Apa itu Dropship? Ini Prospek Kerja Dropshipper yang Menguntungkan!

Apa itu Dropship? Ini Prospek Kerja Dropshipper yang Menguntungkan!
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 26 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Dropship adalah model bisnis minim modal di mana penjual (dropshipper) tidak perlu menyetok barang, melainkan hanya fokus pada aktivitas pemasaran dan promosi produk.
  • Perbedaan utama dropship dan reseller terletak pada stok barang, di mana reseller wajib membeli dan menyetok produk secara fisik di awal, sedangkan dropshipper sama sekali tidak perlu.
  • Cara kerjanya sangat praktis; dropshipper hanya perlu meneruskan pesanan dan pembayaran ke supplier, lalu barang dikirim langsung ke pembeli atas nama dropshipper.
  • Skincare, kosmetik, perlengkapan bayi, dan dekorasi kamar merupakan contoh kategori produk dropship yang paling stabil dan menjanjikan margin keuntungannya.
  • Pengalaman menjadi seorang dropshipper sangat bernilai dan bisa kamu tulis di CV untuk mendongkrak peluang karier profesionalmu, terutama jika melamar posisi sales atau digital marketer.

Siapa bilang kamu harus menyiapkan banyak modal untuk mulai berbisnis? Ada, kokjenis bisnis yang bisa memberi kamu pemasukan tambahan tanpa butuh terlalu banyak modal dan waktu.  

Kalau kamu mencari bisnis seperti itu, dropship adalah opsi yang worth it untuk dipertimbangkan. Sistem dropship relatif mudah dipahami sehingga bisa dipraktikkan oleh siapa pun, termasuk pemula. 

Tapi, apa kamu sudah paham arti dropship? Seperti apa model bisnis dan cara kerjanya?  

Yuk, baca terus artikel ini untuk menemukan informasi lengkap seputar dropship, mulai dari pengertiannya, cara kerja, hingga margin keuntungannya! 

⁠Apa Itu Dropship? 

Pengertian dropshipping adalah bisnis yang memungkinkan kamu untuk menjual produk ke pembeli tanpa harus menyetok produk tersebut. Nah, orang yang melakukan usaha dropship disebut dropshipper.  

Karena tidak perlu menyetok produk terlebih dulu untuk berjualan, sistem dropship adalah pilihan bisnis yang minim modal. 

Sebagai dropshipper, tugas utama kamu adalah mempromosikan atau memasarkan produk kepada target pelanggan.  

Dengan sistem yang sederhana, bisnis dropship bisa kamu lakukan kapan pun dan di mana pun selama terhubung dengan jaringan internet. 

⁠Apa Perbedaan Dropship dan Reseller? 

Sekilas, sistem dropship dan reseller memang terlihat mirip karena sama-sama menjual produk milik pihak lain. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari sisi stok barang, modal awal, hingga proses pengiriman produk kepada pelanggan.

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan dropship dan reseller:

  • Kepemilikan stok barang: Pada sistem reseller, penjual harus membeli dan menyimpan stok produk terlebih dahulu sebelum dijual kembali. Sementara itu, dalam sistem dropship, penjual tidak perlu menyimpan stok karena supplier yang akan menyiapkan dan mengirimkan barang langsung ke pelanggan.
  • Modal awal: Bisnis reseller umumnya membutuhkan modal lebih besar untuk membeli stok produk. Sebaliknya, dropship bisa dimulai dengan modal yang relatif minim karena kamu hanya perlu memasarkan produk tanpa membeli stok di awal.
  • Proses pengiriman: Dalam bisnis reseller, proses pengemasan dan pengiriman biasanya dilakukan sendiri oleh penjual. Pada sistem dropship, seluruh proses pengiriman ditangani oleh supplier.
  • Keuntungan yang diperoleh: Reseller biasanya memiliki peluang margin keuntungan yang lebih besar karena membeli produk dalam jumlah tertentu dengan harga khusus. Di sisi lain, keuntungan dropshipper cenderung berasal dari selisih harga yang telah ditentukan supplier.
  • Kontrol terhadap produk: Reseller memiliki kontrol lebih besar terhadap kualitas produk, stok, hingga proses pengemasan. Sementara itu, bisnis dropship sangat bergantung pada supplier, sehingga koordinasi menjadi hal yang penting.

Baik dropship maupun reseller sama-sama bisa menjadi pilihan bisnis yang menarik, tergantung pada modal, strategi, dan target pasar yang ingin kamu capai. 

Bahkan, dalam praktiknya, kedua model bisnis ini juga sering dikombinasikan dengan strategi cross selling untuk meningkatkan penjualan, misalnya dengan menawarkan produk pelengkap kepada pelanggan saat mereka melakukan pembelian utama.

⁠Cara Kerja dari Dropship 

Seorang dropshiper wanita sedang memeriksa nota pengiriman barang. (Image by pressfoto on Freepik) 

Bisnis dropship adalah bisnis yang simpel, sehingga banyak orang mencobanya saat pertama kali memulai bisnis sendiri. Memangnya, seperti apa cara kerja dropship? Berikut penjelasannya:

1. Penjual mencari supplier yang menawarkan produk yang ingin dijual 

Dropship artinya bisnis yang tidak perlu menyetok barang. Umumnya, sistem bisnis ini berawal ketika dropshipper berniat untuk menjual suatu produk, misalnya skincare atau pakaian. Lalu, dropshipper akan mencari supplier atau pemasok yang menjual produk tersebut. 

Proses ini biasanya butuh waktu cukup lama. Sebab, dropshipper harus memastikan bahwa supplier memiliki kualitas produk dan layanan yang baik.  

2. Penjual membuat toko online atau akun media sosial untuk memasarkan produk 

Jika sudah menemukan supplier yang menjual produk sesuai keinginan, dropshipper akan mulai mempromosikan produk tersebut. 

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk promosi. Tapi biasanya, dropshipper membuat toko online di situs e-commerce atau media sosial.  

Semakin gencar usaha promosi yang kamu lakukan, semakin besar pula peluang untuk menarik perhatian target pelanggan. 

3. Penjual menawarkan produk kepada pembeli 

Cara kerja dropshipper selanjutnya adalah menawarkan produk kepada pembeli. Dalam situasi ini, bisa jadi ada calon pelanggan yang tertarik dengan produkmu, tapi masih ragu untuk membelinya.  

Nah, kerja sebagai dropshipper artinya kamu harus berani untuk mendorong pelanggan melakukan pembelian. Jika mereka bertanya, berikan jawaban sejelas dan secepat mungkin. 

Dengan pelayanan yang baik, calon pelanggan tenty akan lebih tertarik untuk membeli produk kamu. 

4. Saat pembeli melakukan pemesanan, penjual meneruskan pesanan tersebut ke supplier 

Ketika promosimu berhasil, calon pelanggan pun akan memesan produk. Pastikan kamu menyediakan channel pemesanan yang beragam untuk memudahkan pembeli, bisa melalui WhatsApp, toko online di situs e-commerce, atau Instagram. 

Setelah pesanan masuk, hubungi supplier untuk memastikan ketersediaan produk yang diminta. Jika stok masih aman, segera minta pembeli untuk membayar lunas pesanan mereka terlebih dulu.  

Nah, ketika pembayaran sudah berhasil, kamu baru bisa menyampaikan rincian pesanan kepada supplier. Dengan kata lain, sistem pembayaran dropship dilakukan di awal sebelum produk dikirimkan. 

Inilah salah satu keuntungan cara kerja dropshipper. Kamu tidak perlu menyetok barang karena pihak supplier yang akan menyediakannya. 

5. Supplier mengirimkan barang langsung ke pembeli 

Begitu menerima pesanan dari dropshipper, supplier akan langsung mengemas produk sesuai rincian pesanan. 

Setelah itu, supplier akan mengirimkan produk yang dipesan ke alamat pembeli dengan mencantumkan nama dropshipper sebagai pengirim. 

Artinya, pembeli akan menerima pesanan seolah-olah berasal dari toko online milikmu. Padahal, pihak supplier-lah yang mengemas dan mengirimkan produk pesanannya. 

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak mendapat margin keuntungan ketika menjadi dropshipper, ya. Kamu tetap bisa mengantongi keuntungan dari selisih harga produk yang dijual supplier. 

Misalnya, ada supplier menjual skincare seharga Rp40.000 per item. Nah, kamu bisa menjualnya lagi dengan harga Rp50.000. Jadi, kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000 untuk penjualan setiap item. 

Lantas, apa saja produk yang bisa dijual jika kamu menjalankan model bisnis dropship

Baca Juga: Ini Dia Tips Sukses Pengembangan Karier di Industri Bisnis Retail! 

⁠Contoh Dropship 

Dropship adalah bisnis yang cukup variatif. Artinya, ada banyak jenis produk yang bisa kamu jual melalui peluang bisnis dropship. 

Berikut daftar produk contoh dropship yang cukup populer dan banyak dicari: 

  • Skincare dan makeup
  • Frozen food
  • Aksesoris gadget
  • Produk bayi
  • Pakaian dan aksesorisnya
  • Peralatan rumah tangga
  • Peralatan masak
  • Peralatan dan perlengkapan olahraga 

Baca Juga: Apa itu Pialang? Ini Tugas, Jenis dan Cirinya

Peluang Karir Dropship 

Seorang dropshiper wanita sedang memeriksa retur pembelian.(Image by tirachardz on Freepik) 

Ingin tahu seperti apa peluang karir untuk bidang produk dropship tertentu? Berikut beberapa bisnis dropship yang bisa kamu coba yang tentunya mudah dan menguntungkan:

1. Skincare 

Skincare adalah salah satu produk yang kini mulai digemari atau dicari banyak orang. Hal itu terbukti dari tingkat permintaan globalnya yang selalu naik dari tahun ke tahun menurut Market.us.

Karena itu, bisnis dropship skincare bisa menarget semua kalangan, sesuai dengan usia dan jenis kulitnya. Misalnya, serum untuk mencegah penuaan, pelembap untuk remaja, sheet mask untuk wajah berjerawat, hingga pembersih wajah untuk semua jenis kulit. 

Kamu bisa pilih skincare yang populer maupun sedang viral. Pastikan skincare-nya sudah terdaftar BPOM dan memiliki informasi kandungan yang aman, ya. 

2. Produk makeup 

Selain skincare, produk makeup juga punya tingkat permintaan yang positif dari tahun ke tahun. 

Untuk menarik perhatian lebih banyak pembeli, sebuah brand bisa menyediakan berbagai pilihan warna dan jenis produk makeup. Misalnya, foundation hybrid skincare, maskara serum-infused, dan lainnya. 

Nah, kamu bisa memilih sebagai dropshipper khusus brand tertentu atau multi brand. Masing-masing memiliki plus dan minusnya sendiri. 

3. Perlengkapan dekorasi kamar 

Produk dekorasi kamar, seperti lampu hias, poster dinding, bantal dekoratif, dan lainnya memiliki potensi desain yang beragam, sehingga margin keuntungannya bisa cukup menjanjikan.  

Jadi, brand bisa menarik pelanggan dengan tema dekorasi yang menarik dan estetis. Bisnis dropship perlengkapan dekorasi kamar terbilang menjanjikan, terutama karena berbagai kelompok usia seperti remaja dan pasangan muda yang suka menghias kamar mereka. 

4. Produk bayi  

Dikutip dari Salsify, lebih dari 50% orang tua mengutamakan kualitas dari produk yang mereka beli untuk bayinya. Selain itu, bayi selalu membutuhkan barang-barang baru seiring tumbuh kembang mereka. Alhasil, permintaan untuk produk dropship perlengkapan bayi akan terus ada. 

Jadi, sebelum memutuskan untuk menjadi dropshipper produk perlengkapan bayi, kamu harus survei brand dan kualitas produknya terlebih dahulu. Kamu harus memiliki data banyak brand mulai dari yang terjangkau hingga premium untuk kalangan menengah ke atas agar bisa memetakan margin keuntungan. 

Tips Sukses Memulai Bisnis Dropship

Bagi kamu yang baru ingin terjun menjadi dropshipper, terapkan beberapa tips berikut agar bisnismu berjalan lancar:

  • Pastikan supplier merespons pesanan dengan cepat dan memiliki ulasan (rating) pengiriman yang baik. Supplier yang lambat akan membuat reputasi tokomu menjadi buruk.
  • Jangan menjual barang secara acak. Jika kamu berjualan kosmetik, fokuslah membangun branding di area kosmetik agar tokomu terlihat profesional.
  • Karena kamu menjual barang yang sama dengan dropshipper lain, berikan pelayanan pelanggan (customer service) yang luar biasa ramah dan cepat (fast response) sebagai pembeda.
  • Gunakan video pendek (seperti TikTok atau Reels) untuk mengulas atau memamerkan katalog produk yang kamu jual.

Kesimpulan 

Sama seperti bisnis lain, dropship punya plus dan minus tersendiri. Namun, mengingat cara kerjanya yang cukup mudah, kamu bisa coba menjadi dropshipper untuk menambah pemasukan.

Pengalaman menjadi dropshipper juga bisa mengasah skill kamu di bidang sales dan digital marketing, lho. Pasalnya, kamu harus memikirkan konsep promosi untuk memasarkan produk.

Jadi, jangan ragu meletakkan pengalaman dropshipping pada resume dan cover letter kamu.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menembus pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dan terhubung dengan pakar industri di seekMAX dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

⁠Pertanyaan Seputar Dropship

  1. Apa perbedaan dropship dan reseller?
    Pengertian dropship adalah bisnis yang memungkinkan kamu untuk menjual produk ke pembeli tanpa harus menyetok produk tersebut. Di sisi lain, reseller adalah orang yang membeli produk milik brand atau orang lain untuk dipromosikan dan dijual kembali di e-commerce atau tempat lain. Jadi, reseller akan menyetok produk terlebih dulu sebelum menjualnya kembali.
  2. Bagaimana cara memulai bisnis dropship?
    ⁠Cara memulai bisnis dropship adalah sebagai berikut:
    ⁠- Tentukan produk yang akan kamu jual.
    ⁠- Cari dan pilihlah supplier terpercaya yang menjual produk pilihan kamu.
    ⁠- Buatlah toko online seperti e-commerce atau Instagram untuk mempromosikan produk.
    ⁠- Gencar lakukan pemasaran produk.
    ⁠- Evaluasi dan tingkatkan kinerja bisnis dropship.
  3. Apa saja tantangan bisnis dropship?
    ⁠Sama seperti jenis bisnis lainnya, sistem dropship juga tidak luput dari tantangan. Beberapa tantangan dalam menjalankan bisnis dropship adalah tingkat persaingan yang cukup tinggi di e-commerce, sulitnya menemukan supplier berkualitas dan terpercaya, membangun database pelanggan, pemasukan yang tidak menentu, serta sulitnya membangun reputasi toko online.
  4. Berapa modal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dropshipper?
    Sebenarnya, modal awalnya bisa gratis karena kamu tidak perlu membeli stok barang. Modal yang kamu butuhkan hanyalah koneksi internet yang stabil, smartphone atau laptop, dan sedikit biaya untuk kuota internet atau iklan media sosial jika diperlukan.
  5. Apakah bisnis dropship masih menguntungkan di tahun 2026?
    Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan social commerce (belanja melalui media sosial) di tahun 2026, dropshipper yang jago memasarkan konten visual memiliki peluang pasar yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.
  6. Bagaimana cara menentukan harga jual produk dropship?
    Kamu bisa riset harga pasar terlebih dahulu. Cek harga jual rata-rata kompetitor untuk barang yang sama. Kemudian, tambahkan margin keuntungan yang wajar (biasanya 15% - 30% dari harga supplier) sambil mempertimbangkan biaya admin platform e-commerce jika ada.
  7. Apakah dropshipper harus menangani komplain pelanggan?
    Ya. Karena pelanggan membeli dari tokomu, maka kamulah yang bertanggung jawab melayani komplain mereka. Jika ada masalah (seperti barang rusak atau salah kirim), kamu harus segera menampung komplain tersebut dan mengurus klaim penyelesaiannya kepada pihak supplier.   

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.