5 langkah agar terhindar dari penipuan kerja online

5 langkah agar terhindar dari penipuan kerja online
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 16 January, 2026
Share

Mencari kerja secara online kini sudah menjadi hal yang umum, namun risikonya juga semakin nyata. Karena itu, penting untuk tetap waspada dan menjaga data pribadi saat melamar kerja secara online.

Renee Allison, Trust and Safety Analyst di SEEK, berbagi lima langkah untuk membantu pencari kerja melamar secara online dengan lebih aman.

1. Batasi informasi pribadi di CV dan gunakan fitur SEEK Pass

Pencari kerja umumnya mencantumkan informasi dasar di CV, seperti usia atau status pernikahan, karena sering dibutuhkan untuk keperluan administratif. Namun, hal ini tidak berarti semua informasi pribadi perlu dibagikan sejak awal proses melamar kerja.

“Saya sering melihat pencari kerja mencantumkan nomor SIM, nomor paspor, golongan darah, informasi medis yang sensitif, detail kondisi keluarga, dan riwayat pidana di CV,” ujarnya

Beberapa data pribadi memang bisa diminta di tahap selanjutnya, biasanya saat proses administrasi atau onboarding. Namun, pada tahap awal rekrutmen, informasi tersebut umumnya belum dibutuhkan. Di tahap ini, pencari kerja juga belum tentu tahu bagaimana data pribadi akan disimpan dan dilindungi, sehingga sebaiknya informasi yang dibagikan tetap dibatasi.

Jika masih ragu soal data apa saja yang layak dicantumkan, panduan resmi perlindungan data pribadi, termasuk Undang-undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, bisa dijadikan acuan.

Saat membagikan informasi pribadi dalam proses pencarian kerja, gunakan platform yang aman seperti SEEK Pass. Melalui profil Jobstreet, perusahaan dapat melihat kualifikasi atau sertifikasi yang telah diverifikasi tanpa perlu meminta dokumen asli. Hal ini membantu menjaga keamanan data pribadi sekaligus meyakinkan perusahaan atas keaslian informasi.

SEEK Pass dapat diakses melalui profil Jobstreet. Buka bagian verifikasi dan ikuti langkah-langkah untuk memverifikasi identitas, kualifikasi, dan kredensial. Proses ini hanya perlu dilakukan satu kali dan dapat digunakan untuk semua lamaran kerja saat ini maupun di masa mendatang.

2. Periksa detail kontak dan tautan

Saat berkomunikasi dengan perekrut atau perusahaan, perhatikan cara mereka menghubungi, baik melalui email, aplikasi pesan, maupun media sosial. Waspadai email atau pesan yang terlihat resmi tetapi menggunakan nama perusahaan yang sedikit berbeda, atau menyertakan tautan yang meminta data pribadi sebelum ada tahapan wawancara.

Allison menekankan bahwa detail kecil, seperti alamat email, sering menjadi petunjuk awal untuk membedakan komunikasi resmi dari pesan yang mencurigakan.

“Kalau ragu dengan email atau tautan yang diterima, hubungi perusahaan lewat kontak resminya dan minta disambungkan dengan pihak yang menghubungi. Cara ini membantu memastikan bahwa alamat email dan tautan tersebut memang asli,” ujarnya.

3. Cek sumber lowongan dan tawaran yang diberikan

Sumber lowongan kerja bisa memberi gambaran apakah tawaran tersebut layak dipercaya. Lowongan yang hanya dibagikan lewat media sosial, grup WhatsApp, atau pesan pribadi, dan tidak muncul di platform pencari kerja yang tepercaya, sebaiknya dicermati. Terlebih jika tawarannya terdengar terlalu menggiurkan.

“Lowongan yang diiklankan di Instagram, seperti pekerjaan data entry dari rumah dengan bayaran Rp10 juta per minggu, atau imbalan voucher jutaan rupiah hanya untuk memberi ulasan produk, patut dicurigai,” ujar Allison.

4. Pikir dua kali sebelum berbagi

Jika ragu, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya dua hal ini.

  • “Apakah informasi ini memang dibutuhkan untuk melanjutkan proses lamaran?” Di tahap awal melamar kerja, perusahaan biasanya hanya memerlukan detail kontak. Dokumen identitas kependudukan umumnya baru diminta ketika proses sudah masuk tahap onboarding.
  • “Apakah informasi ini bisa dibagikan dengan cara yang lebih aman?” Dalam banyak kasus, pelamar cukup mencantumkan kualifikasi atau izin yang dimiliki di CV, atau membahasnya saat wawancara. Dokumen pendukung biasanya diminta belakangan, setelah ada tawaran kerja dan proses onboarding berjalan.

5. Jangan ragu bertanya

Pelamar berhak menanyakan mengapa suatu informasi diminta dan bagaimana data akan dilindungi. Jika perekrut menghindari pertanyaan atau tidak bisa menjelaskan bagaimana data akan dikelola, sebaiknya pelamar lebih berhati-hati sebelum melanjutkan proses.

“Perusahaan yang resmi seharusnya bisa menjelaskan alasan mereka meminta informasi dan bagaimana data tersebut dilindungi,” ujar Allison. “Mengajukan pertanyaan seperti ini justru menunjukkan bahwa pelamar bersikap teliti dan bijak saat beraktivitas online.”

Informasi yang aman dibagikan dan yang perlu ditahan

Selain saran di atas, Allison membagikan panduan singkat untuk membantu menilai informasi apa yang aman dibagikan dan mana yang sebaiknya ditahan.

Umumnya aman dibagikan:

  • Riwayat pekerjaan
  • Lokasi saat ini (cukup wilayah atau kota)
  • Detail kontak
  • Sertifikasi tertentu, misalnya apakah terdaftar sebagai penerjemah resmi

Perlu ditahan, kecuali sudah masuk tahap onboarding:

  • Detail rekening bank
  • Nomor Pokok Wajib Pajak
  • Salinan atau foto dokumen identitas

Indikasi penipuan:

  • Permintaan pembayaran untuk 'pemeriksaan sebelum kerja' atau proses rekrutmen lainnya

Saat mencari kerja secara online, tetaplah berhati-hati. Perhatikan lowongan dengan janji berlebihan, tautan yang tidak dikenal, dan alamat email yang tidak resmi, lalu luangkan waktu sejenak sebelum membagikan informasi pribadi.

More from this category: Melamar pekerjaan

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.