Cara Menulis Career Break di CV dan Cover Letter

Cara Menulis Career Break di CV dan Cover Letter
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 12 November, 2025
Share

Poin utama:

  • Career break bukanlah hal negatif, tapi bagian dari perjalanan karier. Jadi, tunjukkan bahwa jeda tersebut punya nilai dan makna bagi pengembangan diri.
  • Gunakan bahasa profesional dan positif saat menjelaskan alasan jeda karier, baik di CV maupun cover letter.
  • Soroti keterampilan dan pengalaman baru yang kamu peroleh selama career break, termasuk proyek pribadi atau kegiatan sukarela. 
  • Hubungkan pengalaman selama jeda karier dengan pekerjaan yang dilamar agar rekruter atau HRD bisa melihat relevansinya secara langsung.
  • Tunjukkan antusiasme untuk kembali bekerja karena rekruter atau HRD menyukai kandidat yang siap berkontribusi dan terus berkembang.

Pernah berhenti bekerja sementara, lalu bingung bagaimana menuliskannya di CV? Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak kok profesional yang memilih mengambil career break.

Namun, tantangannya muncul saat harus menjelaskan hal itu dengan cara yang tetap terlihat positif.

Kuncinya terletak pada bagaimana kamu mengomunikasikannya, baik di CV maupun di cover letter. Dengan begitu, kamu tetap bisa menunjukkan nilai dan potensi yang kamu miliki. 

Lalu, bagaimana cara menulis career break dengan baik?

Dalam artikel ini, kamu bisa belajar tips memilih kata yang tepat di CV, menonjolkan keahlian yang tetap relevan, hingga menyusun narasi yang kuat di cover letter terkait career break. Yuk, kita pelajari bersama!

Apa Itu Career Break? 

Ilustrasi seorang fresh graduates tampak bahagia setelah berhasil menulis career break di CV dengan cara profesional. (Sumber: Envato)

Career break adalah periode jeda ketika seseorang berhenti dan tidak mengambil pekerjaan untuk sementara waktu.

Ada banyak alasan yang membuat pekerja profesional memutuskan mengambil career break, baik karena faktor pribadi maupun terkait pengembangan karier.

Beberapa alasan yang umum dipakai untuk jeda karier adalah ingin fokus pada keluarga, melanjutkan studi, alasan kesehatan, atau sekadar mengambil waktu untuk refleksi diri. 

Meski sering kali menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap karier, career break sebenarnya tidak selalu menjadi hambatan.

Dengan evaluasi dan perencanaan yang tepat, masa jeda karier justru bisa menjadi momen penting untuk memperkuat kompetensi dan memperkaya pengalaman hidup. 

Pada era kerja modern, career break bukan lagi dianggap sebagai “celah” dalam riwayat karier.

Justru, momen jeda itu menjadi bagian alami dari perjalanan profesional karier seseorang.

Kuncinya terletak pada bagaimana kamu memanfaatkan waktu tersebut dan cara menjelaskannya dalam CV, cover letter, atau saat interview kerja. 

Persiapan Sebelum Menulis Career Break 

Ilustrasi karyawan swasta sedang menulis career break di CV. (Sumber: Envato)

Sebelum menuliskan career break di CV, ada beberapa langkah persiapan yang perlu kamu lakukan agar pengalaman jeda karier bisa tersampaikan dengan efektif dan profesional.

Berikut ini persiapan yang dapat kamu lakukan: 

Evaluasi diri 

Langkah pertama adalah memahami alasan di balik career break dan bagaimana hal tersebut memengaruhi perjalanan kariermu.  

Dengan menyadari alasan utama, apakah karena keluarga, pendidikan, kesehatan, atau pengembangan diri, kamu akan dengan mudah menjelaskan jeda tersebut secara jelas, jujur, dan proporsional. 

Refleksikan apa yang dipelajari selama career break 

Selama jeda karier, kamu mungkin memperoleh banyak pelajaran berharga. Sebagai contoh, belajar mengatur waktu dengan lebih efisien, beradaptasi dengan perubahan, atau membangun ketahanan diri dan mental.  

Semua hal itu menunjukkan kemampuanmu untuk tumbuh dan berkembang, bahkan di luar dunia kerja formal. 

Identifikasi keterampilan baru yang diperoleh 

Gunakan kesempatan career break untuk menambah keahlian baru yang menunjang diri ketika nanti memutuskan kembali bekerja.

Kamu bisa mengikuti kursus, mendapatkan sertifikasi, menjadi relawan, atau mengerjakan proyek pribadi.  

Berbagai aktivitas positif itu bisa menjadi bukti nyata bahwa kamu tetap produktif dan berorientasi pada pengembangan diri. 

Isi waktu dengan aktivitas produktif 

Mengisi masa jeda dengan kegiatan yang bermakna akan menunjukkan profesionalisme dan inisiatif diri untuk terus berkembang.

Kamu bisa mengambil kursus daring, membaca buku pengembangan karier, mengembangkan hobi yang produktif, atau berpartisipasi dalam kegiatan sukarela.  

Semua pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah saat kamu kembali melamar pekerjaan. 

Tetapkan tujuan karier setelah career break 

Setelah masa jeda berakhir, tentukan arah karier yang ingin kamu tuju. Evaluasi kembali posisi dan jalur profesionalmu.

Apakah ingin kembali ke bidang yang sama, naik ke level manajerial, atau menjelajahi bidang baru yang lebih sesuai dengan minat dan prioritas hidupmu? Semua itu harus terjawab sebelum kamu kembali ke dunia kerja. 

Hubungkan career break dengan tujuan karier 

Ingat, career break bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang.  

Banyak orang justru menemukan arah baru selama jeda karier. Jadi, pahami apa yang benar-benar kamu inginkan, serta hal-hal yang sudah tidak sejalan dengan visi kariernya.  

Dengan perspektif baru ini, kamu bisa kembali bekerja dengan semangat, fokus, dan tujuan yang lebih jelas.

Cara Menulis Career Break di CV dan Contohnya

Ilustrasi seorang HRD sedang membaca CV pelamar kerja yang pernah mengambil career break atau jeda karier. (Sumber: Envato)

Menuliskan career break di CV memang bisa menjadi tantangan, terutama bagi pekerja yang baru pertama kali mengambil jeda karier.

Namun, jika dikomunikasikan dengan cara yang positif dan profesional, jeda karier justru dapat menunjukkan bahwa kamu tetap produktif serta memiliki semangat belajar tinggi selama periode tersebut. 

Berikut ini beberapa cara menulis jeda karier di CV beserta contohnya: 

1. Tempatkan career break di bagian yang tepat 

Kamu dapat menulis career break di bagian riwayat pekerjaan dengan mencantumkan rentang waktu yang jelas. 

Jika jeda tersebut cukup signifikan atau relevan dengan arah kariermu, kamu juga bisa membuat bagian khusus berjudul Career Break”. Tujuannya untuk menyoroti hal-hal yang kamu pelajari atau capai selama periode itu. 

2. Gunakan bahasa yang positif dan profesional 

Gunakan bahasa yang singkat, jelas, dan profesional saat menjelaskan alasan career break.

Tidak perlu menceritakan detail yang terlalu pribadi, cukup sampaikan alasan utama seperti merawat keluarga, melanjutkan pendidikan, atau fokus pada pengembangan diri. 

3. Tambahkan proyek pribadi atau pengembangan diri 

Tunjukkan bahwa kamu tetap aktif dan produktif selama mengambil jeda karier.

Sertakan kegiatan yang menunjukkan pengembangan diri, seperti mengikuti kursus, sertifikasi, proyek sukarela, atau kegiatan lain yang relevan dengan bidang kerja yang kamu incar. 

Contoh Penulisan Career Break di CV

  • Career Break | July 2021 – August 2023

Mengambil jeda karier untuk menyelesaikan sertifikasi di bidang manajemen proyek dan menjaga keseimbangan kehidupan pribadi. 

Selama jeda karier, saya mengikuti kursus PMP (Project Management Professional) dan Agile Methodologies. Selain itu, saya juga sempat menjadi sukarelawan di organisasi nirlaba untuk mengelola proyek pengembangan masyarakat.

Cara Menulis Career Break di Cover Letter dan Contohnya 

Dalam cover letter, career break juga perlu dijelaskan dengan cara yang positif dan meyakinkan.

Tujuannya agar rekruter atau HRD bisa memahami konteks di balik jeda tersebut dan melihat bagaimana pengalaman selama periode itu bisa menjadi nilai tambah. 

Sebagai panduan, berikut adalah cara menulis jeda karier di cover letter

1. Jelaskan alasan di balik career break 

Jelaskan secara singkat alasan kamu mengambil jeda karier, tanpa perlu membahas hal yang terlalu pribadi.

Fokus pada konteks profesional dan pembelajaran yang kamu peroleh selama masa tersebut.

2. Hubungkan pengalaman selama career break dengan pekerjaan yang dilamar 

Tunjukkan bagaimana keterampilan atau pengalaman yang kamu kembangkan selama jeda relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Hal itu akan membantu HRD melihat bahwa career break kamu bukanlah masa pasif, melainkan periode pertumbuhan dan pembelajaran. 

3. Tunjukkan antusiasme untuk kembali bekerja 

Selain menjelaskan alasan dan pengalaman, penting juga menunjukkan semangat dan kesiapan untuk kembali ke dunia kerja.

Sampaikan bahwa kamu termotivasi untuk berkontribusi dan siap menghadapi tantangan baru dengan perspektif yang lebih segar.

Contoh penulisan career break di cover letter

Nama: Ari Wibowo
Posisi yang Dilamar: Marketing Manager
Tujuan Perusahaan: PT. Kreatif Digital Indonesia
Alamat: Jl. Merdeka No. 10, Jakarta
Tanggal: 16 Oktober 2024 

Dear Bapak/Ibu [Nama HRD/User], 

Saya sangat tertarik melamar posisi Marketing Manager di PT. Kreatif Digital Indonesia yang saya temukan di situs resmi perusahaan.

Dengan lebih dari delapan tahun pengalaman dalam pemasaran digital, termasuk mengelola kampanye di beberapa perusahaan ternama, saya yakin dapat memberikan kontribusi signifikan bagi tim Anda. 

Sebelum melanjutkan karier di bidang pemasaran, saya memutuskan untuk mengambil career break pada awal 2022 hingga akhir 2023 untuk merawat anggota keluarga yang sedang sakit. 

Selama periode tersebut, saya tetap menjaga keterampilan profesional dengan mengikuti kursus daring di bidang Content Marketing dan SEO Optimization melalui KarirKu di aplikasi Jobstreet by SEEK.

Saya juga aktif sebagai relawan di sebuah organisasi nirlaba dengan tugas merancang dan melaksanakan kampanye pemasaran media sosial mereka. 

Saat ini, saya merasa sangat siap dan antusias untuk kembali bekerja di industri pemasaran.

Saya yakin bahwa kombinasi antara pengalaman sebelumnya dan pembelajaran selama career break akan memberikan nilai tambah bagi PT. Kreatif Digital Indonesia.

Saya berharap dapat berkontribusi dalam mengembangkan strategi pemasaran perusahaan dan membantu mencapai tujuan jangka panjang. 

Hormat saya, 

Ari Wibowo 

[Nomor Telepon]

Cara Menulis Career Break di Profil Jobstreet dan Contohnya 

Ilustrasi seorang karyawan swasta tampak bahagia setelah selesai menulis career break di Profil Jobstreet. (Sumber: Envato)

Menuliskan career break di Profil Jobstreet juga menjadi salah satu cara yang baik untuk menunjukkan transparansi dan profesionalisme dalam perjalanan kariermu.

Dengan menjelaskan jeda karier secara terbuka, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan memiliki kesadaran yang kuat terhadap setiap fase dalam perjalanan profesionalmu. 

Berikut beberapa agar penulisan career break di Jobstreet tetap menarik di mata rekruter: 

Perbarui profil Jobstreet dengan informasi terbaru 

Tambahkan entri baru Profil Jobstreet kamu di bagian Experience/Pengalaman dengan judul Career Break.

Cantumkan rentang waktu jeda karier secara jelas dan gunakan deskripsi singkat mengenai alasan mengambil jeda tersebut. 

Langkah ini menunjukkan kejujuran sekaligus profesionalisme. Alasannya karena perekrut akan lebih menghargai kandidat yang terbuka dan memiliki arah karier yang jelas. 

Jelaskan alasan dan aktivitas selama career break 

Gunakan kolom deskripsi untuk menjelaskan secara ringkas alasan kamu mengambil career break, tanpa perlu masuk ke detail pribadi. 

Fokuskan penjelasan pada hal-hal positif dan produktif yang kamu lakukan selama periode tersebut.

Hal ini akan menegaskan bahwa kamu tetap aktif mengembangkan diri meski sedang tidak bekerja secara formal. 

Contoh penulisan career break di Profil Jobstreet 

Career Break
Juli 2021 – Agustus 2023 

Saya mengambil jeda karier untuk fokus pada pengembangan pribadi dan profesional.

Selama jeda karier, saya aktif mengikuti kursus daring di bidang Digital Marketing dan Project Management, serta menjadi relawan di organisasi nirlaba untuk membantu mengelola proyek sosial dan kegiatan komunikasi publik. 

Periode ini membantu saya memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan manajemen waktu, serta memperkuat komitmen saya terhadap keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. 

Selain itu, saya bekerja paruh waktu sebagai konsultan freelance di sebuah UKM dengan tugas membantu bisnis mengembangkan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini memungkinkan saya untuk tetap up-to-date dengan tren industri.

Cara Menjawab Alasan Career Break saat Interview 

Ilustrasi seorang pelamar kerja sedang mempersiapkan diri menghadapi interview setelah mengambil career break. (Sumber: Envato)

Setelah menulis di CV dan cover letter, kamu juga harus bersiap menjelaskan career break kepada HRD dalam interview kerja.

Berikut tips yang bisa kamu terapkan agar terlihat profesional saat interview kerja setelah career break:

Jujur dan terbuka 

Sangat penting untuk bersikap jujur mengenai alasan mengambil career break.

Tidak perlu terlalu detail, cukup sampaikan secara jelas apa yang mendasari keputusan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kamu seorang profesional yang bertanggung jawab terhadap keputusan karier. 

Fokus pada pembelajaran 

Fokuslah pada apa yang kamu pelajari atau lakukan selama masa jeda karier. Apakah mengikuti kursus, belajar keterampilan baru, atau bekerja sebagai sukarelawan?

Tunjukkan bahwa kamu tetap produktif dan relevan dengan industri yang digeluti. 

Hubungkan dengan posisi yang dilamar 

Selanjutnya, cobalah menghubungkan pengalaman atau keterampilan yang kamu peroleh selama career break dengan posisi yang sedang dilamar.

Tuunjukkan bahwa kamu sudah siap kembali bekerja dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. 

Kesimpulan 

Career break bukanlah hal yang perlu disembunyikan atau dianggap sebagai kelemahan dalam perjalanan karier.

Justru, dengan cara penyampaian yang tepat di CV, cover letter, maupun Profil Jobstreet, jeda karier bisa menjadi bukti bahwa kamu mampu beradaptasi, belajar, dan bertumbuh dalam berbagai situasi hidup. 

Yang terpenting bukanlah seberapa lama kamu berhenti, tetapi bagaimana kamu menggunakan waktu tersebut untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara profesional maupun pribadi.  

Jika disampaikan dengan jujur, positif, dan strategis, career break bisa menjadi nilai tambah yang menunjukkan kedewasaan, empati, serta kesiapanmu untuk kembali berkontribusi di dunia kerja dengan semangat baru.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Career Break 

  1. Apa perbedaan antara career break dan pengangguran?
    Career break dan pengangguran memiliki perbedaan yang mendasar dalam hal niat dan situasi yang melatarbelakanginya.

    ⁠Secara umum, career break adalah jeda karier yang sengaja diambil dengan tujuan tertentu seperti melanjutkan pendidikan, merawat keluarga, melakukan perjalanan, atau fokus pada kesehatan/kehidupan pribadi.

    ⁠Biasanya, career break direncanakan dan dipandang sebagai waktu untuk pengembangan diri atau untuk menghadapi kebutuhan hidup yang memerlukan perhatian khusus.

    ⁠Di sisi lain, pengangguran terjadi ketika seseorang kehilangan pekerjaan secara tidak terduga atau belum mendapatkan pekerjaan.
  2. Bagaimana cara mengatasi rasa tidak percaya diri setelah mengambil career break?
    Untuk mengatasi rasa tidak percaya diri setelah mengambil career break, penting untuk fokus pada pencapaian dan keterampilan yang diperoleh selama masa jeda tersebut.

    ⁠Mulailah dengan merenungkan hal-hal positif yang dilakukan, dan bagaimana semua itu bisa diterapkan dalam pekerjaan.

    ⁠Selain itu, tetapkan tujuan yang jelas untuk kembali bekerja dengan merencanakan langkah-langkah konkret. ⁠Mulailah dari memperbarui CV, memperluas jaringan profesional, hingga mempersiapkan diri untuk wawancara.

    ⁠Terakhir, bergabung dengan komunitas profesional atau mengikuti acara networking juga dapat membantu membangun kepercayaan diri dan mendukung proses transisi.
  3. Apakah semua perusahaan menerima karyawan yang memiliki gap dalam riwayat kerja?
    Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai gap dalam riwayat kerja.

    ⁠Beberapa perusahaan lebih fokus pada keterampilan dan pengalaman terbaru yang dimiliki kandidat, sementara yang lain bisa jadi mempertanyakan celah tersebut.

    ⁠Namun, saat ini makin banyak perusahaan yang lebih fleksibel dan memahami bahwa career break bisa terjadi karena berbagai alasan yang valid.

    ⁠Yang terpenting adalah bagaimana kamu menjelaskan periode tersebut. Perusahaan yang menghargai transparansi dan perkembangan pribadi/profesional biasanya lebih menerima kandidat dengan career break.

More from this category: Melamar pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.