Di setiap pekerjaan, pasti ada hari baik dan hari buruk. Namun, bagaimana kita tahu kalau rasa lelah, frustrasi, atau hambatan yang terus berulang sebenarnya tanda bahwa sudah waktunya melakukan perubahan besar … seperti pindah kerja?
Kristine Tuazon, Direktur Good People HR, berbagi pandangannya tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan itu. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menyiapkan perubahan yang lebih baik ke depan.
Meme 'Ingat, besok hari Senin' mewakili perasaan banyak orang di Minggu malam. Tapi kalau di setiap akhir pekan kamu selalu cemas menghadapi hari kerja, dan setiap pagi merasa berat untuk berangkat ke kantor, mungkin sudah waktunya bertanya: apa yang membuatmu merasa seperti itu, dan apa yang bisa kamu ubah?
Saran: Coba sisihkan satu atau dua jam setiap minggu untuk mencari pekerjaan yang lebih cocok. Gunakan waktu ini untuk menjelajahi lowongan yang menarik minatmu, dan pasang target untuk melamar setidaknya satu posisi baru setiap dua minggu. Jangan lupa perbarui profil SEEK agar pemberi kerja bisa menghubungi dengan mudah.
Kamu melihat orang lain sukses melakukan pekerjaan yang mereka sukai dan mulai berpikir, “Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?” Mungkin ini pertanda bahwa kamu juga sedang mencari sesuatu yang lebih bermakna dan memuaskan.
Saran: Jadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi, bukan perbandingan. Saat kamu melihat seseorang menikmati pekerjaannya, jangan ragu untuk bertanya dan belajar dari mereka. Kamu juga bisa mempelajari perjalanan karier orang-orang yang kamu kagumi di bidangmu, lalu temukan pendekatan yang bisa kamu terapkan untuk langkah kariermu sendiri.
Ketika sibuk dalam rutinitas kerja, kita sering, tanpa sadar, menyingkirkan visi besar yang dulu pernah membuat kita bersemangat. Tapi kalau kamu merasa tujuan kariermu sudah mulai kabur, mungkin ini saat yang tepat untuk meninjau ulang arahmu.
Saran: Luangkan waktu satu atau dua jam untuk memikirkan apa yang kamu inginkan dari pekerjaanmu. Apa hal yang dulu kamu impikan tapi sekarang terlupakan? Kamu bisa memulai dari hal kecil. Misalnya, kamu bisa menghubungi perusahaan yang kamu kagumi, menjelaskan ketertarikanmu, dan menanyakan peluang atau kriteria yang mereka cari dari calon karyawan. Siapa tahu, langkah kecil itu membuka jalan menuju karier yang lebih sesuai dengan impianmu.
Setelah lama bekerja di posisi yang sama, wajar kalau kamu mulai merasa jenuh. Kamu mungkin sudah diakui karena keahlianmu, tapi di saat yang sama tidak diberi ruang untuk mencoba hal-hal baru. Atasanmu mungkin menghargai kontribusimu selama ini, tapi kamu merasa kemampuanmu sudah melampaui peran yang kamu jalani sekarang, atau kamu butuh ruang yang lebih besar dan menantang untuk terus tumbuh.
Saran: Kalau kamu mulai merasa stagnan dan butuh tantangan baru, coba bicarakan dengan atasan tentang peluang untuk menangani proyek berbeda, bertukar peran, atau mencoba bidang lain. Kalau kesempatan seperti itu belum ada, mungkin sudah waktunya mencari lingkungan yang bisa memberimu ruang untuk berkembang lebih jauh.
Pernah merasa waktumu dihabiskan untuk bekerja, atau memikirkan pekerjaan terus-menerus? Apakah pekerjaan membuatmu sulit meluangkan waktu untuk teman, keluarga, atau sekadar melakukan hal-hal yang kamu sukai? Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi memang tidak selalu mudah. Tapi kamu perlu menekan tombol ‘rehat’ dan memberi ruang bagi diri sendiri. Coba luangkan waktu untuk beristirahat, bersenang-senang, atau menikmati hidup di luar pekerjaan tanpa rasa bersalah.
Saran: Atur ulang jam kerjamu agar lebih seimbang. Pastikan kamu punya waktu cukup untuk tidur, berolahraga, dan melakukan kegiatan yang membuatmu bahagia. Kamu juga bisa mulai menetapkan batasan sederhana, seperti tidak membuka email kantor setelah jam 6 sore. Tapi, kalau pekerjaan tetap menyita waktumu meski kamu sudah mencoba, mungkin ini saatnya mencari tempat yang lebih mendukung keseimbangan hidupmu.
Apakah kamu merasa kerja kerasmu tidak benar-benar dihargai? Hal seperti ini bisa membuat siapa pun merasa frustrasi dan kecewa. Kalau selama ini kamu sudah bekerja sebaik mungkin dan berkomitmen pada pekerjaanmu, kamu layak mendapatkan apresiasi dan pengakuan atas kontribusimu.
Saran: Coba cari cara lain untuk membuat suaramu didengar. Kalau kamu kurang nyaman berbicara di rapat, mungkin kamu bisa menyampaikannya dengan cara lain. Misalnya, minta waktu untuk berbicara langsung dengan atasan dan jelaskan apa yang kamu rasakan, termasuk ide atau masukan yang ingin kamu sampaikan. Tapi kalau kamu sudah mencoba berbagai cara dan tetap merasa tidak dihargai, mungkin sudah waktunya mencari lingkungan kerja yang lebih terbuka dan benar-benar menghargai kontribusimu.
Mungkin awalnya kamu hanya penasaran, tapi kalau kamu sudah sampai di bagian ini, kemungkinan besar kamu memang sedang ingin membuat perubahan.
Saran: Membuat keputusan baru memang tidak mudah. Tapi kamu bisa memulainya dengan membuat peta jalan berisi langkah-langkah kecil yang bisa kamu ambil, untuk memandumu dan membuat semuanya terasa lebih ringan.
Kalau kamu merasa sudah waktunya pindah kerja, mulailah dari sekarang. Coba evaluasi pekerjaanmu saat ini, bicara dengan orang-orang yang kamu percaya, dan pikirkan apa yang benar-benar kamu inginkan dari pekerjaan berikutnya. Dari situ, kamu bisa mulai melangkah menuju perubahan yang kamu butuhkan.