Akhirnya kamu menemukan lowongan pekerjaan yang paling cocok. Sekarang waktunya menampilkan kemampuan dan kelebihan diri sebaik mungkin.
Namun, ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan kandidat saat melamar pekerjaan. Agar peluang kerja terbuka lebar, simak lima hal penting yang perlu dihindari berikut ini.
CV yang terlalu panjang seperti biografi tidak akan menarik bagi pemberi kerja. “Sekarang, CV lebih berfungsi sebagai highlight perjalanan karier. Sebagian besar pemberi kerja hanya ingin menerima CV sepanjang dua sampai tiga halaman, atau maksimal empat halaman untuk posisi pimpinan. Isinya harus menekankan keterampilan, pencapaian, dan pengalaman kerja paling relevan,” ujar Leah Lambart, Career dan Interview Coach di Relaunch Me.
CV yang lebih dari empat halaman umumnya akan dilewatkan. Jadi, tulislah CV yang ringkas dan relevan dengan posisi yang dilamar. Steve Grace, CEO sekaligus pendiri The Nudge Group, perusahaan rekrutmen spesialis startup, menekankan pentingnya menunjukkan hasil kerja, bukan sekadar daftar tugas dalam CV.
“Pemberi kerja lebih ingin tahu hasil kerja yang telah dicapai daripada daftar tanggung jawab saja,” ujarnya. “Pencapaian sama pentingnya dengan tanggung jawab, dan keduanya harus relevan dengan posisi yang dilamar. Kalau ada pengalaman kerja yang tidak relevan dengan posisi tersebut, sebaiknya tidak perlu dimasukkan.”
Tanpa cover letter, kandidat terkesan tidak serius melamar pekerjaan. Akibatnya, profilmu menjadi kurang menonjol dibandingkan kandidat lain. Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya diperhatikan oleh pemberi kerja, terutama jika dalam iklan lowongan sudah tercantum syarat untuk menyertakan surat lamaran.
Cover letter yang menarik menjelaskan secara singkat siapa dirimu dan mengapa kamu cocok untuk posisi yang dilamar. “Surat lamaran bisa diibaratkan sebagai panduan bagi pemberi kerja untuk mencocokkan apa yang ditulis di surat lamaran dengan isi CV,” ujar Grace.
Cover letter harus menonjolkan alasan mengapa kamu adalah kandidat yang tepat. Karena itu, setiap cover letter perlu disesuaikan dan tidak dibuat seragam. “Cover letter sebaiknya disesuaikan dengan setiap posisi yang akan dilamar,” ujarnya.
Keterlambatan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.
“Saat mencari karyawan, pemberi kerja ingin melihat kandidat yang antusias untuk bergabung. Undangan wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas diri yang terbaik,” kata Grace. “Kandidat yang datang terlambat ke wawancara akan meninggalkan kesan buruk.”
Persiapkan diri jauh-jauh hari, baik wawancara berlangsung secara tatap muka maupun online, ujar Leah Lambart. “Siapkan waktu tambahan untuk perjalanan, mencari tempat parkir, dan menemukan lokasi wawancara,” ujarnya. “Kalau wawancaranya penting, coba cek lokasi sehari sebelumnya.”
“Untuk wawancara online, pastikan kamera berfungsi dengan baik, pencahayaannya cukup, dan tidak ada gangguan seperti suara notifikasi atau ponsel berdering. Yang paling penting, luangkan waktu untuk memastikan perangkat dan koneksi internet berjalan lancar. Dengan begitu, kandidat bisa tampil profesional dan tetap tenang selama wawancara,” ujar Lambart.
Kamu mungkin merasa canggung saat harus 'menjual diri' kalau belum terbiasa mengikuti wawancara kerja. Namun, inilah saatnya menunjukkan kemampuan dan pengalamanmu. Tampil saja dengan percaya diri, meski merasa gugup.
Menurut Leah Lambart, kunci dalam 'menjual diri' adalah memiliki kepercayaan diri dan kesadaran diri yang seimbang. Misalnya saat pewawancara menanyakan karakter atau hal yang masih menjadi kelemahan. “Pemberi kerja ingin melihat bahwa kandidat punya kesadaran diri, paham bahwa masih ada hal yang perlu diperbaiki, dan punya kemauan untuk berkembang,” jelasnya.
“Cara yang paling tepat adalah bersikap rendah hati tapi tetap jujur,” kata Grace. Ia juga menambahkan, kandidat boleh saja menyebut sedang melamar di beberapa tempat lain, asalkan disampaikan dengan sopan dan pada konteks yang relevan.
Jangan pernah datang mengikuti wawancara tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang posisi atau perusahaan yang kamu lamar.
“Wajar jika pemberi kerja berharap kandidat sudah melakukan riset tentang perusahaan dan posisi yang dilamar sebelum wawancara,” ujar Leah Lambart.
Kamu akan punya nilai lebih jika datang dengan informasi tentang seberapa besar perusahaan tersebut, strukturnya, produk atau layanan yang mereka tawarkan, serta nilai-nilai yang mereka pegang. Hal ini menunjukkan antusiasme dan upaya lebih.
Kamu bisa mulai dengan riset online, misalnya dari situs resmi dan akun media sosial perusahaan. Grace juga menyarankan untuk mencari informasi tambahan melalui berita, podcast, atau video. “Banyak perusahaan memiliki video di YouTube tentang produk dan layanan mereka,” kata Grace.
Leah juga menyarankan agar kandidat membaca ulang kualifikasi utama yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Siapkan contoh atau cerita singkat yang menunjukkan bagaimana skill yang dimiliki berguna dalam pekerjaan sebelumnya.
Proses mencari kerja memakan waktu dan tenaga, jadi pastikan kamu melakukan yang terbaik untuk memberi kesan positif. Hindari kesalahan yang bisa membuat pemberi kerja kecewa. Mulailah dengan mengirimkan CV yang singkat dan surat lamaran yang relevan. Lalu, datanglah tepat waktu, siapkan diri dengan baik, dan tunjukkan sikap terbuka untuk belajar. Dengan langkah-langkah ini, kamu meningkatkan peluang untuk sukses dalam wawancara.