Mencari kerja secara online kini sudah menjadi hal yang umum, namun risikonya juga semakin nyata. Karena itu, penting untuk tetap waspada dan menjaga data pribadi saat melamar kerja secara online.
Renee Allison, Trust and Safety Analyst di SEEK, berbagi lima langkah untuk membantu pencari kerja melamar secara online dengan lebih aman.
Pencari kerja umumnya mencantumkan informasi dasar di CV, seperti usia atau status pernikahan, karena sering dibutuhkan untuk keperluan administratif. Namun, hal ini tidak berarti semua informasi pribadi perlu dibagikan sejak awal proses melamar kerja.
“Saya sering melihat pencari kerja mencantumkan nomor SIM, nomor paspor, golongan darah, informasi medis yang sensitif, detail kondisi keluarga, dan riwayat pidana di CV,” ujarnya
Beberapa data pribadi memang bisa diminta di tahap selanjutnya, biasanya saat proses administrasi atau onboarding. Namun, pada tahap awal rekrutmen, informasi tersebut umumnya belum dibutuhkan. Di tahap ini, pencari kerja juga belum tentu tahu bagaimana data pribadi akan disimpan dan dilindungi, sehingga sebaiknya informasi yang dibagikan tetap dibatasi.
Jika masih ragu soal data apa saja yang layak dicantumkan, panduan resmi perlindungan data pribadi, termasuk Undang-undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, bisa dijadikan acuan.
Saat membagikan informasi pribadi dalam proses pencarian kerja, gunakan platform yang aman seperti SEEK Pass. Melalui profil Jobstreet, perusahaan dapat melihat kualifikasi atau sertifikasi yang telah diverifikasi tanpa perlu meminta dokumen asli. Hal ini membantu menjaga keamanan data pribadi sekaligus meyakinkan perusahaan atas keaslian informasi.
SEEK Pass dapat diakses melalui profil Jobstreet. Buka bagian verifikasi dan ikuti langkah-langkah untuk memverifikasi identitas, kualifikasi, dan kredensial. Proses ini hanya perlu dilakukan satu kali dan dapat digunakan untuk semua lamaran kerja saat ini maupun di masa mendatang.
Saat berkomunikasi dengan perekrut atau perusahaan, perhatikan cara mereka menghubungi, baik melalui email, aplikasi pesan, maupun media sosial. Waspadai email atau pesan yang terlihat resmi tetapi menggunakan nama perusahaan yang sedikit berbeda, atau menyertakan tautan yang meminta data pribadi sebelum ada tahapan wawancara.
Allison menekankan bahwa detail kecil, seperti alamat email, sering menjadi petunjuk awal untuk membedakan komunikasi resmi dari pesan yang mencurigakan.
“Kalau ragu dengan email atau tautan yang diterima, hubungi perusahaan lewat kontak resminya dan minta disambungkan dengan pihak yang menghubungi. Cara ini membantu memastikan bahwa alamat email dan tautan tersebut memang asli,” ujarnya.
Sumber lowongan kerja bisa memberi gambaran apakah tawaran tersebut layak dipercaya. Lowongan yang hanya dibagikan lewat media sosial, grup WhatsApp, atau pesan pribadi, dan tidak muncul di platform pencari kerja yang tepercaya, sebaiknya dicermati. Terlebih jika tawarannya terdengar terlalu menggiurkan.
“Lowongan yang diiklankan di Instagram, seperti pekerjaan data entry dari rumah dengan bayaran Rp10 juta per minggu, atau imbalan voucher jutaan rupiah hanya untuk memberi ulasan produk, patut dicurigai,” ujar Allison.
Jika ragu, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya dua hal ini.
Pelamar berhak menanyakan mengapa suatu informasi diminta dan bagaimana data akan dilindungi. Jika perekrut menghindari pertanyaan atau tidak bisa menjelaskan bagaimana data akan dikelola, sebaiknya pelamar lebih berhati-hati sebelum melanjutkan proses.
“Perusahaan yang resmi seharusnya bisa menjelaskan alasan mereka meminta informasi dan bagaimana data tersebut dilindungi,” ujar Allison. “Mengajukan pertanyaan seperti ini justru menunjukkan bahwa pelamar bersikap teliti dan bijak saat beraktivitas online.”
Selain saran di atas, Allison membagikan panduan singkat untuk membantu menilai informasi apa yang aman dibagikan dan mana yang sebaiknya ditahan.
Saat mencari kerja secara online, tetaplah berhati-hati. Perhatikan lowongan dengan janji berlebihan, tautan yang tidak dikenal, dan alamat email yang tidak resmi, lalu luangkan waktu sejenak sebelum membagikan informasi pribadi.