Nyatanya, menyusun CV membutuhkan strategi agar stand out di mata HRD. Mulai dari meramu kata-kata agar terasa powerful, sampai memilih skill apa saja yang penting untuk dicantumkan.
Dalam CV akuntansi, menonjolkan pengalaman kerja saja tidak cukup. HRD juga sangat mempertimbangkan keahlian dan kemampuan yang kamu tulis di CV, apakah relevan dan sesuai kebutuhan perusahaan atau tidak.
Oleh karena itu, kamu harus tahu cara menampilkan skill akuntansi di CV dengan tepat dan menarik. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan peluang lolos ke tahap berikutnya.
Langsung saja, yuk, pelajari contoh skill yang bisa ditulis di CV akuntansi agar tampak profesional dan relevan!
CV merupakan gerbang pertama HRD untuk mengenalmu sebagai calon karyawan.
Di tengah ratusan CV, HRD harus melakukan seleksi dalam waktu terbatas. Tentunya, kamu tidak mau CV-mu terlewatkan begitu saja, kan?
Dalam proses seleksi akuntan yang kompetitif, CV ATS-friendly yang menarik dan profesional akan membedakan kamu dari kandidat lain.
Biasanya, HRD menilai CV mulai dari ringkasan profesional, pengalaman kerja, pendidikan, hingga skill yang dimiliki.
Meski tercantum di akhir, bagian skill justru bisa berperan besar dalam menentukan apakah CV kamu diproses ke tahap selanjutnya, lho.
Jadi, pastikan kamu mencantumkan skill akuntansi yang relevan serta pengalaman kerja yang terukur agar kompetensi kamu terlihat jelas.
Dengan begitu, CV tidak hanya terlihat profesional, tetapi juga menunjukkan kesiapan kamu untuk berkontribusi di perusahaan yang dilamar.
Secara umum, skill akuntansi dibedakan menjadi skill teknis dan nonteknis.
Nah, skill teknis, atau disebut juga hard skill, adalah kemampuan spesifik yang berkaitan langsung dengan tugas dan proses akuntansi sehari-hari.
Di lain sisi, skill nonteknis atau soft skill merupakan kemampuan pendukung yang berkaitan dengan cara seseorang bekerja dan berinteraksi.
Berikut beberapa skill akuntansi yang bersifat teknis:
Menguasai software akuntansi merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki seorang akuntan.
Sebab, mayoritas perusahaan mengandalkan software akuntansi seperti SAP, QuickBooks, dan MYOB, untuk menyusun laporan keuangan, melacak transaksi, hingga mengelola anggaran.
Cantumkan semua software akuntansi yang pernah kamu gunakan sebelumnya. Lalu, sesuaikan dengan kualifikasi yang disebutkan pada lowongan kerja agar lebih relevan.
Mengelola data keuangan di Microsoft Excel sudah jadi makanan sehari-hari seorang akuntan.
Excel sangat membantu dalam merapikan data, perhitungan kompleks, hingga menyusun laporan dengan efisien.
Umumnya, skill Excel yang harus dikuasai akuntan mencakup penggunaan rumus (seperti IF, VLOOKUP, HLOOKUP, MATCH, PMT, FV), pivot table, dan analisis data.
Standar penyusunan laporan keuangan seperti PSAK dan IFRS perlu dipahami untuk menghasilkan laporan yang sesuai regulasi.
Adapun kunci dari laporan keuangan yang tepat adalah akurasi data dan keterbacaan. Dengan begitu, para eksekutif dan stakeholder dapat terbantu dalam membuat keputusan bisnis terbaik.
Seorang akuntan, khususnya akuntan pajak, tentu wajib memahami dan mampu mengimplementasikan regulasi perpajakan.
Mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), PPh Badan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), PPh Pasal 22, hingga kepatuhan administratif.
Pelajari aturan tentang pajak sesuai industri dan posisi yang kamu lamar. Skill satu ini berharga untuk memastikan perusahaan patuh terhadap UU perpajakan dan meminimalisir risiko pajak.
Audit, baik internal maupun eksternal, penting untuk memastikan integritas keuangan perusahaan.
Umumnya, skill audit meliputi analisis mendalam, pengecekan sistem, dan evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.
Menganalisis data keuangan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis.
Oleh karena itu, akuntan harus menguasai teknik analisis data seperti trend analysis, rasio keuangan, dan forecasting untuk memprediksi kinerja keuangan.
Selanjutnya, pahami juga mengenai regulasi akuntansi seperti GAAP dan IFRS sangat penting.
Sebab, regulasi akuntansi menentukan bagaimana laporan keuangan disusun, serta untuk memastikan kepatuhan dan keandalan informasi keuangan.
Lantas, dari semua skill teknis di atas, bagaimana cara mencantumkannya ke dalam CV?
Nah, agar CV tetap ringkas dan mudah dibaca HRD maupun sistem ATS, sebaiknya tuliskan skill teknis dalam bentuk daftar poin dan dikelompokkan berdasarkan kategori.
Berikut contoh penulisannya:
Baca Juga: Apa Itu Accounting Clerk? Cek Jenjang Kariernya di Sini!
Setelah tugas akuntansi dalam CV yang bersifat teknis, sekarang saatnya kita mempelajari skill nonteknisnya.
Mengingat akuntan juga terlibat dengan banyak pihak, maka skill nonteknis yang baik diperlukan demi kelancaran kerja bersama.
Berikut adalah beberapa skill nonteknis yang harus ditonjolkan dalam CV akuntan:
Tugas akuntan akan sering berkutat dengan analisis data keuangan, identifikasi tren pasar, hingga memberikan wawasan yang tepat untuk pengambilan keputusan.
Jadi, sudah pasti seorang akuntan perlu memiliki kemampuan berpikir analitis.
Ketelitian adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam akuntansi. Pasalnya, kesalahan sekecil apa pun terkait angka dapat berdampak besar pada bisnis.
Contoh pencapaian yang dapat menunjukkan ketelitian adalah pengurangan kesalahan dalam laporan keuangan, atau keberhasilan dalam menyelesaikan audit dengan tingkat kesalahan sangat rendah.
Komunikasi yang baik sangat membantu akuntan dalam menjelaskan informasi keuangan kepada klien dan tim.
Sering kali, akuntan perlu menjelaskan data yang kompleks kepada orang awam dengan cara sederhana.
Jadi, pastikan kamu menyertakan skill komunikasi dengan menyoroti pengalaman presentasi, baik di hadapan tim internal maupun klien.
Seorang akuntan harus memiliki manajemen waktu yang baik untuk memenuhi tenggat waktu pekerjaan yang ketat. Kemampuan ini sangat penting ketika menangani banyak tugas sekaligus.
Tunjukkan kemampuan manajemen waktu di CV dengan menyebutkan proyek atau tugas penting yang dapat diselesaikan tepat waktu.
Jika memungkinkan, cantumkan testimoni positif dari klien atau atasan.
Etika kerja dan kejujuran adalah dua kualitas fundamental dalam profesi akuntan. Keduanya membantu membangun kepercayaan dengan klien dan rekan kerja.
Untuk menunjukkan integritas dan etika profesional di CV, kamu bisa menyertakan sertifikasi atau pelatihan yang relevan.
Misalnya sertifikasi akuntansi BNSP atau Certification in Accounting Finance and Business (CAFB).
Dalam dunia akuntansi, sering kali ada deadline ketat dan beban kerja tinggi. Apalagi di peak moment seperti akhir bulan, pertengahan tahun, dan akhir tahun fiskal.
Di sinilah, skill stres manajemen diperlukan untuk tetap fokus di bawah tekanan kerja.
Contoh pengalaman bekerja di bawah tekanan, seperti menyelesaikan laporan dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas, akan menunjukkan kemampuan ini di CV.
Secara umum, ada dua format penulisan skill nonteknis yang bisa digunakan dalam CV akuntan. Berikut penjelasannya:
Selain mempelajari poin-poin dalam contoh CV akuntansi profesional, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menonjolkan skill akuntansi di CV. Berikut rinciannya:
Menulis deskripsi skill yang menonjolkan kemampuan akuntansi memerlukan pendekatan yang jelas dan ringkas. Gunakan kalimat aktif dan kata kunci yang relevan dengan industri akuntansi.
Misalnya, alih-alih hanya menyebutkan “pengalaman dengan laporan keuangan”, lebih baik tuliskan “Menyusun laporan keuangan bulanan yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial”.
Deskripsi konkret dan hasil yang terukur akan memberikan dampak lebih besar.
Mengaitkan skill dengan pencapaian spesifik di pekerjaan sebelumnya dapat memperkuat posisi kamu sebagai kandidat pelamar kerja.
Misalnya, jika kamu mengklaim memiliki kemampuan analisis data, cantumkan pencapaian seperti “Menganalisis tren pengeluaran yang menghasilkan penghematan biaya sebesar 15% dalam satu tahun”.
Dengan mencantumkan contoh pencapaian yang relevan, kamu menunjukkan bagaimana skill tersebut diimplementasikan secara nyata.
Sertifikasi seperti CPA (Certified Public Accountant), CA (Chartered Accountant), dan CMA (Certified Management Accountant) dapat meningkatkan nilai seorang akuntan.
Kamu bisa menyertakan informasi ini di bagian pendidikan atau sertifikasi di CV. Caranya, sebutkan nama sertifikasi, lembaga yang mengeluarkan, dan tahun perolehan.
Bukti sertifikasi dan pelatihan tidak hanya menunjukkan kompetensi, tetapi juga komitmen terhadap pengembangan profesional.
Menyesuaikan CV dengan lowongan kerja yang dilamar sangat penting. Jadi, pastikan kamu mempelajari deskripsi pekerjaan dan identifikasi keterampilan yang paling dibutuhkan.
Misalnya, jika posisi yang dilamar memerlukan kemampuan dalam pengendalian biaya, tonjolkan pengalaman kamu dalam merencanakan dan mengawasi anggaran.
Dengan cara ini, kamu menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan perusahaan dan siap memenuhi ekspektasi tersebut.
Baca Juga: Bukan Hanya Akuntan Publik, Berikut Jenjang Karir Akuntansi
Dalam dunia akuntansi yang kompetitif, menonjolkan skill yang tepat di CV menjadi langkah krusial untuk menarik perhatian rekruter.
Dengan menyusun deskripsi yang jelas, mengaitkan skill dengan pengalaman kerja, dan menambahkan sertifikasi yang relevan, kamu dapat meningkatkan peluang untuk diterima di perusahaan impian.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!