Bayangkan skenario ini. Kamu berhasil menjawab semua pertanyaan dalam wawancara kerja dengan lancar dan percaya diri. Tapi ketika pewawancara bertanya, “Apa yang ingin Anda tanyakan tentang pekerjaan ini?”, kamu diam seribu bahasa.
Banyak kandidat mengalami hal ini karena tidak menyiapkan pertanyaan. Padahal, pertanyaan yang tepat bisa jadi nilai tambah di mata pewawancara. Dengan bertanya, kandidat juga bisa lebih mengenal pekerjaan dan perusahaan yang dillamar, sekaligus memastikan kecocokan dengan calon tempat kerja.
Kandidat yang datang wawancara dengan menyiapkan pertanyaan, sudah selangkah lebih maju dibanding kandidat lainnya, kata Nicole Gorton, Direktur di Robert Half Australia. “Ketika Anda bertanya, Anda menunjukkan ketertarikan untuk bekerja di perusahaan itu,” ujar Nicole.
“Kalau Anda tidak punya pertanyaan sama sekali, Anda terkesan kurang riset atau bahkan tidak benar-benar tertarik dengan posisi yang Anda lamar.”
Berikut beberapa contoh pertanyaan yang dapat ditanyakan dalam wawancara kerja.
Biasanya, pewawancara tidak akan membahas tim kerjamu secara mendalam. Tapi mereka bisa memberi gambaran umum tentang seberapa besar timnya, siapa manajernya, dan bagaimana cara kerja di perusahaan, kata Nicole Gorton.
Kamu mungkin sudah tahu sedikit tentang budaya kerja perusahaan lewat riset online. Tapi menurut Nicole Gorton, beberapa hal perlu dipastikan tetap perlu, misalnya, program apresiasi untuk karyawan, dukungan untuk pengembangan skill, atau aturan berpakaian di tempat kerja.
Kamu bisa menanyakan apakah perusahaan menyediakan peluang pelatihan bagi karyawan. Menurut Nicole Gorton, hal ini penting untuk memahami komitmen perusahaan dalam pengembangan skill karyawannya supaya tetap relevan dan terus berkembang. Misalnya, kamu bisa menanyakan apakah perusahaan memberi kesempatan untuk ikut konferensi atau kursus online.
Gunakan kesempatan ini untuk bertanya tentang tahapan setelah wawancara. Kamu juga bisa menanyakan arah dan rencana perusahaan ke depan, terutama jika hal itu bisa berdampak pada posisi yang kamu lamar.
Ingin tetap diingat setelah sesi wawancara selesai? Coba ajukan pertanyaan yang unik dan berkaitan dengan tren yang sedang berkembang, terutama yang berdampak pada pekerjaan dan perusahaan.
Pertanyaan yang bagus biasanya membuat pewawancara berpikir, menarik, dan menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami konteks pekerjaan yang kamu lamar. Pertanyaan seperti ini juga bisa mencerminkan apakah kamu mengikuti perkembangan, tertarik dengan perusahaan, dan sudah memikirkan kontribusimu ke depan. Selain itu, pertanyaan yang orisinal juga bisa memperlihatkan kecocokanmu dengan budaya kerja tim.
Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa membantu kamu menilai apakah posisi yang kamu lamar benar-benar cocok untukmu, sekaligus menunjukkan pada pewawancara kalau kamu antusias, tertarik, dan siap bekerja. Jadi, kalau kamu dapat kesempatan wawancara lagi, siapkan beberapa pertanyaan dan akhiri sesi itu dengan percaya diri.
Kamu bisa menanyakan hal-hal seperti, “Karakter seperti apa yang dibutuhkan agar saya bisa bekerja dengan baik di posisi ini?”
Bertanya di akhir wawancara menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik pada posisi dan perusahaan yang kamu lamar. Selain itu, dengan bertanya, kamu bisa menilai apakah kamu kandidat yang cocok untuk perusahaan.
Pilih pertanyaan yang menunjukkan bahwa kamu sudah riset dan paham konteks pekerjaan yang kamu lamar. Pertanyaan yang orisinal juga akan membuat pewawancara terkesan.
Hindari pertanyaan seputar gaji atau cuti tahunan, karena bisa memberi kesan bahwa kamu hanya tertarik pada sisi finansial atau fleksibilitas kerja. Kamu tetap bisa menanyakan hal-hal ini, tapi sebaiknya bukan di akhir wawancara.
Pertanyaan seputar tren dan inovasi terbaru di industri tempat kamu bekerja, juga pertanyaan yang menunjukkan kamu tahu cukup banyak tentang perusahaan dan tertarik untuk berkontribusi pada keberhasilan perusahaan.
Siapkan dua atau tiga pertanyaan saja. Jangan terlalu banyak bertanya atau melewati waktu wawancara, karena bisa memberi kesan kamu kurang bisa mengelola waktu dengan baik.
Tanyakan hal-hal seperti, “Bagaimana Anda menggambarkan tim Anda dalam satu kalimat?”, dan “Bagaimana nilai-nilai perusahaan diterapkan dalam budaya kerja sehari-hari?”
Tidak masalah. Justru dengan menanyakan tantangan pekerjaan, kamu menunjukkan kalau kamu benar-benar tertarik dan ingin tahu bagaimana cara mengatasinya.
Kamu bisa menanyakan hal-hal seperti, “Biasanya seperti apa jalur karier untuk posisi ini?” atau “Bagaimana perusahaan memastikan karyawan punya ruang untuk berkembang dan meningkatkan keterampilan mereka?”
Kamu bisa bertanya, “Seperti apa dinamika kerja dalam tim saat menyelesaikan sebuah proyek?” atau “Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang tim saya?”