Kayu Mebel Indonesia
    (11 ulasan)

    Gaji Kayu Mebel Indonesia

    Estimasi gaji di Kayu Mebel Indonesia

    Lihat kisaran gaji berdasarkan rata-rata industri atau iklan loker yang sebelumnya dipasang perusahaan ini di Jobstreet.
    Suggestions will appear below the field as you type
    Perlu diketahui bahwa semua angka gaji merupakan perkiraan dari Jobstreet. Informasi ini ditampilkan untuk membantu pengguna Jobstreet membandingkan gaji secara umum.

    Tingkat kepuasan gaji di Kayu Mebel Indonesia

    91%
    Ketika karyawan Kayu Mebel Indonesia ditanya tentang gajinya,91% karyawan menilai gajinya tinggi atau rata-rata

    Lowongan di Kayu Mebel Indonesia

    Berdasarkan aktivitas pencarian Anda

    at PT Kayu Mebel Indonesia
    Bali
    Gaji kompetitif, asuransi kesehatan, dan peluang karier jelas. Driver berpengalaman diperlukan!
    Gaji kompetitif, asuransi kesehatan, dan peluang karier jelas. Driver berpengalaman diperlukan!
    classification: Manufaktur, Transportasi & LogistikManufaktur, Transportasi & Logistik
    28 hari yang lalu
    28 hari yang lalu

    at PT Kayu Mebel Indonesia
    Bali
    Competitive salary, health insurance & career growth. Join our Bali hospitality team today!
    Competitive salary, health insurance & career growth. Join our Bali hospitality team today!
    classification: Hospitaliti & PariwisataHospitaliti & Pariwisata
    22 hari yang lalu
    22 hari yang lalu

    Bagaimana rasanya bekerja di Kayu Mebel Indonesia?

    Ringkasan ulasan terbaru dari AI

    Karyawan di Kayu Mebel Indonesia menghargai lingkungan kerja yang positif, dengan fokus pada keselamatan, kerja sama tim, dan kepedulian terhadap lingkungan. Perusahaan dipuji karena menumbuhkan disiplin dan etika kerja yang baik, serta menyediakan peluang belajar melalui interaksi dengan pembeli internasional dan bekerja dengan mesin CNC.

    Namun, ada tantangan potensial, seperti kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris aktif untuk interaksi internasional. Kekhawatiran telah disuarakan tentang keseimbangan kerja/hidup yang buruk, dengan ekspektasi loyalitas tinggi dan potensi pelecehan verbal dari atasan. Selain itu, para pengulas menunjukkan bahwa kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan, dengan masalah seperti kurangnya tunjangan, bonus, dan jalur pengembangan karier yang tidak jelas. Beberapa karyawan juga merasa struktur manajemen dan kebijakan bermasalah, dengan aturan yang rumit, denda, dan perlakuan yang dianggap tidak adil.