7 hal yang perlu dibahas dengan atasan saat evaluasi kerja

7 hal yang perlu dibahas dengan atasan saat evaluasi kerja
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 19 January, 2026
Share

Beberapa hari lagi giliran mengikuti evaluasi kerja dan rasa gelisah mulai muncul. Pikiran pun dipenuhi berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Tenang, perasaan ini dialami banyak orang karena evaluasi kerja dilihat sebagai momen penentuan nasib.

Padahal, evaluasi kerja justru bisa menjadi kesempatan baik untuk berdiskusi terbuka dengan atasan tentang pekerjaan yang dijalani, ambisi karier, serta dukungan yang dibutuhkan untuk terus berkembang.

Supaya lebih siap menghadapi momen ini, Career Coach Leah Lambart dari Relaunch Me berbagi 7 hal yang bisa disampaikan ke atasan saat evaluasi kinerja.

1. Hal yang disukai dari pekerjaan

Mulailah dengan berbagi tentang hal-hal yang disukai dari pekerjaan. Hal ini bisa membantu menciptakan suasana yang positif dan produktif selama sesi evaluasi, kata Leah Lambart.

“Evaluasi kerja seharusnya menjadi kesempatan untuk menemukan peluang agar staf bisa lebih banyak melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian, sehingga staf merasa lebih produktif, bersemangat, dan berkontribusi maksimal dalam pekerjaan,” jelas Lambart. “Salah satu cara yang efektif adalah dengan menuliskan aktivitas-aktivitas yang paling membuat bersemangat, lalu mendiskusikannya dengan atasan untuk melihat apakah ada peluang melakukannya lebih sering ke depan.”

Sebagai contoh, kalau kamu senang membuat materi promosi sebagai bagian dari pekerjaan marketing, coba katakan, “Saya senang membuat materi promosi dan ingin bisa berkontribusi lebih banyak di bidang itu kalau memang ada kebutuhan.”

2. Skill lain yang bisa dibawa ke tempat kerja

“Kita sering menyangka atasan sudah tahu semua skill yang kita punya, padahal belum tentu,” kata Leah Lambart. “Atasan tidak selalu mengetahui apa saja yang sudah dicapai oleh staf. Karena itu, sebelum evaluasi, siapkan catatan tentang kontribusi dan hal-hal yang pernah dikerjakan,” jelasnya.

Untuk mempersiapkan diri, tuliskan skill yang dikembangkan selama setahun terakhir, dan bagaimana skill itu membantu tim menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.

Sebelum membahasnya dengan atasan, pikirkan bagaimana skill tersebut bisa bermanfaat bagi perusahaan. “Pada akhirnya, ini bukan soal keinginan pribadi, tapi tentang bagaimana staf dapat berkontribusi lebih banyak agar peran mereka lebih efektif dan mendukung kinerja perusahaan,” kata Lambart.

3. Pencapaian yang paling membanggakan

Jangan malu untuk menunjukkan pencapaian dan motivasi dalam bekerja. “Fokus pada pencapaian dan kontribusi terhadap kinerja tim dan perusahaan secara keseluruhan,” kata Leah Lambart.

Pencapaian ini tentu perlu dibahas dalam konteks pekerjaan. “Pencapaian bisa diukur secara kuantitatif, misalnya melampaui target KPI. Tapi pencapaian juga bisa berupa hal yang lebih kualitatif, seperti kemampuan membangun hubungan baik dengan klien, menyederhanakan proses kerja, atau memotivasi rekan satu tim,” jelas Lambart.

4. Dukungan yang dibutuhkan agar bekerja lebih baik

"Evaluasi kerja adalah kesempatan yang tepat untuk berdiskusi tentang pengembangan karier dan dukungan yang dibutuhkan dari atasan," kata Leah Lambart.

“Bentuk dukungan itu bisa bermacam-macam, misalnya dikenalkan kepada orang-orang penting di industri, diberi kesempatan untuk melanjutkan studi, dilibatkan dalam proyek baru, atau diberikan sesi evaluasi yang rutin,” jelasnya.

Manfaatkan momen ini untuk menetapkan target yang ingin dicapai, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapainya. Agar skill terus berkembang, mulai ikuti kursus, belajar dari rekan kerja yang lebih berpengalaman, mencoba posisi lain di industri yang sama, atau mencari mentor, menurut Lambart.

5. Skill yang ingin dikembangkan

Kemampuan harus terus diasah. Atasan akan senang ketika kamu menunjukkan keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Tapi pastikan skill yang ingin dipelajari tetap relevan dengan pekerjaan dan bisa bermanfaat bagi tempat kerja.

Misalnya kamu tertarik belajar desain grafis. Skill ini mungkin kurang relevan kalau kamu bekerja sebagai resepsionis. Tapi kalau kamu memberi tahu atasan tentang minatmu, kamu bisa saja dilibatkan dalam hal-hal kreatif, seperti membantu menghias kantor untuk acara internal.

“Kalau ingin mengembangkan skill baru dan membutuhkan dukungan atasan, pastikan skill tersebut bermanfaat bagi tim dan perusahaan,” kata Leah Lambart. “Staf akan lebih mudah mendapatkan dukungan jika mampu menunjukkan bagaimana pengembangan diri sejalan dengan kinerja dan tujuan perusahaan.”

6. Proses kerja yang bisa diperbaiki

Evaluasi kerja dapat dimanfaatkan untuk memberi masukan terhadap proses kerja. Dengan menyampaikan saran, kamu menunjukkan sikap proaktif dan kepedulian terhadap cara kerja tim yang lebih baik. Tentu saja, tidak semua hal bisa langsung diubah.

“Evaluasi juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan ide dan menawarkan diri untuk menjalankan perubahan yang diusulkan. Melalui proses ini, staf dapat mengasah kemampuan baru atau memperluas pemahaman tentang cara kerja divisi lain,” kata Leah Lambart.

Siapkan satu atau dua ide realistis tentang hal yang menurutmu bisa diperbaiki, dan jelaskan kenapa perubahan itu penting bagi tim atau perusahaan. Ingat, atasanm tetap perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat keputusan. Jadi, semakin jelas dan relevan sebuah ide, semakin besar peluangnya untuk diwujudkan.

7. Hal yang ingin dicapai setahun ke depan

Evaluasi kerja juga menjadi momen yang tepat untuk melihat apakah arah karier masih sejalan dengan tujuan perusahaan. Coba cocokkan antara target pribadi dan fokus perusahaan, lalu gunakan hal itu sebagai dasar untuk menentukan target kinerja setahun ke depan.

“Target yang baik harus SMART, yaitu spesifik, terukur, bisa dicapai, dan punya tenggat waktu yang jelas,” ujar Leah Lambart. “Fokus pada tiga target utama supaya tetap realistis, lalu diskusikan dengan atasan agar mendapatkan dukungan. Jadwalkan juga sesi evaluasi rutin untuk membahas sejauh mana target tersebut sudah berjalan dan apa tantangannya.”

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.