Gestur tubuh yang baik adalah kunci untuk meninggalkan kesan positif selama interview kerja.
Dengan memperhatikan hal-hal sederhana seperti jabat tangan, postur tubuh, dan senyum, kamu bisa meningkatkan peluang untuk lolos wawancara kerja.
Jadi, selain mempersiapkan jawaban yang baik, jangan lupa perhatikan juga gesture tubuh saat interview agar tampil maksimal!
Apa saja gestur tubuh yang perlu ditunjukkan saat interview kerja untuk menciptakan kesan positif di mata HRD? Temukan jawabannya dalam artikel ini.
Ketika hendak menjalani interview kerja, tentu saja persiapan seperti CV, penampilan, dan jawaban atas pertanyaan menjadi fokus utama.
Namun, jangan lupa bahwa body language juga punya peran penting dalam meninggalkan kesan positif, lho.
Cara kamu duduk, bergerak, atau bahkan bagaimana kamu melakukan kontak mata bisa sangat memengaruhi bagaimana pewawancara melihatmu. Apa alasannya?
Seperti dilansir dari International Association of Project Managers, gestur tubuh yang baik saat interview bisa menunjukkan bahwa kamu percaya diri, profesional, dan siap menghadapi tantangan.
Berbagai hal positif itu tentu bisa menjadi nilai tambah untuk meyakinkan HRD bahwa kamu ada kandidat pelamar kerja yang patut dipertimbangkan.
Sebelum mempelajari rincian gestur yang bisa menimbulkan kesan positif selama interview, ada baiknya kamu juga meninjau bahasa tubuh negatif.
Pasalnya, gestur tubuh adalah hal yang terkadang muncul secara spontan sebagai respon atas sesuatu.
Ketika salah menunjukkan gestur tubuh, bukan tidak mungkin HRD akan menilai kamu sebagai pribadi yang negatif atau merusak suasana wawancara kerja.
Nah, untuk menghindari hal tersebut, berikut adalah beberapa kesalahan umum terkait bahasa tubuh saat interview yang perlu kamu perhatikan:
Postur tubuh yang membungkuk bisa menunjukkan kurangnya rasa percaya diri atau ketidaknyamanan. Maka, saat kamu duduk atau berdiri, usahakan untuk tetap tegak.
Duduk tegak tidak hanya membantu kamu terlihat lebih profesional, tetapi juga bisa membuatmu merasa lebih percaya diri selama sesi wawancara kerja.
Kalau kamu terlalu sering membungkuk, pewawancara mungkin akan menangkap sinyal bahwa kamu kurang bersemangat atau kurang yakin dengan kemampuanmu.
Menjaga kontak mata saat berbicara selama interview kerja sangat penting.
Jika kamu jarang melakukan kontak mata, pewawancara atau HRD bisa merasa bahwa kamu tidak yakin atau tidak tertarik.
Sebaliknya, jika kontak mata terlalu berlebihan, ada kemungkinan membuat pewawancara merasa tidak nyaman.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Lakukan kontak mata secara natural, seperti saat sedang berbicara dengan teman baik.
Namun, jangan sampai terlihat terlalu menatap ataupun menghindari tatapan, ya!
Menggerakkan tangan saat berbicara sebenarnya wajar dan bisa membantu memperjelas maksud pernyataan atau jawaban.
Namun, jika gerakan tanganmu terlalu sering atau terlihat gugup, itu bisa mengganggu konsentrasi pewawancara.
Selain itu, gerakan tangan yang berlebihan atau tidak terkontrol bisa membuatmu terlihat cemas. Jadi, cobalah untuk menjaga gerakan tangan tetap alami dan relevan dengan pembicaraan.
Jika kamu cenderung gugup, coba latih diri untuk meletakkan tangan di atas pangkuan atau meja saat berbicara.
Ekspresi wajah adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan ketertarikan dan antusiasme.
Jika wajahmu terlalu datar atau tidak menunjukkan emosi yang sesuai dengan apa yang kamu bicarakan, kamu bisa terlihat kurang tertarik atau terlalu kaku.
Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan senyum yang hangat saat perkenalan dan berikan ekspresi yang sesuai dengan situasi.
Tapi ingat, jangan berlebihan, ya! Usahakan untuk selalu menampilkan ekspresi yang tulus.
Selain duduk tegak, kamu juga perlu menjaga postur tubuh secara keseluruhan. Pasalnya, postur yang terlalu kaku bisa membuatmu terlihat tegang, sedangkan postur yang terlalu santai mungkin akan terkesan kurang serius.
Jadi, usahakan menampilkan body languange yang relaks tetapi tetap profesional. Cara terbaik adalah duduk dengan nyaman, tetap fokus, dengan bahu terbuka dan kepala tegak.
Baca Juga: Belum Diundang Interview Kerja? Berikut Alasannya!
Bahasa tubuh yang baik bisa membuat kamu terlihat lebih percaya diri dan profesional di mata pewawancara saat interview.
Jadi, apa aja sih gestur tubuh yang bisa membantu kamu tampil maksimal? Yuk, simak beberapa tips di bawah ini:
Pertemuan pertama dengan pewawancara biasanya dimulai dengan jabat tangan. Nah, untuk menciptakan kesan potifit dan profesional, pastikan kamu menjabat tangan pewawancara dengan cukup kuat tetapi tidak terlalu kencang.
Jabat tangan yang lemah bisa membuat kamu terlihat kurang percaya diri, sedangkan yang terlalu kuat bisa terasa kurang nyaman.
Selain itu, saat berjabat tangan, beri kontak mata yang baik untuk menunjukkan kesan pertama yang positif.
Kontak mata adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kamu fokus dan tertarik dengan pembicaraan.
Namun, ingat, jangan terlalu menatap ataupun menghindari kontak mata sama sekali.
Sebaiknya, lakukan kontak mata sewajarnya, seperti saat berbicara dengan teman. Cara ini akan membantu kamu terlihat lebih percaya diri dan tampak sangat memperhatikan apa yang sedang dibahas.
Postur tubuh sangat berpengaruh pada kesan yang kamu berikan. Saat duduk, pastikan punggungmu tegak, tetapi jangan terlalu kaku.
Postur tubuh tegak menunjukkan bahwa kamu siap dan percaya diri, sedangkan postur tubuh membungkuk bisa membuatmu terlihat kurang yakin.
Dengan menjaga postur tubuh yang baik, kamu bisa merasa lebih tenang dan pewawancara juga akan menangkap kesan yang positif dari kamu.
Tunjukkan wajah yang ramah dan terbuka saat berbicara. Senyuman ringan saat memulai interview bisa menciptakan suasana yang lebih santai dan positif.
Selain itu, hindari ekspresi wajah yang datar atau terlalu serius sepanjang interview, ya! Pewawancara pasti akan lebih senang jika kamu terlihat ramah dan approachable.
Ketika berbicara, wajar kalau kamu ingin menggerakkan tangan untuk menekankan poin-poin yang kamu sampaikan.
Namun, usahakan gerakan tanganmu tetap terkendali dan tidak berlebihan.
Gerakan yang terlalu cepat atau gugup bisa membuatmu terlihat tidak tenang. Jika perlu, letakkan tanganmu di pangkuan atau di atas meja untuk menjaga gestur tetap natural.
Tahukah kamu, kondisi mental kita dapat terbaca dari refleks tangan yang menyentuh wajah, lho!
Mungkin terdengar sepele, namun gerakan seperti menggaruk hidung, menggosok dagu, atau memegang mulut bisa memberikan kesan bahwa kamu merasa tidak nyaman atau ragu.
Jadi, coba jaga tangan agar tetap pada posisi yang tenang. Misalnya dengan meletakkan di pangkuan agar terlihat lebih fokus dan percaya diri.
Senyum adalah salah satu cara termudah untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan ramah.
Jadi, usahan kamu selalu menunjukkan senyum ketika memberi jawaban atau mendengarkan pertanyaan. Namun, pastikan senyum yang kamu berikan terasa tulus dan tidak dibuat-buat, ya!
Senyum secara natural saat mendengarkan atau memberi jawaban. Cara ini bisa membuatmu terlihat lebih hangat dan approachable, sekaligus mengurangi ketegangan dalam suasana interview.
Ketika duduk, atur posisi senyaman mungkin dengan tetap menjaga postur yang profesional.
Jangan bersandar terlalu jauh ke belakang atau duduk terlalu ke depan karena keduanya bisa memberikan kesan yang kurang baik.
Duduklah dengan punggung tegak, bahu relaks, dan posisi kaki menapak di lantai. Berbagai cara itu akan membantumu terlihat lebih siap dan profesional.
Gugup saat interview adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada semua orang. Namun, usahakan agar jangan sampai terlihat jelas pada wajah atau gerakan tubuhmu, ya!
Kamu bisa menyembunyikan rasa gugup dengan tidak menggerak-gerakkan kaki, menggoyang-goyangkan tangan, atau mengetuk-ngetukkan jari di meja.
Jika kamu merasa tegang, ambil napas dalam-dalam dan coba tenangkan diri sejenak sebelum menjawab pertanyaan.
Pewawancara akan lebih menghargai kamu yang tenang dan percaya diri.
Menurut Verywell Mind, mendengarkan dengan aktif juga merupakan bagian dari bahasa tubuh. Kamu bisa menunjukkannya lewat anggukan atau respons singkat seperti “ya” atau “benar” untuk merespon HRD.
Perhatian yang tampak kecil itu akan menunjukkan bahwa kamu aktif dalam percakapan dan menghargai apa yang dikatakan oleh lawan bicara.
Gestur tubuh juga bisa membantu menunjukkan antusiasme kamu terhadap pekerjaan yang dilamar.
Postur yang terbuka, ekspresi wajah yang ceria, dan cara bicara yang jelas akan membantu menunjukkan bahwa kamu sungguh-sungguh tertarik.
Selain itu, antusiasme yang kamu tunjukkan bisa membuat pewawancara lebih tertarik untuk mengenalmu lebih jauh.
Setelah proses wawancara berakhir, jangan lupa untuk memberikan salam perpisahan yang sopan.
Berikan jabat tangan yang kuat sambil mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Setelah itu, akhiri dengan senyuman yang tulus dan kontak mata untuk meninggalkan kesan positif hingga akhir interview.
Baca Juga: Ingin Lolos Interview Kerja? Hindari 7 Hal Ini!
Berikut adalah beberapa tips mudah yang bisa kamu lakukan untuk menguasai bahasa tubuh yang baik saat interview:
Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk melatih gestur tubuh adalah berlatih di depan cermin.
Dengan berlatih di depan cermin, kamu bisa melihat bagaimana penampilanmu saat berbicara, duduk, dan melakukan kontak mata.
Cobalah berdiri atau duduk seolah-olah kamu sedang dalam sesi interview. Lalu, perhatikan postur tubuhmu.
Ketika kamu latihan di depan cermin, cermati hal-hal berikut:
Secara tidak langsung, latihan di depan cermin memberikan feedback langsung yang membuat kamu bisa segera memperbaiki kesalahan.
Latihan ini bukan hanya meningkatkan kesadaranmu tentang gestur tubuh. Kamu juga akan terbantu untuk lebih terbiasa dan nyaman saat menjalani interview yang sebenarnya.
Selain berlatih di depan cermin, merekam diri sendiri saat latihan bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengevaluasi bahasa tubuhmu.
Dengan menonton rekamanmu sendiri, kamu bisa melihat hal-hal yang mungkin luput dari perhatian saat latihan di depan cermin.
Misalnya, bagaimana suara dan intonasi bicaramu? Bagaimana kamu mengatur gerakan tubuh saat menjawab pertanyaan?
Kamu bisa merekam dirimu saat menjawab beberapa pertanyaan interview umum, seperti:
Setelah itu, tonton kembali videonya dan perhatikan hal-hal berikut:
Dengan melihat rekaman, kamu bisa lebih objektif menilai gestur tubuhmu dan memperbaikinya sebelum hari H.
Gestur tubuh paling efektif adalah yang terlihat natural dan sesuai kepribadianmu. Oleh karena itu, yang paling penting dalam menguasai gestur tubuh adalah tetap menjadi diri sendiri.
Jangan berusaha menjadi orang lain atau melakukan gerakan yang terasa dipaksakan.
Jika kamu terlalu kaku atau berusaha meniru gaya orang lain, pewawancara mungkin bisa merasakannya dan itu akan membuatmu terlihat tidak nyaman atau kurang tulus.
Jadi, ketika interview, fokuslah pada cara berkomunikasi yang sesuai dengan kepribadianmu.
Jika kamu tipe orang yang tidak terlalu banyak menggerakkan tangan, tidak apa-apa. Terpenting adalah bagaimana kamu bisa tetap percaya diri dan tampil nyaman di hadapan pewawancara.
Pewawancara tentu akan lebih menghargai ketulusan dan kepercayaan dirimu daripada gerakan-gerakan yang terlalu dibuat-buat.
Baca Juga: Cara Terbaik Memperkenalkan Diri di Interview
Selain jawaban, gestur tubuh bisa jadi faktor penentu kesuksesan saat interview kerja.
Cara kamu duduk, berbicara, dan bergerak memberi kesan penting tentang kepercayaan diri, keseriusan, dan antusiasme. Untuk itu, menguasai gestur tubuh adalah hal yang perlu kamu dengan baik.
Sebagai persiapan menghadapi wawancara, kamu bisa latihan di depan cermin ataupun merekam diri sendiri untuk memperbaiki postur tubuh.
Namun, yang paling penting adalah tetap menjadi diri sendiri dan membuat bahasa tubuhmu terasa natural.
Dengan begitu, kamu akan lebih siap dan nyaman saat menghadapi interview.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!