Jobstreet Indonesia

Apa itu Desain Grafis? Tugas, Jenis dan Prospeknya

Apa itu Desain Grafis? Tugas, Jenis dan Prospeknya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 29 May, 2026
Share

Ringkasan

  • Desain grafis bukan sekadar tentang estetika keindahan, melainkan sebuah solusi komunikasi visual yang dirancang secara strategis untuk menyampaikan pesan spesifik kepada audiens.
  • Tugas utama graphic designer melibatkan penerjemahan ide/konsep, mengikuti brief klien, serta berkolaborasi erat dengan tim marketing untuk menciptakan materi promosi.
  • Penguasaan software seperti Adobe Creative Cloud atau Canva adalah syarat wajib yang harus dimiliki oleh seorang desainer grafis.
  • Prospek karier di bidang ini sangat luas dan tak terbatas pada satu peran karena kamu bisa menjadi Art Director, Illustrator, Web Designer, hingga Graphic Animator.
  • Seorang desainer grafis wajib memiliki soft skill seperti pemecahan masalah, manajemen waktu, dan komunikasi asertif.

Desain grafis adalah salah satu bidang pekerjaan yang sering kita dengar pada era digital seperti sekarang.

Secara garis besar, desain grafis adalah seni atau praktik menciptakan elemen visual untuk mengkomunikasikan pesan atau konsep tertentu.

Sebagai salah satu bidang pekerjaan yang terus berkembang, desain grafis memegang peran penting dalam membentuk citra dan identitas sebuah merek, produk, atau bahkan individu.

Lalu, seperti apa prospek karier di bidang desain grafis? Apakah saat ini masih menjanjikan? Yuk, simak serba-serbi posisi graphic designer dalam artikel ini! 

⁠Apa Itu Desain Grafis? 

Pengertian desain grafis adalah salah satu bidang seni untuk menciptakan karya visual. Desain grafis melibatkan banyak pengaturan elemen rupa, seperti gambar, warna, teks, garis, hingga bentuk. 

Tujuan desain grafis adalah menciptakan komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan tertentu. Beberapa contoh desain grafis adalah baliho, papan iklan, brosur, poster, konten media sosial, dan masih banyak lagi. 

Orang yang ahli dalam bidang desain grafis disebut desainer grafis atau graphic designer. Dalam dunia kerja profesional, kehadiran desainer grafis sangat dibutuhkan untuk menjalankan tugas kreatif.

Seorang graphic designer biasanya menggunakan software komputer atau menggambar secara manual untuk merancang dan menciptakan karya desain grafis. 

⁠Tugas Seorang Desain Grafis

Setiap perusahaan mungkin memiliki rincian job desc yang berbeda untuk posisi graphic designer. 

Namun, umumnya tugas desain grafis adalah mencakup beberapa aktivitas berikut ini: 

Menerjemahkan ide dalam bentuk visual 

Seperti yang disebutkan, desain grafis adalah bentuk komunikasi visual. Artinya, ada pesan yang ingin disampaikan melalui rancangan desain tersebut.  

Nah, tugas desainer grafis adalah menerjemahkan ide atau pesan ke dalam bentuk visual. Jadi, ketika target audiens melihat karya desain grafis tersebut, mereka bisa langsung menangkap pesan yang disampaikan. 

Menyesuaikan desain dengan kebutuhan 

Pekerjaan desain grafis membutuhkan fleksibilitas tinggi. Sebab, graphic designer harus mampu membuat beragam karya desain yang berbeda-beda sesuai kebutuhan klien, perusahaan, atau brand. 

Dalam melakukan hal tersebut, graphic designer akan mendapatkan brief. Biasanya, brief graphic designer berisi rincian ketentuan desain dan goals yang diharapkan.

Adapun rincian goals biasanya memuat target audiens, ukuran, tone warna, pesan yang ingin disampaikan, dan sebagainya.  

Setelah itu, barulah graphic designer akan menerjemahkan brief tersebut ke dalam karya desain. 

Menggunakan software graphic design 

Desainer grafis harus memiliki kemampuan menggunakan software atau perangkat lunak untuk menciptakan desain.

Berbagai software ini membantumu dalam membuat, mengedit, dan menyempurnakan hasil visual sesuai kebutuhan proyek. Berikut beberapa software yang umum digunakan oleh graphic designer:

  • Adobe Photoshop: Digunakan untuk mengedit foto, membuat manipulasi gambar, desain media sosial, banner, hingga kebutuhan visual berbasis raster lainnya. Software ini sangat populer untuk kebutuhan editing visual dan digital imaging.
  • Adobe Illustrator: Banyak digunakan untuk membuat desain berbasis vektor seperti logo, ilustrasi, ikon, maskot, infografis, dan kebutuhan branding perusahaan.
  • Adobe InDesign: Umumnya dipakai untuk kebutuhan layout dan publishing seperti desain majalah, buku, katalog, company profile, hingga e-book profesional.
  • Canva: Platform desain online yang populer karena mudah digunakan, terutama untuk membuat presentasi, poster, media sosial, CV, hingga desain pemasaran dengan template siap pakai.
  • VistaCreate: Software desain online yang menyediakan berbagai template visual untuk kebutuhan konten digital, iklan, media sosial, dan materi promosi bisnis.

Setiap software memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda. Dengan begitu, graphic designer biasanya memilih tools sesuai kebutuhan desain, jenis proyek, dan target visual yang ingin dibuat.

Kolaborasi dengan tim kreatif 

Seorang graphic designer tidak bekerja sendiri, lho. Dalam banyak perusahaan, biasanya ia akan sering berkolaborasi dengan tim kreatif.  

Dalam kolaborasi ini, graphic designer akan berdiskusi dan melakukan brainstorming bersama tim. Topik diskusinya biasanya mencakup konsep desain dan memastikan konsep tersebut sejalan dengan pesan. 

Pengembangan materi promosi 

Dalam dunia kerja, karya desain grafis dibutuhkan untuk memperkuat promosi suatu brand. Itulah kenapa tugas desainer grafis juga mencakup pengembangan materi promosi, seperti memperkenalkan produk baru atau menyebarkan info promo. 

Untuk kebutuhan promosi, mereka akan bekerja dengan bagian marketing. Hasilnya dapat berupa brosur, online ads, poster, baliho, papan reklame, hingga konten media sosial. 

Dengan berbagai tugas tersebut, desain grafis menawarkan berbagai fungsi tersendiri, terutama dalam menunjang kebutuhan perusahaan atau brand termasuk di media sosial. 

⁠Fungsi dari Desain Grafis 

Seorang desainer grafis sedang mendesain 3D di komputer. (Image by Freepik) 

Fungsi desain grafis sebetulnya lebih dalam daripada hanya sekadar menyediakan nilai estetika.

Berikut ini fungsi desainer grafis untuk membantu mengembangkan bisnis perusahaan atau brand: 

Menyampaikan informasi secara visual 

Karya desainer grafis adalah bentuk elemen visual yang menarik dan sesuai style perusahaan. Mereka harus menciptakan bentuk komunikasi yang efektif untuk menyampaikan suatu informasi. 

Misalnya pada branding, Elemen desain grafis membantu memperkuat identitas merek secara konsisten melalui penggunaan karakter, warna, font, dan sebagainya.  

Lalu, dalam iklan dan promosi, desain grafis berfungsi untuk menarik perhatian target audiens dan memudahkan mereka dalam memahami pesan. 

Mengekspresikan ide dan kreativitas 

Melalui desain grafis, kamu bisa mengekspresikan ide dan kreativitasmu sambil bekerja. Memang, sih, kamu harus mengikuti brief dan  materi desain grafis dari klien atau brand.  

Namun, adanya brief justru bisa melatih kreativitas kamu, lho.  

Kamu bakal ditantang untuk menciptakan karya desain yang out of the box di tengah “keterbatasan” tersebut. Semakin tinggi jam terbang kamu, tentu kreativitas kamu juga bakal semakin terasah! 

Menciptakan citra dan identitas 

Fungsi desain grafis satu ini berhubungan dengan branding atau pencitraan merek. Agar suatu merek bisa dikenal oleh masyarakat, sebuah brand harus memiliki identitas yang kuat.  

Nah, karya desain yang tepat dapat membantu meningkatkan branding dari merek tersebut. Desain harus sejalan dengan identitas merek yang ditetapkan di awal, misalnya seperti menggunakan tone warna sesuai logo merek atau mencantumkan copy dengan gaya bahasa yang sesuai dengan target audiens. 

Meningkatkan daya tarik dan penjualan 

Ketika digabungkan secara tepat, berbagai unsur desain grafis seperti gambar, garis, warna, hingga tipografi dapat menghasilkan kesatuan karya yang menarik perhatian audiens.  

Pada akhirnya, karya tersebut akan meningkatkan ketertarikan target audiens. Alhasil, para audiens lebih termotivasi untuk berinteraksi dengan produk yang ditawarkan, termasuk melakukan pembelian. 

⁠Jenis-jenis Desain Grafis 

Dilihat dari bentuk karya desain yang diciptakan, desain grafis ternyata punya cukup banyak jenis, lho

Yuk, cari tahu selengkapnya di bawah ini! 

Desain komunikasi visual 

Kamu yang kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) pasti sudah tidak asing dengan jenis desain grafis satu ini.  

DKV adalah adalah bidang desain yang berfokus pada penyampaian pesan melalui elemen visual seperti warna, tipografi, ilustrasi, foto, dan tata letak.

Jenis desain ini memiliki cakupan yang luas karena menggabungkan kreativitas, komunikasi, dan strategi visual untuk menyampaikan informasi secara efektif kepada audiens.

Desain periklanan 

Desain periklanan bertujuan membuat visual promosi yang mampu menarik perhatian audiens dan mendorong mereka melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk atau menggunakan layanan tertentu.

Contohnya meliputi desain poster iklan, banner digital, media sosial, billboard, hingga materi kampanye pemasaran brand.

Desain web 

Pekerjaan desain grafis juga mencakup pembuatan desain web, lho. Desain web berfokus pada tampilan visual website agar terlihat menarik, mudah digunakan, dan nyaman diakses pengguna.

Seorang web designer biasanya mengatur layout halaman, warna, tipografi, ilustrasi, hingga pengalaman pengguna. Dalam proses pengerjaannya, web designer sering bekerja sama dengan programmer atau web developer.

Desain UI/UX

UI/UX Design menjadi salah satu bidang desain yang paling banyak dicari di era digital.

UI (User Interface) berfokus pada tampilan aplikasi atau website, sedangkan UX (User Experience) fokus pada kenyamanan dan pengalaman pengguna saat menggunakan produk digital tersebut.

Desain ilustrasi 

Desain ilustrasi secara garis besar adalah teknik pembuatan ilustrasi dalam menyampaikan suatu ide, cerita, atau konsep. Desain ilustrasi mengandung banyak hal mulai dari warna dan komposisi untuk menghasilkan karya seni yang bisa “berbicara” melalui gambar.  

Jenis desain ini banyak digunakan pada buku anak, komik, majalah, konten media sosial, hingga kebutuhan branding dan maskot perusahaan.

Desain tipografi 

Desain tipografi juga termasuk salah satu jenis-jenis desain grafis. 

Tipografi adalah karya seni penggunaan font atau huruf untuk menghasilkan karya desain yang mudah dibaca dan menarik perhatian.  

Selain jenis font, tipografi juga melibatkan ukuran, warna, dan tata letak font tersebut. 

Desain kemasan 

Kemasan produk menjadi hal pertama yang dilihat konsumen saat mengunjungi toko. Nah, desain kemasan yang menarik dapat memikat target konsumen untuk membeli suatu produk.  

Kemasan juga harus dilengkapi informasi jelas tentang produk, seperti nama, logo brand, komposisi, tanggal kadaluarsa, hingga instruksi penggunaan. 

Desain industri 

Pengertian desain grafis industri adalah kreasi seni berbentuk dua atau tiga dimensi yang melibatkan komposisi garis, bentuk, dan warna.  

Umumnya, hasil akhir desain industri berupa barang, produk, atau kerajinan tangan. 

Desain media sosial

Jenis desain ini kini semakin populer karena banyak perusahaan membutuhkan konten visual digital untuk Instagram, TikTok, LinkedIn, hingga YouTube.

Desainer media sosial biasanya membuat konten promosi, feed Instagram, carousel, thumbnail, hingga visual campaign digital yang sesuai dengan target audiens brand.

Motion Graphic

Motion graphic adalah jenis desain grafis berbasis animasi atau visual bergerak.

Biasanya digunakan untuk video promosi, konten media sosial, opening video, iklan digital, hingga presentasi perusahaan karena dinilai lebih menarik dan interaktif.

Branding Design

Branding design berfokus membangun identitas visual sebuah brand atau perusahaan.

Pekerjaannya meliputi pembuatan logo, pemilihan warna brand, desain identitas visual, guideline perusahaan, hingga materi promosi agar brand terlihat konsisten dan mudah dikenali masyarakat.

⁠Prospek Pekerjaan Bidang Desain Grafis 

Seorang desainer grafis sedang mulai mendesain di komputer. (Image by ArthurHidden on Freepik)

Desain grafis adalah salah satu skill yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan pada era digital seperti sekarang. Artinya, prospek kerja desain grafis cukup luas. 

Gaji seorang desainer grafis bergantung pada tingkat pengalaman dan posisi di tempat kerja.

Menurut data Jobstreet by SEEK, rata-rata gaji graphic designer di Indonesia mencapai Rp4.250.000 hingga Rp6.500.000 untuk pemula. Angka itu tentu bisa bertambah mengikuti skill, pengalaman, dan tentunya jabatan.

Karier seorang graphic designer sangat menjanjikan karena kamu juga bisa mengambil project lain di luar kantor sebagai freelance graphic designer.

Berikut adalah prospek pekerjaan dalam bidang desain grafis: 

Desainer grafis 

Seseorang yang ahli dalam bidang desain disebut dengan graphic designer. 

Lingkup pekerjaan desainer grafis cukup luas, mulai dari membuat ilustrasi, tipografi, hingga motion graphic untuk kebutuhan klien atau brand. 

Art director 

Art director adalah profesi yang bertanggung jawab atas keseluruhan tampilan visual di berbagai agency atau perusahaan media. 

Selain itu, ia juga akan mengarahkan tim yang bekerja sama dalam pembuatan konten visual. 

Illustrator 

Cara menjadi desain grafis juga bisa ditempuh melalui profesi ilustrator. Profesi ini bertugas untuk menciptakan karya ilustrasi. 

Keahlian ilustrasi biasanya dibutuhkan untuk konten majalah, buku, album, komik, dan sebagainya. 

Web designer 

Desainer web juga termasuk prospek kerja desain grafis, lho. 

Sebagai web designer, kamu bertugas merancang desain untuk website. Desain tersebut akan muncul saat orang-orang membuka website melalui gadget mereka. 

Graphic animator 

Graphic animator fokus menciptakan berbagai gambar yang dapat membentuk ilusi bergerak ketika ditayangkan. 

Umumnya, profesi ini sangat dibutuhkan di industri animasi, televisi, film, iklan, hingga video game. 

Social media designer

Profesi ini fokus membuat konten visual khusus untuk tayang di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, LinkedIn, dan YouTube.

Seorang Social Media Designer dituntut bekerja serba cepat mengikuti tren harian (real-time marketing) sesuai kebutuhan branding dan strategi pemasaran digital perusahaan agar audiens terus berinteraksi (engagement).

Brand Designer

Brand designer bertanggung jawab membangun dan merumuskan identitas visual sebuah brand dari nol.

Pekerjaannya sangat strategis, mulai dari mendesain logo, meracik psikologi warna perusahaan, typography (font), hingga menyusun visual guideline (buku panduan visual) agar brand tersebut tampil konsisten dan profesional di mana pun logonya dipasang.

UI/UX Designer

UI/UX Design menjadi salah satu profesi desain paling populer dan prestisius saat ini. UI/UX designer bertugas membuat tampilan visual aplikasi atau website yang indah dipandang (UI/ User Interface).

Selain itu, tugasnya juga merancang alur interaksi yang logis agar nyaman dan tidak membingungkan saat digunakan oleh audiens (UX/ User Experience). Mereka bekerja berdasarkan riset data perilaku pengguna.

Tips Mengembangkan Karier di Bidang Desain Grafis

Persaingan di industri kreatif semakin ketat, sehingga seorang graphic designer tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan tren dan teknologi digital.

Agar karier di bidang desain grafis semakin berkembang, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

  • Bangun portofolio yang menarik: Pastikan kamu memiliki kumpulan hasil karya terbaik yang menunjukkan kemampuan desain, kreativitas, dan style visual yang kamu kuasai.
  • Kuasai software desain populer: Pelajari dan kuasai software desain yang banyak digunakan industri seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, hingga platform desain online seperti Canva.
  • Ikuti perkembangan tren desain: Tren desain visual terus berubah setiap tahun. Karena itu, penting bagi graphic designer untuk terus update terhadap tren warna, tipografi, layout, motion graphic, hingga desain media sosial agar hasil karya tetap relevan.
  • Pelajari skill tambahan di luar desain: Saat ini, banyak perusahaan mencari desainer yang memiliki skill tambahan seperti UI/UX design, editing video, motion graphic, branding, hingga dasar digital marketing.
  • Aktif mencari pengalaman proyek: Kamu bisa mulai membangun pengalaman melalui freelance, magang, volunteer, atau project pribadi. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin kuat juga nilai portofoliomu.
  • Bangun personal branding di media sosial: Banyak desainer kini mendapatkan klien dan peluang kerja melalui media sosial atau platform portofolio online. Karena itu, jangan ragu membagikan hasil karya desainmu secara konsisten.
  • Belajar menggunakan AI sebagai tools pendukung: Kini banyak graphic designer mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses brainstorming, editing, hingga eksplorasi ide visual. Namun, kreativitas dan kemampuan desain manusia tetap menjadi nilai utama dalam industri kreatif.
  • Perluas relasi dan networking: Mengikuti komunitas desain, seminar, workshop, atau event kreatif dapat membantu memperluas koneksi profesional sekaligus membuka peluang kerja baru di industri kreatif.

⁠Kesimpulan 

Desain grafis adalah bidang kreatif yang memiliki peran penting di era digital karena hampir semua industri membutuhkan komunikasi visual yang menarik dan efektif.

Tidak hanya terbatas pada pembuatan poster atau ilustrasi, dunia desain grafis kini berkembang luas ke berbagai bidang seperti branding, media sosial, website, UI/UX, motion graphic, hingga konten digital berbasis video.

Hal ini membuat prospek kerja graphic designer semakin terbuka lebar, baik di perusahaan, agency, startup, maupun sebagai freelancer.

Untuk menggeluti bidang desain grafis, kamu harus memiliki sejumlah keterampilan, tidak hanya skill menggambar. Kamu juga harus punya skill kreativitas, manajemen waktu, komunikasi, problem-solving, hingga penguasaan software.

Skill kreativitas sangat berguna untuk menerjemahkan brief dari klien atau perusahaan. Adapun skill manajemen waktu, penguasaan software, dan problem-solving berperan besar untuk memenuhi target pengerjaan karya.

Terakhir, salah satu fungsi skill komunikasi bagi seorang desainer grafis adalah untuk menjelaskan karya di depan klien atau perusahaan.

Setelah mengetahui tentang seluk-beluk desain grafis, apakah kamu jadi makin tertarik untuk menekuni karier di bidang ini?  

Temukan banyak lowongan kerja graphic designer hanya di situs dan aplikasi Jobstreet.

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

⁠Pertanyaan Seputar Desain Grafis 

  1. Berapa gaji seorang desainer grafis? 
    ⁠Gaji seorang desainer grafis bergantung pada tingkat pengalaman dan posisi di tempat kerja. Menurut data Jobstreet by SEEK, rata-rata gaji graphic designer di Indonesia mencapai Rp 4.790.000 hingga Rp 6.260.000. Angka itu tentu bisa bertambah mengikuti skill, pengalaman, dan tentunya jabatan.
  2. Apakah desain grafis hanya untuk orang yang memiliki bakat seni? 
    ⁠Tidak, selama kamu punya niat dan kemauan tinggi untuk belajar. Bakat seni memang dapat mendukung karier desainer grafis atau graphic designer. Namun, siapa pun bisa mengasah dan mengembangkan kemampuan menggambar. 
  3. Apa saja keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi desainer grafis? 
    ⁠Beberapa keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi desainer grafis adalah: 
    ⁠- Skill menggambar atau ilustrasi 
    ⁠- Kreativitas
    ⁠- Manajemen waktu 
    ⁠- Komunikasi 
    ⁠- Problem-solving 
    ⁠- Penguasaan software 
    ⁠- Skill memahami brief. 
  4. Di mana saya bisa belajar desain grafis? 
    ⁠Selain menempuh pendidikan di jurusan DKV, kamu juga bisa belajar desain secara otodidak. Caranya bisa melalui video pembelajaran, buku dan artikel, dan tentunya banyak berlatih sendiri. 
  5. Apakah profesi desainer grafis akan tergantikan oleh AI?
    ⁠Tidak akan tergantikan sepenuhnya. AI generatif adalah alat bantu yang mempercepat proses penyusunan draf visual. Namun, rasa, empati manusia, logika komunikasi merek (branding), dan kemampuan menerjemahkan brief klien yang kompleks tetap membutuhkan sentuhan pemikiran kritis seorang graphic designer manusia.
  6. Apakah seorang desainer grafis bisa bekerja secara remote (WFH)?
    ⁠Sangat bisa! Desain grafis adalah salah satu profesi yang paling ramah remote-working. Selama kamu memiliki PC/Laptop dengan spesifikasi mumpuni dan koneksi internet yang stabil untuk mengirim file berukuran besar, kamu bisa bekerja dari mana saja untuk klien di seluruh dunia.
  7. Portofolio desain grafis seperti apa yang disukai oleh HRD atau Klien?
    ⁠Klien dan HRD lebih menyukai portofolio yang terstruktur. Jangan hanya menaruh hasil akhir gambarnya saja; sertakan case study (studi kasus) singkat tentang apa brief awalnya, tantangan apa yang kamu hadapi, dan bagaimana desainmu berhasil memecahkan masalah klien tersebut. Format PDF atau website portofolio online seperti Behance sangat direkomendasikan.

More from this category: Eksplorasi Karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.