Cara Menulis Cover Letter (+Bonus Template Cover Letter Gratis)

Cara Menulis Cover Letter (+Bonus Template Cover Letter Gratis)
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 30 June, 2022
Share

Ringkasan

  • Cover letter (surat lamaran) adalah caramu memperkenalkan diri yang berfungsi melengkapi CV.
  • Dokumen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki skill, pengalaman, dan motivasi yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Cover letter yang baik harus ditulis singkat, padat, jelas, dan relevan, idealnya tidak lebih dari satu halaman agar mudah dipindai oleh recruiter maupun sistem ATS (Applicant Tracking System).
  • Hindari mengirim cover letter yang sama persis ke semua perusahaan, tetapi lakukan kustomisasi sesuai posisi dan perusahaan yang dituju. 
  • Pastikan cover letter bebas typo, menggunakan bahasa profesional, serta dikirim dalam format PDF agar tampilannya tetap rapi saat dibuka recruiter.

Menulis cover letter yang mampu memberikan kesan pertama yang baik bisa meningkatkan peluang lamaranmu dilirik oleh recruiter. Bayangkan cover letter sebagai pembuka perkenalan profesional yang membantu perusahaan mengenal siapa dirimu di luar isi CV.

CV atau resume biasanya berisi daftar pengalaman kerja, skill, pendidikan, dan pencapaian. Sementara itu, cover letter membantu menjelaskan mengapa pengalaman tersebut relevan dengan posisi yang kamu lamar dan mengapa kamu tertarik bekerja di perusahaan tersebut.

Bahkan untuk beberapa posisi tertentu, cover letter masih menjadi salah satu faktor penilaian penting dalam proses screening kandidat, lho!

Lantas, bagaimana cara menulis cover letter yang profesional dan menarik? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Cover Letter?

Cover letter adalah surat pengantar lamaran kerja yang berfungsi untuk memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan alasan mengapa kamu cocok untuk posisi tertentu. 

Dokumen ini biasanya dikirim bersama CV atau resume saat melamar pekerjaan.

Berbeda dengan CV yang berisi daftar pengalaman dan kemampuan secara ringkas, cover letter memberikan ruang untuk menjelaskan:

  • Alasan kamu tertarik pada posisi tersebut,
  • Pengalaman atau skill yang paling relevan,
  • Value yang bisa kamu berikan kepada perusahaan
  • Motivasi bekerja di perusahaan tersebut.
  • Melalui cover letterrecruiter juga dapat melihat kemampuan komunikasi dan cara kamu menyampaikan ide secara profesional. 

Jadi, pastikan cover letter yang ditulis dengan baik bisa membantu lamaranmu terlihat lebih menonjol dibanding kandidat lain. 

Meski begitu, cover letter saat ini sifatnya tidak wajib ada untuk semua lowongan kerja. 

Namun, untuk posisi tertentu seperti fresh graduatecareer switcher, posisi kreatif, komunikasi, atau perusahaan internasional, cover letter masih menjadi nilai tambah yang penting.

Perbedaan Cover Letter dan CV

Meskipun sering dikirim bersamaan, cover letter dan CV memiliki fungsi yang berbeda. Pasalnya, CV atau Curriculum Vitae berfungsi untuk menampilkan informasi profesional secara ringkas dan terstruktur, seperti:

  • Pengalaman kerja
  • Pendidikan
  • Skill
  • Sertifikasi
  • Pencapaian karier.

CV biasanya dibuat singkat dan fokus pada data serta pengalaman kerja kandidat. Sementara itu, cover letter digunakan untuk menjelaskan konteks di balik pengalaman tersebut. 

Melalui cover letter, kamu bisa memperkenalkan diri secara profesional, menjelaskan alasan melamar, menunjukkan ketertarikan terhadap perusahaan, dan menjelaskan mengapa kamu cocok untuk posisi tersebut.

Singkatnya, CV menunjukkan “apa yang pernah kamu lakukan”, sedangkan cover letter membantu recruiter memahami “siapa dirimu dan mengapa kamu cocok”.

Struktur Cover Letter yang Benar

Agar mudah dipahami recruiter, cover letter sebaiknya memiliki struktur yang jelas dan rapi. Berikut struktur cover letter yang umum digunakan:

1. Header dan Informasi Kontak

Pada bagian ini kamu bisa cantumkan:

  • Nama lengkap
  • Alamat email profesional
  • Nomor telepon
  • Tanggal penulisan surat

Jika diperlukan, tambahkan nama perusahaan dan nama recruiter atau HRD yang dituju.

2. Opening atau Paragraf Pembuka

Pada bagian ini, jelaskan posisi yang dilamar, dari mana kamu mengetahui lowongan tersebut, dan alasan singkat mengapa kamu tertarik melamar.

Usahakan pembuka ditulis langsung dan tidak terlalu bertele-tele, ya!

3. Isi atau Body Cover Letter

Bagian ini merupakan inti cover letter. Jelaskan pengalaman atau skill yang paling relevan, pencapaian yang mendukung posisi, serta kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.

Sebaiknya kamu fokus pada pengalaman yang benar-benar berkaitan dengan posisi yang dilamar.

4. Penutup

Tutup cover letter dengan ucapan terima kasih, antusiasme untuk mengikuti proses selanjutnya, dan harapan untuk mendapatkan kesempatan interview.

Gunakan penutup yang profesional dan sopan agar memberikan kesan pertama yang lebih baik. 

Cara Menulis Cover Letter  

Berikut beberapa cara yang harus kamu perhatikan ketika menulis cover letter agar peluangmu lolos screening semakin besar: 

1. Sesuaikan skill dan pengalaman dengan posisi yang kamu lamar

Cover letter berisi rangkuman dirimu yang lebih spesifik, dengan menonjolkan skill dan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan. 

Pastikan kamu menyisipkan kata kunci (keywords) spesifik dari iklan lowongan agar terbaca relevan oleh sistem pemindaian Applicant Tracking System (ATS) milik HRD.

2. Keep it short - Tulis dengan singkat

Waktu yang perusahaan perlukan untuk membaca cover letter bahkan lebih pendek dari waktu mereka membaca resume

Mengutip riset terbaru dari platform karier Teal HQ, rekruter rata-rata hanya menghabiskan waktu 6 hingga 10 detik untuk memindai sebuah dokumen lamaran. Pada waktu inilah mereka menentukan apakah kandidat tersebut relevan atau tidak.

Terlebih lagi, rekruter masa kini sering memindai lamaran dengan cepat melalui layar smartphone. Oleh karena itu, tulis suratmu dengan singkat, padat, dan to the point.

3. Jangan mengulang apa yang ada di resume

Pilih poin penting yang relevan dengan posisi lamaran untuk ditunjukkan. Jelaskan bagaimana poin-poin ini menunjukkan bahwa kamu merupakan pilihan yang cocok untuk posisi tersebut. 

Ceritakan "mengapa" dan "bagaimana", bukan sekadar menyalin ulang daftar pengalaman di CV, ya!

4. Buat cover letter yang berbeda untuk setiap lamaran

Menyesuaikan cover letter dapat mengindikasikan bahwa kamu sudah mempelajari hal tentang perusahaan tempat kamu melamar. Kustomisasi personal (hyper-personalization) sangat dihargai oleh perusahaan. 

5. Koreksi cover letter kamu

Setelah menggunakan template untuk menulis cover letter, jangan lupa untuk mengoreksinya (proofread).

Pastikan nama-nama, terutama nama HRD dan nama perusahaan, serta penjelasan di dalamnya sudah tepat. Kamu juga bisa meminta orang lain untuk membacanya agar lebih yakin terbebas dari typo.

Kesalahan Cover Letter yang Sering Dilakukan

Masih banyak kandidat yang melakukan kesalahan sederhana saat menulis cover letter. Berikut beberapa yang paling umum:

  • Mengirim template yang sama ke semua perusahaan.
  • Cover letter terlalu panjang dan bertele-tele.
  • Hanya mengulang isi CV tanpa penjelasan tambahan.
  • Salah menulis nama perusahaan atau posisi.
  • Menggunakan bahasa terlalu informal atau terlalu kaku.
  • Terlalu fokus membahas diri sendiri tanpa menjelaskan kontribusi untuk perusahaan.
  • Tidak melakukan proofread sehingga banyak typo dan kesalahan grammar.

Tips Membuat Cover Letter yang ATS-Friendly

Saat ini banyak perusahaan menggunakan sistem ATS untuk membantu proses screening kandidat. 

Untuk itulah, cover letter juga perlu dibuat ATS-friendly agar lebih mudah terbaca sistem. Berikut beberapa tipsnya:

  • Gunakan format sederhana. Hindari desain terlalu ramai, tabel kompleks, atau font yang sulit dibaca. 
  • Masukkan kata kunci dari job description, terutama skill atau posisi yang disebutkan perusahaan.
  • Simpan dalam format PDF untuk membantu menjaga tampilan dokumen tetap rapi di berbagai perangkat.
  • Gunakan nama file profesional, seperti: CoverLetter_NamaKamu.pdf, NamaKamu_CoverLetter_Marketing.pdf
  • Hindari copy-paste hasil AI mentah. Pastikan isi cover letter tetap personal dan sesuai pengalaman asli agar tidak terdengar generik.

Template Cover Letter Gratis

Agar kamu dapat menulis cover letter dengan lebih mudah, Jobstreet punya template cover letter yang bisa kamu unduh. 

Template ini bisa menjadi langkah awal untuk membuat cover letter unggul yang akan membuat lamaran kamu menarik di mata perekrut. 

Kesimpulan

Cover letter yang efektif bukan sekadar formalitas, melainkan alat pemasaran diri yang kuat. 

Dengan menyelaraskan kualifikasi pribadi dengan visi perusahaan secara singkat dan profesional, peluangmu untuk dipanggil wawancara akan meningkat drastis. Pastikan kamu selalu melakukan pengecekan ulang sebelum mengirimkannya.

Sekarang karena kamu sudah tahu bagaimana tampilan cover letter, kamu juga dianjurkan untuk memperbaiki kualitas resume atau CV kamu. 

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Cara Menulis Cover Letter 

  1. Apakah cover letter benar-benar masih dibutuhkan di tahun 2026?
    ⁠Ya. Meskipun sistem rekrutmen semakin otomatis, cover letter tetap menjadi alat bagi rekruter manusia untuk melihat personalitas dan kemampuan komunikasimu setelah lolos penyaringan awal.
  2. Berapa panjang ideal sebuah cover letter?
    ⁠Maksimal satu halaman A4, atau sekitar 250–300 kata. Rekruter hanya memiliki waktu singkat untuk memindai setiap lamaran.
  3. Bolehkah saya menggunakan AI untuk menulis cover letter?
    ⁠Boleh sebagai referensi atau pembuat draf awal, namun wajib kamu edit kembali agar tetap terasa personal dan tidak kaku. Saat ini para rekruter sudah bisa mengenali teks yang 100% buatan mesin.
  4. Jika saya melamar lewat email, apakah cover letter ditaruh di badan email atau sebagai lampiran?
    ⁠Kamu bisa menuliskan versi singkatnya di badan email (sebagai pengantar), namun tetap melampirkan versi lengkapnya dalam format PDF bersama CV.
  5. Apakah saya harus mencantumkan ekspektasi gaji di cover letter?
    ⁠Sebaiknya jangan, kecuali jika diminta secara eksplisit dalam iklan lowongan kerja. Masalah gaji lebih baik dibahas saat tahap wawancara.
  6. Bagaimana jika saya tidak tahu nama rekruternya?
    ⁠Gunakan sapaan profesional yang netral seperti "Yth. Bapak/Ibu Pimpinan HRD [Nama Perusahaan]" atau "Hiring Manager [Nama Departemen]".
  7. Bagaimana cara menjelaskan jeda karier (career gap) di cover letter?
    ⁠Gunakan satu kalimat singkat untuk menjelaskan jeda tersebut secara positif (misal: mengambil sertifikasi tambahan atau fokus pada pengembangan diri) tanpa perlu terlalu mendetail atau defensif.
  8. Format file apa yang terbaik untuk mengirim cover letter?
    ⁠Selalu gunakan format PDF untuk memastikan format tulisanmu tidak berubah saat dibuka oleh pihak perusahaan.

More from this category: Cover letters

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.