Tips Membuat Website dengan Google Sites untuk Web Developer

Tips Membuat Website dengan Google Sites untuk Web Developer
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 13 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Google Sites adalah platform website builder gratis dari ekosistem Google Workspace yang menggunakan sistem drag-and-drop, sehingga sangat cocok untuk pemula tanpa skill coding.
  • Beberapa fitur unggulan G Sites meliputi integrasi penuh dengan Google Drive/Docs/Sheets, Image Carousel, dan kemudahan pengaturan akses kolaborasi (Share with Others).
  • Meskipun URL bawaannya cukup panjang, kamu bisa menghubungkannya dengan Custom Domain agar terlihat lebih profesional.
  • Pembuatan website di G Sites dimulai dari tahap memilih template, menyusun tata letak halaman, menambahkan media, mengatur tema, hingga proses publishing.
  • Kekurangan utama platform ini adalah tidak cocok untuk membuat toko online (e-commerce) kompleks dan memiliki keterbatasan dalam optimasi SEO lanjutan tingkat developer.

Saat ini, ada berbagai platform Content Management System (CMS) dan website builder yang dapat memudahkan siapa pun untuk mengembangkan website tanpa perlu kemampuan coding yang mendalam. Nah, salah satu perangkat lunak yang bisa digunakan adalah Google Sites atau G Sites.

Melalui Google Sites, kamu dapat membuat website sederhana dengan cara drag-and-drop. Artinya, kamu cukup menyeret dan melepas elemen-elemen seperti teks, gambar, tombol, header, dan navigasi untuk mengatur desain dan tampilan website.

Lebih jelasnya, artikel ini akan mengulas fitur-fitur yang tersedia di Google Sites dan bagaimana kamu dapat memanfaatkannya untuk membuat website. Yuk, kita pelajari bersama!

Apa Itu Google Sites dan Mengapa Cocok untuk Web Developer?

Google Sites adalah platform website builder gratis berbasis cloud yang merupakan bagian dari ekosistem Google Workspace. 

Dengan sistem drag-and-drop yang sangat intuitif, platform ini memungkinkan siapa saja untuk membangun halaman website yang responsif tanpa perlu menulis kode pemrograman (seperti HTML, CSS, atau JavaScript) dari nol.

Meskipun sekilas terkesan hanya ditujukan untuk pemula atau orang awam, Google Sites faktanya tetap sangat relevan dan direkomendasikan untuk digunakan oleh para Web Developer profesional. 

Mengapa demikian? Berikut adalah beberapa alasannya:

  • Prototyping cepat: Seorang Web Developer sering kali membutuhkan kerangka visual yang cepat untuk ditunjukkan kepada klien atau tim sebelum mulai melakukan coding yang sesungguhnya. Google Sites bisa menjadi alat pembuat mockup atau prototipe instan yang sudah bisa di-klik dan sangat interaktif.
  • Portal dokumentasi proyek: G Sites sangat ideal digunakan untuk membuat halaman wiki, dokumentasi sistem kerja, atau portal internal perusahaan (Intranet) karena dapat disematkan file dari Google Docs, Sheets, dan Drive secara langsung.
  • Pembuatan portofolio: Bagi kamu yang baru merintis karier sebagai Junior Web Developer, G Sites menawarkan cara termudah (dan 100% gratis) untuk memajang tautan project dari GitHub atau hasil karyamu (showcase) sebagai website portofolio untuk melamar kerja.
  • Minim biaya pemeliharaan: Server dan keamanan (SSL) sepenuhnya ditangani oleh Google. Developer tidak perlu repot memikirkan perpanjangan hosting, masalah bandwidth, atau pembaruan keamanan (security patch) klien yang memiliki budget minim.

⁠⁠Fitur-Fitur Google Sites yang Perlu Dipahami Web Developer

Dua orang web developer sedang berdiskusi soal Google Sites. (Sumber : Pexels)

Setelah tahu apa itu Google Sites, sekarang mari kenali satu per satu fitur-fitur yang tersedia di platform ini. Berikut daftarnya:

1. Template Gallery

Jika kamu bingung harus memulai dari mana saat membuat website dengan Google Site, jangan ragu untuk memanfaatkan template yang tersedia. Ada beragam template dalam Google Sites, entah itu untuk membuat website pribadi, bisnis, ataupun pendidikan.

Setelahnya, kamu dapat menyesuaikan teks, gambar, layout, jenis font, warna, serta menambahkan elemen tertentu sesuai kebutuhan.

2. Share With Others

Di bagian atas halaman editor situs, terdapat fitur “Share with Others”. Dengan fitur ini, kamu dapat menambah pemilik akun Google lain untuk bisa mengakses website tersebut, baik sebagai editor ataupun pelihat saja.

Namun, jika cara ini terasa ribet, ada cara lain yang bisa kamu gunakan, yakni dengan membagikan link situs kepada orang lain. Setelah itu, atur siapa pun yang memiliki link dapat mengakses situs tersebut.

3. Pencarian

Terdapat fitur pencarian di halaman utama Google Sites. Fitur ini tidak hanya berguna untuk mencari proyek website yang kamu buat, tetapi juga untuk menemukan file lain yang terhubung dengan akun Google-mu.

Caranya, ketikkan nama file yang ingin kamu cari di kolom pencarian. File tersebut bisa berupa file Google Sites, Documents, Spreadsheets, Slides, atau file Portable Document Format (pdf.) yang terkait dengan akun Google-mu.

4. Drag and Drop

Cara membuat website di Google Sites sebenarnya cukup sederhana. Kamu dapat menambahkan elemen tertentu melalui menu di sebelah kanan. Kemudian, geser dan lepas (drag and drop) untuk mengatur tata letaknya di website.

5. Image Carousel

Agar situsmu terlihat lebih ciamik, kamu dapat menambahkan gambar melalui fitur image carousel. Dengan fitur ini, situsmu akan menampilkan gambar dengan efek transisi yang bisa kamu atur kecepatannya.

6. Integrasi produk Google Workspace

Salah satu kelebihan Google Sites adalah kamu bisa menyematkan file atau elemen dari produk Google lainnya, langsung ke dalam website. File dan elemen tersebut misalnya file Google Documents, Spreadsheets, Slides, Forms, Calendar, Google Drive, dan Maps.

Integrasi tanpa batas ini membuat Google Sites sangat efektif untuk mendongkrak produktivitas kerja tim, sehingga fungsinya bisa disejajarkan dengan workspace tools populer seperti Notion maupun Trello dalam hal dokumentasi.

⁠Cara Membuat Website Gratis dengan Google Sites

Ilustrasi Google Sites. (Sumber : Pexels)

Ada banyak kegunaan Google Sites, mulai dari membuat landing page, menampilkan portofolio, personal branding, hingga e-learning.

Namun, agar fungsi Google Sites tersebut bisa tercapai, kamu harus tahu cara membuat Google Sites yang benar. Nah, berikut langkah-langkahnya:

1. Buat akun Google

Sebelum membuat website, pastikan kamu memiliki akun di Google terlebih dahulu. Jika belum punya, buat terlebih dahulu dengan mengunjungi website Google, klik login, buat akun, isi data diri, dan masukkan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS.

2. Buka Google Sites

Kunjungi laman Google Sites di desktop dengan alamat https://sites.google.com/new. Pilih “Situs Kosong” dengan ikon plus (+) untuk membuat situs dari nol, atau gunakan template yang sudah ada.

3. Berikan nama website

Setelah editor website terbuka, mulailah dengan memberikan nama situs di pojok kiri atas. Kamu juga dapat menambahkan logo agar tampilannya lebih menarik.

4. Sertakan judul pada website

Selain nama website, tambahkan juga judul pada halaman homepage. Secara default, judul halaman terletak di bagian tengah atas dengan huruf berukuran besar.

Kamu dapat mengisi kolom nama halaman sama seperti nama website atau dengan kata-kata yang berbeda. Misalnya, isi kolom tersebut dengan “Selamat Datang di Website ABCD”.

Setelah itu, kamu juga dapat mengatur judul halaman sesuai preferensi dengan mengubah ukuran huruf, jenis font, gaya huruf, perataan, dan menyisipkan link.

Selain homepage, kamu juga dapat menambahkan halaman lain ke website dengan mengeklik tab “Halaman” di menu sebelah kanan. Kemudian, klik tombol plus (+) yang ada di bagian bawah menu halaman.

5. Susun tata letak website

Selanjutnya, atur layout website dengan menambahkan elemen yang tersedia di sebelah kanan. Selain itu, kamu dapat menggeser dan lepas (drag and drop) serta mengatur ukurannya di situs agar posisinya pas sesuai selera.

6. Tambahkan media ke Google Sites

Jangan lupa tambahkan media ke website kamu agar tampilannya lebih menarik, ya. Misalnya, kamu bisa menambahkan gambar latar belakang di header situs.

Selain itu, kamu juga dapat menyisipkan gambar melalui menu gambar yang ada di sebelah kanan. Unggah gambar dari komputer, lalu atur tata letaknya di situs.

Selain gambar diam, Google Sites juga menyediakan fitur carousel atau gambar bergerak dengan efek transisi, lho. Jika ingin menambahkan video, tinggal sematkan link video YouTube ke dalam halaman situs.

7. Sisipkan konten

Tentunya, kamu dapat berkreasi dengan menyisipkan jenis konten lain seperti kotak teks, tombol, dan link media sosial, termasuk menyematkan file Google Documents, Spreadsheets, dan Slides ke dalam website.

Jika paham HTML, kamu dapat menyematkan kode HTML tertentu melalui fitur “Sematkan” yang terletak di menu sebelah kanan, bertanda ikon “<>”.

8. Pilih tema

Tersedia banyak tema yang bisa kamu manfaatkan di Google Sites. Caranya, klik tab “Tema” pada menu di sebelah kanan, lalu pilih tema yang menurutmu paling menarik dan cocok untuk situsmu.

9. Website siap diluncurkan

Setelah semuanya siap, saatnya menerbitkan situsmu dengan klik tombol “Publikasikan” (Publish) di sudut kanan atas. Nantinya, akan muncul pop-up berisi beberapa pengaturan yang perlu kamu sesuaikan, antara lain:

  • Alamat Web: Website bawaan Google Sites akan memiliki URL panjang seperti: https://sites.google.com/view/[NAMA SITUS].
  • Domain Kustom: Kamu bisa mengganti alamat web bawaan dengan domain kustom sehingga alamatnya menjadi www.domainanda.com. Namun, untuk menggunakan fitur ini, kamu harus memiliki domain berbayar dari penyedia pihak ketiga.
  • Fitur “Siapa yang Dapat Melihat Situs Saya”: Kamu bisa mengatur apakah website diterbitkan secara publik ke seluruh dunia, atau dibatasi hanya ke orang-orang (akun Google) tertentu saja.
  • Setelan Penelusuran: Pada kotak yang tersedia, berikan tanda centang jika kamu ingin mesin pencari (Google Search) tidak menelusuri situsmu. Sebaliknya, abaikan (jangan centang) setelan ini jika ingin situsmu bisa ditemukan oleh orang di pencarian Google.

⁠Cara Custom Domain di Google Sites

Ilustrasi Google Sites. (Sumber : Pexels)

Jika ingin menggunakan custom domain di G Sites, kamu harus membeli domain dari penyedia pihak ketiga. Setelah itu, kamu dapat menghubungkan domain tersebut ke situs Google Sites-mu dengan langkah-langkah berikut:

  1. Login ke situs resmi Google Site: ⁠Pertama-tama, kunjungi https://sites.google.com/new. Lalu, masuk ke akun dengan email dan kata sandi milikmu.
  2. Klik ikon gear atau setelan: ⁠Buka situs yang ingin kamu kustom domainnya, lalu klik ikon ikon gear yang terletak di bagian atas editor situs.
  3. Klik “Domain Custom": ⁠Setelah kotak setelan muncul, klik “Domain Custom”.
  4. Pilih domain dari pihak ketiga: ⁠Klik tombol “Mulai penyiapan”, lalu pilih “Gunakan domain dari pihak ketiga”.
  5. Masukkan nama domain": ⁠Pada kolom pertama, masukkan “www”, sedangkan pada kolom kedua, masukkan nama domain milikmu, misalnya “domainkamu.com”.
  6. Verifikasi: Untuk memverifikasi domain, klik “Verifikasi Kepemilikan Anda”. Kemudian, kamu akan diarahkan ke halaman Google Search Console. Ikuti petunjuk di layar untuk memverifikasi kepemilikan domain. Jika sudah, klik “Verifikasi”.

    ⁠Jika domain berhasil diverifikasi, tombol “Berikutnya” pun bisa aktif. Klik tombol “Berikutnya”, lalu akan muncul kotak informasi berisi petunjuk untuk menambahkan CNAME record ke setelan DNS di registrar domain.

    ⁠Di tab terpisah, login ke situs registrar domain yang kamu gunakan, lalu masuk ke setelan DNS untuk menambahkan CNAME record sesuai petunjuk tadi. Jika sudah, klik “Selesai”. Kustom domain pun berhasil dilakukan. Namun, kamu perlu menunggu hingga 48 jam agar situsmu bisa diakses dengan domain tersebut.

Alternatif Membuat Website Gratis 

Selain mengandalkan Google Sites, ada beberapa platform CMS dan website builder alternatif populer yang bisa kamu gunakan untuk membuat website secara gratis:

1. Menggunakan WordPress

Dengan WordPress, kamu dapat membuat website hanya dalam beberapa langkah yang jauh lebih dinamis.

Caranya, buat akun di WordPress.com, tentukan nama dan slogan website, pilih tema yang kamu suka, kemudian luncurkan website-mu. Setelah itu, kamu bisa membuat konten blog atau menginstal ragam plugin untuk menyesuaikan fungsionalitasnya.

2. Menggunakan Wix

Wix menawarkan pembuatan website dengan sistem drag-and-drop yang lebih kaya secara visual dibandingkan Google Sites. Setelah masuk ke akun Wix, pilih jenis website dan template yang diinginkan.

Kamu bisa mengakses Wix Editor untuk mengatur desain animasi dan menambahkan halaman. Setelah selesai, klik Publish untuk menerbitkan website ke internet.

3. Menggunakan Carrd

Carrd adalah pilihan terbaik jika kamu hanya ingin membuat website satu halaman (one-page website) yang simpel dan responsif. 

Platform ini sangat populer di kalangan profesional untuk membuat kartu nama digital, landing page produk, atau portofolio pribadi yang ringkas.

Kamu bisa memilih template yang tersedia, menyesuaikan elemennya, dan menerbitkannya secara gratis dengan subdomain .carrd.co.

4. Menggunakan Weebly

Mirip dengan Wix, Weebly menawarkan sistem drag-and-drop yang sangat intuitif. Keunggulan Weebly adalah antarmukanya yang sangat bersih dan mudah dipahami oleh pemula sekalipun.

Kamu bisa membuat struktur website yang terdiri dari beberapa halaman, menambahkan galeri foto, hingga formulir kontak dengan sangat cepat. Versi gratisnya menyertakan hosting dan subdomain gratis dari Weebly.

5. Menggunakan Webnode

Webnode dikenal karena kemudahannya dalam membuat website multibahasa. Jika kamu membutuhkan website portofolio yang bisa diakses dalam bahasa Indonesia dan Inggris sekaligus, Webnode menyediakan fitur tersebut secara cuma-cuma.

Editornya sangat cepat dan website yang dihasilkan sudah dioptimalkan agar tampil sempurna di layar smartphone.

⁠Kesimpulan

Dengan Google Sites, kamu bisa membuat website dengan mudah secara gratis, tanpa perlu memperdalam coding. Google Sites bisa menjadi platform yang ideal untuk membuat website sederhana yang tidak membutuhkan banyak fitur rumit.

Tanpa harus membeli domain custom, kamu sudah bisa membuat website sendiri untuk berbagai keperluan, mulai dari personal branding hingga arsip karya untuk portofolio digital saat melamar pekerjaan. 

Kamu juga bisa melakukan pengaturan kustom domain jika website ingin tampak lebih profesional dengan alamat yang ringkas dan sesuai keinginanmu.

Kamu berminat menekuni profesi web developer? Temukan banyak lowongan kerja web developer hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menembus pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dan terhubung dengan pakar industri di KariKu dalam aplikasi Jobstreet.

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

⁠Pertanyaan Seputar Google Sites bagi Web Developer

  1. Apakah Google Sites termasuk aplikasi? 
    Google Sites bukanlah aplikasi Android atau iOS yang bisa diunduh di smartphone, melainkan situs web builder berbasis cloud yang diakses sepenuhnya melalui program browser (seperti Google Chrome atau Safari) di laptop/PC.

  2. Apa saja kelebihan dan kekurangan Google Sites? 
    Kelebihannya antara lain: 
    - Sepenuhnya gratis
    - Memungkinkan kolaborasi ketik bersama (real-time) dengan orang lain
    - Server sangat cepat, terintegrasi mulus dengan produk Google Drive, dan memiliki keamanan (SSL) otomatis dari Google. 
    Adapun kekurangannya yakni kustomisasi desainnya sangat kaku/terbatas, tidak ada fitur keranjang belanja untuk e-Commerce, dan tidak menyediakan pengaturan SEO lanjutan (Meta Description/Tags).

  3. Apakah Google Sites mudah digunakan untuk orang awam? 
    Sangat mudah. Antarmukanya (User Interface) dirancang khusus untuk pemula. Kamu tidak perlu mengetik satu baris coding (HTML/CSS) pun untuk bisa membangun halaman website yang berfungsi penuh.

  4. Bisakah saya mendapatkan uang (AdSense) dari Google Sites? 
    Secara teknis, kamu tidak bisa memasang skrip iklan Google AdSense atau mendaftarkan URL bawaan Google Sites ke program monetisasi secara langsung. Google Sites dirancang murni sebagai alat presentasi dan portofolio, bukan untuk blogging komersial.

  5. Berapa kapasitas penyimpanan (storage) dari Google Sites? 
    Semua gambar, video, dan file yang kamu unggah ke halaman Google Sites akan memakan ruang penyimpanan di Google Drive pribadi milikmu. Jadi, batas penyimpanannya mengikuti sisa kuota gratis Google Drive-mu (secara default adalah 15 GB).

  6. Apakah website buatan Google Sites ramah seluler (mobile-friendly)?
    Ya. Google Sites secara otomatis menerapkan sistem responsive design. Artinya, elemen tata letak website yang kamu buat di layar laptop akan otomatis menyesuaikan diri (mengecil dan tersusun rapi) saat dibuka oleh pengunjung dari layar smartphone.

  7. Apakah aman menggunakan Google Sites untuk bisnis perusahaan? 
    Aman. Namun, untuk skala bisnis korporat yang membutuhkan database pelanggan, fitur pendaftaran akun (login page), dan keamanan server berlapis khusus, sangat disarankan menggunakan CMS mandiri (self-hosted) seperti WordPress atau membangun website khusus dari awal (custom build), alih-alih mengandalkan Google Sites.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.