PKWT Adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Ini Bedanya dengan PKWTT

PKWT Adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Ini Bedanya dengan PKWTT
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 26 May, 2026
Share

Ringkasan

  • PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) adalah kontrak kerja sementara yang berlaku untuk pekerjaan musiman atau project-based, dengan batas masa kerja paling lama 5 tahun.
  • Pekerja PKWT tidak memiliki masa percobaan (probation) karena secara hukum masa probation itu dianggap sebagai bagian dari masa kerja, atau statusnya batal dan berubah menjadi PKWTT.
  • Meskipun hanya pekerja kontrak sementara, pekerja PKWT dijamin oleh Undang-Undang untuk mendapatkan hak gaji minimum, THR (jika bekerja minimal 1 bulan), dan cuti tahunan (jika bekerja penuh 12 bulan).
  • Sejak revisi UU Cipta Kerja disahkan, perusahaan wajib memberikan uang Kompensasi PKWT pada akhir masa kontrak sebagai pengganti pesangon.
  • PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) adalah kebalikan dari PKWT, di mana ini merupakan status untuk Karyawan Tetap yang masa kerjanya terus berlaku hingga usia pensiun.

Jangan buru-buru saat membaca kontrak kerja yang diberikan perusahaan! Pastikan kamu tahu status perjanjian kerjamu dengan perusahaan.

Pasalnya, tidak semua perusahaan langsung merekrut kamu sebagai karyawan tetap.

Saat ini, banyak perusahaan yang merekrut karyawan untuk melakukan pekerjaan selama periode tertentu saja. Perjanjian kerja seperti ini disebut juga dengan PKWT.

Dalam dunia kerja, ada juga perjanjian PKWTT. Apa bedanya? Yuk, kita pelajari dalam artikel ini.

⁠Apa Itu PKWT? 

PKWT adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Kalau mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021, PKWT adalah perjanjian kerja berdasarkan jangka waktu tertentu atau kategori pekerjaan yang bersifat terbatas. 

Dengan kata lain, PKWT tidak berlaku pada pekerjaan yang sifatnya tetap atau dijalankan secara rutin dalam waktu lama. 

Sebaliknya, PKWT idealnya berlaku untuk pekerjaan yang bisa rampung dalam waktu tak terlalu lama, bersifat musiman, atau pekerjaan terkait aktivitas dan produk baru yang masih dalam fase percobaan. 

Lantas, sampai berapa lama perjanjian kerja PKWT berlangsung? 

Tergantung pada kebutuhan masing-masing proyek atau pekerjaan. Namun, batas maksimal kontrak PKWT adalah lima tahun. 

Dalam dunia kerja, umumnya karyawan PKWT adalah mereka yang bekerja sebagai pekerja lepas (freelance) dan karyawan kontrak. 

⁠Betulkah PKWT Adalah Pekerja Kontrak? 

Ya, karyawan PKWT bisa disebut sebagai pekerja kontrak. Namun, sesuai penjelasan di atas, perjanjian kerja yang dimaksud memiliki karakteristik dan aturan main tersendiri.

Berikut adalah ciri-ciri status pekerja PKWT:

  • Perjanjian kerja PKWT secara hukum hanya berlaku untuk jenis pekerjaan yang bersifat sementara, bukan untuk pekerjaan yang sifatnya tetap.
  • Karena bukan karyawan tetap, pekerja PKWT mutlak tidak mengikuti masa percobaan (probation) di perusahaan.
  • Kalau kamu menemukan perjanjian kerja PKWT yang mencantumkan program probation atau masa percobaan, maka secara hukum kontrak tersebut akan batal. Sementara itu, waktu masa percobaan tersebut akan otomatis dianggap sebagai masa kerja PKWT yang sah.
  • Meskipun kontraknya hanya berlaku untuk pekerjaan dalam jangka waktu tertentu, para pekerja PKWT tetap akan mendapatkan hak-hak dasar seperti gaji, cuti tahunan, dan THR.

⁠Hak Pekerja PKWT 

Ketentuan seputar PKWT di Indonesia telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, termasuk soal hak dan kewajiban yang diterima pekerja. 

Secara umum, hak-hak yang wajib diberikan kepada karyawan PKWT adalah gaji, THR, dan cuti. Berikut penjelasannya:

Hak gaji PKWT 

Sebetulnya, pemerintah Indonesia tidak menetapkan jumlah pasti untuk gaji PKWT. Namun, idealnya pekerja PKWT berhak mendapatkan upah minimum sesuai dengan regulasi pengupahan terbaru yang kini merujuk pada PP No. 51 Tahun 2023. 

Kebijakan tersebut menyebutkan bahwa upah minimum (UMK/UMP) berlaku mutlak untuk pekerja yang telah bekerja selama kurang dari setahun di perusahaan. 

Hak THR PKWT 

Selain gaji, pekerja PKWT juga berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR). Kebijakan terkait ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6 Tahun 2016 Pasal 2. 

Menurut kebijakan tersebut, perusahaan wajib memberi THR Keagamaan kepada para pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan. 

Hak cuti PKWT 

Hak lain yang idealnya juga tercantum dalam kontrak PKWT adalah cuti. Menurut UU No. 11 Tahun 2020 Pasal 79 Ayat 3, pekerja PKWT berhak atas cuti tahunan selama 12 hari apabila masa kerjanya sudah mencapai 12 bulan berturut-turut. 

Jika masa kerja kamu di perusahaan belum mencapai 12 bulan berturut-turut, artinya kamu belum berhak mendapatkan cuti tahunan.  

⁠Jenis-jenis PKWT 

Tiga orang karyawan yang berstatus PKWT sedang bercengkrama di kantor.

Ketika membahas tentang apa itu PKWT, banyak dari kita yang merujuknya sebagai perjanjian kerja sementara. 

Hal tersebut tidak salah, tapi ternyata ada beberapa jenis surat PKWT yang berlaku di Indonesia. Apa saja, sih? Berikut penjelasannya:

1. PKWT pekerjaan musiman 

Sesuai namanya, PKWT pekerjaan musiman merupakan pekerjaan yang dijalankan sesuai musim atau cuaca. 

Alhasil, pekerjaan tersebut hanya dilakukan saat musim tertentu demi mencapai target. Contoh PKWT pekerjaan musiman adalah pabrik garam yang hanya bisa produksi saat musim kemarau karena masih menerapkan cara tradisional. 

2. PKWT pekerjaan sementara 

Jenis PKWT satu ini berlaku untuk pekerjaan yang sifatnya sementara atau sekali selesai. Biasanya, masa kontrak PKWT pekerjaan sementara berlangsung paling lama tiga tahun.  

Namun, apabila pekerjaan tersebut bisa selesai lebih cepat, PKWT akan putus demi hukum saat berakhirnya pekerjaan. 

Sebaliknya, kalau pekerjaan butuh waktu lebih lama daripada masa kerja di surat PKWT, bisa dilakukan perpanjangan kontrak. 

3. PKWT pekerjaan produk baru 

PKWT pekerjaan produk baru biasanya ditawarkan kepada pekerja yang berhubungan dengan masa percobaan produk baru atau tambahan. 

Idealnya, masa percobaan produk baru berlangsung selama dua tahun. Tapi, perusahaan bisa memperpanjang satu kali selama setahun.  

4. PKWT pekerjaan harian lepas 

Menurut UU Cipta Kerja tentang PKWT, jenis PKWT pekerjaan harian lepas hanya berlaku selama maksimal 21 hari dalam sebulan.  

Kalau pekerjaan harian lepas berlangsung selama 21 hari dan lebih dari tiga bulan, status PKWT pekerjaan harian lepas akan berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap.  

Beberapa contoh PKWT pekerjaan harian lepas adalah karyawan yang direkrut untuk mengembangkan website perusahaan, menulis artikel, atau mengerjakan desain company profile. 

⁠Revisi dan Kompensasi PKWT dalam UU Cipta Kerja 

Sebelumnya, pekerja PKWT memang hanya mendapat gaji terakhir setelah merampungkan masa kerja sesuai kontrak. 

Namun, setelah revisi UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 disahkan, pekerja PKWT kini juga berhak mendapat uang kompensasi di luar gaji dan THR. 

Kompensasi PKWT UU Cipta Kerja adalah uang yang diberikan kepada pekerja PKWT sebagai bentuk penggantian hak setelah perjanjian kerja mereka selesai. 

Nah, jumlah uang kompensasi PKWT telah diatur dalam Pasal 16 Ayat 1 UU Cipta Kerja tentang PKWT

Masa Kerja PKWT 

Penghitungan Kompensasi PKWT 

12 Bulan secara terus-menerus 

1x upah bulanan 

1-12 Bulan 

Masa kerja/12 x 1 bulan upah 

Lebih dari 12 bulan 

Masa kerja/12 x 1 bulan upah 

5 Tahun atau 60 bulan (masa kerja maksimal PKWT) 

60 Bulan/12 x 1 bulan upah 

Ketentuan seputar kompensasi PKWT UU Cipta Kerja tersebut hanya berlaku untuk pekerja kontrak yang menerima surat PKWT. 

Soalnya, pekerja tetap tidak mendapat kompensasi, melainkan pesangon. Pekerja tetap ini disebut juga dengan PKWTT. 

⁠Apa Itu PKWTT? 

PKWTT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Berkebalikan dari PKWT yang kontraknya hanya berlaku selama periode tertentu, PKWTT ditujukan untuk karyawan tetap yang kontraknya tidak mempunyai masa berlaku. 

Karena itu, PKWT dan PKWTT memiliki detail ketentuan yang berbeda. 

⁠Perbedaan PKWT dan PKWTT 

Perbedaan PKWT dan PKWTT bisa dilihat dari sejumlah faktor, mulai dari periode kerja, tahapan pemutusan hubungan kerja (PHK), penggantian hak, masa percobaan, kesepakatan kerja, hingga pendaftaran di instansi ketenagakerjaan. Berikut penjelasannya:

Periode kerja 

Periode kerja jadi perbedaan PKWT dan PKWTT yang paling mendasar. Pada PKWT, terdapat batasan masa kerja hingga pekerjaan selesai. Artinya, periode kerja di suatu perusahaan sudah ditentukan sejak awal. 

Sementara itu, PKWTT tidak memiliki batasan waktu. Kontrak akan berakhir saat pekerja PKWTT pensiun atau meninggal dunia. 

Tahapan PHK 

Berdasarkan PKWT UU Cipta Kerja, Pemutusan Hubungan Kerja karyawan PKWT dapat otomatis batal secara hukum (batal demi hukum) sesuai perjanjian, sehingga tidak perlu melalui Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI). 

Sebaliknya, berhentinya hubungan kerja karyawan PKWTT terjadi karena suatu alasan dan biasanya diselesaikan melalui bantuan LPPHI. Tahapan PHK berbeda antara PKWT dan PKWTT 

Pembayaran penggantian hak (uang pesangon) 

Dalam aturan hak dan kewajiban karyawan, jika terjadi PHK di perusahaan, pekerja PKWTT berhak mendapatkan uang pesangon sesuai peraturan perundang-undangan, yaitu UU Cipta Kerja Pasal 156 Ayat 1. 

Di sisi lain, perusahaan tidak wajib memberikan uang pesangon Pemutusan Hubungan Kerja karyawan PKWT. 

Sebagai gantinya, perusahaan harus membayar uang kompensasi PKWTT. Pemberian kompensasi ini juga berlaku saat pekerja PKWT berhasil menyelesaikan masa kerja. 

Probation (masa percobaan) 

Perbedaan PKWT dan PKWTT juga bisa dilihat dari sisi probation, yakni masa percobaan untuk menilai performa pekerja sebelum resmi menjadi pegawai tetap. 

Itulah kenapa masa probation hanya berlaku untuk pekerja PKWTT. Dengan kata lain, para pekerja PKWT tidak mempunyai masa probation karena sejak awal telah ada kesepakatan terkait periode kerja. 

Kesepakatan kerja 

Perbedaan PKWT dan PKWTT berikutnya adalah perjanjian kerja. Contoh surat PKWT yang ideal adalah dalam bentuk tulisan huruf latin berbahasa Indonesia. 

Sementara itu, kontrak PKWTT adalah perjanjian kerja berupa tulisan atau secara lisan. 

Pendaftaran di instansi ketenagakerjaan 

Cara perusahaan merekrut antara karyawan PKWT dan PKWTT juga berbeda. Saat perusahaan merekrut pekerja PKWT, mereka wajib melaporkan atau mendaftarkan pekerja baru tersebut di Instansi Ketenagakerjaan. 

Namun, perusahaan tidak wajib melakukan hal tersebut apabila merekrut pekerja PKWTT. 

⁠Kelebihan dan Kekurangan PKWT 

Seorang karyawan wanita yang berstatus PKWT sedang bekerja di kantor.

Jika dibandingkan dengan PKWTT, sistem PKWT tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. 

Untuk membantu kamu menimbang kecocokan diri dengan sistem ini, berikut rincian kelebihan dan kekurangan PKWT! 

Kelebihan PKWT 

  • Tidak begitu terikat dengan perusahaan. Setelah menyelesaikan masa kerja, kamu bisa pindah ke perusahaan lain jika kontrak tidak diperpanjang.
  • Adanya pemberian kompensasi saat masa kerja berakhir.
  • Kamu bisa melakukan side job di luar pekerjaan sebagai pekerja PKWT karena biasanya kontrak hanya mengatur jangka waktu dan penyelesaian pekerjaan. 

Kekurangan PKWT 

  • Karena masa kerja hanya berlaku sementara, pekerja PKWT bisa merasa tidak punya kepastian pekerjaan di masa depan.
  • Pekerja PKWT tidak mendapat benefit yang sama seperti pekerja PKWTT, seperti tunjangan dan jaminan keamanan kerja.
  • Hal tersebut bisa membuat pekerja PKWT merasa tidak dihargai. 

⁠Ketentuan Perubahan Status PKWT Menjadi PKWTT 

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, lebih baik PKWT atau PKWTT untuk bekerja? 

Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan dan preferensi kamu karena PKWT dan PKWTT sama-sama punya kelebihan masing-masing. 

PKWT mungkin lebih cocok untuk kamu yang menyukai fleksibilitas. Di lain sisi, PKWTT bakal tepat untuk kamu yang lebih mengutamakan stabilitas. 

Namun, menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 100 Tahun 2004 Pasal 15 (dan sejalan dengan turunan UU Cipta Kerja), seorang PKWT bisa otomatis berubah status menjadi PKWTT (Karyawan Tetap) jika perusahaan melanggar aturan berikut: 

  • Surat PKWT tidak dibuat secara tertulis, atau tidak ditulis dalam bahasa Indonesia.
  • Penulisan PKWT digunakan untuk pekerjaan yang sifatnya terus-menerus (bukan pekerjaan musiman).
  • Durasi PKWT melebihi batas waktu maksimal yang ditetapkan perundang-undangan.
  • Terdapat masa percobaan (probation) di dalam surat PKWT-nya.

Tips Penting Sebelum Menandatangani Kontrak PKWT

Sebelum kamu memberikan tanda tangan di atas meterai, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa tips berikut ini agar tidak merasa dirugikan oleh perusahaan di kemudian hari:

  • Pastikan kontrak kerja dibuat secara tertulis dalam huruf latin berbahasa Indonesia dan memuat keterangan yang jelas bahwa kamu dipekerjakan dengan status PKWT.
  • Perhatikan secara saksama tanggal mulai dan tanggal berakhirnya kontrak kerjamu. Ingat, batas maksimal durasi PKWT beserta perpanjangannya secara hukum adalah 5 tahun.
  • Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, PKWT mutlak tidak boleh mensyaratkan masa percobaan. Jika kamu menemukan pasal probation ini, jangan ragu untuk mengonfirmasinya kepada pihak HRD.
  • Pahami rincian hak dan kewajibanmu. Pastikan hak-hak dasarmu seperti nominal gaji (idealnya sesuai UMP/UMK), hak cuti, THR Keagamaan, dan jaminan pemberian Uang Kompensasi di akhir kontrak tercantum secara transparan di dalam surat perjanjian.
  • Setelah ditandatangani oleh kedua belah pihak, kamu berhak meminta dan menyimpan satu rangkap asli salinan kontrak kerja tersebut sebagai pegangan perlindungan hukum pribadimu.

Bagi kamu yang menyukai fleksibilitas waktu, ingin mengeksplorasi berbagai proyek industri baru, atau sedang membangun portofolio, PKWT bisa menjadi batu loncatan yang sangat strategis. 

Namun, jika kamu lebih mengutamakan rasa aman dan jaminan fasilitas jangka panjang, maka mengejar posisi PKWTT adalah pilihan yang paling ideal. 

Apa pun pilihan status kontrakmu nanti, pastikan untuk selalu cermat membaca surat perjanjiannya, ya! 

⁠Kesimpulan

Jadi, PKWT adalah perjanjian kerja yang berlaku untuk pekerjaan yang diselesaikan dalam periode tertentu. Memahami perbedaan antara PKWT dan PKWTT sangatlah penting agar kamu mengetahui hak serta perlindungan hukummu secara pasti di dunia kerja.

Pada intinya, PKWT adalah sistem kontrak untuk pekerjaan sementara yang jangka waktu atau target penyelesaiannya sudah ditentukan sejak awal, lengkap dengan hak atas gaji, cuti, THR, hingga jaminan uang kompensasi di akhir masa kerjanya.

Di sisi lain, PKWTT menawarkan stabilitas yang lebih kokoh karena diperuntukkan khusus bagi karyawan tetap yang statusnya terus berlaku tanpa batasan waktu tertentu.

Kalau ditanya lebih baik PKWT atau PKWTT, jawabannya bergantung pada situasi dan kebutuhanmu, ya. Tapi, apapun pilihannya, kamu bisa mencari lowongan kerja PKWT maupun PKWTT di situs atau aplikasi Jobstreet by SEEK.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menembus pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.  

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar PKWT 

  1. Apa itu kontrak kerja PKWT? 
    ⁠PKWT adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, yakni perjanjian kerja antara perusahaan dan karyawan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam periode tertentu. 
  2. Apakah PKWT sama dengan kontrak? 
    Ya, PKWT sama dengan kontrak kerja. Dalam hal ini, perjanjian kerja PKWT berlaku untuk pekerjaan yang bersifat sementara atau selama jangka waktu tertentu saja.  
  3. Berapa gaji karyawan PKWT? 
    Pemerintah Indonesia tidak menetapkan jumlah pasti untuk gaji PKWT. Namun, idealnya pekerja PKWT berhak mendapatkan upah minimum dengan jumlah sesuai ketentuan di masing-masing provinsi. 

    ⁠Mengingat bahwa nominal UMP sangat beragam, pekerja PKWT di provinsi A dapat menerima gaji yang berbeda dari pekerja PKWT di provinsi B. 
  4. Berapa lama kontrak kerja PKWT? 
    Idealnya, batas maksimal karyawan kontrak PKWT lima tahun. 
  5. Apakah PKWT dapat tunjangan? 
    Pekerja PKWT tidak mendapat tunjangan. Namun, mereka berhak mendapat kompensasi saat berhasil menyelesaikan masa kerja atau jika berhenti hubungan kerja (PHK). 
  6. Apa kelebihan PKWT? 
    Kelebihan PKWT terletak pada fleksibilitas karena pekerja tidak terlalu terikat dengan perusahaan. Dengan begitu, pekerja PKWT bisa pindah ke perusahaan lain jika kontrak tidak diperpanjang. 

    ⁠Selain itu, kebanyakan contoh surat PKWT biasanya hanya mengatur jangka waktu dan penyelesaian pekerjaan. Alhasil, pekerja bisa mengambil side job di luar pekerjaan sebagai pekerja PKWT. 
  7. Apa kekurangan PKWT? 
    Karena masa kerja hanya berlaku sementara, pekerja PKWT bisa merasa tidak punya kepastian pekerjaan di masa depan. Selain itu, PKWT dan PKWTT berbeda karena pekerja PKWT juga tidak mendapat benefit yang sama seperti pekerja PKWTT, seperti tunjangan dan jaminan keamanan kerja. 
  8. Apakah PKWT dapat diangkat menjadi PKWTT? 
    Ya, pekerja PKWT dapat diangkat menjadi PKWTT apabila terjadi situasi seperti yang telah dijelaskan di atas. 
  9. Apa saja syarat PKWT? 
    Menurut Pasal 57 UU Ketenagakerjaan, syarat-syarat PKWT adalah: 
    ⁠- Kontrak harus dibuat tertulis menggunakan huruf latin dalam bahasa Indonesia.
    ⁠- Jika ada perbedaan penafsiran antara kontrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing, yang berlaku adalah kontrak bahasa Indonesia. 
  10. Mengapa perusahaan lebih memilih PKWT? 
    Beberapa perusahaan lebih memilih PKWT karena adanya fleksibilitas untuk mengatur tenaga kerja, khususnya saat kondisi bisnis sedang tidak pasti. Dalam kondisi tersebut, perusahaan akan cenderung merekrut pekerja untuk jangka waktu tertentu saja sesuai kebutuhan.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.