5 saran dari rekruter setelah membaca CV

5 saran dari rekruter setelah membaca CV
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 19 January, 2026
Share

CV adalah kesan pertama yang menentukan. Pemberi kerja dan rekruter bisa mengenali apakah profil kandidat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam kenyataannya, ada CV yang langsung menarik perhatian, ada yang dilewatkan begitu saja.

Lalu, apa yang sebenarnya diperhatikan pemberi kerja ketika melihat CV? Hal apa yang menjadi nilai tambah dan apa yang baiknya dihindari? Berikut 5 saran mereka.

1. Terbuka soal jeda karier

Kamu mungkin pernah berhenti bekerja sementara waktu (career break) untuk jalan-jalan, fokus pada keluarga, atau alasan lainnya. Masa jeda seperti ini tidak perlu disembunyikan. Tapi, kamu perlu menjelaskan apa yang kamu lakukan selama jeda tersebut.

Pemberi kerja akan memahami jika kandidat berhenti bekerja karena hal-hal di luar kendali, kata Andrew Brushfield, Direktur di Robert Half. Misalnya, karena efisiensi perusahaan atau restrukturisasi organisasi.

Namun, pemberi kerja mengharapkan keterbukaan soal masa jeda dan apa saja yang dilakukan selama tidak bekerja. Brushfield menyarankan, selain mencantumkan riwayat pekerjaan sebelumnya, kandidat juga bisa menambahkan pengalaman kerja freelance atau kegiatan sukarela yang pernah diikuti.

“Cantumkan masa jeda karier bersama riwayat pekerjaan, dan sertakan semua informasi yang relevan, seperti periode kerja, lokasi, serta deskripsi singkat tentang pekerjaan,” ujar Brushfield.

Ia juga menyarankan untuk mencantumkan kegiatan di luar pekerjaan jika kegiatan tersebut berkontribusi pada pengembangan keterampilan profesional, termasuk kursus atau pelatihan yang diikuti selama tidak bekerja.

Pikirkan hal-hal apa yang mungkin menjadi perhatian pemberi kerja terkait jeda karier, dan siapkan jawaban yang tepat. “Tunjukkan sikap proaktif dan jelaskan secara singkat dan jelas,” kata Brushfield. “Usahakan untuk tidak terdengar defensif. Cukup jelaskan masa jeda tersebut dan apa yang kandidat lakukan untuk tetap aktif. Tunjukkan keterampilan baru yang dikembangkan selama masa jeda, dan jelaskan bagaimana keterampilan itu relevan dengan pekerjaan yang dilamar sekarang.”

2. Ringkas dan padat

CV yang menarik tidak harus panjang, tapi harus menonjol dari ratusan bahkan ribuan CV lainnya. CV yang dijejali terlalu banyak informasi justru bisa tenggelam di antara yang lain.

Karena itu, susun CV dengan baik agar pemberi kerja dapat langsung melihat keterampilan, pengalaman, dan pencapaian paling relevan. Di tengah persaingan kerja yang ketat, CV dua halaman yang ringkas dan padat akan jauh lebih efektif dibandingkan CV empat halaman yang bertele-tele.

Anggaplah CV sebagai ringkasan pencapaian terbaik, bukan dokumentasi lengkap perjalanan karier. Setelah menyusunnya, periksa kembali bagian yang bisa dipangkas atau disempurnakan untuk menonjolkan kualitas diri terbaik.

Bagian pengalaman kerja terbaru sebaiknya dijelaskan lebih rinci, sementara riwayat pekerjaan sebelumnya cukup ditulis poin-poin pentingnya saja, seperti jabatan, periode kerja, serta tanggung jawab dan pencapaian utama.

Kalau ingin menambahkan informasi yang lebih rinci tentang riwayat karier, coba gunakan Jobstreet profile. Untuk memulai, susun CV di template gratis ini.

3. Perhatikan hal-hal kecil

Ketika menyiapkan CV, tampilan sama pentingnya dengan isi. Desain, struktur, dan cara penulisan perlu diperhatikan agar CV terlihat profesional. Hindari desain yang terlalu mencolok dan cukup gunakan warna hitam atau putih. Kalau melamar di industri kreatif, tambahkan satu warna tambahan seperlunya. Pastikan juga jenis huruf yang dipilih mudah dibaca dan nyaman dilihat.

Menurut Brushfield, CV adalah kesan pertama yang diberikan kepada pemberi kerja, jadi pastikan kesan itu positif. “Kesalahan tata bahasa bisa membuat kandidat terlihat kurang teliti dan ceroboh. Coba cetak CV dan bacakan dengan suara keras untuk menemukan kesalahan kecil yang mungkin terlewat,” ujarnya.

CV yang rapi dan terstruktur akan lebih mudah menarik perhatian. “Selalu pikirkan apakah informasi yang ditambahkan relevan dan bermanfaat untuk posisi yang dilamar. Pemberi kerja tidak akan menghabiskan waktu lama untuk membaca CV, jadi pastikan isinya ringkas, jelas, dan mudah dipahami,” tambahnya.

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah penggunaan alamat email yang tidak profesional. Alamat seperti [email protected] mungkin tidak masalah saat kuliah, tapi bisa memberi kesan kurang serius di dunia kerja. Gunakan alamat email yang lebih profesional, misalnya dengan format [email protected].

4. Hindari kata-kata klise

Sesuaikan CV dengan posisi yang dilamar, dengan menekankan keterampilan dan kualifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Gunakan juga istilah yang umum di bidang tersebut jika sudah memahami industrinya.

Namun, tetap gunakan bahasa yang sederhana dan bermakna. Jangan memenuhi CV dengan jargon atau istilah klise yang tidak benar-benar menjelaskan diri atau keahlian.

Misalnya, banyak kandidat yang menulis “saya pekerja keras,” “team player,” atau “mampu bekerja di bawah tekanan” tanpa memberikan contoh nyata tentang apa yang sudah mereka capai.

Yang sebaiknya dilakukan adalah menuliskan pengalaman secara konkret, seperti “berhasil menyelesaikan proyek X sebelum tenggat waktu” atau “berkolaborasi dengan tim lintas divisi untuk meningkatkan penjualan sebesar 20%.”

Kristine Tuazon, Direktur di Good People HR, juga menyarankan agar setiap CV dan surat lamaran disesuaikan dengan industri atau perusahaan yang kamu tuju.

“Kalau kandidat melamar ke perusahaan yang profesional, tradisional, atau konservatif, sesuaikan gaya CV dengan karakter mereka,” ujarnya. “Sebaliknya, jika melamar ke startup yang inovatif, buat tampilan dan penyajian CV yang sejalan dengan gaya mereka.”

5. Sertakan foto bila relevan

Menyertakan foto bersama CV masih umum dilakukan, walaupun tidak diharuskan. Ketika melamar untuk posisi di industri kreatif atau berhubungan langsung dengan klien, foto profil akan memberi kesan personal. Namun untuk perusahaan internasional, foto tidak harus dicantumkan. Kalau ragu, baiknya bertanya kepada tim rekrutmen.

Jika memutuskan untuk menyertakan foto, pilih foto dengan pencahayaan yang baik dan latar belakang netral, misalnya biru tua atau putih. Kenakan pakaian yang rapi, seperti kemeja berkerah. Pastikan berpose tidak terlalu kaku atau terlalu santai, cukup tampil rileks dan percaya diri.

Sekarang kamu sudah lebih tahu bagaimana CV-mu terlihat di mata pemberi kerja. Kalau kamu sedang menyiapkan yang baru, ikuti lima hal di atas dan kali ini kirimkan dengan penuh percaya diri.

More from this category: Resumes

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.