6 kesalahan yang harus dihindari ketika berganti karier

 6 kesalahan yang harus dihindari ketika berganti karier
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 19 January, 2026
Share

Terpikir berganti karier ... di situasi ekonomi seperti sekarang? Siap-siap saja mendapatkan pandangan aneh dari rekan kerja atau keluarga. Padahal, memulai karier baru di industri yang berbeda bisa juga menjanjikan.

Sebelum memutuskan terjun ke industri baru, ada 6 hal yang perlu diwaspadai, menurut Leah Lambart, Direktur dan Career Coach di Relaunch Me

1. Terburu-buru memutuskan

Sebelum menyerahkan surat pengunduran diri, susun dulu rencana dan tetapkan gol pribadi. “Jangan terburu-buru mengubah karier sebelum mengevaluasi diri dan memahami bidang yang benar-benar cocok,” kata Leah Lambart.

Perhatikan keterampilan, minat, dan value yang dimiliki. Kamu bisa mencari tahu lewat tes karier dan keterampilan, atau berdiskusi dengan career coach untuk menentukan jalur karier yang sesuai.

Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan orang-orang dari industri yang ingin dimasuki agar tahu apakah bidang itu cocok denganmu. “Jangan sampai menghadapi situasi yang sama, bahkan lebih buruk di industri yang baru,” tambah Lambart.

2. Ganti karier karena benci pekerjaan

Apakah ada hal lain di tempat kerja yang membuat tidak bahagia? Jika ada, berganti karier mungkin bukan solusi paling tepat, atau bahkan bukan satu-satunya jalan keluar.

Sebelum mengambil keputusan, pikirkan dulu situasimu untuk mempertimbangkan apakah perubahan karier memang diperlukan, kata Leah Lambart.

“Dalam banyak kasus, seseorang merasa tidak bahagia di tempat kerja karena alasan-alasan yang sebenarnya tidak bisa diselesaikan hanya dengan berganti karier. Misalnya, perbedaan karakter, atasan yang terlalu mengatur, perjalanan ke kantor yang panjang dan melelahkan, atau pekerjaan yang mulai terasa membosankan dan berulang.”

Sebelum 'terjun bebas', mungkin ada hal-hal kecil yang bisa diubah agar kamu lebih nyaman bekerja. Misalnya, berdiskusi dengan atasan untuk mendapatkan lebih banyak kepercayaan, mencari proyek baru agar lebih bervariasi, atau menyelesaikan friksi dengan rekan kerja.

Kamu juga bisa mempertimbangkan pindah ke posisi yang setara di perusahaan lain, atau disebut sideway career move.

3. Ganti karier tanpa riset dan refleksi diri

Karier dibangun dengan waktu dan usaha, jadi pastikan kamu sudah memikirkan masak-masak sebelum berganti arah. “Berganti karier sebaiknya dilakukan dengan riset dan pertimbangan yang tepat,” ujar Leah Lambart.

Kamu bisa mulai dengan riset online, lalu diskusi dengan orang-orang di bidang yang ingin kamu tekuni. “Diskusi informal dengan mereka yang sudah bekerja, atau dengan ‘orang dalam’, bisa memberikan informasi mendalam tentang pekerjaan dan industri yang dituju. Dengan begitu, keputusan yang dibuat akan lebih matang,” tambah Lambart.

4. Ganti karier hanya demi uang

Punya pendapatan tentu penting, tapi jangan berganti karier hanya karena tergiur gaji tinggi. “Setiap orang punya value berbeda, dan bagi sebagian orang, gaji bahkan bukan bahan pertimbangan,” kata Leah Lambart. “Saya bekerja dengan banyak klien yang pendapatannya tinggi, tapi tetap merasa tidak bahagia karena value mereka tidak terpenuhi.”

Idealnya, pekerjaan yang dijalani sesuai dengan minat, value, dan keahlian, menurut Lambart. “Untuk bisa sampai di titik ideal ini, pekerjaan seharusnya memberikan semangat baru, terasa alami untuk dijalani, sejalan dengan value, dan sesuai dengan gaya hidup.”

5. Terlalu terpengaruh orang lain

Teman, keluarga, rekan kerja, dan orang-orang di bidang yang dituju bisa menjadi sumber informasi dan dukungan yang berharga. Jadi, jangan ragu untuk berdiskusi dengan mereka.

Namun, gunakan kehati-hatian karena keluarga dan teman tidak sepenuhnya memahami alasanmu untuk berganti karier. “Bagi orang lain, pekerjaan kita mungkin terlihat sempurna, terutama kalau kita sudah sudah bekerja keras untuk mencapai jabatan dan gaji yang tinggi,” ujar Leah Lambart.

Walaupun keluarga dan teman berniat baik, jangan mudah terpengaruh oleh opini mereka. “Jujurlah dan pikirkan baik-baik apa arti karier yang bagus bagi diri kita sendiri,” kata Lambart.

6. Kurang update dengan perkembangan

Sebelum melamar pekerjaan baru di bidang yang berbeda, perbarui dulu CV dan profil online, kata Lambart. Tambahkan dan tekankan keahlian yang bisa ditawarkan, pelatihan yang pernah diikuti, serta pengalaman kerja yang relevan agar calon pemberi kerja dapat melihat kapasitasmu.

“Cantumkan keahlian utama di bagian atas CV dan sesuaikan dengan posisi yang dilamar,” ujar Leah Lambart. “Dengan begitu, manajer rekrutmen bisa dengan mudah melihat sejauh mana kecocokan kandidat dengan posisi yang dibutuhkan.”

Perubahan karier bisa terasa menyenangkan, tetapi agar benar-benar memuaskan, dibutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Semakin kamu siap, semakin besar peluangmu melangkah ke arah yang tepat.

More from this category: Merubah karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Dengan memberikan informasi pribadi Anda, Anda menyetujui Pemberitahuan Pengumpulan dan Kebijakan Privasi. Jika Anda berusia di bawah 21 tahun, Anda memiliki izin dari orang tua agar Jobstreet dan afiliasinya memproses data pribadi Anda. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.