10 Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan dan Kisaran Gajinya

10 Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan dan Kisaran Gajinya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 10 April, 2026
Share

Ringkasan: 

  • Lulusan ekonomi pembangunan umumnya dibekali kemampuan analisis ekonomi, data, dan kebijakan, yang membuatnya siap mengisi peran strategis dalam pembangunan.
  • Jurusan ekonomi pembangunan menawarkan prospek kerja luas karena dibutuhkan di sektor publik, swasta, perbankan, riset, hingga lembaga internasional.
  • Pilihan kariernya pun beragam, mulai dari analis ekonomi, konsultan, perencana pembangunan, pegawai pemerintah, hingga manajer investasi.
  • Dari sisi gaji, bidang ekonomi pembangunan tergolong kompetitif dan meningkat seiring pengalaman, spesialisasi, serta skala institusi tempat bekerja.

Prospek kerja jurusan ekonomi pembangunan terbilang sangat menjanjikan. Karena itulah, jurusan ekonomi pembangunan menjadi salah satu jurusan favorit saat ini. 

Dilansir dari berbagai situs perguruan tinggi di Indonesia, jurusan ekonomi pembangunan bahkan punya rata-rata passing grade cukup tinggi, yakni sekitar 30% hingga 40%, lho. 

Tidak sedikit perusahaan membutuhkan lulusan ekonomi pembangunan untuk menempati beberapa posisi vital dalam bisnis mereka. 

Adapun jurusan ekonomi pembangunan dibutuhkan di berbagai sektor usaha mulai dari perbankan, sektor swasta, pemerintah, lembaga negara, hingga lembaga penelitian.

Penasaran apa saja prospek kerja lulusan ekonomi pembangunan? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Gambaran Umum Lulusan Ekonomi Pembangunan

Ilustrasi Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan. (Sumber: Envato)

Secara garis besar, jurusan ekonomi pembangunan mempelajari strategi dan kebijakan ekonomi secara kritis dan inovatif dari isu-isu perekonomian dan pembangunan yang ada. 

Dalam program studi ini, kamu dipersiapkan menjadi perancang atau perencana pembangunan ekonomi.

Apa saja skill yang kamu peroleh selama masa studi? 

Kamu akan memiliki pemahaman mendalam mengenai teori dan prinsip ekonomi serta keuangan, keterampilan analisis data, keterampilan komunikasi yang efektif, dan kemampuan digital marketing. 

Dengan keahlian dan keterampilan tersebut, lulusan ekonomi pembangunan banyak dibutuhkan di berbagai usaha dan instansi, baik itu perusahaan swasta maupun lembaga penelitian atau pemerintahan. 

Tentunya, kamu pun akan memiliki peluang untuk berkontribusi di dunia bisnis dan pembangunan negara.

10 Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan

Ilustrasi Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan. (Sumber: Envato)

Lantas, apa saja prospek kerja yang ditawarkan untuk para lulusan jurusan ekonomi pembangunan? 

Berikut rinciannya:

1. Analis Ekonomi  

Seorang analis ekonomi bertanggung jawab dalam memilih strategi finansial paling efisien, efektif, dan hemat biaya.  

Berdasarkan sektor kerjanya, analis ekonomi dibagi menjadi analis ekonomi mikro, analis ekonomi makro, analis ekonomi publik, dan analis ekonomi perusahaan.  

Kisaran gaji: 

Kisaran gaji seorang analis ekonomi adalah Rp5,4 juta–Rp8 juta per bulan. Di perusahaan internasional, kisaran gajinya mencapai USD 3.000–6.000 per bulan. 

2. Perencana Pembangunan 

Seorang perencana pembangunan akan menilai kelayakan suatu proposal atau rancangan pembangunan.

Di sektor publik, perencana pembangunan umumnya bertugas mengevaluasi perencanaan proyek pemerintah atau pengembangan wilayah. 

Kisaran gaji: 

Gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan ini berkisar antara Rp6 juta–Rp25 juta. Di level internasional, gaji perencana pembangunan bisa mencapai USD 8.000–12.000 per bulan atau lebih. 

3. Staf Peneliti Ekonomi 

Staf peneliti ekonomi memiliki peran penting dalam lembaga riset atau pemerintahan. Peran dan tugasnya meliputi mengumpulkan dan menganalisis data di bidang ekonomi makro dan keuangan. 

Selain itu, staf peneliti ekonomi juga bertugas membangun atau memodifikasi model ekonomi untuk menjelaskan fenomena ekonomi yang terjadi. 

Kisaran gaji: 

Di lembaga pemerintahan, kisaran gaji staf peneliti ekonomi berkisar Rp5 juta–20 juta per bulan, sedangkan di perusahaan luar negeri bisa mencapai angka Rp45 juta–100 juta. 

4. Ekonom Pemerintah/Pegawai Pemerintah 

Prospek kerja sebagai pegawai pemerintah juga terbuka lebar bagi lulusan ekonomi pembangunan.

Di Bappenas atau Bappeda misalnya, kamu berkesempatan merancang kebijakan anggaran suatu rencana pembangunan.

Kisaran gaji: 

Sebagai pegawai pemerintah, kisaran gaji yang bisa kamu dapatkan adalah Rp5 juta–Rp10 juta per bulan. Namun, nilai ini belum termasuk tunjangan-tunjangan, ya. 

5. Konsultan Ekonomi 

Baik di perusahaan swasta maupun pemerintah, konsultan ekonomi bertugas menyusun rekomendasi kebijakan terkait dengan fiskal dan moneter serta membantu mengidentifikasi berbagai risiko ekonomi.

Dari analisis risiko tersebut, konsultan ekonomi akan merancang strategi mitigasi risiko untuk mengurangi kerugian atau dampak negatif.  

Kisaran gaji: 

Sebagai staf junior, kamu akan mendapatkan gaji cukup tinggi, yaitu Rp8 juta–Rp15 juta per bulan. 

Adapun sebagai staf senior, konsultan ekonomi rata-rata digaji Rp20 juta–Rp30 juta per bulan. Nilai ini bisa lebih tinggi apabila kamu bekerja di perusahaan internasional. 

6. Manajer Proyek Pembangunan 

Beberapa tugas manajer proyek pembangunan, baik di lembaga pemerintahan atau organisasi internasional adalah mengembangkan rencana proyek, mengelola tim, memantau kemajuan proyek, serta mengidentifikasi atau mengelola risiko yang muncul.  

Kisaran gaji: 

Di lembaga pemerintahan, gaji manajer proyek pembangunan berkisar antara Rp8 juta–Rp20 juta.

Sedangkan di organisasi internasional, kisaran gajinya USD 3.000 hingga USD 7.000 atau bahkan lebih.  

7. Pengajar atau Dosen Ekonomi 

Sebagai lulusan ekonomi pembangunan, kamu memiliki peluang melanjutkan karir di bidang akademik dan menjadi dosen.

Kamu bisa mengajar di berbagai institusi pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan non-formal hingga perguruan tinggi. 

Kisaran gaji: 

Kisaran gaji dosen ekonomi adalah Rp3 juta–Rp20 juta tergantung dari tingkat pendidikan, pengalaman, dan juga institusi. Lokasi juga memengaruhi besarnya jumlah gaji pengajar ekonomi. 

8. Auditor Ekonomi 

Tentunya, prospek kerja sebagai auditor ekonomi sangat terbuka bagi lulusan ekonomi pembangunan. 

Auditor ekonomi bertanggung jawab memastikan efisiensi ekonomi, keuangan perusahaan, hingga kisaran gaji karyawan.

Selain itu, peran ini juga bertugas menyusun laporan audit untuk manajemen dan stakeholder.

Kisaran gaji: 

Sebagai auditor pemula, gaji yang didapatkan umumnya Rp5 juta​​–Rp10 juta per bulan. Sedangkan untuk auditor senior atau kepala audit, gaji yang diperoleh bisa mencapai Rp20–Rp60 juta per bulan. 

9. Pegawai Bank 

Jika kamu galau lulusan ekonomi pembangunan apakah bisa bekerja di bank, jawabannya, tentu bisa! 

Lulusan ekonomi pembangunan pun memiliki pilihan posisi yang menjanjikan di bank.

Beberapa di antaranya adalah manajemen risiko, analis kredit, marketing perbankan, perencana bisnis, dan financial advisor.  

Kisaran gaji: 

Kisaran gaji untuk posisi-posisi di bank seperti yang disebutkan di atas adalah Rp8 juta–Rp30 juta per bulan. Faktor seperti pengalaman kerja dan skala bank memengaruhi besaran gaji. 

10. Manajer Investasi 

Lulusan ekonomi pembangunan dibekali dengan materi terkait pasar uang dan pasar modal. Jadi, peluang kerja sebagai manajer investasi pun terbuka lebar. 

Tugas utama seorang manajer investasi yaitu mengelola portofolio aset investasi untuk individu atau perusahaan. 

Mulai dari memilih aset, melakukan riset tentang tren pasar (perannya dikenal dengan analis pasar atau market analyst), serta memastikan semua investasi mematuhi regulasi yang berlaku di perusahaan dan negara. 

Kisaran gaji: 

Di Indonesia, gaji untuk posisi manajer investasi berkisar antara Rp15 juta–Rp40 juta per bulan.

Baca Juga: 5+ Contoh CV Sarjana Ekonomi dan Cara Membuatnya 

Sektor Industri yang Membutuhkan Lulusan Ekonomi Pembangunan

Lulusan ekonomi pembangunan memiliki keterampilan yang berharga yang dapat diterapkan di banyak sektor. 

Berikut adalah beberapa sektor yang membutuhkan lulusan ekonomi pembangunan: 

1. Sektor Publik 

Jabatan di berbagai instansi pemerintah seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bappeda. 

2. Sektor Swasta 

Sementara di sektor swasta, kamu punya peluang bekerja di perusahaan multinasional, lembaga keuangan, Fintech, dan perusahaan konsultan. 

3. Organisasi Non-Governmental (NGO) 

Ahli ekonomi pembangunan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam proyek-proyek pembangunan sosial dan ekonomi melalui NGO. 

4. Lembaga Riset dan Penelitian 

Di lembaga riset dan penelitian, kamu bisa berkontribusi dalam menganalisis data ekonomi, serta membantu pemerintah dan lembaga lain dalam merumuskan strategi yang efektif dalam suatu program pembangunan. 

Keterampilan yang Dibutuhkan untuk Berkarir di Bidang Ekonomi Pembangunan

Ilustrasi Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Pembangunan. (Sumber: Envato)

Untuk sukses berkarier di bidang ekonomi pembangunan, ada beberapa keterampilan utama yang wajib kamu kuasai, yaitu: 

1. Keterampilan analisis data 

Keterampilan statistik, regresi, hingga ekonometrika sangat penting untuk membaca kondisi ekonomi dan sosial secara objektif. 

Dengan kemampuan analisis tersebut, kamu dapat mengolah data menjadi dasar pengambilan keputusan, mengidentifikasi masalah pembangunan, serta mengukur efektivitas program atau kebijakan yang dijalankan. 

2. Keterampilan komunikasi 

Hasil analisis tidak akan berdampak jika tidak disampaikan dengan tepat. Nah, di sinilah pentingnya keterampilan komunikasi yang efektif. 

Keterampilan komunikasi dibutuhkan untuk menerjemahkan data dan temuan teknis ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh pemangku kebijakan, masyarakat, maupun pihak non-teknis lainnya. 

Bukan hanya komunikasi verbal, tetapi juga tertulis yang sangat berguna saat menyusun laporan. 

3. Pemahaman kebijakan publik 

Dalam bidang ekonomi pembangunan, pemahaman kebijakan publik membantu kamu melihat keterkaitan antara keputusan pemerintah dan dampaknya di lapangan. 

Dengan skill ini, kamu dapat menganalisis, merancang, atau mengevaluasi kebijakan pembangunan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara adil. 

4. Keterampilan manajemen proyek  

Keterampilan manajemen proyek ini mencakup kemampuan mengelola proyek pembangunan mulai dari perencanaan, pengelolaan sumber daya alam, pengawasan, analisis risiko, negosiasi konflik, pengelolaan tim, hingga evaluasi proyek. 

Baca Juga: Perbedaan Staff Accounting dan Finance: Tugas, Skill, & Prospek Karirnya 

Kesimpulan

Jurusan ekonomi pembangunan memiliki prospek kerja yang luas di banyak sektor, mulai dari pemerintahan, swasta, hingga lembaga internasional. 

Kamu bisa memilih jalur karier sebagai analis, konsultan, dosen, pegawai bank, atau manajer investasi. 

Jadi, karier mana yang ingin kamu coba? Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.  

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang! 

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

Pertanyaan Seputar Prospek Karier Lulusan Ekonomi Pembangunan

  1. Apakah lulusan ekonomi pembangunan hanya bisa bekerja di pemerintahan?
    ⁠Tidak. Peluang kerja lulusan ekonomi pembangunan bisa lintas industri dan organisasi. Mulai dari sektor pemerintah, organisasi internasional seperti World Bank, IMF, dan UNDP, organisasi non-pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta menawarkan posisi yang tak kalah mentereng.
  2. Apakah perlu melanjutkan studi untuk mendapatkan pekerjaan di bidang ekonomi pembangunan?
    ⁠Melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi seperti S2 atau S3 tidak menjadi keharusan untuk mendapatkan kesempatan kerja setelah lulus dari jurusan ekonomi pembangunan. Namun, hal ini bisa memberikan nilai lebih buat kamu. Jika kamu berniat bekerja di lembaga internasional, gelar S2 atau S3 tentu akan membuatmu lebih unggul.
  3. Bagaimana cara memulai karier di bidang ekonomi pembangunan?
    ⁠Sebagai lulusan ekonomi pembangunan, penting untuk up to date terhadap isu-isu pembangunan dan tren pasar. Untuk memulai karier di bidang ekonomi pembangunan, kamu bisa mulai dengan mengembangkan keterampilan teknis di bidang analisis data, ekonometrika dan statistik, serta laporan kebijakan.

    ⁠Kamu juga bisa mulai magang di organisasi terkait seperti firma konsultan, lembaga pemerintah, dan terlibat di proyek. Membangun jaringan lewat seminar juga akan sangat membantu.

    ⁠Selanjutnya, kamu bisa bergabung di organisasi seperti International Economic Development Council (IEDC) atau Development Studies Association (DSA). Organisasi ini akan memperluas jaringanmu terutama di bidang ekonomi pembangunan.

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.