Tentunya, tidak ada satu pun pencari kerja yang sengaja ingin datang terlambat di hari wawancara. Datang tepat waktu adalah aturan tak tertulis yang wajib dipenuhi untuk menciptakan kesan pertama yang baik di mata pewawancara.
Pasalnya, sebuah riset dari Zippia menunjukkan bahwa HRD bisa memutuskan untuk menerima atau menolak seorang kandidat hanya dalam waktu 90 detik pertama setelah bertemu dengan mereka.
Sayangnya, sekeras apa pun kita merencanakan perjalanan, terkadang ada banyak hal di luar kendali yang bisa terjadi. Mulai dari ban bocor, jadwal kereta yang dibatalkan, hingga kecelakaan lalu lintas, bisa saja terjadi.
Lantas, apa saja yang harus dilakukan ketika terlambat menghadiri interview kerja? Apakah keterlambatan memengaruhi penilaian rekrutmen karyawan?
Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam artikel ini. Pastikan kamu membaca sampai tuntas karena ada juga ulasan cara menjelaskan alasan keterlambatan secara profesional dan tips menghadapinya.
Yuk, kita pelajari bersama!
Datang terlambat saat interview kerja ternyata bisa memengaruhi peluangmu dalam proses rekrutmen karyawan.
Sebaiknya, kamu harus menyadari seberapa besar dampak keterlambatan tersebut terhadap penilaian HRD.
Berikut ini risiko utamanya:
Saat kamu datang terlambat, hal pertama yang langsung terlintas di pikiran pewawancara adalah kamu tidak profesional.
Mereka juga bisa menganggap kamu kurang terorganisasi atau tidak menghargai waktu mereka.
Meskipun musibah di luar kendali, HRD mungkin tetap melihat keterlambatan sebagai indikator lemahnya manajemen waktu dan antisipasimu.
Dampaknya, pewawancara bisa kehilangan rasa percaya terhadap kemampuanmu sebelum wawancara itu sendiri dimulai.
Menurut survei dari Standout CV, 84% rekruter setuju bahwa datang terlambat tanpa pemberitahuan adalah kesalahan paling serius yang membuat mereka langsung menolak kandidat.
Banyak pewawancara, terutama di level manajer/direktur, memiliki jadwal meeting yang sangat padat. Alhasil, mereka tidak memiliki fleksibilitas untuk menunggu keterlambatan.
Tanpa konfirmasi yang jelas, mereka tidak akan ragu untuk mencoret namamu dan beralih ke kandidat lain yang lebih disiplin.
Bahkan jika pewawancara memberikan kesempatan, keterlambatan bisa menurunkan posisimu dalam daftar kandidat teratas.
Akibatnya, kesempatan kerja di posisi yang dilamar mungkin hilang begitu saja.
Jika kamu menyadari bahwa akan terlambat, kamu bisa tetap menghadapinya dengan profesional.
Bagaimana caranya? Ini dia empat cara mengatasi datang terlambat saat interview:
Pertama dan yang paling penting, cobalah untuk tetap tenang saat terlambat datang interview.
Panik, berkeringat dingin, atau mengebut di jalan raya hanya akan membahayakan keselamatanmu. Hal tersebut pada akhirnya hanya akan merusak fokus mentalmu saja.
Sebaliknya, cobalah menjaga ketenangan dalam situasi apa pun. Cara ini membantumu berpikir lebih jernih untuk menyusun kalimat permintaan maaf yang profesional saat menghubungi HRD nanti.
Tarik napas panjang, dan terima fakta bahwa keterlambatan ini sudah terjadi.
Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan alasan yang jelas ketika tiba di lokasi atau saat menghubungi pewawancara.
Jangan menunggu sampai kamu tiba di lobi kantor untuk meminta maaf atas keterlambatan.
Segera luangkan waktu dan hubungi nomor telepon perusahaan atau email HRD pengundang. Jika kamu masih fresh graduate, gunakan bahasa yang sangat sopan.
Beri tahukan secara spesifik berapa estimasi waktu keterlambatan. Misalnya: "Mohon maaf, saya akan terlambat sekitar 15 menit".
Hal ini menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu mereka.
Saat menghubungi HRD dan tiba di lokasi nanti, berikan penjelasan yang jujur namun ringkas.
Tidak perlu mengarang cerita dramatis atau membuat alasan yang berlebihan (oversharing).
Kuncinya, sampaikan situasi faktualnya. Pewawancara biasanya lebih menghargai kejujuran, jadi tidak perlu membuat alasan yang berlebihan.
Misalnya: "Mohon maaf, kereta yang saya tumpangi mengalami gangguan sinyal selama 30 menit."
Bagaimana kalau kamu tidak bisa datang ke lokasi wawancara dalam waktu dekat karena kendala di jalan? Coba tawarkan solusi berupa alternatif waktu atau metode lain untuk melanjutkan interview.
Kamu bisa bertanya apakah memungkinkan untuk mengganti sesi tatap muka menjadi wawancara secara virtual via Zoom atau Google Meet.
Kamu juga bisa dengan rendah hati memohon jadwal ulang di hari lain yang menyesuaikan kelonggaran waktu pewawancara.
Langkah ini menunjukkan sikap proaktif dan kesediaanmu untuk menyesuaikan diri dengan situasi.
Datang terlambat pada hari wawancara kerja memang bisa menciptakan kesan pertama yang buruk.
Nah, anggaplah HRD sudah memaklumi situasimu dan masih bersedia menunggu, lalu apa yang harus kamu lakukan?
Saat kamu akhirnya tiba di ruangan interview, tunjukan sikap profesional di hadapan pewawancara.
Berikut cara menunjukan profesionalisme saat terlambat interview menurut The Muse:
Ketika terlambat, sebaiknya kamu meminta maaf dengan tulus, tapi jangan berlebihan.
Saat bersalaman, tatap mata pewawancara dan sampaikan:
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan saya hari ini, dan terima kasih banyak sudah berkenan menunggu."
Setelah itu, jangan terus-menerus mengulang permintaan maaf sepanjang interview. Hal tersebut hanya akan membuat suasana menjadi canggung.
Sikap sopan tanpa kesan berlebihan akan menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu dan mengakui kesalahan.
Karena datang terlambat, tebus kesalahanmu dengan memberikan performa wawancara yang luar biasa.
Tunjukkan antusiasme tinggi dan jawab pertanyaan wawancara dengan baik.
Buktikan bahwa keterlambatan tadi sama sekali tidak mendefinisikan kualitas kompetensimu yang sebenarnya.
Selain itu, usahakan untuk tetap menunjukkan energi positif dan sikap antusias selama interview.
Saat kamu menunjukkan kesungguhan, pewawancara akan melihat bahwa kamu datang terlambat bukan karena kurang serius atau kurang menghargai kesempatan yang diberikan.
Sangat manusiawi jika kamu ingin menyalahkan macet, cuaca, atau supir ojek online.
Tapi, sebaiknya kamu menghindari hal ini. Sebaliknya, bertanggung jawablah penuh atas keterlambatanmu.
Menyalahkan keadaan hanya akan membuat HRD menilaimu sebagai pribadi yang suka cuci tangan dari masalah operasional di dunia kerja nanti.
Pewawancara juga mungkin melihatnya sebagai ketidasiapanmu menghadapi tantangan atau kurang bisa mengelola tanggung jawab.
Keterlambatan biasanya berakar dari kurangnya antisipasi dan manajemen waktu. Agar mimpi buruk ini tidak terulang di masa depan, terapkan kebiasaan berikut:
Sehari sebelum interview, cek aplikasi Google Maps tepat pada jam kamu akan berangkat besok, misalnya jam 7 pagi.
Lihat seberapa merah tingkat kemacetannya. Setelah itu, selalu sediakan waktu cadangan minimal 45 menit dari estimasi Google Maps untuk mengantisipasi ban bocor atau sulit mendapat driver online.
Dengan mengetahui lokasi secara tepat, kamu bisa memperkirakan waktu perjalanan dan tidak salah jalan.
Jangan lupa untuk mencatat waktu tempuh rata-rata, apalagi jika lokasinya berada di area yang ramai atau sering macet.
Setelah membuat rencana perjalanan, kamu bisa mencoba berangkat pada jam yang sama dengan waktu interview untuk melihat seberapa lama perjalanan yang sebenarnya.
Simulasi ini bisa membantu kamu memperkirakan waktu dan menghindari kejadian yang tidak terduga.
Selain itu, kamu bisa mengidentifikasi rute alternatif untuk berjaga-jaga jika ada hambatan di rute utama.
Jangan mencari kemeja, menyetrika, atau mencetak CV pada pagi hari jadwal interview! Siapkan pakaian, berkas lamaran, portofolio, dan sepatumu secara rapi pada malam sebelumnya.
Mempersiapkan semua hal yang kamu butuhkan sebelum interview, mencegahmu terburu-buru di pagi hari.
Pasalnya, pagi harimu harus digunakan murni untuk sarapan dan fokus menenangkan pikiran.
Manfaatkan teknologi di smartphone-mu untuk mencegah keterlambatan.
Melalui aplikasi seperti Google Calendar, Microsoft Outlook, atau alarm bawaan ponsel, kamu bisa mengatur jadwal dan membuat pengingat waktu keberangkatan bersuara nyaring.
Hal ini memastikan tidak ada persiapan yang terlewat karena terlalu asyik bersiap-siap.
Apakah kamu tinggal di wilayah yang rawan macet? Jika iya, sebaiknya kamu menyediakan waktu cadangan sebelum berangkat.
Misalnya, kamu bisa berangkat 15-30 menit lebih awal untuk berjaga-jaga kalau ada hal tak terduga seperti kemacetan atau gangguan transportasi.
Alhasil, kamu punya cukup waktu untuk tiba tepat waktu atau bahkan lebih awal.
Tidur adalah faktor yang sering dianggap sepele, tapi sangat berpengaruh pada kesiapan mentalmu.
Kurang tidur akibat begadang (overthinking) hanya akan membuatmu bangun kesiangan, panik, dan berisiko tinggi terlambat.
Jadi, pastikan kamu menyisihkan paling tidak 7-8 jam untuk tidur agar tubuh segar.
Jangan lupa sarapan secukupnya agar energi dan konsentrasimu penuh saat menjawab pertanyaan HRD!
Terlambat datang ke lokasi wawancara memang meninggalkan rasa canggung, bersalah, atau menyesal. Namun, jangan berkecil hati!
Kamu bisa memperbaiki dan menutup proses seleksi dengan profesional melalui tiga langkah berikut:
Cara terbaik menyelamatkan profesionalismemu adalah mengirimkan email follow-up maksimal 24 jam setelah wawancara.
Selain menunjukkan apresiasi, email ini menjadi tanda kamu menghargai waktu meski sempat terkendala.
Kamu bisa ikuti format email berikut:
"Terima kasih atas waktu dan kesempatan interview yang diberikan hari ini. Saya memohon maaf sekali lagi atas keterlambatan saya pagi tadi, dan saya sangat menghargai fleksibilitas Bapak/Ibu. Saya sangat antusias dengan posisi ini..."
Setelah emosimu tenang, tanyakan pada dirimu sendiri secara objektif: Apa penyebab utama keterlambatan tadi? Apakah kamu kurang perhitungan waktu, bangun kesiangan, atau murni karena cuaca buruk yang tidak bisa diantisipasi?
Evaluasi ini akan membantumu mengidentifikasi kebiasaan buruk yang perlu diperbaiki.
Dengan begitu, insiden serupa tidak akan terjadi saat wawancara di perusahaan lain.
Satu kesalahan tidak mendefinisikan keseluruhan potensi kariermu. Sangat manusiawi jika kamu merasa kecewa pada diri sendiri, tetapi jangan biarkan rasa bersalah itu membuatmu terpuruk atau kehilangan rasa percaya diri.
Maafkan dirimu dan jadikan ini sebagai pelajaran berharga. Lalu, kembalilah fokus menyebar lamaran ke berbagai peluang kerja baru yang menantimu di luar sana.
Saat kamu datang terlambat ke lokasi interview, sebaiknya jangan panik. Segera hubungi rekruter, berikan alasan jujur, dan bertanggung jawablah secara penuh.
Sikap proaktif dan profesional saat menangani krisis keterlambatan ini justru bisa menjadi poin plus di mata HRD yang objektif.
Meski demikian, tidak ada salahnya untuk selalu bersiap dengan rencana cadangan.
Sembari menunggu hasil atau undangan wawancara, teruslah menyebar peluangmu di situs dan aplikasi Jobstreet by SEEK.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!