaan atau produk yang muncul dalam benak audiens. Jadi, perbedaan logo dan brand sebenarnya saling melengkapi. Logo membantu brand menciptakan image positif pada audiens.
Perbedaan logo dan tipografi terlihat dari bentuk tampilannya. Tipografi adalah seni memilih dan mengatur font serta teks untuk melengkapi desain visual. Nah, logo termasuk salah satu desain visual tersebut.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simbol sama dengan lambang. Jadi, perbedaan logo dan simbol bisa terlihat dari kompleksitasnya. Umumnya, simbol atau lambang lebih sederhana daripada logo. Soalnya, logo memiliki kombinasi dari gambar, bentuk, teks, hingga sketsa.
Logo adalah representasi visual dari identitas sebuah merek atau perusahaan. Bentuknya berupa teks, sketsa, bentuk, atau kombinasi hal-hal tersebut yang menghasilkan sebuah gambar.
Fungsi dari logo untuk membedakan merek dari pesaingnya dan memperkuat citra merek di mata konsumen.
Beragam jenis logo menawarkan fleksibilitas dalam merancang identitas merek yang unik. Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis logo, sebuah merek dapat memilih desain yang paling sesuai. Kamu bisa membuatnya sesuai dengan citra dan nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada audiens.
Dengan demikian, logo dapat menjadi salah satu aset terpenting dalam membangun dan memperkuat identitas merek di pasar yang kompetitif. Kemampuan membuat logo diperlukan jika kamu ingin berkarier sebagai desainer grafis.
Maka dari itu, asah terus skill desain dan branding kamu agar bisa membuat logo yang baik. Persiapkan diri kamu untuk menembus pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
- Terapkan teknik visual double entendre (sebuah gambar dengan dua makna)
- Pilih palette warna sesuai identitas brand
- Gunakan font custom
- Optimalkan ruang negatif
- Pertimbangkan simetri dan proporsi.
- Sederhana dan mudah diingat
- Unik dan berbeda dari kompetitor
- Representatif dari identitas brand
- Mudah diaplikasikan di berbagai media
- Tetap terlihat jelas dalam berbagai ukuran
Buku tentang desain, media sosial, serta situs web seperti Pinterest, Logo Master, dan Designspiration.
Ya, sebaiknya daftarkan logomu sebagai hak cipta agar tidak diklaim oleh orang lain.
- Desain terlalu rumit
- Memaksa mengikuti tren
- Tipografi kurang tepat
- Pemilihan warna tidak pas
- Tidak sejalan dengan identitas brand.