Klien Adalah Customer? Ini Perbedaan Client dan Customer!

Klien Adalah Customer? Ini Perbedaan Client dan Customer!
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 29 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Klien (client) adalah individu atau perusahaan yang menggunakan layanan profesional untuk mendapatkan solusi, konsultasi, atau pendampingan bisnis jangka panjang.
  • Klien berbeda dengan customer atau pelanggan yang lebih fokus membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
  • Hubungan dengan klien biasanya lebih personal, berkelanjutan, dan melibatkan kerja sama jangka panjang, sedangkan hubungan dengan customer cenderung lebih singkat dan berfokus pada transaksi.
  • Perusahaan berbasis klien umumnya menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak, seperti agensi iklan, firma hukum, kantor akuntan, dan agensi desain.
  • Sebaliknya, perusahaan berbasis pelanggan biasanya menawarkan produk atau layanan yang bersifat massal, seperti retail, restoran, FMCG, dan layanan subscription.

Istilah klien dan pelanggan atau customer mungkin sering kamu dengar dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Sekilas, keduanya memang tampak mirip karena sama-sama berkaitan dengan orang yang menggunakan produk atau layanan dari sebuah perusahaan.

Padahal, klien dan customer memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari jenis hubungan bisnis, tingkat loyalitas, hingga bentuk layanan yang diberikan perusahaan.

Nah, melalui artikel ini kamu akan memahami pengertian klien, perbedaannya dengan customer, hingga contoh perusahaan berbasis klien dan pelanggan agar tidak lagi tertukar dalam penggunaannya. Yuk, simak infonya di artikel ini.

Apa Itu Klien? 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Untuk memperoleh penjelasan secara lebih gamblang klien itu apa dan perbedaannya dengan pelanggan, kamu perlu paham pengertiannya terlebih dulu.

Menurut Cambridge Dictionary, pengertian klien adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan layanan profesional dari pelaku bisnis.

Sedangkan berdasarkan Cambridge Dictionary, arti customer atau pelanggan adalah seorang yang membeli barang atau jasa.

Selanjutnya, kamu dapat membandingkan apa itu klien dengan pengertian pelanggan.

Istilah pelanggan sering kali digunakan untuk orang yang melakukan pembelian terhadap barang atau jasa yang ditawarkan.

Perbedaan client dan customer (pelanggan) 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Kini, kamu sudah memahami pengertian klien atau client, dan pelanggan secara tersendiri.

Namun, apa yang menjadi pembeda di antara keduanya? Ada 2 poin utama perbedaan client dan customer atau pelanggan, yakni:

1. Berdasarkan pembelian

Klien bisnis melakukan pembelian layanan profesional.

Artinya, mereka melakukan pembelian tersebut dengan tujuan untuk memperoleh solusi serta advice atas permasalahan yang tengah dihadapi.

Sementara itu, pelanggan melakukan transaksi dengan tujuan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Barang atau jasa yang mereka peroleh merupakan imbalan dari pembayaran yang telah diberikan.

2. Berdasarkan loyalitas

Selanjutnya, kamu dapat pula mengetahui perbedaan client dan customer dari aspek loyalitas.

Klien umumnya mempunyai tingkat loyalitas yang lebih tinggi dibandingkan pelanggan.

Mereka memiliki kecenderungan untuk menggunakan layanan bisnis yang ditawarkan dalam jangka panjang.

Baca juga: Webinar Adalah Seminar Online, Ini Tujuan dan Cara Mengikutinya 

Hal tersebut sangat kontras dengan pelanggan. Pelanggan mempunyai kecenderungan hubungan bisnis yang berlangsung singkat dan sporadik.

Oleh karena itu, umumnya pihak perusahaan tidak menyediakan layanan ekstra atau perhatian lebih di luar proses transaksi yang berlangsung.

Perbedaan client dan customer service 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Ada banyak penggunaan istilah klien dan customer dalam dunia bisnis. Salah satunya adalah client service dan customer service.

Seperti halnya istilah klien dan pelanggan, kedua frasa ini juga mempunyai perbedaan yang cukup signifikan.

Client service umumnya bisa kamu temukan dalam hubungan antara sesama pelaku bisnis atau B2B.

Dalam client service, pelaku usaha akan menyediakan berbagai dukungan untuk klien.

Jenis dukungan yang diberikan bisa cukup beragam, termasuk di antaranya adalah account management, dukungan teknis, atau dukungan lain yang spesifik sesuai kebutuhan klien.

Sementara itu, customer service merupakan bentuk layanan dukungan yang disediakan oleh pelaku usaha kepada pelanggan.

Jenis layanan dukungan yang bisa didapatkan terbatas hanya pada produk atau layanan yang sebelumnya telah dibeli oleh pihak pelanggan. Jenis dukungan pada layanan customer service bisa cukup beragam.

Beberapa jenis dukungan tersebut di antaranya adalah jawaban atas sebuah pertanyaan, solusi untuk sebuah permasalahan, serta sumber informasi.

Contoh perusahaan berbasis klien 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Untuk bisa memahami secara lebih jelas apa itu klien, kamu bisa mengetahui beberapa contoh perusahaan berbasis klien seperti berikut:

1. Agensi asuransi

Contoh pertama adalah agensi asuransi. Para klien dari agensi asuransi merupakan kelompok orang yang menggunakan layanan asuransi dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, agensi asuransi berupaya untuk memberikan pilihan asuransi yang bisa menjadi solusi atas permasalahan klien.

2. Agensi iklan

Selanjutnya, ada contoh perusahaan berbasis klien yang berupa agensi iklan. Agensi akan berupaya menjaga kelangsungan hubungan bisnis dalam jangka panjang dengan para klien.

Salah satu caranya adalah dengan membangun strategi iklan yang personal untuk masing-masing klien.

3. Kantor akuntan

Ada pula contoh lainnya berupa kantor akuntan. Kantor akuntan menyediakan layanan berkaitan dengan pengelolaan keuangan perusahaan.

Layanan tersebut bisa berupa jasa pembukuan, internal audit, maupun konsultasi manajemen.

Dalam memberikan layanannya, kantor akuntan tidak bisa memberikan pelayanan yang sama kepada setiap klien.

Mereka akan menyediakan layanan yang personal sesuai dengan permasalahan yang dihadapi klien.

4. Firma hukum

Contoh berikutnya adalah perusahaan berbasis klien yang berupa firma hukum. Pelayanan hukum yang diberikan oleh firma hukum kepada setiap klien berbeda-beda sesuai dengan jenis permasalahan yang tengah dihadapi.

Baca juga: 25+ Contoh Deskripsi Diri di CV yang Menarik 

Sebagai contoh, klien A memerlukan solusi untuk permasalahan hukum perdata terkait sengketa tanah.

Sementara itu, klien B membutuhkan solusi yang berbeda berkaitan dengan masalah pidana yang dihadapi.

Kedua kasus tersebut memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganannya.

5. Agensi properti

Selanjutnya adalah agensi properti. Perusahaan agensi properti berupaya untuk menjaga hubungan baik dengan para klien.

Mereka pun akan berusaha untuk memberikan pelayanan yang sifatnya lebih personal. Dengan begitu, klien akan merasa lebih dihargai oleh pihak agensi.

6. Agensi desain

Contoh selanjutnya adalah agensi properti yang juga termasuk dalam kelompok perusahaan berbasis klien.

Agensi desain selalu mengedepankan pelayanan yang bersifat personal kepada setiap klien. Apalagi, kebutuhan terhadap layanan desain dari masing-masing klien berbeda satu sama lain.

Contoh perusahaan berbasis pelanggan 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Setelah mengetahui contoh perusahaan berbasis klien tersebut, berikut ini adalah contoh yang berkaitan dengan perusahaan berbasis pelanggan:

1. Bank

Bank adalah contoh jenis perusahaan pertama yang berbasiskan pada pelanggan. Setiap nasabah dari bank merupakan pelanggan.

Untuk memenuhi kebutuhan dari para pelanggan, bank pun menyediakan berbagai produk yang bisa digunakan. Mulai dari produk tabungan, deposito, hingga kredit.

Untuk memperluas jangkauan pelanggan, bank berupaya untuk melakukan segmentasi untuk masing-masing produk.

Dengan begitu, bank bisa memperoleh pelanggan dengan jumlah yang lebih banyak.

2. Perusahaan SaaS

Selanjutnya, ada perusahaan SaaS yang termasuk dalam kelompok bisnis berbasiskan pelanggan.

Hanya saja, perusahaan SaaS bisa pula termasuk dalam kategori perusahaan yang berbasiskan klien. Kok bisa?

Kelompok pelanggan dari perusahaan SaaS adalah mereka yang belum menggunakan layanan profesional dari pihak perusahaan.

Di sisi lain, ada pelanggan yang memerlukan layanan profesional secara khusus untuk kebutuhan bisnisnya. Mereka ini bisa disebut sebagai high value customer yang bisa saja menjadi client.

3. Toko retail

Contoh berikutnya dari perusahaan berbasiskan pelanggan adalah toko retail. Pelaku usaha toko retail melayani transaksi untuk setiap kebutuhan dari para pelanggan di toko.

Dalam prosesnya, pihak toko akan menugaskan seorang karyawan yang berperan layaknya customer service yang siap membantu para pelanggan.

4. Perusahaan FMCG

Berikutnya ada perusahaan FMCG. Perusahaan FMCG menyediakan produk yang bervariasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pelanggan.

Dalam prosesnya, pihak perusahaan tidak harus melakukan kolaborasi dengan pelanggan untuk menyediakan produk yang sifatnya personal atau khusus.

5. Perusahaan berbasis langganan

Selanjutnya, contoh lain berupa perusahaan berbasis langganan seperti Netflix. Perusahaan menyediakan layanan tanpa perlu menghadirkan paket berlangganan khusus yang ditujukan untuk pelanggan tertentu.

Sebagai gantinya, Netflix menyediakan beberapa opsi produk yang bisa digunakan oleh pelanggan.

6. Restoran

Selanjutnya, kamu bisa mengetahui contoh perusahaan berbasis konsumen pada restoran. Restoran menyediakan menu yang selanjutnya dapat dipesan oleh pelanggan.

Terdapat petugas yang bersedia memberi penjelasan dari setiap menu yang ada. Setelah itu, pelanggan bisa menentukan pilihan menu sesuai dengan selera.

Pelanggan tidak akan bisa memesan makanan atau minuman secara spesifik yang berbeda dari daftar menu yang telah dihadirkan oleh pihak restoran.

Perbedaan Client Servicing Manager dan Customer Success Manager 

Klien Adalah

Sumber : Envato

Setelah memahami perbedaan client dan customer, kamu bisa pula menemukan prospek kerja yang berkaitan dengan kedua istilah tersebut.

Sebagai contohnya adalah prospek kerja sebagai customer success manager dan client service manager. Keduanya memiliki deskripsi pekerjaan yang cukup jauh berbeda.

Meskipun sama-sama berhubungan dengan klien atau pelanggan, Client Servicing Manager dan Customer Success Manager memiliki fokus pekerjaan yang berbeda. Berikut penjelasannya:

  • Fokus hubungan bisnisClient Servicing Manager lebih fokus membangun dan menjaga hubungan bisnis jangka panjang dengan klien. Sementara itu, Customer Success Manager berfokus memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan produk atau layanan perusahaan.
  • Tanggung jawab utama
    ⁠Client Servicing Manager bertugas mencari peluang bisnis baru, mempertahankan kerja sama dengan klien, serta memahami kebutuhan bisnis mereka. Di sisi lain, Customer Success Manager bertanggung jawab membantu pelanggan mencapai tujuan penggunaan produk atau layanan.
  • Keterlibatan dalam strategi bisnis
    ⁠Client Servicing Manager biasanya terlibat dalam penentuan strategi pemasaran, negosiasi kerja sama, hingga pembahasan harga layanan dengan klien. Sedangkan Customer Success Manager lebih banyak membantu proses onboarding, edukasi penggunaan produk, dan penyelesaian kendala pelanggan.
  • Jenis hubungan dengan pengguna layanan
    ⁠Client Servicing Manager umumnya bekerja dalam model bisnis berbasis klien (client-based business), seperti agensi atau konsultan. Sebaliknya, Customer Success Manager lebih sering ditemukan di perusahaan berbasis produk atau layanan digital, seperti SaaS dan teknologi.
  • Tujuan pekerjaan
    ⁠Tujuan utama Client Servicing Manager adalah menjaga loyalitas dan keberlanjutan kerja sama bisnis dengan klien. Sementara itu, Customer Success Manager bertujuan meningkatkan kepuasan, retensi, dan keberhasilan pelanggan dalam menggunakan produk perusahaan.

Kesimpulan

Menurut Cambridge Dictionary, klien artinya seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan layanan profesional dari pelaku bisnis.

Sedangkan arti customer atau pelanggan adalah seorang yang membeli barang atau jasa.

Ada 2 poin utama perbedaan client dan customer atau pelanggan, yakni:

  • Berdasarkan pembelian: Klien bisnis melakukan pembelian layanan profesional. Sementara itu, pelanggan melakukan transaksi dengan tujuan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Berdasarkan loyalitas: Klien umumnya mempunyai tingkat loyalitas yang lebih tinggi dibandingkan pelanggan.

Nah, sekarang kamu sudah bisa memahami perbedaan client dan customer, kan? Bagi pelaku bisnis, client memberikan jaminan penghasilan yang lebih bagus dibandingkan pelanggan.

Alasannya, karena klien memiliki kecenderungan untuk melakukan transaksi dalam jangka panjang.

Hal ini berbeda dengan pelanggan. Pelanggan memiliki kecenderungan untuk melakukan transaksi hanya sesuai dengan kebutuhannya.

Oleh karena itu, proses transaksi kerap berlangsung secara sporadik atau sementara.

Meski begitu, keberadaan klien dan pelanggan sama-sama bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Lalu, terdapat perusahaan yang menjalankan bisnis berdasarkan klien dan pelanggan.

Selanjutnya, pihak perusahaan bisa memiliki kebutuhan tenaga kerja yang berbeda sesuai dengan sistem kerjanya; apakah mereka adalah perusahaan berbasis pelanggan atau klien.

Kamu pun bisa mencari info lowongan kerja dari berbagai perusahaan dengan mudah di Jobstreet. Jobstreet menyediakan solusi untuk kemudahan dalam mencari info lowongan kerja online ter-update.

Temukan berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. 

Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang! 

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil! 

Pertanyaan Seputar Perbedaan Client dan Customer 

  1. Apa yang dimaksud dengan klien kerja?
    Dalam pengertiannya, klien kerja adalah orang yang memanfaatkan layanan profesional dari sebuah perusahaan.

  2. Apa perbedaan client dan customer?
    Ada 2 faktor yang menjadi pembeda antara client dengan pelanggan. Perbedaan tersebut terletak pada:
    - Berdasarkan pembelian: Klien bisnis melakukan pembelian layanan profesional. Sementara itu, pelanggan melakukan transaksi dengan tujuan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
    - Berdasarkan loyalitas: Klien umumnya mempunyai tingkat loyalitas yang lebih tinggi dibandingkan pelanggan.

  3. Apa fungsi dari client?
    Bagi pelaku usaha, keberadaan klien adalah menjadi sumber pemasukan yang berkelanjutan. Apalagi, client mempunyai kecenderungan untuk menggunakan layanan atau produk perusahaan dalam jangka panjang sesuai dengan kebutuhannya. 

  4. Bagaimana tulisan klien?
    Dalam bahasa Indonesia, cara penulisannya bisa kamu tulis sebagai klien. Dalam bahasa Inggris, kamu bisa menuliskannya dalam bentuk client. Jadi klien atau client memiliki arti sama. 

  5. Apa itu klien kerja dan klien bisnis?
    Klien kerja maupun klien bisnis mempunyai pengertian yang serupa. Keduanya merujuk pada orang yang memanfaatkan layanan profesional dari sebuah perusahaan atau pelaku usaha.

  6. Apakah seorang pelanggan (customer) bisa berubah status menjadi klien (client)?
    Tentu saja bisa. Contohnya: seseorang rutin membeli tiket pesawat dari sebuah Travel Agent (Customer). Suatu hari, perusahaannya menyewa Travel Agent tersebut secara khusus untuk mengatur seluruh perjalanan dinas korporat selama setahun penuh. Pada saat itu, statusnya berubah menjadi Client.

  7. Profesi apa saja yang mayoritas menangani seorang klien?
    Profesi yang biasa menangani klien antara lain: Pengacara (Lawyer), Akuntan Publik, Konsultan Bisnis, Psikolog/Psikiater, Agen Properti (Realtor), Arsitek, dan Agensi Periklanan.

  8. Siapa yang lebih penting untuk diprioritaskan, klien atau pelanggan?
    Keduanya sama pentingnya, tergantung model bisnisnya (Business Model). Jika kamu menjual mobil, maka volume Customer yang harus dikejar. Namun, jika kamu adalah seorang arsitek perancang rumah, maka mendapatkan satu Client loyal lebih bernilai daripada puluhan prospek pelanggan lepas.

More from this category: Mencari pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.