Sedang galau ingin mengundurkan diri dari proses rekrutmen? Tenang, kamu bukan satu-satunya kandidat yang pernah mengalaminya, kok.
Keputusan untuk tidak melanjutkan proses seleksi kerja merupakan salah satu hak kandidat. Hal itu juga diamini oleh vice president Adams Bank & Trust saat merekrut karyawan.
Meski begitu, sebagai kandidat pelamar kerja, kamu tidak bisa seenaknya menghilang tanpa kabar.
Kamu harus menyampaikan keputusan mundur dan alasannya dengan tepat untuk menjaga kredibilitas serta hubungan baik dengan perusahaan.
Lantas, bagaimana cara mengundurkan diri dari proses rekrutmen kerja yang tepat?
Artikel ini akan memaparkannya untuk kamu, lengkap dengan alasan yang profesional. Yuk, kita pelajari bersama!
Mengundurkan diri dari proses rekrutmen adalah keputusan krusial, baik bagi kandidat maupun perusahaan.
Bagi kandidat, ada risiko kehilangan reputasi di mata HRD jika salah langkah dalam menyampaikan keputusan pengunduran diri. Bahkan, ada juga kemungkinan kamu jadi sulit melamar kembali di perusahaan tersebut pada masa depan.
Di sisi lain, perusahaan juga akan mengalami kerugian waktu karena harus mengulang proses rekrutmen dari awal.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengundurkan diri setelah interview yang baik dan sopan.
Bukan hanya persoalan etika, tapi juga demi menjaga hubungan baik dengan perusahaan, menghargai proses rekrutmen, dan menjaga profesionalisme kamu sebagai pelamar kerja.
Dengan demikian, peluang kamu untuk bekerja di perusahaan tersebut pada masa depan akan tetap terbuka.
Ada banyak alasan yang bisa membuat kandidat pelamar kerja mengundurkan diri setelah atau sebelum interview.
Beberapa alasan yang umum digunakan berkaitan dengan gaji, lokasi, atau keinginan mencari pengalaman baru di tempat yang lebih sesuai.
Lebih detail, berikut beberapa kondisi yang bisa menjadi alasan kandidat mengundurkan diri saat proses rekrutmen:
Kandidat yang “tebar jaring” atau melamar lebih dari satu pekerjaan memang cukup sering terjadi.
Upaya itu sangat sering terjadi karena kandidat memiliki banyak pertimbangan ketika memilih pekerjaan, mulai dari segi , lokasi, lingkungan, hingga job desk.
Tak heran, kandidat akan memilih perusahaan yang dirasa mampu memberikan penawaran lebih sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka.
Menurut riset Employee Benefit Research Institute, 78% karyawan sangat mempertimbangkan paket benefit, seperti asuransi kesehatan dan gaji, sebelum menerima atau menolak tawaran kerja dari perusahaan.
Di tengah tuntutan target kerja tinggi, asuransi kesehatan tentu jadi salah satu fasilitas yang diharapkan karyawan untuk kesejahteraan mereka. Begitu juga dengan nominal gaji yang dapat membuat karyawan merasa aman secara finansial.
Maka, tak bisa dimungkiri kandidat akan mengundurkan diri jika perusahaan tidak bisa menawarkan gaji dan benefit yang sebanding dengan kebutuhan serta skill mereka.
Lokasi perusahaan yang kurang strategis juga bisa jadi alasan kandidat mengundurkan diri dari proses rekrutmen.
Misalnya, pertimbangan jarak dari tempat tinggal, atau seberapa sulit akses ke kantor.
Selain itu, biaya transportasi dan waktu perjalanan untuk masuk kerja juga harus dipikirkan secara matang.
Jadi, keduanya dapat memengaruhi keputusan kandidat ketika mendapat panggilan interview atau offering letter.
Setiap orang pasti memiliki ekspektasi berbeda tentang pekerjaan, baik terkait budaya perusahaan maupun posisi yang dilamar. Kamu pun begitu, kan?
Jika pertumbuhan karier atau lingkungan kerja dipandang tidak sesuai ekspektasi, itu bisa menjadi salah satu alasan kandidat untuk mengundurkan diri saat interview.
Persoalan pribadi merupakan salah satu alasan yang sering digunakan seseorang menolak tawaran kerja. Misalnya, perubahan situasi keluarga secara mendadak, sehingga kamu merasa tidak mampu mengambil pekerjaan.
Bisa juga karena masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental yang terjadi pada kamu maupun anggota keluargamu.
Oleh karena itu, penting untuk jujur dalam menyampaikan alasan pribadinya. Sebab, prioritas pribadi dapat berpengaruh pada produktivitas kerja jangka panjang.
Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja dengan Efektif
Berikut beberapa tips mengundurkan diri setelah interview yang bisa kamu terapkan:
Setelah yakin akan mengundurkan diri setelah interview, pastikan kamu langsung menyampaikan keputusan itu kepada HRD.
Inisiatif tersebut mencerminkan tanggung jawab dan menghargai kesempatan yang telah diberikan perusahaan.
Ketika kandidat pelamar kerja langsung menghubungi HRD, perusahaan dapat mencari kandidat pengganti untuk posisi yang kamu lamar sebelumnya dengan cepat.
Alih-alih langsung menghilang, buatlah konfirmasi pengunduran diri tertulis, baik melalui email ataupun surat pengunduran diri interview.
Dengan begitu, kamu bisa mengakhiri proses rekrutmen secara resmi dan profesional.
Jangan lupa, sampaikan terima kasih kepada perusahaan atas kesempatan dan peluang rekrutmen yang diberikan.
Selain memberikan kesan positif, langkah ini juga menunjukkan sikap profesional dan apresiasi terhadap perusahaan.
Jelaskan dengan bahasa yang sopan, jelas, dan jujur soal alasan kamu mengundurkan diri dari proses rekrutmen kerja.
Gunakan alasan yang objektif, misalnya pertimbangan gaji, lokasi, keluarga, atau mendadak harus pindah tempat tinggal ke kota lain.
Poin keempat ini sangat penting untuk membantu HRD dan perusahaan memahami keputusan pengunduran diri.
Jika tak tertarik melanjutkan proses seleksi, hindari meninggalkan kesan negatif. Jangan cari atau menyebutkan alasan yang menjelek-jelekkan perusahaan.
Usahakan kamu tetap menjaga komunikasi yang baik dengan HRD. Dengan begitu, kamu tak menutup kesempatan bekerja sama pada masa depan.
Siapa yang tahu, akan ada kemungkinan pindah jalur karier di masa depan, kan?
Kepada: [email protected] Kepada Yth. HRD PT Neverland Melalui email ini, saya [Nama lengkap] ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran [Nama Posisi] di PT Neverland. Saya sangat menghargai kesempatan yang diberikan dan waktu yang telah Anda luangkan untuk wawancara. Namun, setelah mempertimbangkan lebih lanjut, saya memutuskan untuk mundur dari proses seleksi. Saya merasa bahwa tawaran tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan tujuan karier dan aspirasi saya saat ini. Bagaimanapun, saya sangat menghargai waktu serta perhatian yang telah Anda dan tim berikan selama proses rekrutmen. Saya berharap PT Neverland terus mencapai kesuksesan di masa depan dan semoga kita dapat berkolaborasi di lain waktu. Sekali lagi terima kasih telah mempertimbangkan saya. Salam hormat, [Nama Kandidat] |
To: [email protected] Dear, Hiring Manager of PT Neverland Hello, my name [Full name] and I would like to express my gratitude for the job offer for the [Position Name] at PT Neverland. I truly appreciate the opportunity provided and the time you dedicated to the interview. However, after further consideration, I have decided to withdraw from the selection process. I feel that the job offer does not fully align with my current career goals and aspirations. I sincerely appreciate the time and attention that you and the team have given me throughout the recruitment process. I wish PT Neverland continued success in the future, and I hope we can work together at another time. Once again, thank you for considering me. Best regards, [Candidate's Name] |
Selamat sore, Bapak/Ibu [Nama HRD/perwakilan perusahaan] Sebelumnya, saya [Nama lengkap] mohon maaf jika terkesan mendadak. Melalui pesan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran sebagai [Nama Posisi] yang telah diberikan PT Deepspace. Namun, dengan berat hati, saya ingin mengajukan pengunduran diri dari proses rekrutmen. Lokasi perusahaan yang terlalu jauh membuat saya khawatir akan biaya transportasi yang cukup tinggi, dan saya merasa ini tidak sejalan dengan situasi saya saat ini. Saya harap kita bisa bekerja sama di lain kesempatan, dan semoga Bapak/Ibu segera mendapat kandidat yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. Sekali lagi terima kasih. Salam, [Nama Kandidat] |
Contoh 2 (Bahasa Inggris)
Good afternoon, Mr. X First of all, I apologize if this seems sudden. Thank you very much for the offer for the [Position Name] from PT Deepspace. However, through this message, I would like to formally withdraw from the recruitment process. The company's location being too far makes me concerned about the high transportation costs, and I feel this does not align with my current situation. But I hope we can collaborate on another occasion, and I wish you the best in finding a suitable candidate soon. Thank you once again. Kind regards, [Candidate’s Name] |
Jakarta, 6 Maret 20xx Kepada Yth. Dengan hormat, Saya, [Nama Kandidat], ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran kerja sebagai [Nama Posisi] di PT Ninezone. Saya sangat menghargai kesempatan yang diberikan dan waktu yang dicurahkan selama proses rekrutmen. Namun, dengan sangat menyesal, saya harus menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri dari tawaran tersebut. Alasan utama di balik keputusan ini adalah kondisi kesehatan saya yang saat ini tidak memungkinkan untuk menjalani pekerjaan secara maksimal. Saya berharap Anda dapat memahami situasi ini. Semoga PT Ninezone terus menjadi yang terbaik, dan semoga di lain waktu, kita dapat benar-benar bekerja sama. Terima kasih atas pengertian Anda. Hormat saya, [Nama Kandidat] |
Jakarta, March 6th, 20xx To: Hiring Manager PT Ninezone Dear Hiring Manager, I am, [Candidate’s Name], would like to express my gratitude for the job offer for the position of [Position Name] at PT Ninezone. I truly appreciate the opportunity provided and the time dedicated during the recruitment process. However, it is with great regret that I must convey my decision to withdraw from the offer. The main reason for this decision is my current health condition, which does not allow me to perform the job to the best of my ability. I hope you can understand my situation. I wish PT Ninezone continued success, and I hope that in the future, we may have the opportunity to work together. Thank you for your understanding. Best regards, [Candidate’s Name] |
Mengundurkan diri dari proses rekrutmen merupakan hal wajar dalam dunia kerja. Terlebih jika kamu memang memiliki alasan kuat dan masuk akal.
Meski ada risiko kerugian, memutuskan tidak melanjutkan proses seleksi juga bisa membawa keuntungan tersendiri.
Kandidat jadi belajar bagaimana tetap profesional di tengah keputusan krusial. Di sisi lain, perusahaan bisa mengevaluasi ulang proses rekrutmen dan benefit demi menemukan talenta yang lebih cocok.
Namun perlu diingat, mengundurkan diri dari rekrutmen kerja harus dilakukan menggunakan cara yang tepat, ya!
Hindari perilaku ghosting yang bisa mencoreng nama baik dan kredibilitas kamu sebagai pelamar kerja.
Ketika memutuskan mengundurkan diri dari proses rekrutmen, segera hubungi HRD secara langsung maupun lewat konfirmasi tertulis seperti melalui surat, WhatsApp, atau email.
Selain itu, jangan lupa menjelaskan alasan pengunduran dengan bahasa yang sopan dan profesional agar HRD atau perwakilan perusahaan bisa mengerti keputusanmu.
Tak kalah penting, ucapkan juga terima kasih untuk menjaga hubungan baik dengan perusahaan.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Baca Juga: 4 Alasan Pindah Kerja dan Tips Profesional Saat Cari Pekerjaan Baru