Siapa, sih, yang nggak mau mendapat kenaikan gaji? Bagi setiap karyawan atau pekerja, kenaikan gaji bukan hanya bentuk penghargaan atas kinerja, tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup.
Setiap karyawan tentu berhak atas kenaikan gaji terutama jika mereka sudah bekerja lama di satu perusahaan dan punya kinerja memuaskan sampai berprestasi.
Namun, kamu harus tahu kalau kenaikan gaji bukan hanya soal angka dan kinerja. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, seperti situasi ekonomi dan industri sampai kebijakan perusahaan.
Nah, dalam artikel ini, kita akan belajar seluk-beluk kenaikan gaji, mulai dari faktor yang memengaruhinya, cara menghitung, alasan, hingga tips negosiasi.
Pastikan kamu membaca sampai tuntas biar punya bekal persiapan yang matang jika ingin mengajukan negosiasi kenaikan gaji. Yuk, kita pelajari bersama!
Sebelum mengajukan permintaan kenaikan gaji, kamu perlu memahami faktor-faktor yang bisa mempengaruhi keputusan perusahaan.
Apa saja faktor tersebut? Berikut beberapa di antaranya:
Hal pertama yang pasti dilihat perusahaan terkait kenaikan gaji adalah kinerjamu. Apakah kamu memenuhi atau bahkan melebihi target yang telah ditentukan?
Jika kamu secara konsisten memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan, kamu punya dasar kuat untuk meminta kenaikan gaji. Namun, ingat, prestasi ini harus terlihat jelas dan diakui oleh atasan.
Semakin lama kamu bekerja di bidang tertentu, semakin banyak juga keterampilan yang kamu kuasai. Begitu juga dengan senioritas di perusahaan.
Karyawan yang telah bekerja lebih lama biasanya memiliki kesempatan lebih besar untuk naik gaji karena mereka memiliki pemahaman luas tentang pekerjaan dan perusahaan.
Ketika ekonomi sedang tumbuh, perusahaan cenderung lebih longgar dalam memberikan kenaikan gaji. Sebaliknya, saat ekonomi lesu, banyak perusahaan yang menahan pengeluaran, termasuk kenaikan gaji karyawan.
Selain itu, perhatikan juga kondisi pasar. Jika banyak perusahaan dalam industri yang sama memberikan kenaikan gaji, ini bisa menjadi peluang untukmu meminta kenaikan yang sebanding.
Semakin strategis posisi dalam struktur perusahaan, semakin besar kemungkinan kamu mendapatkan kenaikan gaji yang lebih tinggi.
Misalnya, seorang manajer akan memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan staf junior.
Baca juga: Fresh Graduate Minta Gaji Tinggi?
Sebenarnya, tidak ada aturan hukum yang mengatur secara spesifik soal persentase kenaikan gaji karyawan di Indonesia.
Dikutip dari situs Hukum Online, kenaikan gaji atau penentuan upah sepenuhnya merupakan kesepatakan antara pekerja dan perusahaan yang dituangkan dalam perjanjian kerja (PK).
Namun, pastinya, perusahaan dilarang membayar upah lebih rendah dari ketetapan upah minimum daerah. Hal itu tertuang dalam Pasal 81 Perppu Cipta Kerja.
Dalam aturan itu, perusahaan akan terkena sanksi jika terbukti membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Sanksi itu berupa hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp400 juta.
Selain itu, beberapa perusahaan juga memiliki kebijakan internal yang mengatur struktur dan skala upah serta kapan dan bagaimana kenaikan gaji dilakukan.
Misalnya, ada perusahaan yang menetapkan kenaikan gaji pertahun ataupun hanya memberikan kenaikan upah saat karyawan dipromosikan.
Dikutip dari situs Kumparan, persentase kenaikan gaji di Indonesia normalnya sekitar 5-10% setiap tahun.
Angka persentase itu tentu bergantung pada kenaikan upah minimum dan kebijakan perusahaan soal jabatan, kinerja karyawan, hingga situasi ekonomi.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat ingin meminta kenaikan gaji adalah: “Berapa besar kenaikan gaji yang layak untuk diminta?” dan “Bagaimana cara menghitung persentase kenaikan gaji?”
Idealnya, kenaikan gaji berkisar antara 5% hingga 10% dari gaji sekarang. Namun, kamu juga bisa menyesuaikan dengan kondisi perusahaan dan industri.
Lantas bagaimana cara menghitung kenaikan gaji? Untuk menghitung nominal berdasarkan persentase kenaikan gaji, kamu bisa menggunakan rumus sederhana:
Gaji Baru=Gaji Pokok+(Gaji Pokok×Persentase Kenaikan)
Jika gajimu saat ini adalah Rp5.000.000 dan kamu menginginkan kenaikan sebesar 10%, berikut adalah cara menghitungnya:
Jadi, jika kamu meminta kenaikan gaji sebesar 10%, gaji barumu akan menjadi Rp5.500.000.
Lantas, bagaimana caranya agar permintaanmu soal kenaikan gaji bisa diterima dengan baik oleh atasan? Berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:
Sebelum mengajukan kenaikan gaji, lakukan riset terlebih dahulu tentang standar gaji di industri dan posisi yang sama denganmu.
Kamu bisa mencari informasi ini melalui situs-situs karier atau berbicara dengan rekan lain di industri.
Jika memang ada rasio selisih gaji, kamu bisa memberikan alasan kuat bahwa kenaikan gaji yang kamu minta sudah sesuai dengan nilai pasar.
Jika kamu hanya meminta kenaikan gaji tanpa bukti nyata, permintaanmu bisa saja dianggap tidak berdasar.
Oleh karena itu, pastikan kamu selaku mendokumentasikan semua prestasi dan kontribusimu selama bekerja.
Jika kamu berhasil mencapai target atau berhasil menyelesaikan proyek besar dengan hasil memuaskan, tunjukkan bukti-buktinya saat negosiasi.
Ketika meminta kenaikan gaji, pastikan kamu sudah menentukan angka yang jelas.
Kamu tidak boleh hanya berkata "Saya ingin naik gaji.” Tapi, kamu wajib mengajukan angka spesifik beserta alasan yang menunjang permintaanmu.
Contoh: “Saya ingin mendapatkan kenaikan gaji sebesar 8% berdasarkan pencapaian saya tahun ini.”
Seperti halnya negosiasi lainnya, meminta kenaikan gaji juga membutuhkan persiapan matang terkait cara berkomunikasi.
Kamu bisa mencoba berbicara di depan cermin atau meminta teman untuk mendengarkan dan memberikan masukan. Semakin kamu siap, kamu pun akan semakin percaya diri saat berbicara.
Waktu dan tempat juga penting dalam negosiasi gaji. Jangan meminta kenaikan gaji di saat perusahaan sedang menghadapi krisis keuangan atau di tengah-tengah deadline penting.
Sebaiknya, cari waktu ketika atasanmu tidak terlalu sibuk dan suasana kantor sedang kondusif. Selain itu, pilih tempat yang tenang agar diskusimu berjalan lancar.
Salah satu cara terbaik untuk meyakinkan atasan adalah dengan menjelaskan bagaimana kenaikan gajimu bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan.
Misalnya, dengan gaji yang lebih tinggi, kamu akan semakin termotivasi dan berkontribusi lebih besar untuk mencapai target perusahaan.
Dalam dunia kerja, kamu harus tahu bahwa tidak semua permintaan kenaikan gaji akan langsung disetujui. Ada kemungkinan atasanmu menolak atau menunda kenaikan tersebut.
Oleh karena itu kamu harus siap menghadapi situasi penolakan. Selain itu, kamu juga harus tetap menjaga produktivitas dan hasil kerja untuk membuktikan bahwa kamu memang layak mendapat kenaikan gaji.
Baca juga: 4 Tips Cara Menjawab Gaji yang Diharapkan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak semua permintaan kenaikan gaji akan diterima perusahaan. Apalagi, jika alasanmu tidak kuat atau bahkan mengada-ada.
Untuk itulah, kamu wajib mempersiapkan alasan atau dasar yang kuat sebelum mengajukan permintaan kenaikan gaji.
Berikut beberapa alasan kenaikan gaji karyawan yang umum disampaikan kepada atasan:
Kalau kamu merasa sudah memberikan kontribusi yang lebih dari ekspektasi, ini waktunya untuk meminta pengakuan dalam bentuk gaji yang lebih tinggi.
Misalnya, kamu berhasil menyelesaikan proyek besar yang mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Bukankah wajar kalau kamu mendapatkan kenaikan gaji?
Nah, untuk memperkuat alasan ini, pastikan kamu sudah mempersiapkan bukti nyata kontribusimu dan hasil akhir kerjanya.
Dunia kerja sangatlah dinamis, dan keterampilan baru sangatlah penting untuk meningkatkan value kamu di mata perusahaan.
Kalau kamu sudah mengikuti pelatihan atau sertifikasi yang relevan dengan pekerjaanmu, ini bisa menjadi alasan kuat untuk meminta kenaikan gaji.
Apakah kamu merasa pekerjaanmu semakin banyak tetapi gaji tetap? Nah, ini bisa jadi alasan kuat untuk meminta kenaikan gaji.
Jika kamu mendapatkan tanggung jawab baru atau tambahan di tempat kerja tanpa kompensasi yang sesuai, wajar kalau kamu merasa gajimu perlu disesuaikan.
Misalnya, kamu yang awalnya hanya mengelola satu proyek sekarang harus mengelola beberapa proyek sekaligus.
Atau mungkin kamu sekarang memimpin tim kecil, padahal sebelumnya tidak ada tanggung jawab seperti itu.
Apakah kamu berhasil membantu perusahaan tumbuh dan berkembang lebih besar? Kalau iya, ini juga menjadi alasan kuat untuk meminta kenaikan gaji.
Misalnya, kamu terlibat langsung dalam meningkatkan pendapatan perusahaan, membuka peluang bisnis baru, atau membantu perusahaan menghemat biaya yang signifikan.
Kontribusi seperti ini jelas meningkatkan nilai perusahaan, dan hal tersebut harus diakui, salah satunya dengan cara memberikan kenaikan gaji.
Dengan menghitung selisih gaji kamu dengan standar pasar, kamu akan mengetahui apakah kamu digaji dengan semestinya atau tidak.
Jika ternyata gaji di perusahaanmu lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan lain di industri yang sama, ini bisa jadi alasan kuat untuk meminta kenaikan gaji.
Kamu bisa menghitung selisih gaji dengan melakukan riset melalui laman Jelajah Gaji Jobstreet atau bertanya ke relasi yang bekerja di industri yang sama.
Dengan data yang valid, kamu bisa menunjukkan kepada atasan bahwa gaji yang kamu terima masih di bawah standar pasar.
Baca juga: Ingin Kenaikan Pangkat? Ini Dia 5 Tips untuk Meyakinkan Atasan!
Setiap karyawan pasti sangat mendambakan kenaikan gaji. Apalagi, jika mereka sudah memberi kontribusi besar terhadap perusahaan.
Nah, untuk bisa sukses dalam proses negosiasi gaji, ada banyak hal yang harus kamu persiapkan.
Pertama, kamu harus mempersiapkan alasan yang kuat disertai bukti valid. Setelah itu, sesuaikan alasan tersebut dengan kondisi dan kebijakan perusahaan.
Jika semuanya sudah siap, pilih waktu dan tempat yang tepat untuk mengajukan kenaikan gaji ke atasan. Pastikan kamu menyampaikan permintaan itu dengan cara yang profesional, ya!
Ingat, kamu adalah aset berharga bagi perusahaan. Jadi, jangan takut untuk mengajukan permintaan kenaikan gaji selama kamu bisa membuktikan kontribusimu untuk perusahaan.
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dari banyak pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet. Butuh teman diskusi soal karier untuk memperluas networking? Gabung Komunitas Jobstreet, sekarang!
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!